NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 15: Pidato sang Pendusta

Hadirin yang terhormat, mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah, CEO PT Nusantara Mandiri, Bapak Rendy Wijaya!"

Suara lantang pembawa acara disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh penjuru ballroom. Lampu sorot utama langsung mengarah pada Rendy yang berjalan naik ke atas panggung dengan langkah kaki yang penuh percaya diri. Dia berdiri di balik podium berlogo Pratama Group dengan senyum sejuta dolar yang memukau semua orang yang hadir.

Di barisan depan, Ibu Ratna dan Riko bertepuk tangan paling kencang, wajah mereka memerah karena rasa bangga yang luar biasa seolah-olah merekalah yang memiliki acara tersebut.

"Selamat malam untuk seluruh jajaran direksi, staf, dan tamu undangan yang terhormat," buka Rendy, suaranya menggema penuh wibawa melalui pengeras suara kelas atas. "Dua minggu sejak saya memimpin PT Nusantara Mandiri, saya telah melihat potensi yang luar biasa besar di perusahaan ini. Di bawah kepemimpinan saya, kita tidak hanya akan menjadi sekadar anak perusahaan, melainkan tombak utama dari kejayaan Pratama Group di wilayah ini."

Rendy berhenti sejenak, melirik ke sudut panggung di mana Aldi berdiri di kegelapan, bersandar pada troli besinya dengan ekspresi datar. Rendy tersenyum sinis sebelum melanjutkan pidatonya dengan nada yang sengaja diubah menjadi dramatis.

"Namun, kejayaan tidak akan bisa dicapai jika di dalam tubuh perusahaan kita masih memelihara 'parasit' dan tikus-tikus kantor yang hanya bisa merugikan kas perusahaan demi kepentingan pribadi!" kata Rendy dengan suara lantang, sengaja memancing reaksi audiens. "Ya, baru-baru ini kita menghadapi kasus penggelapan dana yang dilakukan oleh salah satu oknum internal kita. Tapi berkomitmen penuh pada integritas, saya sendiri yang turun tangan untuk menertibkan oknum tersebut tanpa pandang bulu! Karena bagi saya, keadilan dan kejujuran adalah harga mati di atas segalanya!"

Mendengar kalimat itu, seluruh ballroom kembali riuh dengan bisik-bisik kekaguman atas ketegasan sang CEO baru. Soni bertepuk tangan penuh provokasi sambil melirik ke arah pekerja gudang, sementara Kirana menundukkan kepalanya dalam-dalam, merasa dunianya seolah runtuh karena tahu betul siapa yang sedang disindir oleh Rendy di atas panggung tersebut.

Ibu Ratna berbisik pada Riko dengan wajah puas. "Kamu dengar itu, Riko? Nak Rendy hebat banget ya, tegas dan berwibawa. Beda sama si Aldi yang kalau ngomong pelan kayak orang gak punya nyawa. Beruntung banget ya kalau Kirana bisa lepas dari Aldi dan balik sama Rendy."

"Iya, Ma. Habis ini Riko mau langsung minta slot magang ke Kak Rendy. Pasti langsung keterima!" sahut Riko penuh harap.

Di atas panggung, Rendy menutup pidatonya dengan gestur mengangkat gelas minumannya ke udara. "Mari kita angkat gelas kita malam ini untuk menyambut era baru PT Nusantara Mandiri yang bersih, maju, dan jaya di bawah bendera Pratama Group!"

Tepuk tangan bergemuruh memecah malam, semua orang mengangkat gelas mereka dengan penuh suka cita, merayakan kesuksesan semu dari seorang pria pendusta yang tidak menyadari bahwa di sudut ruangan yang gelap, sang pemilik asli takhta raksasa tersebut sedang menghitung mundur detik-detik kehancuran mutlaknya.

Wah, tensinya bener-bener makin memuncak! Rendy merayakan kemenangan semunya di atas panggung di depan Kirana dan keluarganya, tanpa tahu kalau Aldi sudah memegang kartu as yang siap meruntuhkan segalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!