NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:98.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.

Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.

Happy Reading All🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penggrebekan

"AYO KITA LIAT!!!" teriak ibu Ayu penuh semangat, ayah Brahma hanya bisa mengusap dada.

Melihat kepergian bu Ayu, yang menyeret tangan sang suami. Membuat para tamu, segera menyusul. Mereka menaiki mobil masing-masing, menunju perumahan yang di sebutkan Aulia.

Kini.... di tempat acara, tersisa Aulia, Dhira, Danish, Arkan, mommy Emily dan Edward.

Aulia memiringkan kepalanya sedikit, tersenyum menatap Ratu. Yang wajahnya sudah berubah pucat, ia benar-benar ketakutan.

"Gimana? Hal yang lu sembunyiin selama bertahun-tahun, akan segera terbongkar. Ibu lo... yang lo dan tuan Januar sembunyikan selama ini, akan segera di temukan dan... BUUUMM. Hidup mewah lo.... HANCUR!!!" ucap Aulia, ia melangkahkan kakinya cukup cepat. Saat melihat Ratu mengambil ponsel, Aulia bisa menebak apa yang akan di lakukan wanita itu.

BUGH

AKH

PRAKK

Ponsel itu jatuh berhamburan di lantai, saat Aulia menendang cukup kuat tangan Ratu. Ingin rasanya mommy Emily dan Edward mendekati Ratu. Tapi.... mengingat apa yang di katakan Aulia, membuat mereka enggan untuk menghampirinya.

"Lo pikir... lo bisa hubungi kedua orang, yang sedang berzinah itu? Tidak sayang... Dan... iket dia" ucap Aulia lagi, ia menatap sinis mommy Emily dan Edward. Tak mengucapkan apa-apa, ia melangkahkan kakinya mendekati Dhira. Aulia menggenggam tangan Dhira, mengabaikan Arkan. Lalu pergi keluar, menyusul yang lainnya.

Arkan menghembuskan nafas panjang, ingin segera menyusul. Tapi ia menunggu Danish, takut sahabatnya tak tau dimana tempat penggerebekan.

BRUGH

Tubuh mommu Emily terasa begitu lemas, Edward terkejut dan berjongkok.

"Mom..." ucap Edward pelan

"Mommy bersalah, bila apa yang di katakan Aulia benar. Mommy akan menyesal seumur hidup mommy, mommy sudah mengabaikan dan menyia-nyiakan putri kandung mommy sendiri. hiks... Dhira pasti sangat membenci mommy, bagaimana ini Ed?" ucap mommy Emily, Edward tak bisa menjawab apapun. Karena dia juga, sudah menyakiti Dhira terlalu dalam.

Danish datang membawa tali, setelah ia menanyakan letaknya pada salah satu bibi. Danish heran, ini rumah Arkan. Kenapa dia yang diminta, untuk mencari tali? Danish sibuk mengikat Ratu, tak peduli dengan curhatan ibunya Dhira.

"Dhira.... tak membenci, hanya saja.... dia sudah tak memiliki perasaan apapun pada kalian. Respect nya pada kalian sudah hilang, mungkin bisa di bilang... hatinya sudah mati untuk kalian semua." ucap Arkan, saat melihat Danish selesai mengikat Ratu.

DEG

'MATI RASA? PADA KELUARGANYA?' tanya mommy Emily dan Edward dalam hati

Arkan melangkahkan kakinya keluar, bersama Danish di sampingnya. Keduanya menaiki motor, milik Arkan agar bisa cepat menyusul. Itu pun setelah sebelumnya, ia menitipkan wanita siluman itu pada pelayan di rumah.

"Mommy... kita sebaiknya menyusul yang lain, kita liat sendiri ke sana. Bila benar..." Edward menatap sinis pada Ratu

GLEK

Tak ada tatapan penuh kasih sayang, tak ada tatapan penuh pemujaan. Yang ada, hanya kebencian dan kekecewaan. Ratu menggelengkan kepala, ia tak suka tatapan itu. Ia tak suka situasi seperti ini, ia tak suka semuanya berada di luar kendalinya.

"AKU TAKKAN MENGAMPUNI MEREKA!!" lanjutnya penuh penekanan

"Tidak kak, aku anak kesayangan keluarga kalian. Jangan tinggalkan aku, Ratu gadis yang di cintai kakak." ucap Ratu, dengan tatapan memohon. Namun jauh di dalam sana, ada tatapan kehancuran. Hidupnya hancur, semua berantakan.

Edward membantu sang mommy untuk bangun, keduanya pergi tanpa menoleh.

"MOMMY... MOMMY... KAKAAAAAAKKK.... JANGAN TINGGALKAN RATU, TOLONG RATU!! LEPASKAN RATU... AAAAAAAAAAA!" teriak Ratu

.

.

"Di sini kan?" tanya bu Ayu, saat ia turun dari mobil. Di susul dengan mobil-mobil lain, yang pintunya juga terbuka dan turun para tamunya.

Melihat rombongan mobil masuk ke dalam komplek, tentu saja mengejutkan penjaga keamanan di perumahan tersebut. Saat ia menghalangi mobil bu Ayu, pengemudi mobil di belakang mobil bu Ayu melongokkan kepalanya.

"PAK SAMSUL IJINKAN SEMUANYA MASUK!!!!" teriak orang tersebut

"NYONYA GRACE, BAIK..." penjaga keamanan itu pun memberikan akses

"Terima kasih pak, buat beli kopi." ucap bu Ayu, seraya menyodorkan uang 3 lembar berwarna merah.

"Makasih nyonya, terima kasih." ucap pak Samsul, dengan senyuman lebar di bibirnya.

"Sama-sama pak, saya lagi seneng. Mari pak" balas bu Ayu, mobilnya pun berlalu masuk perumahan.

"Gimana jeng Ayu, mau masuk aja?" tanya nyonya Grace

"Jeng Grace yang punya komplek ini, saya ikut aja. Tapi kalo boleh kasih saran, kita masuk nya pelan-pelan. Jangan gradak gruduk, nanti tontonannya malah berenti di tengah jalan." jawab bu Ani, membuat sang suami memijat kedua pelipisnya.

"Kalo gitu saya panggil pengelola perumahan dulu, biar dia bawa kunci cadangannya." ucap nyonya Grace, bu Ayu mengangguk. Dia lalu berbalik, ia menatap para tamunya.

"Semuanya... siap-siap sama kamera di ponsel, sebentar lagi kita dapet berita eksklusif." ucap bu Ayu, serentak rekan bisnis ayah Brahma mengeluarkan ponsel. Seperti murid, yang menurut pada gurunya.

'Ya Allah, bagaimana bisa istriku mempengaruhi semua orang?' tanya ayah Brahma dalam hati

"Gimana bu?" tanya Aulia, yang baru sampe. Di sampingnya ada Dhira, yang terlihat habis menangis.

"Sayang, sabar ya. Masih ada ayah, ibu, Arkan, Aulia dan Danish. Kamu ga sendiri, ga papa keluarga mu tak menginginkan kamu. Ada kami, yang menginginkan kamu." ucap bu Ayu memeluk Dhira, Dhira mengangguk.

"Lagi nunggu pengelola perumahan, itu kayanya Li." lanjut bu Ayu, saat meihat seorang pria mendekati nyonya Grace.

"Ayo jeng Ayu, kita liat pertunjukan live." bu Ayu menganggukkan kepala cepat, dia gegas melepas pelukannya pada Dhira.

'Ssstt... pelan-pelan' ucap bu Ayu, di angguki yang lain.

Mereka semua masuk dengan perlahan, baru masuk sudah di suguhi pemandangan luar biasa. Pakaian berserakan di ruang tamu, ada di lantai, di sofa, di meja.

"Iuuuhh... ini celana dalam loreng" ucap bu Ayu, memasang wajah sebal. Dengan menyingkirkan celana itu, menggunakan kakinya.

"Ayah... jangan liat daleman orang" ucap bu Ayu, ayah Brahma sangat gemas pada istrinya.

Langkah mereka semakin masuk ke dalam, saat dekat kamar di dekat tangga. Terdengar suara desahan, saling bersahut-sahutan.

"Aiihh... ini menjijikkan" ucap Aulia, ia menarik Dhira untuk kembali mundur.

"Ini untuk 21 tahun ke atas, anak kecil kaya lu mendingan mundur." ucap Aulia, membuat Dhira memanyunkan bibirnya

"Gue yang lu bilang anak kecil, belum lama ini udah ganti status loh, jadi istri." gerutu Dhira, membuat Aulia terdiam. Ia menoleh, menatap kesal pada Dhira. Dhira melihat ke arah lain, pura-pura tak menyadari kemana Aulia melihat.

Kembali ke bu Ayu..

'Sayang.. kenapa kamu bisa tetap senikmat ini' terdengar suara Januar, ayah Brahma dan rekannya yang waras. Merasa malu, mendengar ucapan Januar.

'Tentu saja, kamu kan kasih uang ga pernah telat dan kurang. Tentu saja, aku melakukan perawatan.' jawab Ratih

Terdengar suara memalukan di dalam sana, malu karena bukan muhrim.

"Ck... kamu buka pintunya" titah bu Ayu, pada pengelola

"Tapi bu...

"Buka Dimas" potong nyonya Grace, dengan perasaan enggan dan malu. Pria itu maju, perlahan ia membuka pintunya.

Begitu pintu di buka, tontonan yang di tunggu muncul. Sepasang sejoli, tengah asyik dan tak menyadari bila mereka menjadi tontonan para keluarga elit. Semua kamera mengarah pada adegan tak senonoh itu, ayah Rahma memejamkan kedua mata dan menutup mata sang istri.

.

BRUGH

"KYAAAAAAA"

...****************...

Maaf telat banget, baru pulang dari RS.

Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....

1
nisa
lanjuttt ,,,
votenya emak🥰
nisa
kapok mu kpn y skrng hancur2 sdh kebohongan yg kau sembunyikan slma bertahun tahun akhirnya boom 😡
Noey Aprilia
Mngkn saat ni dhira msih blm bs mmaafkn emaknya,tp emng wjar....skian thn d abaikn,d skiti...spa jg yg bs dgn mdah mmafkn...tp mngkn suatu saat nnti,dhira mau mmaafkn mreka....
Ayuk Witanto
ikut nyesek 😭😭
Tini Uje
aaaaa..lagi thor 😄
Ayuk Witanto
bener Dhira udah enek...gak respek ma mereka
mama_im
😭😭😭😭😭 kok aq ikut nyesek ya 🥹🥹🥹
Ayuk Witanto
emang...kalau gak bodoh apa iya anak sendiri di trlantarin
Ayuk Witanto
ya ampun dan....jadi gak seru ini ngerekamnya🤣
Ayuk Witanto
ikutan jijik
Ayuk Witanto
panas....
E F
tq thor🙏😍
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪
Ayuk Witanto
ya ampun🤣🤣
Ela Jutek
huh kasus Dhira selesai, mayan berat juga ya Aul tapi semua selesai dengan lancar
Ela Jutek: belom tahap ketemu sama om om itu kah mak
total 4 replies
_bunda@dlan_
😀😀😀😀 tdk prnh puas sy stiap bca novel ini
kaylla salsabella
mpus deh lo🤣🤣🤣
kaylla salsabella
kyaaaaaa... siapa kalian.... 🤣🤣🤣
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 ayo liat aku juga penasaran🤣🤣🤣
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ayo hajar smp bbak belur...abs tu arak kliling jln ,trs lmpar pke telur busuk dn smpah yg bau.....😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!