NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: WEWENANG SANG KAISAR

Pagi hari di *penthouse* Kota Provinsi terasa begitu cerah dan tenang.

Reno terbangun dengan senyum tersungging di wajahnya, merasakan napas teratur Alya yang masih tertidur lelap di pelukannya.

Dia mengecup dahi istrinya dengan sangat lembut, lalu perlahan bangkit dari tempat tidur agar tidak membangunkannya.

'Hadeuhhh... rasanya malas banget buat bangun. Niatnya liburan kultivasi, malah jadi tur kangen istri nonstop,' batin Reno tertawa kecil dalam hatinya.

Dia melangkah menuju kamar mandi, tato naga di lengan kanannya memancarkan denyut energi emas yang sangat stabil.

Setelah mandi dan mengenakan setelan jas hitam *custom* kesukaannya, Reno melangkah keluar dari kamar.

Suasana di *penthouse* masih sepi, Alya sepertinya masih sangat kelelahan setelah rindu-rinduan semalaman.

Reno berjalan menuju ruang kerja pribadinya, auranya yang menindas di Alam Dewa Abadi kini disembunyikan rapat-rapat, membuatnya terlihat seperti CEO muda biasa di Bumi.

Dia duduk di kursi kerjanya, lalu merogoh ponsel pintarnya untuk menelepon Bagas.

"Bagas, ke *penthouse* sekarang. Sendirian," perintah Reno pendek dan tegas.

"Siap, Tuan Muda! Hamba segera meluncur!" jawab Bagas sigap di seberang telepon.

Hanya dalam hitungan lima belas menit, bel pintu *penthouse* berbunyi.

Reno membukakan pintu dan melihat Bagas berdiri dengan tegap, mengenakan setelan jas formal yang rapi.

Raut wajah Bagas tampak sedikit tegang, mungkin karena merasakan sedikit sisa-sisa aura Kaisar yang belum sempat Reno sembunyikan sepenuhnya.

"Tuan Muda! Selamat datang kembali! Hamba lega melihat Anda pulang dengan selamat," sapa Bagas sambil membungkuk penuh hormat.

"Waduh... lebay banget sih lu, Gas. Kan aku cuma pergi seminggu, bukan ikut perang tingkat nasional," pukas Reno santai sambil mempersilakan Bagas masuk.

Reno mengajak Bagas duduk di ruang tamu yang luas, menatap bawahan setianya itu dengan pandangan datar.

"Gimana situasi di Bumi selama gue pergi?" tanya Reno membuka percakapan.

"Situasi di Bumi relatif aman dan stabil, Tuan Muda," lapor Bagas tegap.

"Grup Naga Hitam sudah menguasai seluruh jaringan bisnis dan organisasi kultivasi di tingkat nasional, bahkan mulai merambah ke internasional," jelasnya detail.

"Klan-klan kecil yang dulu sempat mengusik Pramudya Group... semua sudah hancur total tanpa sisa," tambah Bagas penuh nada bangga.

Reno mengangguk kecil menerima laporan Bagas.

'Waduh... Bagas beneran gila kerjanya. Niatnya liburan kultivasi, malah jadi CEO Alam Dewa di bumi juga,' batin Reno tersenyum puas.

"Bagus. Kerja lu selalu memuaskan," puji Reno santai.

Reno kemudian mengepalkan tangan kanannya, memicu denyut energi Sutra Naga Kuno tingkat puncak di tato lengannya.

Cahaya keemasan redup memancar dari tangan Reno, membuat suasana di ruang tamu mendadak terasa sangat menindas.

Bagas tersentak kaget, jantungnya berdebar kencang penuh ketakutan.

Aura yang dipancarkan Reno ribuan kali lebih kuat dan murni dibandingkan dengan yang dia rasakan sebelum Reno pergi.

"T-Tuan Muda... kekuatan Anda..." gumam Bagas gemetaran dengan mata melotot tak percaya.

"Aura ini... ini adalah aura Ranah Dewa Spiritual Puncak?!" jerit Bagas dalam hatinya.

"Waduh... baru pamer energi dikit, samsak bumi udah pada antre ketakutan," cibir Reno tertawa mengejek keras dalam hatinya.

Reno menyunggingkan senyum tipis, menatap lurus ke mata Bagas dengan pandangan penuh kewibawaan.

"Gue panggil kekuatan 'Cahaya Kaisar Naga'! Gue bakal telan kota ini beserta isinya!" jerit Reno gila dalam hatinya, menirukan Mo Tian di Alam Dewa.

"Gas, gue nggak bakal lama di Bumi," pukas Reno tegas.

"Perjalanannya ke Istana Dewa Abadi masih sangat jauh, dan dia butuh lebih banyak kekuatan untuk menavigasi alam ini," tambah Reno penuh misteri.

"Alam Dewa Sejati... tempat para dewa yang sesungguhnya berada," pukas Reno dingin.

"Aura Jenderal utusan... sudah padam..." bentak Reno murka dalam hatinya.

"Aliansi Dewa Sejati... Bangunlah! Naga emas sejati sudah tiba di gerbang istana kita!" komando Reno gila penuh amarah.

"T-Tuan Muda... Anda berniat pergi ke Alam Dewa Sejati?!" tanya Bagas histeris dengan suara gemetaran hebat.

'Alam Dewa Sejati... tempat para dewa yang sesungguhnya berada... ini adalah hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya!' batin Bagas.

Reno mengangguk kecil menerima keterkejutan Bagas.

"Oleh karena itu, Gas. Gue serahkan wewenang penuh Grup Naga Hitam dan keselamatan Alya ke tangan lu," perintah Reno tegas penuh penekanan.

Reno kemudian melemparkan sebuah cincin penyimpanan kuno yang memancarkan energi spiritual sangat pekat ke tangan Bagas.

"Hadeuhhh... naga emas di lengan gue udah nggak sabar buat keluar. Baunya darah Sutra Naga Kuno beneran bikin gerah," batin Reno mengepalkan tangannya rapat-rapat.

Bagas memeriksa isi cincin itu dengan ragu, namun matanya langsung terbelalak lebar.

Di dalam cincin itu terdapat jutaan batu spiritual tingkat tinggi, tanaman obat langka, dan teknik kultivasi Sutra Naga Kuno tingkat awal yang Reno bawa dari Alam Dewa Abadi.

Ini adalah harta karun yang mampu membuat seluruh klan kultivasi di Bumi saling bunuh untuk memperebutkannya!

"T-Tuan Muda... ini adalah harta karun yang sangat fantastis, bahkan bagi klan besar di Kota Batu Hitam," pukas Bagas tertawa gila dalam hatinya.

"P-Pil tingkat Kaisar... senjata pusaka... teknik kultivasi legendaris..." Bagas menangis haru mendengarnya, merasa kehormatan luar biasa bisa melayani penguasa sehebat Reno.

"Gunakan sumber daya itu buat perkuat Grup Naga Hitam dan lindungi Alya," perintah Reno tegas.

"Siapapun yang berani menentang wewenang lu... atau ganggu ketenangan hidup Alya di bumi..." tambah Reno penuh nada intimidasi.

"Gue bakal pastikan mereka hilang dari dunia ini tanpa jejak, Gas," ancam Reno dingin.

Bagas mengangguk cepat, membenturkan kepalanya ke lantai berulang kali.

"Siap, Tuan Besar! Hamba pertaruhkan nyawa untuk menjaga Nona Alya dan memperkuat Grup Naga Hitam!" sahut Bagas mantap.

Setelah memberikan instruksi kepada Bagas, Reno berdiri dari sofa, merapikan jas jas hitamnya yang kini terasa lebih berwibawa.

'Alya... nggak ada yang boleh ganggu ketenangan hidup kita di bumi. Siapapun yang berani... bakal gue sapu sampai bersih,' batin Reno mengepalkan tangannya rapat-rapat.

Tiba-tiba, dari arah kamar tidur utama, muncul Alya yang baru saja bangun dengan rambut sedikit berantakan.

Dia mengenakan piyama sutra berwarna merah muda yang tampak sangat manis, menatap Reno dengan pandangan penuh cinta.

"Reno! Kamu beneran pulang! Aku kangen banget sama kamu!" ratap Alya histeris dalam hatinya.

"Alya... kamu sudah bangun," pukas Reno lembut sambil menghampiri istrinya.

"Aura kekuatannya... sangat murni dan mematikan," gumam Alya dalam hatinya melihat Reno yang tampak berbeda pagi ini.

Reno merengkuh tubuh hangat Alya ke dalam pelukannya, mencium puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.

"Hadeuhhh... capek juga nyapu naga iblis gila kemarin. Mending kita sarapan sekarang, sayang," ajak Reno penuh misteri.

Alya tersenyum hangat, menyandarkan kepalanya di dada bidang Reno.

"Iya, Reno. Ayo kita sarapan," sahut Alya penuh nada misteri mendalam.

Di saat yang sama, di Alam Dewa Sejati.

Di dalam sebuah kuil kuno yang megah di atas puncak gunung tertinggi, sesosok pria berambut putih dengan zirah emas yang memancarkan aura Dewa Sejati yang sangat pekat sedang duduk bermeditasi.

Dia adalah Dewa Langit Utara—salah satu dari Empat Dewa Sejati yang menguasai Alam Dewa Sejati.

Dewa Langit Utara mendadak membuka matanya, pancaran aura Dewa Sejati di tubuhnya meledak dahsyat, menghancurkan pilar-pilar batu di sekitarnya.

"Aura Jenderal Lei Zhen... sudah padam..." bentak Dewa Langit Utara murka.

"Pewaris Sutra Naga Kuno... sudah mencapai Alam Dewa Abadi..." racau Dewa Langit Utara gila.

"Reno Wijaya! Lu benar-benar cari mati!" teriak Dewa Langit Utara histeris.

"Aliansi Dewa Sejati... Bangunlah! Naga emas sejati sudah tiba di gerbang istana kita!" komando Dewa Langit Utara gila penuh amarah yang membara.

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!