NovelToon NovelToon
The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ARDICK

( upload Senin - Sabtu= 6× dalam seminggu )
( jam upload 3 sore )
The Artefact of the Past and the Chosen One's Destiny

Setiap seratus tahun, sebuah fenomena misterius bernama Divine Moon muncul di langit.

Setiap kali cahaya bulan tersebut muncul, empat anak terpilih lahir ke dunia. Mereka ditakdirkan menjadi penjaga Ancient Artifacts, peninggalan suci yang menjaga keseimbangan seluruh alam semesta.

Ater. Mala. Angis. Evir.

Empat anak. Empat kekuatan elemen. Satu takdir.

Namun, takdir tidak pernah mudah bagi mereka yang mewarisi dosa masa lalu.

Enam ratus lima puluh tahun sebelumnya, Sora adalah salah satu penjaga terhebat yang pernah dimiliki alam semesta. Dicintai oleh rakyatnya dan mengabdikan hidupnya untuk melindungi Ancient Artifacts, ia berdiri bersama Zeo, sahabat terdekatnya yang telah ia anggap seperti saudara.

Kemudian semuanya berubah.

Cinta yang seharusnya menjadi cahaya berubah menjadi tragedi.

Sebuah kehilangan menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARDICK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

{Chapter 2 }:{secret journey }

Cerita berpindah ke Negeri Angin. Tawa seorang anak terdengar di tengah hembusan angin.

“Angis, akhirnya kamu bisa menggunakan kekuatan Angin!”

“Aku juga sangat senang! Akhirnya aku bisa terbang dan mengendalikan kekuatanku.”

Angis mengangkat kedua tangannya. Angin berputar di sekeliling tubuhnya, mengangkatnya beberapa jengkal dari tanah. Pepohonan meliuk dan kelopak bunga beterbangan mengikuti hembusan angin.

“Ayah, lihat!”

Angis menarik ujung jubah ayahnya.

“Ada apa, putri Ayah?”

“Angis sekarang sudah bisa terbang. Berarti Angis akan menjadi penjaga kuil kuno seperti Ibu, kan?”

Senyum sang ayah perlahan memudar. Ia terdiam sejenak sebelum menjawab.

“Coba Ayah lihat. Kalau kamu benar-benar sudah bisa mengendalikan kekuatanmu.”

“Oke!”

Angis melesat ke udara, berputar sekali, lalu mendarat dengan ringan di hadapan ayahnya.

Sang ayah mengembuskan napas lega. Senyum kembali menghiasi wajahnya ketika melihat putrinya tersenyum bangga.

Malam itu, pesta ulang tahun Angis yang ke-10 digelar. Semua bangsa dan negeri diundang untuk merayakan keberhasilannya mengendalikan kekuatan Angin.

Lentera menghiasi langit. Para penari dari empat bangsa menampilkan kekuatan mereka dalam pertunjukan yang memukau. Untuk satu malam, para pemimpin meninggalkan urusan mereka dan menikmati pesta bersama.

Di tengah keramaian, Angis menghampiri seorang anak laki-laki.

“Hai, aku Angis. Aku yang mengadakan pesta ini.”

“Aku Ater.” Ater tersenyum. “Pestamu sangat indah.”

“Terima kasih!”

Keduanya kemudian bermain bersama dari satu wahana ke wahana lainnya.

Di sisi lain, Evir menghampiri seorang gadis dengan mata tertutup kain.

“Hai, namaku Evir.”

Mala belum sempat menjawab ketika Evir bertanya,

“Kenapa matamu ditutup?”

Bahu Mala menegang.

“Bukan urusan kamu!”

Ia pergi meninggalkan Evir dan mencari tempat yang sepi. Di sana, ia duduk memeluk lutut sambil menahan tangis.

Evir merasa bersalah. Ia menyusul Mala dan mengulurkan sebuah gelang persahabatan.

Mala menatap gelang itu dalam diam.

Tak lama kemudian, Angis dan Ater menemukan mereka.

“Hai, teman-teman,” sapa Angis lembut. “Bagaimana kalau kita makan bersama? Kita juga bisa saling mengenalkan nama.”

Mala mengusap pipinya, lalu mengangguk.

“Baiklah.”

Untuk pertama kalinya malam itu, keempat anak tersebut duduk bersama.

 

Di sebuah ruangan privat yang jauh dari keramaian pesta, para orang tua mereka berkumpul.

Ibu Ater, Kakek Mala, Ayah Angis, serta kedua orang tua Evir duduk mengelilingi meja.

“Apakah kalian siap?”

Suara itu memecah keheningan.

“Bulan depan, kalian harus melepaskan anak-anak kalian.”

Mereka saling berpandangan.

“Siap,” jawab mereka serempak.

Namun sebelum pembicaraan berlanjut, ibu Evir tiba-tiba menghentikan gerakannya. Ia seperti merasakan sesuatu.

Ia segera berdiri dan menggenggam tangan suaminya.

“Kita harus pergi.”

Mereka meninggalkan pesta dan menuju Negeri Api bersama Evir.

 

Jeritan menyambut kedatangan mereka.

Kereta bahkan belum berhenti ketika ayah Evir melompat turun dan berlari menuju gerbang kerajaan.

“Ada apa?!”

Asap hitam memenuhi udara.

Di depan istana, sebuah portal raksasa terbuka. Dari dalamnya, pasukan tengkorak mengalir tanpa henti.

Di antara mereka berdiri Garha.

Jubahnya compang-camping dan matanya menyala merah.

Ibu Evir segera membawa Evir melalui lorong rahasia. Mereka bersembunyi di balik reruntuhan istana, sementara sebuah kubah cahaya keemasan melindungi tubuh Evir.

Namun Garha menemukan mereka.

Ia berhenti di hadapan kedua orang tua Evir.

“Masih ingat aku, Pangeran?”

Ayah Evir mengepalkan tangan.

“Jelas aku ingat. Kau yang telah berkhianat.”

“Berkhianat?”

Garha tertawa getir.

“Kau yang membuatku menjadi seperti ini! Kau yang merampas Iliyes dariku!”

Iliyes melangkah maju.

“Garha, aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya menganggapmu sebagai sahabat.”

Wajah Garha berubah.

Dalam sekejap, ia menyerang.

Tubuh Iliyes terpental dan menghantam dinding istana.

“Ibu!”

Evir memukul-mukul kubah sihir yang melindunginya, tetapi ia tidak mampu keluar.

Ayahnya menyerang Garha.

Api menyala di sepanjang lengannya. Ia melancarkan serangan bertubi-tubi, tetapi Garha menangkis semuanya dan membalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

Sang pangeran terpental.

Garha kemudian mengangkat tangannya.

Pasukan tengkorak menyerbu.

Sang pangeran kembali berdiri dan melawan. Ia membakar beberapa tengkorak yang mendekat, tetapi jumlah mereka terlalu banyak. Tubuhnya mulai dipenuhi luka dan gerakannya semakin lambat.

Di sisi lain, Iliyes diseret para tengkorak dan dirantai.

Garha berdiri di sampingnya.

“Menyerah,” katanya. “Atau dia mati.”

Sang pangeran terdiam.

Api di tangannya padam.

Ia menjatuhkan pedangnya.

“Jangan!” Iliyes berteriak.

Para tengkorak menyerang sang pangeran.

Ia tidak melawan.

Demi keluarganya, ia hanya berdiri dan menerima serangan itu.

Evir menangis dari balik kubah.

“Ayah! Ibu!”

Garha mengangkat pedangnya untuk mengakhiri semuanya.

Namun sang pangeran justru tersenyum tipis.

“Teman kecilku...”

Garha berhenti.

“Masih ingat saat kita belajar sihir api bersama?”

Pedang di tangan Garha bergetar.

“Kau dulu yang mengajariku mengendalikan api. Kau selalu membantuku ketika aku gagal.”

Ingatan masa lalu muncul di benak Garha.

Dua anak kecil duduk di tepi kawah api, tertawa bersama. Garha yang dulu selalu membantu sahabatnya mengendalikan kekuatan api.

Air mata jatuh dari mata Garha.

Pedangnya perlahan turun.

Namun tiba-tiba tangannya bergerak sendiri.

Pedang itu menembus dada sang pangeran.

“Tidak!”

Iliyes menjerit.

Sang pangeran terbatuk. Darah mengalir dari bibirnya.

Namun pandangannya justru tertuju ke atas.

Ada seseorang berdiri di balik reruntuhan.

“Iliyes...” bisiknya. “Yang mengendalikan Garha... ternyata... Sora.”

Tawa terdengar dari kegelapan.

“Hahaha...”

Sosok itu melangkah keluar dari bayangan.

“Manusia lemah, kau.”

1
Siti Aisyah
Yuk kak saling support baca juga novelku ya ka🙏
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: aku mampu ya k 🙏
total 1 replies
Ronggo Lasem
mampir nih bang jn lupa mampir balik😄
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: siap ka
total 1 replies
Jeffie Firmansyah
hadir semangat Thor,
jangan putus di tengah jalan ya💪💪💪
MOBIL Le
selamat malam semngat trus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: malam juga 🤣
total 1 replies
Penulis2426
mampir nih
CNNTAYY
ini cerita nyaa seruu! semangat yaa/Smile//Smile/
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: serius ka 🥺
total 1 replies
CNNTAYY
kak ayokk saling support..
buat yang mau baca mampir
💪💗💗
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: siap ka
total 1 replies
yodi gaming
ada romance ny kh ini?🗿
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: ini lagi menceritakan masa lalu dulu flashback
total 2 replies
yodi gaming
gpp semangat terus ya nulisnya🙌✨
yodi gaming
penulisan kamu bagus😳
yodi gaming: iya, tulisan aku aja masih berantakan😅
total 2 replies
yodi gaming
jangan lupa mampir di novel kubya😚✌️
yodi gaming: iya tentang kehidupan kerja juga, tp ad penghianat ny
total 2 replies
yodi gaming
keren🙌
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
halus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
maaf kalo Nulisan nya terlalu pendek aku lagi sakit jadi nulis nya dikit dikit
dan maaf bilah kurang haku
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: 👍👍💪 semngat pasti tapi sistem
total 2 replies
Nazzzwa
👍👍👍
Nazzzwa: okeyy
total 2 replies
Chaniaa12
seru jugaa
Chaniaa12
menarik nih
MOBIL Le
kaya iya dan ia mending di hapus satu ka biar mengalir
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: laksanakan
total 1 replies
MOBIL Le
lanjutin terus semangat nulis nya klo ada waktu lanjutin baca . aku mau tanya menurut kalian yang baca novel ini Giman . seru apa gak?

ayo teman teman kita dukung setiap ada karya baru. biar mereka bisa berkembang dalam setiap langkah nya . dan meningkatkan alur cerita nya
CNNTAYY: tolong support aku juga kak💗
total 1 replies
vania_
Keren, Kak. Aku mampir nih🤗
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: ka bisa saling favorit biar bisa sering
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!