NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BATAS AKHIR KESABARAN

Seminggu setelah pesta pernikahan paman Damar, atmosfer di dalam rumah terasa semakin mencekam bagi Kirana. Sandiwara pelukan dan ciuman di taman malam itu tidak mengubah apa pun. Begitu tiba di rumah, mereka kembali menjadi dua orang asing yang terjebak dalam satu atap. Kirana merasa jiwanya perlahan mati. Kehidupan rumah tangga yang dingin ini sudah benar-benar menjelma menjadi siksaan batin yang tidak sanggup ia pikul lagi.

Sore itu, Kirana memantapkan hati. Ia menghubungi salah satu temannya yang bekerja di kantor hukum untuk meminta bantuan dibuatkan dokumen perceraian.

Di ujung telepon, sang teman sempat mendesah panjang. "Kiran, kamu beneran sudah mikir matang-matang? Cerai itu bukan urusan gampang. Coba kalian bicarakan lagi, turunkan ego masing-masing dulu."

Kirana menggenggam ponselnya lebih erat. Tatapannya lurus menatap dinding kamar yang sepi. "Keputusanku sudah bulat Rani. Aku tidak bisa bertahan lagi di sini."

Mendengar ketegasan dalam suara Kirana, Rani temannya tidak bisa berbuat apa-apa selain menyetujui dan berjanji akan mengirimkan berkas tersebut malam itu juga.

Keesokan paginya, Kirana sengaja memasang alarm lebih awal. Ia sengaja tidak tidur lagi setelah melaksanakan sholat subuh. Ia tetap terbangun sampai fajar menyingsing. Jika ia ingin bertemu dan berbicara dengan Damar, pagi hari adalah satu-satunya kesempatan yang ia miliki. Beberapa bulan terakhir ini, Damar selalu pulang di atas tengah malam saat Kirana sudah terlelap, dan pergi tepat saat Kirana baru terbangun. Pagi ini, rutinitas menyembunyikan diri harus berakhir.

Kirana keluar dari kamar sambil mendekap sebuah map dokumen berwarna hitam. Langkah kakinya terdengar pelan di atas lantai marmer yang dingin. Di meja makan, Damar sudah duduk tegap, menyesap kopi hitamnya seperti biasa.

Kirana menarik napas dalam-dalam untuk mengumpulkan sisa keberaniannya. Ia melangkah menghampiri suaminya. Tanpa basa-basi sedikit pun, Kirana langsung meletakkan dokumen hitam itu tepat di atas meja, di samping tatakan cangkir kopi Damar.

"Ayo kita cerai saja," ucap Kirana, suaranya bergetar namun sarat akan tekad yang bulat.

Kalimat singkat itu seketika memecah keheningan pagi. Damar tersentak hebat. Tangannya yang sedang memegang cangkir mendadak kehilangan keseimbangan. Detik berikutnya, cangkir keramik itu jatuh menghantam lantai dan pecah berkeping-keping. Kopi hitam yang panas berhamburan, mengotori lantai dan terciprat ke lengan kemeja putih dan celana kerja Damar.

Damar langsung berdiri dari kursinya. Ia mengabaikan noda hitam yang mulai merembes di kain baju putih dan celananya. Pria itu menatap lurus ke dalam manik mata Kirana. Untuk pertama kalinya, Kirana melihat sorot mata Damar yang tidak lagi sedingin es, melainkan pancaran keterkejutan yang mendalam. Namun, saat melihat binar di mata istrinya yang menunjukkan tekad yang tak bisa dibantah lagi, Damar perlahan mengendurkan kepalan tangannya.

"Baiklah. Kapan sidangnya?" tanya Damar singkat. Tidak ada bentakan, tidak ada pertanyaan tentang alasan mengapa Kirana mendadak meminta berpisah.

"Minggu depan," jawab Kirana tak kalah singkat.

Damar mengangguk pelan. "Baik, kita akan bertemu di pengadilan minggu depan."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Damar melangkah pergi begitu saja. Pria itu bahkan mengabaikan lengan kemeja dan celananya yang kotor terkena tumpahan kopi. Ia langsung berjalan menuju pintu depan tanpa berniat mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Sebelum membuka pintu, Damar sempat menoleh sekilas. Wajahnya terlihat begitu sedih saat menatap wajah istrinya untuk yang terakhir kali dalam status pernikahan mereka.

Kirana terpaku di tempatnya berdiri. Ia merasa heran melihat ekspresi itu. Selama dua tahun ini, ia hanya pernah mendapatkan tatapan yang dingin dan tak peduli. Mengapa hari ini suaminya terlihat begitu terluka?

Namun, Kirana segera menggelengkan kepala dan menepis semua pemikiran itu. Ia tidak boleh goyah lagi. Kirana langsung kembali ke kamar tidur dan mengeluarkan koper besar. Ia bertekad untuk segera mengemas seluruh barang-barangnya. Rumah ini sudah bagaikan neraka yang mengurung kebebasannya, dan hari ini ia memilih untuk melangkah keluar.

Setelah selesai berkemas, Kirana membawa kopernya menuju rumah kos Susan, teman karibnya sejak masa perkuliahan. Hubungan Kirana dengan bangku kuliah sebenarnya memiliki cerita tersendiri. Alasan utama ia bersedia menerima pinangan Damar dua tahun lalu adalah karena sebuah janji. Setelah lulus SMA, Kirana sempat menunda kuliah selama dua tahun karena kendala biaya keluarganya yang biasa-biasa saja.

Saat Damar datang melamar dengan syarat pernikahan, pria itu menjanjikan akan membiayai seluruh kuliah Kirana hingga selesai. Kirana yang saat itu sangat ingin melanjutkan pendidikan akhirnya setuju. Ia mengira pernikahan ini akan berjalan normal dan bahagia seiring berjalannya waktu. Namun ternyata, Damar menikahinya hanya agar orang tua pria itu tidak mendesaknya lagi untuk dijodohkan dengan wanita pilihan keluarga yang tidak Damar sukai. Kirana hanyalah tameng.

Susan langsung membuka pintu kosnya begitu mendengar ketukan. Ia terperangah melihat Kirana berdiri di depan pintu dengan koper besar di sampingnya. Dengan cepat, Susan menarik sahabatnya itu masuk ke dalam kamar kos yang sederhana.

Susan menatap Kirana dengan pandangan iba yang mendalam. "Kiran, kamu beneran sudah yakin mau cerai dari suamimu? Kamu kan belum lulus kuliah, gimana nanti biayanya?"

Kirana memaksakan sebuah senyuman tipis, mencoba menenangkan sahabatnya. "Aku sudah yakin, San. Aku tidak mau terus-menerus menjadi beban buat Kak Damar. Soal biaya kuliah, kamu jangan khawatir. Mulai semester depan aku sudah resmi dapat beasiswa penuh dari kampus karena nilaiku masuk target."

Mendengar penjelasan itu, Susan akhirnya menghela napas pasrah. Ia tidak bisa melarang lagi jika itu yang terbaik untuk kesehatan mental sahabatnya. Susan langsung maju dan memeluk erat tubuh Kirana.

"Kamu hebat, Kiran. Kamu kuat," bisik Susan hangat.

Di dalam pelukan sahabat karibnya, pertahanan Kirana runtuh juga. Air mata yang sejak pagi ia tahan kini mulai mengambang di pelupuk matanya yang berkaca-kaca, perlahan jatuh membasahi pundak Susan. Rasa sepi dan kebebasan yang baru ia dapatkan berbaur menjadi satu rasa sesak yang tak menentu.

1
Radya Arynda
baby damar otw lah😃😃😃😃
Nia nurhayati
monggo mas damar puas"in dahh🤣🤣🤣
Lia siti marlia
adehhhh kak damar ketagihan nya 🤭🤭🤭itu adik bandel banget 😁😁😁
Lia siti marlia
wis mau unboxing lagi damar 🤗🤗🤗🤗🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
bukannya kemaren udah melebur y apa belum sempat unboxing
Nia nurhayati
semoga Samar selamat ya ..agar Kira na tidak sedih lagii
Lia siti marlia
aduhhh semoga sama damar selamat dari kejahatan c clenning sevice itu 🥺🥺🥺ayo ricko kamu harus gercep lindungi bosmu itu
Lia siti marlia
cie cie masa masa bucin mulai terealisasikan 🤭🤭🤭meskipun bahaya mengintai untumgnya punya asisten yang gercep seperti ricko dan kawan kawan 😁😁😁
Nuzul Lina
seru dan menarik banget cerita nya
Lia siti marlia
semangat buat kiran sama damar untuk mengubah masa depan yang kelam🤗🤗💪💪💪
Radya Arynda
semangaaaat💪💪💪💪
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
semangaaat,,jangan menyerah kirana,,, hadapi semua ber sama damar suami mu,,,kamu harus bisa💪💪💪💪💪
Lia siti marlia
akhirnya terkuak sudah rahasia itu 😁😁semoga kedepannya cinta kalian semakin erat 🤗🤗
Lia siti marlia
akhirnya cinta damar sama kirana terbalaskan juga 🤗🤗🤗 semangat juga buat kiran cari terus sumber malapetaka suamimu 🤗🤗🤗
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt thor
GANBATEEE NEE 😁🤗💪
dome🌬️🌀🌀🌀
tengkiyuuu Thor....sudah kasih bab terbaikkk🤗🤗🤗
semangat yaa update nyaa😁😁😁
semoga benang takdir bisa terurai dan dalang dibalik Kematian damar bisa terungkap semuanya . semangat kiran, jaga damar dr takdir tragis nya 💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaa thor. makasih update nyaaa.. jangan lama lama yaa crazy up ok😁a😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya,,,,,.😁kalau ga ada keinginan kuat agar sembuh ga akan bisa lepas rasa trauma nya... hebas kiran demi laki2 yg dicintai dan dikasihi nya. rela kuat melawan rasa traumanya... heemmm semoga takdir buruk bisa berubah🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!