NovelToon NovelToon
Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:48.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.

Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.

Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.

Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.

Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?

"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JDPDK Bab 2 - Tidak Akan Bisa Kabur

Pagi datang.

Kepala Alicia terasa begitu berat ketika perlahan kesadarannya kembali. Denyutan yang berasal dari kedua sisi pelipisnya membuat Alicia mengerang pelan sambil mengerutkan dahi.

Tenggorokannya terasa kering dan seluruh tubuhnya seakan kehilangan tenaga. Bahkan untuk sekadar membuka mata saja Alicia membutuhkan beberapa detik, kelopak matanya memiliki beban yang sangat berat.

“Aduh,” keluh Alicia.

Alicia mengangkat satu tangan dan menekan pelipisnya. Ia mencoba menarik napas dalam-dalam untuk mengurangi rasa sakit yang berdenyut di kepala, tetapi aroma asing yang memenuhi hidungnya justru membuatnya semakin bingung. Ini bukan aroma kamarnya di rumah, bahkan kasur yang sedang ditidurinya pun terasa berbeda.

Perlahan Alicia membuka kedua mata. Pandangan pertamanya langsung tertuju pada langit-langit kamar yang asing. Lampu kristal kecil di bagian tengah langit-langit memantulkan cahaya lembut, sementara tirai tebal berwarna gelap menutupi sebagian besar jendela. Interior kamar itu terlihat asing, tetapi di saat yang sama Alicia merasa pernah melihatnya.

Ia mengerutkan kening. “Ini kamar siapa?”

Alicia mencoba bangkit, tetapi kepalanya langsung terasa berputar. Ia buru-buru menahan tubuhnya dengan kedua tangan agar tidak kembali jatuh ke atas bantal. Beberapa detik kemudian pandangannya mulai terasa jelas, ia melihat gaun hitam yang masih melekat di tubuhnya.

Gaun yang sama seperti yang dikenakannya semalam. Ingatan demi ingatan perlahan muncul, tapi Alicia benar-benar tak ingat bagaimana caranya ia bisa berada di dalam kamar ini.

"Aku harus segera pulang, mommy Aluna pasti sudah mengamuk," gumamnya lirih.

Tapi baru hendak turun dari ranjang, tiba-tiba Alicia melihat seseorang di depan sana.

Deg! Alicia membeku.

Pria itu mengenakan kemeja putih dengan beberapa kancing bagian atas yang terbuka dan lengan kemejanya digulung hingga siku. Jas hitam yang dikenakannya semalam terlipat rapi di sandaran sofa. Satu tangannya memegang ponsel, sementara tangan lainnya bertumpu santai di sandaran.

Alicia menatap pria itu dengan mata membulat.

“Si-siluman harimau,” ucap Alicia gagap.

Bryan mengangkat wajah dari layar ponselnya. Tatapan dinginnya langsung bertemu dengan mata Alicia yang masih dipenuhi kebingungan. Tidak ada keterkejutan di wajah pria itu, karena Bryan memang hanya menunggu Alicia bangun.

“Kamu sudah sadar?” tanya Bryan.

Deg! Jantung Alicia makin bergemuruh. 'Sial sial sial, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa si tua Bangka itu di sini?!'

Alicia menatap Bryan, kemudian menatap sekeliling kamar, lalu kembali menatap Bryan lagi. Otaknya berusaha menyusun potongan-potongan kejadian yang tidak lengkap, tetapi semakin ia mencoba mengingat, semakin kepalanya berdenyut.

Seingatnya semalam ia memang sempat memaki pria itu, tapi selebihnya Alicia tak ingat apa-apa.

“Kenapa aku ada di sini?!” tanya Alicia dengan nada tinggi. Karena baginya dengan meninggikan suara maka ia bisa mengendalikan situasi.

Bryan meletakkan ponselnya di atas meja kecil di samping sofa. Ia tidak langsung menjawab, justru menatap Alicia beberapa saat. "Jangan pura-pura lupa apalagi pura-pura bodoh, kamu yang menarikku masuk ke kamar ini," balas Bryan.

Alicia tercengang mendengarnya, rasanya mulutnya sendiri kalah kasar dengan pria tua itu.

Alicia semakin bingung, pasalnya ia tak ingat apapun. Hingga beberapa detik kemudian sebuah bayangan terlintas di benaknya. 'Malam ini aku akan mengurungmu di sini!'

'Tidak! Tidak mungkin aku mengatakan itu!' batin Alicia makin gelisah.

“Kamu harus bertanggung jawab kepadaku tentang malam ini," ucap Bryan seraya berdiri dari duduknya.

Alicia mendelik mendengar kata-kata tak masuk akal tersebut. Ia merasa tak melakukan apapun, dan bagaimana bisa ia bertanggung jawab pada siluman harimau itu!

“Bertanggung jawab apa? Jangan bicara sembarangan ya! Aku bahkan tidak ingat apa yang terjadi semalam!” balas Alicia membentak.

Jantung Alicia langsung berdebar tidak karuan, apalagi saat Bryan berjalan mendekat ke arah ranjang. Wajah pria itu benar-benar terlihat seperti siluman harimau, andai mulutnya terbuka pasti ada taringnya.

“Aku akan memberitahu kedua orang tuamu, bahwa putri mereka mabuk di hotel dan menyeret seorang pria masuk ke kamar.”

Wajah Alicia seketika pucat. “Jangan!”

Alicia benar-benar panik sekarang, Ia berusaha mencari jalan keluar. Alicia tidak bisa membiarkan Bryan menemui kedua orang tuanya begitu saja. Jika sampai Mommy Aluna mengetahui bahwa dirinya mabuk dan menghabiskan malam di hotel bersama Bryan, Alicia bahkan tidak berani membayangkan hukuman apa yang akan ia dapatkan.

Apalagi Bryan adalah kekasih Annie.

Memikirkan hal itu saja sudah membuat Alicia bergidik ngeri.

Alicia memang sering mengatakan bahwa Bryan tidak pantas menjadi pasangan sang kakak. Ia bahkan pernah berniat membuat Annie meninggalkan pria itu. Namun bukan berarti Alicia ingin menghancurkan hubungan mereka dengan cara seperti ini.

'Tidak, tidak boleh terjadi.'

“Pak Bryan," panggil Alicia yang tiba-tiba memanggil Bryan dengan lebih sopan.

Dan Bryan yang sudah berdiri di depan ranjang langsung menatapnya dengan sorot mata penuh kewaspadaan. Perubahan sikap Alicia yang begitu tiba-tiba justru membuatnya curiga.

Beberapa saat yang lalu gadis itu masih berani membentaknya, bahkan menuduhnya berbicara sembarangan. Lalu sekarang Alicia malah memanggilnya dengan sebutan yang begitu sopan.

“Apa?” tanya Bryan singkat.

Alicia akhirnya menggeser tubuhnya ke tepi ranjang. Gerakannya sangat hati-hati karena kepalanya masih terasa berat dan berputar. Kedua kaki Alicia akhirnya menyentuh lantai yang dingin, lalu Alicia berdiri dengan sedikit berpegangan pada sisi ranjang.

Bryan memperhatikan gerak-gerik itu, tatapannya terlihat selalu waspada. "Tidak usah berlagak lemah, aku akan mengantarmu pulang," ucap Bryan.

'Sialan! Aku tidak pura-pura lemah, memang kepalaku pusing!' kesal Alicia di dalam hati.

"Terima kasih Pak, tapi Bapak tidak perlu mengantarku pulang," balas Alicia sangat sopan.

Bryan tersenyum miring melihat perubahan itu, ia memang berniat memberi pelajaran pada anak ini. Bahwa hidup tak selamanya bisa sesuai dengan keinginannya sendiri.

Sejak pertama kali bertemu beberapa bulan lalu, Bryan selalu melihat Alicia yang begitu bebas. Tak jarang ia melihat Alicia berada di klub malam bersama teman-temannya.

Bagi Bryan, Alicia hanyalah remaja yang belum menemukan jalan hidupnya. Tanpa bimbingan yang jelas maka ia akan terjebak pergaulan yang salah. Dan kini Bryan akhirnya menemukan peluang untuk membuat gadis itu jadi lebih baik.

Setidaknya Annie tak akan lagi mencemaskan sang adik.

Semalan memang tak terjadi apapun diantara mereka berdua, Alicia tidur di ranjang dan Bryan tidur di sofa. Tapi tetap saja Bryan akan terus mempermasalahkan hal ini. Memanfaatkan ketakutan Alicia pada keluarganya untuk meluluhkan gadis tersebut.

"Sudah ku katakan tak perlu bersandiwara lemah, aku akan tetap menuntut pertanggungjawabanmu," putus Bryan.

"Baiklah, tapi beri saya waktu, Pak. Setidaknya sampai Saya mengingat apa yang terjadi semalam," balas Alicia, setelah mengatakan itu ia pun menundukkan wajahnya pura-pura patuh. Tapi tak butuh waktu lama Alicia segera berlari ke arah pintu.

Alicia meninggalkan kamar tersebut dan menutup pintunya kuat.

Brak!

Bryan perlahan mengembuskan napas. Baru saja gadis itu bersikap manis dan memanggilnya dengan sebutan Pak Bryan. Dan sekarang gadis itu malah kabur.

"Benar-benar gadis bermasalah." Bryan kembali menghela nafas. "Alicia, kamu tidak akan bisa kabur dariku."

1
*Septi*
yakin ? 🤭
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪👍👍👍👍👍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪👍👍👍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍💪💪👍👍👍👍👍
Margaretha Indrayani
apa yang bakal diterima alivia ya karena telat datang meapartemen bryan?
Margaretha Indrayani
bukan masalah dion, tapi takut bryan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tika
emang mencurigakan...
dia harus masuk ke kandang harimau 🤣🤣🤣
Ass Yfa
ya nggk mngkin jujur kan mau ketemu pak dosen Bryan🤣
Tika
ini termasuk masalah gak?
kalo pak bry tau bisa mulai cemburu dalih disiplin?🤭🤭🤭
isni afif
😍😍🤩🥰😘🥰🤩🤩
isni afif
lanjut kak.
Sri Rahayu
kena marah ga ya Alicia 😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
betul kt Dion... Alicia emang sering bikin masalah...skrg masalahnya ma Dosen Bryant 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Eka ELissa
nah...loh ...di hukum lngsung kmu Al....ma siluman harimau 🤣🤣🤦
Eka ELissa
Al kmu bikin orang suka bingung dan bikin syok tau GK....sbntar ke cini sbntar ke cono 🤣🤦
Secret Admire
seneng banget ya punya circle horang kayah semua 🤣
Kar Genjreng
ting tong masukkkk 🤣 deg degan ya ketemu siluman harimau ya gituu deh kan. janji kalau memang sudah janji harus tepati lo ga usah takut Siluman Bryan juga manusia masih bersifat manusia ,,,,di tekan dadanya untuk bernafas pelan pelan
ehh siluman sudah berwajah garamg waduhh ,,,,ambyar seolah dunia nya runtuh 💪 sangat pastinya ,,,
Syavira Vira
lanjut
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Deg2gan banget Alicia ...kira2 akan ada apa lagi? 😂 kira2 kamu kena omel lagi enggak? setiap kali mau bertemu siluman Harimau pasti Ada saja masalah yang di bahas dan takutnya tuh siluman melihat kamu bawa motor nya Leo 🤣 alamat kena omell panjang kali lebar kali tinggi lagi ..persiapkan dirimu Alicia 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
yaa karena reaksi kamu macam orang nyuri ayam 🤣🤣 tuhh lihat kamu macam takut di massa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!