NovelToon NovelToon
Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Perjodohan
Popularitas:674.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Saniya Syamira, tak memiliki pilihan lain selain menerima perjodohan amanah dari almarhum kakeknya.

Terlebih sang ibu mengkhawatirkan dirinya jadi perawan tua dikarenakan memiliki kekurangan. Saniya penyandang disabilitas fisik, kaki kanannya diamputasi sedari dia berumur 8 tahun.

Mampukah Saniya menjalani biduk rumah tangga bersama pria berstatus duda yang pernah gagal menikah sampai dua kali dengan wanita sama yakni, cinta pertamanya?

Lantas, bagaimana dengan sepasang anak tirinya, bisakah mereka menerima wanita lain selain ibu kandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalan : 02

Seruan Zia terdengar sampai ke telinga Saniya. Kamarnya tidak kedap suara.

Dia duduk pada kursi meja rias, lalu memasang kaki palsu, dan memastikan benar-benar nyaman, barulah berdiri.

Tanpa memperdulikan apakah penampilan sudah layak atau belum bertemu calon suaminya, Saniya berjalan mantap.

Ketika pintu kamar dibuka dari dalam, Saniya langsung ditatap lekat oleh adiknya.

Zia menelisik penampilan kakaknya dari ujung rambut hingga kaki tertutup flat shoes polos. “Kamu mau ketemu sama calon suami, Mbak. Masa pakai gaun bekasku, mana riasan wajah seperti orang mau pergi ke minimarket. Sini aku benerin.” Zia mencengkram sedikit kuat lengan kakaknya sampai Saniya nyaris kehilangan keseimbangan.

Saniya menarik tangannya, lalu mundur sedikit. “Gak semua orang memiliki pendapat yang sama perihal standar kecantikan para wanita. Gaun ini memang dari kamu, dan paling bagus dengan model kekinian daripada pemberianmu lainnya. Jadi, biarkan saja.”

Saniya menyunggingkan senyum tipis, dia sudah sangat biasa memakai pakaian bekas adiknya yang kebetulan memiliki tubuh nyaris sama. Ia berbalik badan hendak berjalan menuju lift.

“Kamu sengaja kan, Mbak?”

Wajahnya tertoleh ke samping kanan, tidak benar-benar menatap Fauzia. “Kamu tenang saja, Zia. Aku pasti menikah dengannya. Sesudahnya, silahkan goda Fahmi Basya, pria yang kamu inginkan bukan karena cinta melainkan obsesi.”

Seketika tubuh berbalut gaun ketat selutut memamerkan bentuk badan ideal, menegang, namun hanya sebentar. “Aku gak akan bersikap munafik. Ya … memang benar diriku menyukai pria yang sayangnya tertarik padamu.”

Saniya Syamira enggan menanggapi, langkah kakinya mantap menjejak lantai marmer. Ia masuk ke dalam lift, dan membiarkan adiknya masih berdiri dengan tatapan menghujam tertuju padanya.

Kotak lift transparan turun ke lantai bawah, tepat di ruang santai yang mana penghuni rumah sedang bercengkrama dengan para tamunya.

Di antara dua pasangan paruh baya, duduk seorang pria berkulit sawo matang, gaya rambut pompadour – bagian depan bervolume disisir ke belakang, dan sisi samping dicukur pendek.

Ting!

Perhatian lima pasang mata tertuju pada pintu lift baru saja terbuka. Tiga diantara mereka memandangi wanita mengenakan dress panjang sebetis perpaduan warna oranye dan pink lembut.

Ada yang menarik sampai mereka menatap lebih lama pada kaki kanan sedikit lebih besar dari bagian kiri, dan terlihat dipaksakan ketika melangkah.

Saniya tidak merasa kerdil, sudah sangat biasa dipandangi sedemikian rupa. Dia bukan pribadi yang suka bersembunyi dikarenakan malu menghadapi dunia.

“Selamat malam Tante, Om, dan ….” Pandangannya beralih ke pria duduk sendirian. 'Dia terlihat masih muda, padahal katanya sudah memiliki seorang putri beranjak remaja.'

Sang pria mengangkat wajah, dan netra mereka langsung bertumbukan saling menilai dalam diam.

“Saya Yarash Wilman,” ucapnya tenang dengan suara dalam. Enggan mengulurkan tangan.

“Malam mas Yarash,” sapa Saniya percaya diri seraya sedikit menundukkan kepala lalu berdiri tegak lagi.

Amira beranjak, dia berdiri di sisi sang putri, bertutur ramah. “Ini Saniya, kakaknya Fauzia Serla.”

Penekanan pada kata kakak, sudah menjelaskan jika dalam perjodohan harus berurutan, tidak boleh melangkahi.

Wanita seumuran Amira, mengamati penampilan calon menantunya. ‘Gadis ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sikapnya sopan, tutur kata tegas meski tidak menghilangkan kelembutan.’

“Duduk sini, Nak!” Sisi sofa ditepuk pelan, berharap gadis masih berdiri bersedia memenuhi permintaannya.

“Terima kasih, Tante.” Angguk Saniya. Terlebih dahulu merapikan dress bagian lutut belakang agar ketika duduk tidak tersingkap.

Saniya duduk di samping wanita paruh baya masih terlihat cantik meski kulit wajah tidak lagi kenyal seperti saat umur 30 tahunan.

“Perkenalkan, saya Fitria, mamanya Yarash. Dan ini, suami saya … Darius Wilman.” Jari jempolnya teracung ke belakang menunjuk pria berperawakan tinggi, badan tidak gemuk maupun kurus.

Tangan kanan pada bagian punggung dihiasi keriput samar, terulur mengajak kenalan. Papa Darius bersikap sopan, hangat.

Saniya sambut sopan, menempelkan pada kening. Rambut pirang alami dibiarkan tergerai, sontak menutupi wajahnya. Kemudian dia juga menyalami punggung tangan mama Fitria.

Perkenalkan singkat berlanjut ke pembahasan serius. Dua keluarga tengah bercerita tentang amanah dari sosok yang sudah meninggal dunia.

Perjodohan tersebut sudah dibicarakan, disepakati sebelum Saniya lahir.

Demi mempererat hubungan persahabatan bak saudara, kakeknya Saniya dan opa nya Yarash, sepakat menjodohkan cucu mereka tanpa memilih harus siapa, asal keturunan asli.

“Saya perlu berbicara denganmu. Berdua,” sela suara sedikit berat. Yarash pun beranjak, berdiri menunggu reaksi wanita memiliki ketenangan patut diacungi jempol.

“Mari ikut saya, Mas.” Saniya berjalan mendahului, lalu menggeser pintu kaca penghubung dengan taman hijau terdapat kolam ikan koi dan air mancur.

Sepasang insan baru saja berkenalan, duduk di bangku besi taman bercahayakan temaram dari sorot lampu pilar penyangga lantai atas.

Keduanya masih sama-sama terdiam, sampai Yarash Wilman memulai pembicaraan langsung pada intinya.

“Saya memiliki dua orang anak. Si sulung remaja berumur 13 tahun, saat ini kelas satu SMP, namanya Tatiana Wilman. Sementara satu lagi seorang putra berusia 3 tahun 9 bulan — Arden Wilman. Mereka menentang keras perjodohan ini, serta enggan menerima sosok baru,” ungkapnya jujur.

“Wajar bagi anak-anak kalau mereka menolak. Lebih banyak ketakutan daripada pikiran positif tentang orang asing yang tiba-tiba mau memasuki dunia mereka. Berbagi tempat tinggal, bisa jadi saya nanti dianggap pengganggu.” Sudut bibir Saniya tertarik, ia tersenyum tipis.

Sang pria menoleh, memandangi wanita bisa begitu tenang menghadapi hal yang mungkin bila orang lain akan panik, cemas, namun bagi Saniya seakan hal biasa menghadapi banyak karakter manusia dalam kesehariannya.

Bola mata hazel apabila terpapar intensitas sinar lampu kuning kemerahan, maka akan berwarna keemasan, berbinar sampai sudut matanya menyipit. “Saya guru bahasa isyarat SLB B: Bertugas mendidik siswa istimewa dengan hambatan pendengaran/wicara (tunarungu). Terbiasa berinteraksi dengan mereka yang memiliki beragam sifat, serta sikap sukar diprediksi.”

“Sudah berapa lama kamu menjadi guru anak-anak berkebutuhan khusus?” suaranya terselip nada terkejut, tidak lebih.

“Kurang lebih empat tahun. Mereka dunia saya, semisal nanti mas Yarash tetap berniat menikahi saya, tolong jangan pinta diri ini berhenti mengajar. Hanya itu pinta saya,” Saniya langsung berterus-terang.

“Mengapa kamu bersedia menikah dengan seorang duda, sementara mungkin dirimu memiliki pilihan lain?” tanyanya ingin mengorek informasi.

Saniya mengangkat kedua bahunya, menjawab santai, seakan hanya pertanyaan sambil lalu. “Mungkin memang sudah jalannya takdir. Sama seperti mas Yarash, kenapa memilih bercerai dua kali dengan wanita yang sama, padahal bisa jadi ada jalan lain selain perpisahan, benar bukan?”

Pertanyaan Saniya enggan dijawab. Yarash malah mengatakan hal lainnya. “Jika tentang materi, segala kebutuhanmu, saya penuhi. Namun soal cinta … saya tidak bisa menjanjikan apapun. Apakah kamu masih bersedia menikah dengan pria yang mungkin tidak akan pernah memandangmu dengan binar kasih sayang?”

.

.

Bersambung.

1
AFPA
termehek² 🤣🤣🤣🤣
AFPA
udah ingat sekarang?!
itulah sebabnya saniya ragu²
Shee_👚
sania: ogah aku sebel

😂😂😂😂
di awal kamu bilang gak bisa kasih cinta, sekarang sekarang kamu bilang cinta😪😂
Shee_👚
akhirnya kata² yang diawal kamu katakan kamu ingat juga yash, sekarang apa kamu bucin dan merasa bersalah dengan waktu bersamaan dengan semua pengorbanan dan ketulusan sania.
sakit bukan kamu mengingat kata² itu di saat sekarang kamu tau kelebihan sania
Shee_👚
yash dah pasrah, kata² kramat yang dah sangat mengecewakan dan menyerah ya terserah dia mau melakukan apa
Shee_👚
ternyata tati di manfaatkan jenang dari kecil😪
FiaNasa
semoga aja kau sadar tita
FiaNasa
baru nyadar Lo yarash kata²mu dulu itu,,tau gak sih menyakitkan Lho...skrg baru dirasa kau sudah jatuh cinta tanpa Sania pinta kan
Shee_👚
ternyata rujuk sama jenang karena ulah tati merengek, andai tati tak merengek ogah amat yash kembali sama jenang😤
salah kaprah ini anak otaknya gak di pake buat menilai mana yang tulus mana yang modus
Tamia Akhildadanwidyan
ternyata bukan Krn bucin yarash rujuk,,ternyata demi anaknya,,,,dasarnya udah sifatnya jena gt,,katanya mau berubah,,tp tetap saja ...
Shee_👚
saking emosi yash sampai mengeluarkan semua penilaian dia tentang sania, supaya tati bisa melihat betapa baik dan tulusnya sania menyayangi mereka
Desy Cuan
keren kk
Qiqi Maryam
Tita smoga bisa lebih bijak km nak.. lebih paham posisi mami wanita, perempuan yg lebih baik dr pd mommy nu itu
AFPA
bener² ini anak
Shee_👚
dan bodohnya kamu yang dah tau semua itu masih ingin ayahmu kembali bersama sampah itu😤
Shee_👚
tepat banget, orang yang masih di kuasai rasa benci tak akan bisa menerima walau orang itu berbuat baik untuk dia
Shee_👚
hanya aldan yang di akui kalau dia anaknya, tati buang aja😭
Shee_👚
penekanan kata istri saya yash bagaikan gak mau tati manggil dia papi, sekecewa itu seorang ayah yang merasa gagal mendidik anaknya😭
Shee_👚
ternyata colo yang bikin aldan mau robohin rumah itu ulah kamu tati, astaghfirullah tati keterlaluan amat😤
dee deean eka
nangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!