NovelToon NovelToon
Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bubu1234

yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

benci menjadi cinta (Bab 21) melepaskan untuk bertahan

Satu bulan berlalu. Waktu terasa berjalan begitu pelan, seakan ikut berhenti bersama kepergiannya. Rumah yang dulu penuh tawa dan kehangatan kini terasa sunyi, terlalu besar, dan terlalu kosong. Setiap sudutnya masih menyimpan bayang-bayang Marco — senyumnya, suaranya, cara dia memandang Yuna seakan dialah satu-satunya hal yang berharga di dunia ini.

Yuna terbangun setiap pagi dengan perasaan yang sama — rasa hampa yang berat menekan dadanya. Di samping tempat tidur, bantal itu masih terlihat seakan ada yang baru saja berbaring di sana. Dan setiap kali, air mata jatuh tanpa suara. Dia tahu Marco sudah pergi, tapi hatinya belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan itu.

Suatu pagi, Yuna menemukan sebuah kotak kayu kecil di laci meja kerja Marco. Kotak itu terukir indah, dan di atasnya tertulis namanya. Tangannya gemetar saat membukanya. Di dalamnya ada sebuah surat yang ditulis tangan dengan tinta yang masih terlihat jelas.

"Untuk Yuna, wanita yang menyelamatkan hidupku,

Jika kau membaca ini, berarti aku sudah pergi. Jangan menangis terlalu lama untukku, kumohon. Bertemu denganmu adalah keajaiban terbesar dalam hidupku yang singkat ini. Kau mengajariku mencintai, kau mengajariku merasa berharga.

Aku tidak menyesal apa pun. Bahkan jika harus memilih lagi, aku akan tetap memilihmu. Karena mencintaimu adalah hal terbaik yang pernah kulakukan.

Sekarang saatnya kau melanjutkan hidupmu. Jangan berhenti tersenyum. Jangan berhenti mencintai. Dunia ini masih butuh kebaikanmu. Hidup dengan bahagia, untukku juga.

Sampai kita bertemu lagi di tempat yang jauh lebih indah.

— Marco, yang selalu mencintaimu."*

Air mata menetes di atas kertas itu, tapi kali ini bukan hanya karena kesedihan. Ada kehangatan yang perlahan menyelinap di hatinya. Marco tidak pernah memintanya untuk bersedih selamanya. Dia ingin Yuna hidup. Dia ingin Yuna bahagia.

Hari-hari berikutnya tidak menjadi lebih mudah, tapi Yuna mulai belajar satu hal: membiarkannya pergi bukan berarti berhenti mencintai.

Dia tidak lagi menutup pintu kamar Marco. Sebaliknya, dia merapikannya, menyimpan kenangannya dengan hati-hati, tapi tidak lagi membiarkan ruangan itu mengurungnya di masa lalu. Dia mulai membuka jendela lebar-lebar, membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah — dan masuk kembali ke dalam hatinya yang lama tertutup kesedihan.

Dia berjalan ke halaman belakang, tempat mereka dulu menanam harapan bersama. Dia mengambil biji-biji bunga mawar — bunga yang paling disukai Marco — dan menanamnya satu per satu di tanah yang gembur. Sambil menanam, dia berbicara pelan, seakan Marco berdiri di sampingnya.

"Lihatlah, Sayang. Aku menanam bunga-bunga ini untuk kita. Setiap kali mereka mekar, aku akan tahu kau tersenyum dari sana. Aku tidak akan melupakanmu. Tapi aku juga tidak akan berhenti hidup. Itulah cara terbaik aku mencintaimu — dengan menjalani hidup yang kau korbankan untukku."

Yona dan Jisoo datang menemani Yuna lebih sering. Mereka berjalan-jalan bersama, berbagi cerita, dan perlahan senyum Yuna mulai kembali. Senyum itu mungkin tidak lagi sama seperti dulu — ada sedikit rasa sedih di dalamnya — tapi senyum itu lebih kuat, lebih dalam, dan lebih bijaksana.

Suatu sore, saat duduk di beranda sambil melihat matahari terbenam, Yuna merasa seakan ada tangan lembut yang menepuk bahunya. Angin berhembus lembut, membawa aroma bunga mawar yang harum. Dia tersenyum, menyeka sisa air mata di pipinya, dan berbisik pada langit jingga di hadapannya:

"Aku melepaskan mu sekarang, Marco. Bukan karena aku tidak lagi mencintaimu, tapi karena aku tahu kau sudah tenang di sana. Terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku. Terima kasih untuk setiap momen indah yang kau berikan. Hatiku akan selalu menjadi rumahmu, di mana pun kau berada. Selamat beristirahat, cahayaku. Sampai kita bertemu lagi."

Melepaskan memang menyakitkan. Tapi kadang-kadang, melepaskan adalah cara paling tulus untuk mencintai — mendoakan kebahagiaan orang yang kita sayangi, meski itu berarti mereka tidak lagi ada di sisi kita.

Dan di sana, di antara langit dan bumi, cinta mereka tidak pernah benar-benar berakhir. Ia hanya berubah — dari kebersamaan di dunia, menjadi kenangan abadi yang selalu hidup di dalam hati.

END.season 1

Terimakasih 🫶

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!