NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:101.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 7

Pintu lift terbuka di lantai dasar gedung perkantoran mewah itu. Zivana keluar dengan langkah sempoyongan, mengabaikan beberapa pasang mata staf kantor yang menatapnya heran. Di dalam kepalanya, suara tangis Stela dan keheningan Aidil saat berada dalam pelukan wanita itu terus berputar seperti kaset rusak yang menyiksa.

Ia berjalan menerobos teriknya siang tanpa arah, hingga langkah kakinya terhenti di sebuah taman kota yang tak jauh dari kompleks perkantoran. Di atas bangku taman yang sepi, Zivana terduduk. Bahunya berguncang hebat, meluapkan seluruh sesak yang membendung di dadanya.

"Kenapa, Mas...? Kenapa harus memberiku harapan kalau hatimu masih milik Mbak Stela?" bisik Zivana pada angin siang.

Ciuman hangat Aidil di keningnya, remasan lembut jemarinya saat makan malam, dan bisikan "Aku mencintaimu" malam itu, semua mendadak terasa seperti hantaman godam yang menghancurkan seluruh harga dirinya.

Zivana merasa dirinya hanyalah pelipur sepi yang kebetulan ada saat Aidil ditinggalkan, dan kini sang pemilik hati yang sebenarnya telah kembali.

Sementara itu, di lantai atas gedung megah tersebut, atmosfer ruangan kerja Aidil terisi kepengap bernapas.

Aidil akhirnya memegang kedua bahu Stela, mendorong wanita itu mundur secara tegas dan kasar. Napasnya terengah, matanya menyalang menatap mantan istrinya dengan amarah yang memuncak.

"Cukup, Stela! Jangan gila!" bentak Aidil, suaranya menggelegar menembus dinding kedap suara.

Stela tersentak, mengusap air matanya dengan raut wajah terkejut. "Dil... aku cuma mau kamu dan anak-anak kembali.."

"Tidak ada yang kembali!" potong Aidil dingin, menunjuk pintu keluar dengan jari bergetar.

"Pernikahan kita sudah lama mati saat kamu membuang Khaisar yang baru berusia lima tahun dan Amora yang masih dua tahun demi mengejar karirmu di luar negeri! Kamu tidak punya hak apa pun lagi atas hidupku atau anak-anak!"

"Tapi wanita itu..."

"Nama wanita itu Zivana! Dia istriku!" sela Aidil dengan nada menekan yang sangat tajam.

"Dia wanita yang menghapus air mata anak-anakku saat mereka menangis mencari ibunya! Dia yang memelukku saat aku hancur! Dan aku mencintainya, Stela. Sangat mencintainya."

Stela membeku, raut wajahnya berubah pucat mendengar penegasan tanpa ragu dari bibir Aidil.

Stela mengepalkan tangannya rapat-rapat, membiarkan kuku-kukunya yang terawat menancap di telapak tangan. Binar amarah dan penolakan dari mata Aidil terasa membakar harga dirinya, namun ia enggan menyerah begitu saja.

"Baik, Dil!" potong Stela dengan nada suara bertambah tinggi, mengusap kasar sisa air mata di pipinya.

"Kalau kamu memang sudah menutup pintu untukku sebagai seorang pria, kamu tidak bisa menghapus kenyataan kalau darah yang mengalir di tubuh Khaisar dan Amora adalah darahku!"

Aidil memalingkan wajah, menghembuskan napas kasar. "Anak-anak sudah memiliki ibu yang merawat mereka dengan tulus, Stela. Kehadiranmu hanya akan membingungkan mereka."

"Aku ibu kandung mereka, Aidil!" pekik Stela histeris, melangkah maju hingga kini berdiri tepat di hadapan meja kerja Aidil. Matanya menatap Aidil penuh tuntutan.

"Tiga tahun aku menahan rindu! Aku cuma minta satu hal, pertemukan aku dengan anak-anakku. Besok. Aku mau memeluk Khaisar dan Amora!"

Aidil memijat pangkal hidungnya, merasakan pening yang luar biasa menghantam kepalanya. "Anak-anak tidak mengenalmu lagi. Amora bahkan baru berusia dua tahun saat kamu pergi. Jangan kacaukan mental mereka."

"Kalau begitu biarkan aku mengenalkan diriku lagi!" tegas Stela, menatap Aidil tajam tanpa mundur selangkah pun.

"Besok sore setelah jam sekolah, pertemukan aku dengan mereka. Kalau kamu menolak, aku tidak akan segan-segan membawa masalah hak asuh ini ke jalur hukum. Kamu tahu persis aku punya akses dan kemampuan untuk itu sekarang."

Ancaman itu membuat rahang Aidil mengeras seketika. Pria itu menatap Stela dengan sorot mata murka, namun di balik amarahnya, ia tahu keributan hukum hanya akan melukai psikologis kedua anaknya, terutama Khaisar yang sudah cukup besar untuk memahami konflik.

"Hanya satu jam, Stela," ucap Aidil akhirnya, suaranya tertekannya begitu dingin.

"Di tempat umum. Tanpa drama, dan tanpa membuat anak-anak takut."

Stela menyunggingkan senyum kemenangan tipis. "Deal. Besok sore jam empat di restoran taman dekat sekolah Khaisar. Dan ingat, Aidil jangan bawa wanita itu. Aku hanya mau ada kamu dan anak-anakku."

"Zivana adalah ibu mereka sekarang, mau tidak mau kamu harus menghormatinya," sahut Aidil tajam.

"Terserah apa katamu," cetus Stela santai seraya merapikan gaunnya.

"Aku tunggu besok jam empat. Kalau kamu tidak membawa mereka, aku sendiri yang akan datang menjemput ke sekolahnya."

Tanpa menunggu balasan Aidil, Stela berbalik melangkah anggun keluar dari ruangan, meninggalkan Aidil yang berdiri membisu dengan napas memburu.

Aidil meluruh di kursi kerjanya, menyangga kepala dengan kedua tangan. Fikirannya benar-benar kalut. Bagaimana cara ia menyampaikan hal ini pada Zivana tanpa menyakiti perasaan istrinya? Zivana begitu mencintai Khaisar dan Amora, dan menghadapkan Zivana pada kenyataan bahwa ibu kandung anak-anak telah kembali tentu akan menusuk hatinya.

Aku tidak boleh membuat Ziva cemas, batin Aidil panik. Lebih baik aku selesaikan ini sendiri dulu dengan Stela besok.

Pria itu meraih ponselnya, lalu menekan nomor Zivana. Tangannya sedikit bergetar saat menempelkan benda pipih itu ke telinganya.

Di seberang sana, di atas bangku taman yang dingin, Zivana menatap layar ponselnya yang menyala menampilkan nama "Mas Aidil". Dengan jemari yang gemetar dan dada yang sesak, ia mengusap layar untuk menerima panggilan tersebut.

"Halo, Mas?" bisik Zivana, berusaha semaksimal mungkin menetralkan suaranya agar tak terdengar habis menangis.

"Ziva..." suara Aidil terdengar lembut di seberang telepon, namun ada nada tertahan yang tak bisa ia sembunyikan.

"Kamu di mana, Sayang? Suaramu kok agak serak?"

Zivana menggigit bibir bawahnya erat-erat, menahan isak yang hampir lolos dari tenggorokannya.

"Aku... aku sedang di luar, Mas. Ada keperluan sebentar. Kenapa, Mas?"

"Oh, begitu..." Aidil menarik napas panjang, mengumpulkan keberanian untuk berbohong demi menghindari keributan.

"Ziva, besok sore kamu tidak usah repot-repot menjemput Amora dan Khaisar, ya?"

Zivana tersentak pelan di tempat duduknya. Kebekuan melingkupi dadanya.

"Kenapa, Mas? Biasanya kan aku yang menjemput anak-anak."

"Besok... ada pekerjaan kantor yang selesai lebih cepat," dalih Aidil, berusaha terdengar sealami mungkin.

"Sekalian aku mau membawa Khaisar dan Amora jalan-jalan sebentar beli buku dan mainan baru. Kasihan mereka sudah lama tidak ajak keluar di sore hari. Jadi besok biarkan aku yang jemput mereka langsung dari sekolah, ya?"

Setetes air mata kembali jatuh menetes ke pangkuan Zivana. Kata-kata Aidil terasa bagai duri yang makin dalam menancap di hatinya. Di balik rahasia dan alasan jalan-jalan itu, Zivana menyimpulkan sendiri dengan hancur. Aidil sengaja menyembunyikan rencananya untuk mempertemukan anak-anak dengan Stela, tanpa melibatkannya sama sekali.

"Ziva? Kamu masih di sana?" panggil Aidil karena tak kunjung mendapat jawaban.

Zivana memejamkan mata rapat-rapat, meremas kain roknya hingga kusut.

"Iya, Mas... Aku dengar."

"Boleh, kan? Kamu istirahat saja di rumah besok sore," bujuk Aidil lagi.

"Iya, Mas... Boleh," jawab Zivana lirih, mengalah dalam kepasrahan yang teramat dalam.

"Terserah Mas Aidil saja."

"Terima kasih ya, Ziva. Nanti malam aku pulang agak awal. Sampai ketemu di rumah, Sayang. Aku mencintaimu."

Sambungan telepon terputus. Zivana menurunkan ponsel dari telinganya, menatap layar gelap itu dengan tatapan kosong. Bisikan "Aku mencintaimu" dari Aidil baru saja terdengar seperti kebohongan paling menyakitkan yang pernah ia dengar sepanjang hidupnya.

1
nely_48
knp tdk d penjara keun,, pst akan trs dtg meneror n mencelakai zivana
nely_48
ngapain jg maraban mantan mantu, cucu tiri n parasit nempel trs, nyumponan gaya hidup hedon,,, ai cucu kandung kerja usaha sendiri. lieur ah c kakek mh
Fitria Syafei
semangat KK cantik 😍. KK cantik kereen 😍 terimakasih 😘
Yam_zhie: masyaallah maksih kak selalu baca karya othor 😘😘🤗
total 1 replies
Muft Smoker
makany harus tau diri ,,
anak tiri msh di kasih fasilitas yg sama dg Melvin ,, harus ny lebih sadar diri ,, bukan merasa paling berkuasa ,, akhirnya d tendang kn ,,
Muft Smoker
lanjuuuut Mak ,, Skrang tinggal bahagia2 ny kan Mak ,, gx bakal ad ulet bulu lgi kn ,,
nely_48
ko rmh nya D jakarta selatan sih,, udh ga d jogya lg ya Melvin n zivana
Muft Smoker: kayaknya pindah kak ,, 🤭
total 1 replies
nely_48
semangat pengantin baru, jgn lambat ngadon ya ✌✌
nely_48
huuuhh haaaahhh pedas sehah kk outhor panas poe mentang nga rujak bibir Melvin n zivana 🫣🫣🫣🫣
nely_48
belah duren moal yeuh teh kk ❓
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
kymlove...
bahasanya mbok tolong gak usah pakai saya lagi pak Melvin🤨zivana itu udah jadi istrimu jadi jangan"SAYA" lagi donk.... biasakan"AKU" biar makin romantis.. kalau masih "Saya" jadinya kayak ngomong sama selingkuhan bukan istri lagi😌
kymlove...: bener gk sih kk... terlalu baku banget... bahasa nya
total 2 replies
Muft Smoker
semoga bahagia selalu Melvin zivana,,
berharap gx da lgii ulet bulu bertebaran ,,
Krn gatal rasa ny ,,
🤭🤭🤭🤭😆
sunaryati jarum
Wah berarti Zivanna masih tersegel saat menikah dengan Aidil
Fitria Syafei
wow mereka mantaf 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
sunaryati jarum
Semoga segera hadir Melvin yunior
Muft Smoker
melvin Mak ,, bukan Aidil ,, 🤭
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😍
nely_48
bahagia sll Melvin n zivana 🥰🥰🥰
sunaryati jarum
Karena acara selesai dan tamu sudah bubar, waktu untuk kalian berdua Zivanna dan Melvin
sunaryati jarum
Nah ,tahu diri gitu Aidil,suami dan ayah tidak setia, pantas terima hukuman seperti itu.Lakukan apa yang disarankan oleh Melvin agar kau layak disebut ayah oleh Khaisar dan Amora
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!