Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIJEBAK
..."Kalo Lo mau bebas dan gak di bully lagi, Lo harus jadi suruhan kita, Lo harus nurut dengan apa yang gue dan kedua temen gue minta, Lo gak boleh menolak apapun yang kita suruh, APAPUN... !" Aurel menekan kata apapun sambil telunjuknya menyentuh dagu kiaraa, dia tersenyum manis namun dengan arti yang mencemooh....
..."Kenapa aku harus jadi suruhan kalian?" kiara mulai merasa tak nyaman...
...Pftt...angel menahan tawanya...
..."Guys, apa dia tak mengerti maksud kita?"...
...Tanya angel pada kedua temannya sambil tertawa pelan....
...Kedua temannya juga ikut tertawa sambil kembali menatap kiara sinis, Monica maju mendekati kiara...
..."Lo belum sadar juga ya, ya karna Lo itu cupu!angel udah baik tu sama Lo nyuruh buat jadi suruhan nya, supaya Lo itu gak di ganggu lagi sama anak-anak lainnya. Emang ya otak cupu itu susah banget buat nyambung nya." Monica menatap nyalang ke arah kiara....
..."Aku gak mau jadi suruhan kalian." kiara menjawab nya to the point tanpa berbasa basi....
..."Whattt??" Mereka bertiga serentak teriak sambil menatap kiara aneh....
..."Lo gak mau jadi suruhan gue?" Aurel menatap kiara tak percaya...
..."Iya, aku gak mau jadi suruhan kamu atau suruhan teman-teman kamu." kiara mengulangi perkataan nya dengan jelas tanpa rasa takut....
..."Dasar... Lo itu gak tau diri banget ya. Angel itu mau nolongin Lo, tapi Lo malah sok-sokan nolak lagi, kurang aja banget sih Lo!" Monica mendorong kiara hingga terjatuh....
..."Auuhh... Kok kamu dorong aku sih? Kan aku gak salah, aku cuma gak mau jadi suruhan kalian!" kiara berteriak dan berdiri dengan cepat....
..."Lo berani teriak sama kita?" Monica kembali ingin mendorong Alena, namun kali ini tubuh Kiaraa tetap tegap dan tak terjatuh seperti sebelumnya. Melihat itu Monica semakin emosi dan ingin menghajar kiaraa, namun lagi-lagi angel menghentikan nya....
..."Sudah lah jangan diteruskan, kalo ketahuan kita bisa ikutan di hukum." Angel menarik tangan Monica untuk pergi, namun sebelum itu, Angel menghampiri kiara dan berbisik,...
..."Lo akan menyesal seumur hidup Lo, karna sudah berani menolak perintah gue." Angel menatap kiara tajam....
...Mereka pun meninggalkan kiara yang kembali sendirian di toilet, tepat saat itu bel berbunyi, menandakan kelas selanjutnya akan dimulai....
...segera di mulai, kiara dengan cepat berlari meninggalkan toilet yang belum bersih semuanya....
...***...
...Saat masuk ke kelas, pandangan semua murid menatap ke kiara. Di lihatnya Angel yang menangis, dan kedua sahabatnya itu seperti berpura-pura menenangkan nya....
..."Dasar ya, cupu tidak berguna!"...
..."Iya, bisa-bisanya dia nyakitin kembang sekolah kita."...
..."Iya, gue gak nyangka, padahal Angel itu anak yang baik Lo, dia gak pernah neko-neko."...
..."Gak tau diri!"...
..."Dasar cupu!"...
...Kata-kata pedas kembali terdengar di telinga kiara, dia tidak tau salahnya apa. Yang dia yakin, pasti Angel dan para bestie nya itu merencanakan sesuatu, namun dia hanya bisa diam dan tak bisa berbuat apa-apa....
...Bu Sri masuk dengan membawa buku-buku nya. Pelajaran terakhir hari ini adalah matematika....
...Namun, belum sempat Bu Sri menyampaikan pelajaran nya, Bu saras tiba-tiba nyelonong masuk tanpa permisi....
..."Kiaraaaa!!! Sudah saya ingatkan sama kamu, jangan buat masalah, kamu gak jera di hukum?!"...
......Bu saras berteriak kencang yang mengagetkan semua orang.......
...Mendengar teriakkan Bu saras, para guru dan kepala sekolah yang memang berada di ruang guru yang tepat di samping kelas kiara langsung berlari ke kelas....
..."Astaga Bu saras ada apa?" Tanya pak ridwan, kepala sekolah dengan panik....
..."Ini loh pak, kiara gak habis-habisnya buat masalah!" Bu Saras menunjuk kiara dengan mata melot....
...Alena yang memang tidak tau salah nya apa hanya bisa terbengong....
..."Emangnya kiara buat masalah apa Bu?" Pak ridwan kembali bertanya sambil menatap bingung kiara....
..."Ini loh pak, dia mendorong angel di kamar mandi!" Bu Saras dengan lancar melontarkan tuduhan itu pada kiaraa....
...Degggg........
...Jantung Alena seketika berdenyut cepat, dia tak merasa mendorong angel, bahkan dirinya lah yang di dorong berkali-kali oleh Monica....
...Semua mata kini melihat ke arah kiara....
..."Benar seperti itu kiara?" Pak Ridwan menatap kiara dengan lekat...
..."Tidak pak, saya tidak mendorong Angell!" jawab Kiara dengan mata berkaca-kaca sambil menggeleng....
..."Bohonggg! Saya saksi nya, dia mendorong Angel hingga jatuh." Monica kini berdiri menghadap kiara....
..."Saya tidak berbohong, kamu yang berbohong, bukannya kamu tadi yang mendorong ku hingga terjatuh?" kiara juga berdiri menatap tajam Monica. Mendapat tatapan mematikan seperti itu, nyali Monica sedikit menciut, dia mundur selangkah ke belakang....
..."Eng...enggak, gue gak bohong kok." Monica mulai gelagapan....
..."Sudahlah, pokoknya kiara bersalah sudah mendorong teman sekelasnya, dia harus di skors selama seminggu!" Bu saras membuat keputusan yang tiba-tiba....
..."Tidak bisa seperti itu Bu, kalo ibu mau buat keputusan harus diskusi dulu kepada saya dan guru-guru yang lain." Pak ridwan merasa keberatan dengan keputusan Bu Saras yang hanya sepihak....
..."Aduh pak, saya itu wali kelas mereka, saya yang akan mendidik dan mengajari mereka, guru-guru yang lain tidak perlu ikut campur, karna tidak akan berdampak apa-apa." Busaras kekeuh pada keputusan nya....
..."Tentu saja ini berdampak Bu, seminggu bukan waktu yang singkat, dia akan ketinggalan pelajaran jika di skors, bagaimana jika dia tidak lulus?" Pak dodo mencoba memberikan pengertian pada Bu saras, namun itu tidak merubah apapun....
..."Dia ini memang sudah bodoh pak, mau di skors ataupun tidak, saya yakin dia tidak akan lulus, jadi itu tidak akan berpengaruh, pokok nya keputusan saya sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat!" Bu saras dengan sombongnya mengangkat kepalanya....
..."Ibu lupa siapa saya? Saya ini kepala sekolah disini, semua harus dengan persetujuan saya, ibu jangan mengambil keputusan seenaknya." Pak ridwan meninggikan suara. Semua orang terkejut melihatnya, sepertinya kesabaran pak ridwan sudah habis. Melihat itu seakan sadar akan tempatnya lebih rendah dari pak Ridwan Bu Saras menundukkan kepalanya sambil meminta maaf....
..."Maaf pak, saya bukannya lancang, saya hanya ingin mendidik murid saya." Suara Bu Saras hampir tidak terdengar saking kecilnya....
..."Terserah. Dari dulu ibu tidak pernah berubah, selalu mengambil keputusan sendiri. Kalo ibu tetap terus seperti ini, saya tidak akan segan-segan untuk menskors ibu juga." Setelah mengatakan itu, Pak saras keluar dari kelas....
...Mendengar penuturan Pak ridwan, wajah Bu saras memerah karena malu. Ia melirik ke arah kiara sekilas, lalu cepat-cepat ikut keluar dengan langkah kesal....
...Alena hanya diam di tempat. Di luar, Angell dan Monica saling pandang sambil menahan senyum. Rencana mereka hampir berhasil....
..."Kalo saya sampai kehilangan pekerjaan saya, itu semua gara-gara kamu! Mulai besok kamu jangan datang ke sekolah sampai seminggu, mengerti kamu?"...
...Wajah Bu Saras merah bagaikan kepiting rebus. Matanya pun merah seperti menahan tangis. Lalu dia keluar tanpa memperdulikan para guru dan murid yang sedang memperhatikannya....
...Kelas langsung hening....
...kiaraa masih berdiri kaku di tempatnya. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut... tapi karena lega....
...Akhirnya dia bebas seminggu dari neraka itu....
...Dari pojok kelas, angel melirik kiara sambil berbisik ke Monica...
..."Bagus. Sekarang tinggal kita tunggu dia hancur"...
...Kiara mendengar itu. Tapi dia cuma menunduk... dan sudut bibirnya terangkat tipis....