NovelToon NovelToon
DITALAK SESAAT SETELAH AKAD

DITALAK SESAAT SETELAH AKAD

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Barra Ayazzio

Raya Aprillia Safitri tidak pernah membayangkan bahwa hari yang seharusnya menjadi awal kebahagiaannya justru berubah menjadi awal dari kehancurannya.

Demi baktinya kepada sang ayah, Raya menerima perjodohan dengan seorang pria bernama Kamil. Ia menekan segala keraguan, meyakinkan dirinya bahwa pernikahan bisa tumbuh seiring waktu. Namun, takdir berkata lain.

Baru saja ijab kabul dinyatakan sah, belum sempat Raya menghela napas lega sebagai seorang istri, satu kata menghancurkan segalanya.

Talak.

Di hadapan saksi. Di detik yang sama ketika statusnya berubah menjadi seorang istri, ia juga sekaligus menjadi wanita yang diceraikan.

Lebih menyakitkan lagi, ayah yang begitu ia cintai tumbang saat itu juga, tak kuat menahan kenyataan pahit yang terjadi di depan matanya… dan menghembuskan napas terakhirnya.

Di tengah duka dan kehancuran, Raya hanya bisa terpaku… sementara Kamil berdiri dengan senyum penuh kemenangan, seolah semua ini adalah bagian dari rencana yang telah lama ia susun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barra Ayazzio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Menghubungi Kamil

Amanda duduk diam dengan wajah pucat. Matanya sembab, jelas habis menagis. Sementara Amel menatapnya tanpa berkedip, masih berusaha mencerna pengakuan yang baru saja ia dengar.

"Aku… hamil, Mel." Kalimat itu masih menggantung di udara.

Amel menghela napas panjang, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Tangannya sempat mengepal di atas meja, menahan reaksi yang hampir meledak.

"Dan itu… anaknya Aldo?” tanyanya akhirnya, suaranya lebih rendah dari biasanya.

Amanda mengangguk pelan. Tidak berani menatap.

Amel menutup wajahnya sebentar, lalu mengusapnya kasar. “Ya Allah, Manda…”

Bukan nada menghakimi, tapi lebih ke arah syok dan khawatir yang bercampur jadi satu.

"Kamu yakin?” tanya Amel lagi, kali ini lebih serius.

"Sudah periksa… dua kali,” jawab Amanda lirih.

Amel terdiam beberapa detik. Lalu ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Amanda lekat-lekat.

"Oke… berarti ini bukan lagi soal ‘mungkin’ ya,” ucapnya pelan. “Ini sudah kenyataan.”

Amanda menggigit bibirnya, menahan tangis yang kembali ingin pecah.

"Aku nggak tahu harus gimana, Mel…” suaranya gemetar. “Aldo aja ninggalin aku begitu aja.

Nomornya nggak aktif, chat nggak dibalas. Aku ke apartemennya… katanya dia sudah pindah.” Air mata Amanda kembali jatuh. “Aku nggak tahu dia ke mana…”

Amel menarik napas dalam, kali ini lebih serius.

"Jadi kamu benar-benar sendirian menghadapi ini?” tanyanya, memastikan.

Amanda mengangguk pelan. “Aku bahkan nggak tahu harus mulai dari mana…”

Amel menyandarkan punggungnya, berpikir cepat. Situasinya jelas lebih rumit dari yang ia bayangkan.

"Oke… berarti kita ubah cara pikirnya,” katanya akhirnya. “Untuk sekarang, jangan bergantung dulu sama Aldo.”

Amanda menatapnya, bingung. “Maksudnya?”

"Maksudnya, kamu harus siap dengan kemungkinan terburuk—bahwa dia nggak ada di sini untuk bantu kamu,” jawab Amel jujur. “Kalau nanti dia muncul, itu urusan belakangan. Tapi hidup kamu nggak bisa berhenti nunggu dia.”

Amanda terdiam. Kata-kata itu terasa pahit, tapi masuk akal.

"Aku takut, Mel…” bisiknya.

"Wajar,” sahut Amel lembut. “Tapi kamu tetap harus jalan. Tetep kita coba cari informasi tentang Aldo. Temannya, kantornya, keluarganya—apa pun yang bisa jadi petunjuk. Jangan cuma diam.”

"Semua sudah aku lakukan Mel, tetep gak ada yang tahu Aldo di mana."

"Berarti kamu harus jujur ke orang tua kamu.”

Amanda langsung terlihat panik. “Aku belum siap…”

"Aku tahu,” potong Amel. “Tapi kamu butuh support system yang nyata. Ini bukan masalah kecil yang bisa kamu tanggung sendiri.”

Air mata Amanda kembali mengalir.

"Kalau Aldo nggak ada… siapa lagi yang bisa kamu andalkan selain keluarga?” lanjut Amel.

Amanda terdiam, menunduk. "Tapi itu gak mungkin, Mel. Orangtuaku pasti ngamuk. Aku gak berani."

Amanda mengangkat wajahnya sedikit. “Kamu mau bantu aku?”

Amel menghela napas pendek. “Ya jelas. Aku nggak mungkin biarin kamu sendirian dalam kondisi begini.”

Ada jeda. Amanda menggenggam tangannya sendiri, lalu tanpa sadar menyentuh perutnya.

"Aku benar-benar nggak nyangka hidupku jadi seperti ini…” ucapnya lirih.

Amel menatapnya dalam.

"Hidup memang kadang berantakan tanpa permisi,” katanya pelan. “Tapi kamu masih punya pilihan untuk menata ulang semuanya.”

***

Di dalam kamar apartemennya yang sunyi, Amanda mondar-mandir dengan gelisah. Tangannya sesekali meremas ujung bajunya sendiri, seolah itu bisa meredakan badai di kepalanya. Napasnya terasa berat, pikirannya penuh, seakan tak ada satu pun jalan keluar yang benar-benar aman.

"Aku harus mencari laki-laki yang bisa aku jadikan suami… agar Mama dan Papa gak tahu… gak ngamuk…” bisiknya lirih, lebih seperti meyakinkan diri sendiri daripada menyusun rencana.

Ia berhenti di depan cermin. Wajahnya pucat, matanya sembab. Amanda menatap bayangannya sendiri cukup lama, seolah berharap perempuan di sana bisa memberinya jawaban.

Dan tiba-tiba—

"Aha… Kamil.”

Nama itu muncul begitu saja, tapi langsung terasa seperti pegangan di tengah jatuh. Amanda menegakkan tubuhnya sedikit.

"Iya… Kamil…”

Dia mulai berjalan lagi, kali ini lebih pelan, pikirannya mulai menyusun kemungkinan.

"Kamil itu baik… dia pernah suka sama aku… bahkan sampai sekarang pun dia masih perhatian…”

Namun langkahnya terhenti lagi. Keraguan datang seperti bayangan yang tak bisa diusir.

"Tapi… apakah dia mau menikahiku dalam waktu dekat?”

Amanda menggigit bibir bawahnya. Ia ingat jelas bagaimana Kamil dulu memperlakukannya dengan tulus, berbeda jauh dengan Aldo yang kini menghilang tanpa jejak.

"Aku bahkan gak pernah benar-benar memberi dia kesempatan…” gumamnya, nada suaranya mulai dipenuhi rasa bersalah.

Ia mengambil ponselnya dari atas meja, menatap layar cukup lama tanpa bergerak. Nama Kamil sudah ada di daftar kontaknya, seolah menunggu disentuh.

"Apa aku egois… kalau tiba-tiba datang dan minta dia menikahiku?”

Jempolnya menggantung di atas layar. Detik demi detik terasa lebih lama dari biasanya.

"Tapi aku gak punya pilihan lain…” bisiknya pelan, suaranya hampir pecah.

Akhirnya, dengan napas yang ditarik dalam-dalam, Amanda mulai mengetik pesan.

"Mil… kamu lagi sibuk gak? Aku mau ketemu. Penting."

Ia membaca ulang pesannya berkali-kali, lalu menatap layar dengan ragu.

Ini bukan sekadar ajakan bertemu. Ini bisa jadi awal dari keputusan besar… atau justru awal dari kehancuran baru.

Beberapa detik kemudian, dengan mata terpejam sejenak, Amanda menekan tombol kirim.

Pesan itu terkirim. Dan sekarang… tidak ada jalan untuk mundur.

***

Suasana ruang makan pagi itu terasa tegang, bahkan udara seolah ikut menegang mengikuti nada suara yang meninggi. Kamil duduk di kursinya dengan posisi setengah bersandar, wajahnya terlihat kesal sekaligus tak peduli. Di depannya, sang papa berdiri dengan raut wajah kecewa, tangannya bertumpu di meja, menahan emosi yang sudah sejak tadi ditahan.

"Mil, menurut laporan Pak Halim, kinerja kamu berantakan. Banyak barang yang seharusnya gak lolos quality control malah lolos. Konsumen protes. Kamu maunya apa?" suara itu tegas, berat, penuh tekanan.

Kamil mendengus pelan, menggeser duduknya dengan malas. "Ya gak berantakan gimana, Pa? Aku S2, masa ditempatin di bagian quality control. Mana semua orang juga ngomongin aku yang viral."

Tatapan sang papa semakin tajam. "Itu konsekuensinya kalau kamu berbuat seenaknya. Viral bukan prestasi, itu aib."

Kamil mengalihkan pandangannya, jelas tidak suka diingatkan hal itu. "Pokoknya aku gak mau lagi kerja di bagian itu. Minimal supervisor lah."

Jawaban itu justru membuat nada suara papanya naik satu tingkat. "Gak bisa! Kamu tetap harus mulai dari bawah."

Kamil langsung menegakkan tubuhnya, merasa tidak terima. "Bang Hakim sama Bang Iqbal aja dulu gak dari bawah, mereka langsung pegang jabatan!"

Sang papa menggeleng, ekspresinya campuran antara kesal dan tidak percaya. "Kata siapa? Sama aja. Mereka mulai dari bawah. Bedanya, mereka serius. Kinerjanya bagus, jadi cepat naik. Kamu? Baru juga sebentar sudah banyak masalah."

Kalimat itu seperti tamparan, tapi Kamil memilih menutupinya dengan ego. Ia menyilangkan tangan di dada, wajahnya mengeras. "Pokoknya aku gak mau kalau masih di bagian itu."

Sang papa menarik napas panjang, mencoba menahan amarahnya agar tidak meledak. Lalu dengan nada dingin yang justru lebih menusuk, ia berkata, "Ya sudah. Kalau gak mau di sana, kamu pindah ke bagian produksi."

Kamil langsung bereaksi, hampir berdiri dari kursinya. "Ya sama aja, Pa. Malah lebih rendah."

Belum sempat perdebatan itu berlanjut, tiba-tiba suara notifikasi ponsel memecah ketegangan.

Ting.

Kamil refleks menoleh, mengambil ponselnya dengan cepat. Begitu melihat nama yang muncul di layar—Amanda—raut wajahnya yang tadi kusut langsung berubah. Sorot matanya berbinar, sudut bibirnya sedikit terangkat, seolah semua masalah barusan lenyap begitu saja.

Apalagi setelah membuka pesan tersebut, tanpa berpikir panjang, ia langsung berdiri.

"Pa, ngobrolnya nanti lagi. Ada urusan penting."

Nada suaranya berubah drastis—lebih ringan, bahkan nyaris tak peduli. Ia melangkah cepat meninggalkan ruang makan, meninggalkan sang papa yang masih di tempatnya.

Sang papa hanya bisa menatap punggung anaknya yang menjauh, rahangnya mengeras. Kekecewaan itu belum selesai—justru semakin dalam.

_____________________________________

Hai Readers jangan lupa mampir ke novel aku yang lainnya ya!

Rahasia Masa Lalu Suami dan Sang Ipar (sudah tamat)

Benang Putus Karena Cinta Pertama

Oh iya jangan lupa beri masukan dan kritikan yang membangun yah, biar makin semangat up novelnya. Terimakasih 🙏🏼🙏🏼🙏🏼

1
Salsa Billa
thor mana bisa sekli ucap talk 3 thor?
Barra Ayazzio: Iya betul, emang aturannya talak itu harus dijatuhkan bertahap, 1, 2, dan 3. Di sini author hanya menggambarkan betapa jahatnya Kamil, betapa dia ingin memperlihatkan kepada semuanya, kalau talak itu hak suami. Dia bisa langsung menjatuhkan talak, walaupun baru saja akad. Terimakasih komentarnya.😊
total 1 replies
aku
ini kisahnya komil kah jadinya???? 🙄
Nana Geulise
buat kamil : iya jangan dilepas amanda biar tahu dulu topengnnya amanda.🫢🫢🫢
partini
pasti berjodoh dong kalian serasi 1000%,,Thor raya ngilang terus deh gantian dong Jagan begundal itu terus sinopsisnya kan kan raya kebanting cerita nya kamil
Anonim
nanti kan langsung headshot
Anonim: hah??? Ochinchin??
total 4 replies
lLy trililly
thour jngan terllu kbnyakan hidup enak s kamil ma Mandah Najiis bngett..mending balik ke Raya ja
sunaryati jarum
Malah kamu untung Mil,Manda sudah bunting.🤣🤣🤣 🤭 balasan kau terima lewat Amanda Kamil
sunaryati jarum
Semoga klarifikasi kamu bisa menjawab teka- teki / penasaran kenapa mau saja dijodohkan.
Nana Geulise
udah sikat aja mil jgn ragu bekas aldo beserta bonus anak...kalian tunggu aja tabur tuai...lebih sakit dari yang ditetima keluarga raya...🫢🫢🫢😁
partini
aduh mil mil ga usah banyak mikir gas lah nikahi cepet dapat bonus loh kecebong mantan pacar cakepppp👍
falea sezi
keluarga kamil aja. bego semua
falea sezi
woy tolol jelas2 nginep masak main gundu/Curse//Curse/ bloon g ketulungan. penampilan aja kayak. lacur
sunaryati jarum
Jika Kamil benar mencintaimu apapun keadaannya diterima
partini
semoga berjodoh dengan pak Akmal kalau dia masih single sih
partini
dihhh Amanda bego kamu harus nya bikin tidur bersama dulu baru jerat gitu loh cara Kunti bogel pada beraksi ga pro kamu
sunaryati jarum
Diberi barang ORI berkualitas malah milih barang bekas dan murahan .
Arieee
😡nikahin Sono amanda🤣biar cepet dapet anak🤣
partini
akhirnya kalian bersatu emang betul" pasangan yg cocok dunia akhirat
mantappp
sunaryati jarum
Kamu orang sok Kamil,di perusahaan keluarga saja tidak bisa beradaptasi.Untuk.Amanda ,benar kata ibu Aldo dan saudara Kamil,kau wanita yang tidak bisa menjaga martabat kamu sendiri.Keenakan Aldo hanya menanam benih.Minta Kamil menutup aibmu, untuk membuktikan cintanya mau tidak,tapi kamu harus terus terang jika hamil anak Aldo atau pria lain
sunaryati jarum
Ya sekarang.jadia saja kalian sudah sama-sama sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!