NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.6M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpisah?

"Kau mau ke mana, masuk mobil!" bentak Bima sambil berusaha meraih lengan Dami, namun wanita itu terus melangkah cepat tanpa menoleh sedikit pun.

"Aku bilang masuk mobil, Dami!" nada suaranya meninggi, bercampur rasa kesal dan bingung melihat sikap istrinya yang tiba-tiba berubah.

Bukannya berhenti atau menuruti perintahnya, Dami malah mempercepat langkahnya hingga akhirnya berlari menjauh dari area parkir. Belum sempat Bima mengejar, langit yang tadinya gelap tiba-tiba diguyur hujan keras. Air hujan segera membasahi seluruh tubuh mereka, membuat gaun Dami menempel erat di tubuhnya dan rambutnya terurai berantakan, namun keduanya seolah tidak peduli sama sekali.

Bima segera berlari mengejar, langkahnya yang panjang dan cepat dengan mudah menyusul Dami yang mulai terhambat oleh jalanan yang licin.

"AKU BILANG MASUK MOBIL, KAU TULI?!" teriaknya lagi, suaranya hampir tenggelam oleh suara gemuruh hujan.

Dengan satu gerakan cepat, Bima berhasil menangkap pergelangan tangan Dami dan menariknya kembali. Namun Dami tidak tinggal diam, segera ia menggunakan teknik bela diri yang ia kuasai untuk melepaskan diri, lengannya berputar mencoba membebaskan cengkeraman, kakinya siap menendang jika perlu.

Tapi Bima tidak kalah terlatih. Ia sudah lama mengenal berbagai teknik pertahanan diri, dan tanpa ragu ia langsung menekan titik saraf di pergelangan tangan Dami dengan tekanan yang tepat namun tidak menyakitkan secara berlebihan. Seketika tenaga Dami seolah hilang, tubuhnya menjadi lemas dan gerakannya terhenti.

Dami terengah-engah, napasnya bercampur dengan hembusan angin dan hujan. Ia menatap Bima dengan mata yang berkaca-kaca, bukan karena takut, tapi karena perasaan kecewa yang menumpuk sedari tadi akhirnya meluap.

"Kau bilang aku wanita jalang kan? Kalau begitu biarkan aku pergi!" teriaknya dengan suara parau, air mata yang bercampur air hujan mengalir membasahi pipinya.

"Lebih baik kita berpisah saja! Lepaskan aku!"

Mendengar kata berpisah terucap dari mulut Dami, amarah Bima seolah meledak dua kali lipat. Dadanya terasa sesak, ada rasa takut yang tiba-tiba menyelinap di balik kemarahannya, takut benar-benar kehilangan wanita itu. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia segera membopong tubuh Dami yang lemas itu secara mendadak, mengangkatnya dengan kedua lengannya, lalu berjalan cepat kembali menuju mobil.

"Turunkan aku! Aku bisa berjalan sendiri! Lepaskan!" Dami berontak, memukul dada Bima dengan tangannya yang lemah, namun usahanya sia-sia. Cengkeraman Bima terlalu kuat dan kokoh.

Begitu sampai di mobil, Bima membuka pintu dan meletakkan Dami di kursi samping sopir dengan hati-hati meski masih terlihat kasar. Ia segera menutup pintu rapat-rapat, lalu bergegas masuk ke sisi pengemudi dan menutup pintu juga. Di dalam mobil yang tertutup, suara hujan yang menggedor kaca terdengar sangat jelas, menciptakan suasana yang tegang dan sunyi.

Keduanya basah kuyup, napas mereka terengah-engah karena emosi yang memuncak. Pakaian mereka meneteskan air membasahi alas mobil, namun tidak ada yang peduli. Bima menoleh ke arah Dami yang duduk menyudut di kursi, memeluk tubuhnya sendiri seolah merasa dingin, meski sebenarnya yang terasa di hatinya justru panas oleh rasa sakit.

"Kau bilang apa, berpisah?" suara itu rendah namun tajam dan menahan emosi.

Dami tidak bicara. Masih menyudut dengan mata menghadap kaca mobil. Bima meraih bahunya dan membuatnya menatap laki-laki itu.

"Kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja? Kau yang memulai semua ini. Aku sudah bertanya beberapa kali padamu, tapi kau tetap yakin ingin menikah demi mamaku. Sekarang, seenaknya kau ingin berpisah?

Dami menatap balik, matanya masih berkaca-kaca namun penuh ketegasan.

"Ya, aku salah. Aku yang paling bersalah dalam hubungan ini. Tapi, bisakah kak Bima memperlakukan sedikit lebih baik? Kita tinggal bersama di rumah tapi kau bahkan tidak pernah tersenyum padaku. Aku berusaha menjadi istri yang lebih baik, berusaha memperbaiki semua kesalahanku. Tapi kau... Kau malah memandangku seperti hama yang mengotori rumahmu."

Suara Dami terdengar parau, tertahan oleh emosi yang mendesak di dadanya. Ia mengusap kasar pipinya yang basah, entah itu air hujan atau air mata yang mengalir tanpa henti.

"Aku tahu aku tidak bisa menghapus apa yang sudah terjadi. Kau juga tidak akan pernah melupakan apa yang kau lihat hari itu antara aku dan Jeremy. Karena itu, yang terbaik untuk kita berdua sekarang adalah berpis..."

Kalimat itu belum sempat selesai terucap karena ...

BUKK! BUKK! BUKK!

Suara pukulan keras bertubi-tubi menghantam setir mobil. Bima meninju setir dengan penuh amarah dan frustasi, sampai buku-buku jarinya memerah, lalu muncul tetesan darah yang mulai membasahi permukaan hitam itu. Wajahnya memerah menahan gejolak perasaan yang tak tertahankan, rahangnya mengeras sampai terlihat urat di lehernya.

"DIAM!" bentaknya dengan suara parau, napasnya memburu. Ia menoleh tajam ke arah Dami, matanya menyala penuh penolakan.

"Aku tidak ingin kata-kata itu keluar dari mulutmu lagi. Jangan pernah sebutkan kata berpisah, mengerti?"

Dami tertegun, terkejut melihat reaksi yang meledak seperti itu. Ia membeku di tempatnya, tak berani melanjutkan ucapannya.

Bima menarik napas panjang, berusaha menenangkan dirinya yang masih bergejolak. Ia menatap lurus ke depan, suaranya berubah menjadi lebih rendah namun tetap tegas dan tak terbantahkan.

"Kau pikir semudah itu mengakhiri semuanya?" ucapnya perlahan.

"Aku tidak bisa membiarkan pernikahan ini berakhir begitu saja. Kau tahu betapa lemahnya kesehatan ibuku. Dia sangat bahagia melihat kita bersama. Jika dia tahu kita bercerai, itu bisa menghancurkannya, kau mau dia hancur?"

Ia menoleh sekilas, menatap Dami dengan pandangan yang sulit diartikan, campuran antara ketegasan dan beban yang berat.

Tanpa menunggu jawaban, Bima menyalakan mesin mobil. Tangan kanannya yang terluka sedikit bergetar saat memegang tuas persneling, namun ia tetap melakukannya. Mobil itu melaju perlahan meninggalkan area parkir kantor polisi, menerobos hujan yang masih turun deras.

Di dalam kabin itu, suasana kembali sunyi. Hanya terdengar suara air hujan yang membasahi kaca dan desir angin yang menerobos sedikit dari celah jendela. Keduanya masih basah kuyup, pakaian mereka meneteskan air membasahi alas mobil, namun tidak ada yang bergerak untuk mengeringkan diri.

Dami menunduk, memeluk tubuhnya sendiri yang mulai menggigil. Di satu sisi ia merasa kecewa karena perasaannya tidak dipahami, namun di sisi lain ia juga memahami alasan Bima, tentang ibunya yang memang sangat menyayangi mereka berdua.

Namun, di balik alasan keluarga itu, Dami tidak tahu apakah ada sedikit perasaan lain yang membuat Bima menolak berpisah, atau semata-mata hanya demi menjaga nama baik dan kesehatan orangtuanya.

Bima terus mengemudi dengan tatapan lurus ke jalanan yang basah. Sesekali ia melirik sekilas ke arah Dami, lalu menatap kembali tangannya yang berdarah. Ada rasa sakit di hatinya, bukan hanya karena luka di tangannya, tapi karena kenyataan bahwa hubungan mereka masih terjebak di antara masa lalu yang kelam dan kewajiban yang mengikat. Namun satu hal yang pasti baginya, ia tidak akan membiarkan Dami pergi.

Tidak akan pernah.

1
Ita rahmawati
untung kamu sadar diri Dami jd jgn byk tanya LG,, atur aja anak anakmu sendiri 🤣
Vtree Bona
cuma segitu aja Dami belain Naya,pada hal di titipin amanat sama mama papa nya
Alby Raziq
bagus Naya km Uda gede tau mana yg baik dan mn yg buruk buat dr kamu
Fitria Syafei
Naya kereen 😍 kk cantik mantaf 🥰 terimakasih 😘
Aida Kamil
bgus naya krna bima dan dami sdh tdk dpat dipercaya mnjaga kamu. sdh bberpa kali kamu dditnah anakx dcelakai anakx. dan kamu hrus mnjauh dr si ular moly. biarkan moly mndpatkan azab nya smoga moly celaka dtbrak mobil aetum dan ccat permanent wjahx. kakix tganx dan koma 5 tahun biar kapok dan bgitu sadar dia lgsg bnuh diri malunampak kan diri d dpan org jd nasib moly hrus mati tragis dgn ccat fsik
Mutia Efrida
Good naya. Ternyata sifat Mason yang sok iyes nurun dari dami, yg menganggap dirinya lebih baik dr orang lain, gak percaya sm orang lain, padahal dia sendiri jg gak bisa di percaya kwkwkwkwk

Thor please, eva & keny harus suka & sayang sm langit ya, harus merestui naya & langit, jangan ada episode gak setuju dari ortu naya utk langit 😭😭😭😭
LANY SUSANA: betul Mason sok baik dan ngeyel mirip ibunya
dan. Molly guk 2 mirip tante nya Bima yg jahat
total 2 replies
Enah Siti
aku kira ayah ya naya pak antoniy bukan keniy lupa 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Husniati
kok up nya dikit " thor,ayo dami urus anak mu biar jadi anak benar ya.
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘮𝘪
Ita rahmawati
iya itunya Dami,, liat kn ulah anakmu
Alby Raziq
jgn sama mason nayanya Thor, sifatnya kayak gitu,apalagi adiknya ngeri
Aida Kamil
dami buang aja anak mu moly yg jahat kaya iblis
Dian Rahmawati
Dami katanya mafia tapi anak perempuan nya aja jahat
Lis mania
Kok, Kenny & Eva anaknya nggak ditanyain kabar kek. Apa nggak khawatir, anaknya dititipkan di rumah sahabat yg anaknya berbahaya begitu. Ortunya sih emang baik, tp anaknya. Terutama si Molly, sifatnya kayak....
Hhh, nggak tau deh, cuma author yg tau 🤭
Rizky Manik
aduh damiiii
⭐️asteri
Sampe sini aku belum melihat kelanjutan karakter Dami. apakah masih garang tapi lembut kayak dulu atau berubah total
~Hartwyn_Dee~
itu ulah anak mu Dami, dan pasti Dami cerita sama Bima dan pasti malah nyuruh Mason jagain Naya ,,, jangan mau Nay kl di ajak pulang kerumah om bima pokoknya harus tolak ingat kata" langit molen berbahaya pasti makin menjadi" nanti
Oma Gavin
pasti nanti dami cerita ke bima dan mason akan datang ke RS tempat naya dirawat blm lagi molly yg akan memanfaatkan sakit naya untuk balaa dendam otak molly cuma ingin naya lenyap
🍒WINA🍒
Dami itu semua ulah anak kamu sangat jahat sampai naya terluka, langit sampai menyalahkan diri sendiri terbawa emosi. sampai berkelahi sama mason naya terjatuh... langit sangat panik dan khawatir sama naya membawa kerumah sakit, tenang langit naya sangat kuat tidak terjadi apa-apa.

langit so sweet dan romantis bingit memperlakukan naya bak tuan putri🥰 naya sangat berarti buat langit kedua saling mencintai selalu bersama apa yg terjadi...

Tante dami meminta maaf sama naya atas perbuatan jahat simolly, telah melukai punggung naya sampai dirawat rumah sakit. Molly sudah keterlaluan dami menyesal telah memanjakan molly jadi sombong dan arogan...
naya bicaralah yg baik mumpung tante dami dan pamit sekali ucapin terimakasih, telah diijinkan tinggal dirumahnya...
sebaik jujur mau mandiri ngekost, naya memaksakan diri tinggal rumah tante dami dan om bima. Molly akan terus memusuhi naya dan iri dan dengki telah mendarah daging dihati molly...
🍒WINA🍒: semoga aja kak naya mau jujur sama kedua orgtuanya, molly sangat jahat dan melukai naya...
total 4 replies
Abeng Abeng
luar biasa bagus banget tau.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!