Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
warisan nenek
hampir satu bulan Olivia tinggal bersama neneknya.
"nek, aku mau cari kerja di kota" pamit Olivia sore itu
"kamu apa ndak mau nerusin bakat kamu?"
"mau nek. sambil cari kerjaan juga"
nek Marni masuk kedalam kamarnya, lalu keluar membawa kotak berwarna hitam
"ini kamu pakai" ucap nek Marni memberikan sebuah bros kepada Olivia
"cantik sekali nek" Olivia menerima bros pemberian neneknya itu, bros berwarna emas memiliki mata merah di tengahnya
"pakai ketika kamu melamar kerja atau ketika kamu menyanyi saja"
Olivia pikir karena bros itu terlihat mahal jadi tidak boleh di gunakan setiap hari
Olivia mengamati bros itu, Tiba-tiba bulu kuduknya merinding ketika melihat batu berwarna merah
"kenapa via?"
"ndak tau nek... rasanya merinding" ucap Olivia menaruh bros itu kedalam kotaknya lagi
"via. mulai sekarang bros ini nenek wariskan ke kamu. setiap malam jum'at kliwon mandikan dia menggunakan air tujuh sumber, bunga tujuh rupa dan kemenyan"
"kenapa nek?"
"bros ini yang akan menemanimu sampai kamu berjaya"
"tapi nek?" Olivia takut menjalankan ritual seperti yang nek Marni sampaikan
"anggap saja ini nyawa nenek, nenek akan selalu bersamamu di dalam batu merah bros itu"
"air tujuh sumber. aku harus cari dimana nek?"
"tejo akan membantumu. setiap malam jum'at kliwon tejo akan mencarikan air dan kemenyan. tapi untuk bunga 7 rupa kamu harus membeli sendiri, tidak boleh orang lain"
"mas tejo?"
"lakukan ritual itu di rumah orang tuamu. oh ya via. jika badanmu terasa sakit semua berikan bros itu kepada salah satu perempuan"
"buat apa nek? ini kan punya nenek? kenapa harus aku berikan?" tanya Olivia bingung
"jangan khawatir. bros ini tau jalan pulang, setelah tugas dia selesai dia akan kembali ke rumahnya. di kotak hitam itu"
Olivia semakin bingung dengan penjelasan neneknya
"tapi ingat. jangan pernah memakan daging ayam kampung"
menurut Olivia syarat itu tidak terlalu berat untuknya
"sudah paham kan?"
"iya nek. paham" mata Olivia tak lepas memandang kotak Hitam itu
*****
Keesokan harinya Olivia pamit ke nek Marni
"nek via berangkat ya"
"iya. jaga baik-baik pemberian nenek ya"
"baik nek"
Olivia meninggalkan nek Marni dan pergi ke kota untuk memulai hidupnya
"aku harus kemana? ndak ada yang kenal di kota ini" ucap Olivia setelah sampai di terminal surabaya
"mbak taksi mbk" seorang driver taksi menawarkan jasanya
"iya Pak"
Olivia mengikuti supir taksi itu
"tunggu di sini ya mbk. saya mau ambil mobilnya dulu"
Olivia mengangguk
Tak lama kemudian taksi berwarna biru itu berhenti tepat di depan Olivia
"masuk mbk"
Olivia naik taksi yang berlambang burung itu
"mau kemana mbk?"
"saya mau cari tempat kos pak"
"owww tempat kos. mau yang di tengah kota atau agak minggir?"
"di tengah ndak pa-pa pak"
supir taksi itu membawa Olivia kesebuah rumah kos di tengah kota surabaya. jaraknya tidak jauh dari stasiun wonokromo
perempuan paruh baya menyambut kedatangan Olivia
"mau cari tempat kos mbk?"
"iya buk. tapi saya ndak mau di atas ya buk"
"oww... ada.. mari ikut ibuk"
Bu murti membawa Olivia kederetan kamar
"ini satu kamar, ada kamar mandinya juga ada dapur" ucap bu murti membuka pintu kamar
"wah enak ini bu... saya mau. perbulannya berapa bu?"
"800 mbk, itu sudah include listrik dan air"
"boleh bu... " Olivia merogoh tasnya dan mengeluarkan dompet berwarna merah "saya bayar untuk 6 bulan kedepan ya bu" ucap Olivia sembari memeberikan uang kepada bu murti
stelah menerima uang itu, bu murti pergi dari kamar Olivia
"alhamdulillah nenek ngasih aku uang cukup banyak. kalau ndak. ndak tau bagaimana hidupku. setidaknya bisa fokus cari kerja selama beberapa bulan ini ndak mikir uang kos" ucap Olivia dalam hati
"ehh... tetangga baru" sapa perempuan memakai daster sambil mengendong anaknya
"salam kenal mbk, saya Olivia. panggil saja via"
"saya indah mbk. penghuni kamar sebelah" ucap indah berkenalan dengan Olivia
****
hari sudah menginjak malam, Olivia belum memasukkan makanan kedalam perutnya
"mbak, tempat makan atau warung yang dideket dimana ya?"
"jalan ada di gang sebelah mbk. disitu ada yang jual lalapan"
Olivia pergi mengikuti arahan dari indah. jarak dari tempatnya ke gang sebelah tidak terlalu jauh
"mas, pesan Bebek 1 sama es jeruk ya"
menunggu makanannya datang Olivia mulai mencari info lowongan pekerjaan di gadgetnya.
*****
Keesokan harinya Olivia sudah siap untuk terjun melamar pekerjaan dengan berbekal kan hanya ijazah SMA-nya
Seharian berpanas-panasan masuk ke kantor satu ke kantor yang lain. semua yang di cari lulus strata satu.
"Olivia ikut yuk" ajak salah satu penghuni kos
"kemana bet?"
"nongkrong, ketaman bungkul"
Olivia pergi bersama bety ke taman bungkul
"kamu kerja dimana bet?"
"aku baru aja ketrima di pabrik pipa"
"sebagai apa?"
"admin"
sambil menikmati suasana kota surabaya dimalam hari, mereka berdua berbincang santai ditemani segelas kopi yang di beli dari pedagang keliling.
dari kejauhan terdengar suara pengamen, membawa berbagai alat musik
"kamu sudah dapat kerja?" tanya bety
"belum bet. yang di butuhkan s1, sedang aku cuma SMA"
Pengamen itu mendekati Olivia dan bety. menyanyikan satu lagu
"mas... request lagu donk" ucap bety
"boleh.. mau lagu apa mbk?"
"D'Masiv"
pengamen itu mulai memainkan alat musiknya, Olivia ikut menyanyi
... ᴄᴜᴋᴜᴘ sᴜᴅᴀʜ ᴋᴀᴜ sᴀᴋɪᴛɪ ᴀᴋᴜ ʟᴀɢɪ...
vokalis pengamen itu memberikan micnya kepada Olivia, suara merdu Olivia bergema di taman bungkul mengundang beberapa pasang mata untuk melihatnya
Olivia menyelesaikan lagunya
"wah bagus suaranya mbak" puji pengamen itu
"satu lagu lagi mas" pinta Olivia "punya Agnes bisa?"
"siap mbk.. gas"
Olivia menyanyikan lagu Agnes Monica yang terkenal dengan nada tingginya itu. beberapa pengunjung taman bungkul mengabadikan Olivia melalui ponselnya
Tepuk tangan riuh ketika Olivia selesai menyanyikan lagu itu
"keren suaramu via" puji bety
"sudah lama ndak nyanyi, suaraku jadi kaku"
"sebagus gitu kamu bilang kaku?"
"permisi"
Seorang pria mendekati Olivia dan bety
"boleh duduk"
"boleh mas... silahkan" ucap Olivia menggeser duduknya
"kenalkan nama saya didik"
"saya bety, ini teman saya Olivia" sapa bety
"suara mbk Olivia bagus sekali mbk, aku kira tadi itu rekaman lho" puji didik
"terimakasih mas"
"mbk Olivia di cafe saya butuh seorang penyanyi. mungkin mbk Olivia bersedia mengisi untuk weekend"
"Terima via... lumayan sambil nunggu kerjaan" bisik bety
"saya minta nomer ponsel mas didik ya. siapa tau saya berminat" ucap Olivia mengeluarkan ponselnya
"semoga mbk Olivia berminat. untuk gaji jangan khawatir mbk"
"oke... siap mas. aku kabari ya"