NovelToon NovelToon
KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

KITA,LUKA DAN DUNIA LUAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Selya

Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.

Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.

Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.

Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

Malam seperti layaknya kutukan telah berlalu.Pagi seperti kegembiraan yang datang di wajah Arsyila.Bersiap-siap memakai baju seragam nya dan akan segera ke tempat kerja.

Walau gajian pertama nya telah di rampas Ayah.Dia tetap semangat hari ini,yang ia pikirkan hanya,keluar dari rumah yang seperti penjara dan bisa menghirup udara segar di luar.

Di tempat kerja,di celah ia sedang melayani pembeli dan mengambil stok obat di gudang.

Arsyila dengan wajah yang murung langsung menghampiri Putri Maharani,teman satu kerjanya.

"Hiks... Hiks,"Arsyila menangis di pundak nya.

"yang sabar.kamu itu hebat!"Putri mencoba memberinya semangat.

"sudah layani pembeli dulu... Kita cerita nanti jam makan siang ya,"ucap putri.

Arsyila melayani pembeli dengan mata yang sembab,Rizki yang juga melihat mata Arsyila yang sembab.Ia tahu pasti orang tuanya telah bertengkar lagi.Rizki menatap wajah Arsyila dengan penuh perhatian,parasnya yang cantik.Tapi... harus di hiasi dengan tangisan setiap hari.

Di jam makan siang...

Giliran Arsyila, Putri dan Rizki yang makan bersama di gudang tempat nya bekerja sambil sedikit bercerita.Arsyila yang tak kuasa menahan air matanya langsung bersender di pundak Putri.

"semalam gajian pertama ku telah dirampas oleh Ayah semua.Aku hanya di sisakan lima puluh ribu,"Ujar Arsyila sambil menangis.

"tega sekali Ayahmu... Kalau begitu jika setiap gajian,kamu harus menghitung nya dulu ditempat kerja.Kalau gaji naik kamu ambil dan kasih ke Ayah mu seperti biasa,"Putri memberi saran.

"iya yah... Aku sama sekali belum kepikiran soal itu.Makasih ya put,"Arsyila menarik nafas panjang.

Rizki hanya terdiam,namun di hatinya penuh rencana untuk membawa Arsyila sekedar jalan-jalan ketika libur nanti.Arsyila anak yang baik dan pendiam, tapi semenjak bergaul dengan teman kerjanya.Arsyila jadi banyak bicara sekarang.

...

Malam hari...

Malam yang tidak di inginkan oleh Arsyila telah tiba.Gelapnya yang membuat kesepian, pikiran ia harus bergelut dengan keadaan lagi.Berat sekali langkah kaki Arsyila ketika hendak pulang ke rumah.

"sudah sana pulang... Bahaya kalau pulang kemalaman.Takut ada begal,"celetuk Rizki.

Arsyila, putri dan Rizki kemudian berpisah di depan tempat kerja mereka.Apotik yang bau obatnya menusuk hidung,namun tempat ketenangan bagi Arsyila daripada memilih untuk pulang.

Arsyila pulang dengan menggunakan sepeda fasilitas toko.Tak mungkin ia akan pesan ojek online karena harus menghemat uang nya.Sementara gaji yang ia dapat masih dalam waktu sebulan lagi.

Ia mengayuh sepedanya pelan-pelan.Sengaja memperlambat waktu,Namun tak lama kemudian... Arsyila sampai di depan rumah nya.Membuka pintu dan memasukkan sepeda milik toko tempat nya bekerja.

Hari ini Ayah sudah tertidur pulas.Arsyila langsung mandi dan ganti baju,lalu membuka tudung saji karena perutnya sudah berbunyi.

"Lah kok gak ada lauk... Ibu memangnya tidak memasak,"Gerutu Arsyila.

Arsyila menemui ibunya yang sedang menonton sinetron kesukaan nya.

"Bu... Ibu memangnya nggak masak ? Arsyila laper Bu tapi nggak ada lauk di meja,"Tanya Arsyila.

"dasar gak tau diri kamu ! Uang darimana buat beli lauk... Sana minta ke Bapak mu,"Ibunya malah menggertak Arsyila.

"kok sekarang ibu jadi nggak peduli sama Syila,"Gumamnya dalam hati.Lalu dengan wajah sedih ia kembali ke meja makan.

Ia memandangi piringnya yang hanya berisi dengan nasi putih tanpa lauk.Kemudian ia membuka kulkas dan masih ada stok telur.Terpaksa Arsyila malam ini hanya menggoreng telur untuk makan malamnya.

Selepas makan... Arsyila langsung masuk ke kamar.Menutup kedua telinga nya dengan headset supaya bisa tidur nyenyak.Namun,Isak tangis nya tak dapat terbendung.

"hiks... Hiks,"

Dia tak menyangka dengan perkataan kasar yang ibunya ucapkan pada nya.Dia kira hanya Ayah saja yang berlaku kasar kepada dirinya.Namun kini—tidak ada perlindungan lagi di rumah ini.Semua sudah tidak mempedulikan Arsyila,yang di pikirkan hanya uang... uang... uang...

Arsyila mencoba menghentikan tangisnya.Ia mengambil air wudhu dan sholat malam.Hanya kepada Tuhan-nya Arsyila bisa mengadu semua yang telah terjadi.

Dalam doa yang dipanjatkan,ia tidak meminta apapun.Yang ia minta hanya kembalinya kasih sayang dari Ayah dan Ibunya.Arsyila berdoa sembari meneteskan air mata.

Arsyila mencoba membuka ponselnya selepas sholat,sekedar men-scroll beranda sosial media nya.Ia melihat status di sosial media dari teman kuliahnya—Melly.

Terlihat berpakaian sexy dan pamer uang.Gaya hidupnya sekarang berubah,padahal dulunya Melly anak broken home seperti nya.Tapi bedanya keluarga Arsyila masih utuh dan Ayah ibu Melly telah bercerai.

Arsyila memberanikan diri mengirim pesan singkat pada Melly.Ia menceritakan semua yang terjadi padanya, balasan dari Melly juga sama.Sekarang Melly memilih ngekos daripada memilih tinggal bersama ibunya.

Namun yang membuat Arsyila bingung,apa pekerjaan Melly sehingga bisa mandiri sekarang.Arsyila berniat menemui Melly hari Minggu,ketika ia libur bekerja.Tak peduli ia di marahi orang tua nya karena keluyuran,ayah dan ibunya juga tak mempedulikan Arsyila.

Bekerja di apotik yang gajinya UMR,namun tidak cukup bagi Arsyila karena ibunya yang terjerat hutang.Bahkan untuk mencukupi kebutuhan nya sendiri pun tidak cukup.

Arsyila harap dengan bertemu Melly besok,Melly dapat memberitahu nya pekerjaan sampingan.Yang bisa ia lakukan sepulang bekerja dari apotik.

Arsyila menarik nafas panjang,menutup ponsel nya,menarik selimutnya dan mencoba untuk tidur.Tapi,ia teringat momen saat-saat kuliah.Arsyila yang setiap hari mentraktir Melly karena Melly selalu di beri uang saku sedikit

Namun, kehidupan Melly setelah lulus kuliah jadi berbeda,ia mandiri dan punya banyak uang.Membuat Arsyila penasaran,Arsyila juga tidak mau terus menerus hidup dalam tekanan batin.Ia butuh teman curhat di luar sana.Melly pasti mau berteman baik dengannya karena dulu mereka akrab semasa kuliah.

Malam hari yang sunyi,ditemani suara jangkrik di tepi sawah.Suara motor yang lalu lalang pun sudah tidak terdengar.Namun keramaian masih melanda pikiran Arsyila.

Mencoba untuk tidur namun matanya sama sekali tidak dapat terpejam.Ia hanya miring sana-sini namun tetap saja,beban fikiran yang terlalu menumpuk di kepala membuatnya insomnia.Padahal ia harus berangkat kerja besok pagi,kalau kesiangan pasti bosnya akan memarahinya.

Menjelang subuh,Arsyila baru bisa memejamkan mata nya.Namun ia kelepasan bangun jam setengah delapan pagi, sementara toko tempatnya bekerja buka tepat jam delapan pagi.

Arsyila tergesa-gesa dengan waktu yang hanya setengah jam untuk mandi,belum untuk sarapan dan perjalanan menuju ke sana.

"ah ini terlalu kacau,"Gumamnya pelan.

terpaksa ia harus mengirim pesan singkat pada bos nya kalau ia telat berangkat hari ini..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!