NovelToon NovelToon
Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Rumah tangga Kartika dan Deva sudah 10 tahun dan berjalan baik, walau sering mendapatkan banyak rongrongan dari keluarga Deva, entah itu orang tuanya atau adik-adiknya yang suka bergantung kepadanya.

“Kartika, mulai sekarang kebutuhan rumah tangga kita bagi dua. Karena ibu ingin membeli rumah baru untuk Gavin, setoran tiap bulannya tiga juta setengah,” kata Deva di tengah-tengah kumpulan keluarganya.

Mendengar itu Kartika menahan amarah dan kesal. Gaji Deva sebanyak 25 juta sebagian besar digunakan untuk keluarganya.

“Makanya kamu harus bekerja, jangan cuma mengandalkan uang anakku saja!” ucap Bu Hania, mertuanya.

Karena rasa cinta Kartika yang begitu besar kepada Deva, dia sampai meninggalkan rumah dan harta kekayaannya. Dia memilih menjadi ibu rumah tangga agar bisa mengurus suami, anak, dan rumah.

“Oke! Kalau begitu, maka mulai sekarang aku pun akan minta bayaran untuk semua hal yang aku kerjakan di rumah,” balas Kartika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Deva baru masuk rumah habis lari pagi, langkahnya langsung terhenti ketika melihat Kaivan sudah mandi dan berpakaian rapi. Anak kecil itu memakai overall jeans kecil dengan kaus putih bergambar dinosaurus. Rambutnya yang halus disisir rapi ke samping, pipinya tampak merah segar habis mandi.

Yang paling membuat Deva heran, di punggung Kaivan sudah tergantung tas kecil berbentuk mobil. Tas yang biasanya hanya dipakai kalau mereka pergi ke luar rumah. Biasanya di dalam ada diapers, susu, baju ganti, sampai cemilan favorit Kaivan.

Deva langsung mengernyit. “Adek udah mandi pagi-pagi begini, mau ke mana?” tanyanya heran sambil menggendong putra keduanya. 

Kaivan terkekeh senang saat dicium ayahnya.

“Mau kelja!” jawabnya polos dengan nada ceria.

Deva langsung membeku. “Apa?! Kerja!”

Pria itu sampai refleks menurunkan Kaivan sedikit dari gendongannya karena kaget.

Belum sempat ia mencerna ucapan anaknya, pintu kamar utama terbuka. Dan detik berikutnya, Deva benar-benar seperti disambar petir. Kartika keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah sangat lama tidak ia lihat.

Wanita itu mengenakan blouse krem lengan panjang dipadukan rok span hitam yang membentuk tubuh rampingnya dengan elegan. Rambutnya yang biasanya hanya diikat asal kini tergerai rapi. Wajahnya dipoles make up natural yang membuat kecantikannya terlihat semakin segar. Harum parfum lembut langsung menyeruak saat Kartika berjalan melewatinya.

Deva sampai terpaku beberapa detik. Dadanya mendadak terasa aneh. Karena melihat istrinya berdandan seperti ini di pagi hari dengan setelah pakaian formal.

Selama bertahun-tahun Kartika lebih sering tampil sederhana di rumah. Kadang wajahnya bahkan masih terlihat lelah karena kurang tidur mengurus anak-anak. Namun pagi ini, Kartika terlihat seperti perempuan yang dulu pertama kali membuatnya jatuh cinta.

Kartika yang sedang berdiri di dekat pintu berhenti sebentar saat tali tas kecil Kaivan melorot dari bahu anak itu.

Wanita itu berjongkok pelan lalu membetulkan letak tas bergambar mobil warna biru tersebut. Gerakannya tenang, seolah pagi ini tidak terjadi apa-apa di antara dirinya dan Deva.

Padahal justru sikap tenang itulah yang membuat Deva makin gelisah. “Sa-Sayang ....” Deva sampai gugup sendiri. “Mau ke mana?”

“Ya, pergi kerja lah,” jawab Kartika santai tanpa menatap suaminya.

Namun, entah kenapa nada suaranya terasa menusuk. Deva langsung menegakkan tubuh.

“Kerja?!” Nada suaranya terdengar lebih keras dari yang ia inginkan.

Kartika akhirnya menoleh. Bibirnya tersenyum tipis, tetapi tidak benar-benar terlihat bahagia.

“Kan, keluarga Mas yang bilang aku harus kerja.”

Wanita itu mengangkat bahu ringan seolah semuanya biasa saja. “Kebetulan ada lowongan, ya udah aku ambil aja.”

Setelah itu Kartika kembali fokus merapikan kerah baju Kaivan yang sedikit miring. “Daripada dibilang pengangguran yang kerjanya cuma habisin uang suami.”

Kalimat itu membuat Deva langsung diam. Tenggorokannya terasa tercekat. Ia tahu Kartika sedang menyindir ucapan dirinya dan keluarganya beberapa hari lalu. Namun, yang membuat dadanya mulai tidak nyaman adalah ekspresi Kartika. Wanita itu tampak serius. Tidak sedang ngambek, tidak sedang bercanda, dan tidak terlihat akan mengalah.

“Yang, memangnya kerja di mana?” tanya Deva cepat.

Entah kenapa jantung Deva mulai berdetak aneh. Ada rasa tidak tenang yang perlahan muncul di dadanya.

Kartika berdiri tegak sambil menggenggam tangan kecil Kaivan. “Jadi resepsionis di butik.”

Kali ini senyumnya lebih lebar. Seolah sengaja menikmati perubahan ekspresi suaminya.

“Untungnya aku boleh bawa anak,” lanjutnya santai. “Karena Kaivan anteng dan enggak rewel.”

Mata Deva langsung berpindah ke putra bungsunya. Kaivan sedang sibuk memainkan resleting tas kecilnya sambil bersenandung tidak jelas. Melihat itu, perasaan aneh muncul di dada Deva. Ia tiba-tiba membayangkan anak sekecil itu harus ikut ibunya bekerja dari pagi sampai sore.

Tidur siangnya pasti terganggu. Belum lagi kalau Kaivan bosan atau tiba-tiba rewel di tempat kerja. Anak itu biasanya masih suka minta dipeluk kalau mengantuk. Kadang juga menangis kalau suasana terlalu ramai.

“Kasihan Kai kalau dibawa kerja,” ucap Deva akhirnya dengan nada lebih pelan. “Nanti dia capek.”

Kartika hanya diam mendengarkan. 

“Kalau dia ngantuk? Atau merengek pengin pulang gimana?” lanjut Deva.

Kartika langsung menatap suaminya datar. Tatapan yang membuat Deva mendadak tidak nyaman.

“Terus? Apa aku harus nitipin Kai sama Ibu?” Nada suara Kartika mulai berubah dingin.

Deva langsung terdiam.

Kartika melanjutkan sebelum pria itu sempat menjawab. “Atau dititipin sama Iriana?”

Lagi-lagi Deva tidak bisa berkata apa-apa. Karena ia tahu betul bagaimana ibunya. Bu Hania memang sayang cucu, tetapi hanya sebatas bermain sebentar. Kalau harus menjaga seharian, wanita itu pasti mulai mengeluh pegal, capek, atau pusing.

Sedangkan Iriana lebih tidak sabaran lagi.

Delisa menangis sebentar saja sudah membuat wanita itu emosi. Apalagi kalau harus ditambah menjaga Kaivan yang masih aktif dan gampang bosan.

Deva menelan ludah pelan. Dia mulai sadar selama ini Kartika benar-benar sendirian mengurus semuanya.

Kartika tersenyum kecil melihat suaminya bungkam. Namun, senyum itu bukan senyum hangat seperti biasanya, melainkan senyum seseorang yang akhirnya berhasil membuat lawannya tidak bisa membalas.

“Makanya,” ucap Kartika sambil menggandeng tangan Kaivan menuju pintu, “enggak usah nyuruh orang kerja kalau enggak siap sama konsekuensinya.”

Kalimat itu membuat Deva terpaku. Belum sempat ia membalas, Kalingga memanggil mamanya untuk segera berangkat.

“Ma, ayo!”

“Salim dulu sama Papa.” 

Kalingga dan Kaivan pun mencium tangan Deva, secara bergantian.

“Kita berangkat duluan, Pa!” ucap Kalingga.

Kaivan melambaikan tangan kecilnya dengan ceria. “Dadaaah, Papa!”

Lalu, pintu tertutup. Suara itu terdengar kecil. Namun, entah kenapa terasa keras di hati Deva. Pria itu masih berdiri diam di ruang tamu beberapa detik. Rumah yang biasanya hangat mendadak terasa kosong.

1
Cia Sanu
luar biasa
Sweet Heart
Semoga Tidak Ada Orang Ketiga Yang Hadir Diantara Deva Dan Kartika
Yanrina Savitri
Suami yg mendzolimi istri sendiri dgn cara nengurangi hak istri utk orang lain walaupun saudaranya sendiri , adalah suami dzolim. Nnt dia akan dihisab dihari penghisaban
Ari Sawitri
udah kamu pindah aja ke kota Kartika tp jangan beritahu keluarga kamu Deva. klu mau bantu orang tua bayar cicilan rumah cukup di TF tiap bulan. klu smp Keluarga Deva tau Kartika orang kayak pasti mereka nempel lagi kayak lintah 😅😅😅. dasar jiwa benalu mereka semua 😔
Ari Sawitri
harusnya dr dulu kamu sharing dg temen yg bs kamu percaya yg bs kasih kamu masukkan. bukan setelah anak istri pergi br kamu minta saran 🤔😕🤨 ..
Ika Yanti Unyil
ceritanya keren thor.mengangkat kehidupan rumah tangga sehari hari yang melibatkan perasaan dengan sentuhan berbeda.dan alur yg diambil juga tidak sama dengan kebanyakan cerita.banyak nasihat yang terselip.setiap bab panjang dengan kata kata dan alur yang tidak membosankan.
terimakasih atas bacaannya yg bagus thor
terus semangat berkarya thor 🥰🥰❤️❤️
Nick: mampir kk hehe ke chat story aku dong 🙏🙏
total 2 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose/
Tismar Khadijah
baru nemu cerita keren gini
🌸 Sunshine 🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2, jangan lupa mampir ya dikarya pertamaku
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Temen2 dukung dan baca juga karya pertamaku
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏
Raisha
motor model baru ya kak Santi,kok ada pintunya?🤭😂😂...pakai jaket & helm tp kok bukain pintu pas anaknya kluar dari skolah?🤔🤔
Partini Minok Nur Maesa
sebenarnyA tika baik.aku yakin klo klg deva baik.tanpa diminta pun pst dibantu
Partini Minok Nur Maesa
jual aja rumahnya
Partini Minok Nur Maesa
katanya tika punya saham dipsrusahaan t4 kerja deva tp kok ksejanya dit4 rangga
🌸 Sunshine 🌸: Perusahaan Rangga itu perusahaan keluarga Kartika juga.
Kalau perusahaan tempat Deva kerja, Kartika hanya punya saham di sana.
Beda kota lagi, kedua perusahaan itu.
total 1 replies
Bakulgeblek
hlah, perkara begini saja gk bisa mikir, kok berani2nya nikah...???? oealah va...va...
ngocok ae mas, rasah mbojo sik...🤣🤣🤣
Bakulgeblek
mulia kali dirimu dek...dek...
Bakulgeblek
sudahlah, cerai saja drpd jadi dosa...
Bakulgeblek
aku wong lanang we milu mencak2...
model lanangan aswwww ngunu kui...
Bakulgeblek
kwapokmu kapan....
rasakno... jingux...
4,5???
woiii jatah hepi2 bojoku diluar urusan rumah tangga dan anak wae minim 2jt...
Bakulgeblek
tugase suami....!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!