Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Mengusir hama yang lain
Setelah perselisihan yang terjadi siang itu, akhirnya Raja Gala memutuskan untuk menghukum Elnama mencabut gelarnya sebagai putri jenderal, menjadi rakyat biasa, dan mendapatkan hukuman penjara bawah tanah selama 15 tahun lamanya. Sementara Deon menggantikan ayahnya sebagai jenderal, karena terbukti Deon tidak menyentuh Elnama sedikitpun.
Deon menggunakan sihirnya, untuk memainkan imajinasi Elnama, agar bertingkah seolah-olah dia sedang berhubungan badan dengan Raja Basilio, padahal tidak ada yang menyentuhnya. Jadilah Deon di angkat menjadi jenderal, dan memecat Jenderal Morfon, karena terbukti membunuh istri sahnya demi menikahi selingkuhannya.
Sementara hukuman dari Raja Basilio tetap di jalankan, Elnama sempat di cambuk selama 50 kali, di depan umum barulah dia di masukkan ke dalam penjara, tanpa jabatan apapun.
Tanpa terasa malam akhirnya tiba, disinilah Ratu Becca berjalan dengan anggun melalui beberapa lorong di istana, sendirian. Dia tersenyum puas di bibirnya, mengingat setiap apa yang terjadi di istana.
Aku tidak boleh berdiam diri saja, aku harus berusaha sendiri batin Ratu Becca dengan tekad yang penuh, dia berjalan secara perlahan.
Seseorang mengikutinya dari belakang, membawa senjata tajam berencana untuk menyakitinya. Sosok itu menatap Becca dengan penuh kebencian, hingga dia mengeluarkan pisau beracun yang dia miliki, dan hendak menyerang sang ratu..
“Kau pikir, kau bisa menyakitiku ?!”
Ratu Becca berbalik dengan cepat, dan menggunakan kemampuan sihirnya, sehingga sosok itu membeku di tempat, seakan tubuhnya menjadi patung dan tidak bisa bergerak sedikitpun. Tatapan sosok itu berubah menjadi terkejut dan panik, tidak menyangka jika Becca bisa menggunakan kekuatan sihir.
“Bagaimana.. Bisa ?? Kau Unmagicia !! kau tidak bisa menggunakan kekuatan sihir !!”
Ratu Becca tersenyum miring, dia tahu siapa sosok itu. Kain yang menutupi wajah pelaku penyerangan akhirnya perlahan menghilang, dan memperlihatkan wajahnya. Dia adalah Nyonya Fern Winston, istri dari sang jenderal.
“Tentu saja aku bisa, dan aku memiliki kekuasaan untuk melenyapkanmu, setelah apa yang kau coba lakukan padaku !!” Ujar Becca dengan tatapan tajam dan dingin, tapi senyuman miring itu tetap terlukis di sana.
“Ini tidak adil !! Seharusnya kau yang lumpuh !! Aku sudah menyuruh Valia mencampur teh milikmu dengan racun !! Kenapa malah putriku yang kena ?! Kau wanita sialan rendahan !!”
Meskipun dalam kondisi tubuh tidak bisa di gerakkan dan menjadi patung, tapi Nyonya Fern tetap mengumpati dan memaki Ratu Becca.
Ratu Becca hanya tersenyum kecil, “Meracuniku ?? Kau mengakui jika, putrimu menaruh racun di teh milikku ?? Kau tahu, hukuman bagi orang sepertimu ??”
“Memang apa yang bisa kau perbuat ?? Selagi Raja Basilio tidak tahu apapun, kau tidak memiliki kekuasaan apapun !!” Ujar Nyonya Fern dengan nada menantang di sana.
“Lalu ?? Kau pikir kau memiliki kekuasaan ?? Kau bisa berada disini, karena adik iparmu menjadi selir, bukan ?? Jika tidak, mungkin kau hanyalah orang biasa.” Ujar Ratu Becca dengan nada meledek, membuat Nyonya Fern semakin emosi.
“Kau wanita sialan !! Kau hanya menjual tubuhmu, demi mendapatkan Raja Basilio !! Jika tidak, mana mungkin dia sudi melirik ke arahmu !! Dasar wanita rendahan !!”
Bukannya marah, Ratu Becca malah terkekeh pelan, lalu dia menoleh ke arah sebelahnya, “Lihat, sayang ?? Kau dengar itu, putrinya ternyata berusaha meracuniku~ Untung saja, Pangeran Aldert sudah menukarnya.”
Nyonya Fern melirik melalui bola matanya dan terkejut melihat Raja Basilio berdiri, sembari bersandar di tembok memberikannya tatapan yang begitu tajam dan dingin.
Ratu Becca mendekati suaminya, barulah kekuatan sihirnya terlepas, sehingga tubuh Nyonya Fern ambruk di tanah. Wanita tua itu menatap takut ke arah Raja Basilio.
“Ya.. Yang Mulia..”
“Aku benar-benar menyesal, telah percaya padamu, bibi.” Suara Pangeran Ebert mulai terdengar di sana, dengan nada dingin, membuat Nyonya Fern semakin panik, rupanya saat dia membuka suara, Raja Basilio, Pangeran Mahkota Ebert, dan Pangeran Aldert juga ikut mendengarkan semuanya.
Ratu Becca menyeringai licik di sana, sebelumnya dia sempat mendengarkan rencana kejam Keluarga Jenderal Orson itu, dimana sang jenderal menyuruh istrinya untuk menyerang sang ratu di saat malam-malam.
Bukannya bersembunyi, Ratu Becca justru sengaja keluar pada malam hari, mempersiapkan diri untuk bisa mengusir seluruh Keluarga Jenderal Orson dari kerajaan Varilia. Dan inilah hasilnya, kejahatan mereka terbongkar, meski belum sepenuhnya di sana.
“Pangeran Eber, dengarkan bibi.. Bibi cuma-”
“Aku melihat Valia menuangkan racun tadi, juga dengan adikku. Entah apa yang terjadi jika sampai, kami tidak menukarkan teh itu.” Pangeran Ebert memotong ucapan bibi Fern dengan tegas.
“Pangeran Ebert, mohon ampuni bibi.. Bibi hanya tidak terima jika ibumu di gantikan oleh gadis muda itu !! Bibi mohon, lepaskan bibi !!”
Fern berpikir dengan membawa nama Aira, sebagai ibu dari pangeran mahkota, dia bisa bebas. Tapi justru sang pangeran mahkota terlihat semakin kesal dan emosi, dia tidak menyangka sang bibi akan membawa nama ibunya dalam kejahatan yang dia rencanakan.
“Jangan membawa nama ibuku dalam kejahatan menjijikanmu !!! Aku tidak sudi menjadi bagian keluargamu !! Ternyata ini, karakter kalian di balik topeng manis yang kalian pasang selama ini !! Itu artinya.. Kalian tidak ada bedanya dengan Selina !!” Pangeran Ebert berbicara dengan penuh emosi dan terdengar sangat jijik di sana.
“Pengawal, bawa dan seret dia di dalam ruang bawah tanah bersama dengan suami dan putrinya !!” Raja Basilio akhirnya membuka suara dengan tatapan dingin dan datar di sana.
Kedua pengawal akhirnya menarik dan menyeret Nyonya Fern yang berteriak semakin keras.
“Ebert !! Kau tidak bisa melakukan semua ini !! Kau memiliki darah kami !! Ibumu pasti akan kecewa padamu !! Lepaskan aku !! Semua ini hanya fitnah !!”
Suara itu akhirnya perlahan menghilang, di saat Nyonya Fern sudah di seret semakin jauh. Di dalam ruangan itu, hanya ada helaan nafas berat, tapi juga perasaan bimbang di sana.
Pangeran Ebert mengusap keningnya sendiri, memegang kepalanya, hampir tidak percaya, satu-satunya keluarga yang dia miliki dari pihak ibunya, begitu memalukan dan bahkan melakukan hal selicik itu.
“Pangeran Ebert..”
Sang pangeran mahkota mengangkat kepalanya, melihat Ratu Becca menatapnya dengan lembut dan tersenyum kecil.
“Jangan merasa sendiri, kami disini adalah keluargamu juga. Percayalah, ibumu pasti akan bangga melihat kau, bisa menegakkan keadilan hukum.” Ujar Ratu Becca dengan lembut, membuat sang pangeran mahkota tersenyum kecil, dan menganggukkan kepalanya.
“Terima kasih.. Bibi..”
“Hah.. Akhirnya musuh kita berkurang satu.” Ujar Pangeran Aldert merenggangkan tubuhnya seperti baru saja, menaklukan musuh.
“Kau bertingkah seolah-olah, kita baru saja selesai berperang.” Ujar Raja Basilio melirik ke arah putra keduanya.
“Tentu saja, bukan- Eh tunggu..”
Pangeran Aldert dan Pangeran Ebert membulatkan mata mereka mendengarkan perkataan ayah mereka.
“Ayah !! Jangan katakan itu !!” Ujar keduanya dengan panik, sementara Raja Basilio tersenyum miring, Ratu Becca memandang bingung melihat semua ini.
“Mengatakan apa ??” Tanya Ratu Becca dengan heran di sana.
“Bibi.. Ada aturan tidak tertulis untuk ayah tercinta.. Jika dia berkata ‘perang’, maka percayalah, besok akan ada musuh mencoba menyerang dan menantang perang.” Ujar Pangeran Aldert menjelaskan dengan wajah lemas di sana, Ratu Becca membulatkan matanya menatap ke arah suaminya.
“Jangan katakan itu lagi !!”
“Terlambat~ Besok Raja Thorne akan menantang kita dalam peperangan.”
“Basil / Ayah !!!”
Ratu Becca, Pangeran Aldert, dan Pangeran Ebert berteriak dengan kesal, sementara sang raja hanya tertawa geli menyaksikan kekompakan istri dan kedua putranya.
👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Hahahaha di balik karakter dingin dan tegas, ternyata sang raja juga agak konyol dan suka godain kedua putra dan istrinya 🤣🤣
Ya ampun.. Eh iya, gimana nih ?? Ada perkembangan dikit ya, si Ratu Becca, meskipun masih dikit 😅😅 semoga ke depannya, Author bisa konsisten 😌😌
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄