Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Ulah Sekte Darah Jahat
Perjalanan pulang itu, Yun Fei begitu bingung dan harus menghabiskan begitu banyak waktu, karena dia begitu jauh masuk kedalam hutan.
Berkali-kali Yun Fei harus memutar dan kembali ke jalan sebelumnya, karena dia salah memilih jalan kembali.
Dia harus berputar-putar hanya karena jalan pulang begitu membingungkan dan sulit.
Pada saat ini, langit sudah sangat gelap dan hutan itu sangat gelap, hanya terlihat samar-samar yang sangat menyulitkan untuk melihat jalan.
Yun Fei berjalan begitu jauh, dan menemukan sebuah pohon besar yang tinggi, namun itu memiliki sebuah tanda sebuah ranting pohon kecil menancap pada batang pohon besar itu, dengan sebuah kain yang terikat disana.
"Hahhh, akhirnya aku bisa menemukan tanda ini." Yun Fei menghela panjang dan memegang lututnya karena merasa kelelahan karena berjalan sangat jauh.
Tapi sesaat kemudian, Yun Fei merasa aneh dan kembali berdiri.
Dia meregangkan kedua tangannya kesamping, dia berkedip beberapa kali merasa aneh.
Seketika dia mengangkat alisnya dan terkejut.
Wahh!!!
Yun Fei sedikit melompat dan terkejut. Dia berdiri penuh kebingungan. "Apa-apaan ini? Aku sudah begitu lama dan jauh berjalan dari tempat itu, tapi kenapa sama sekali tidak merasa lelah???"
Benar, bahkan jarak dari Yun Fei berjalan dari lembah itu, Yun Fei merasa sudah sangat jauh bahkan sudah lebih dari sepuluh kilometer jauhnya dia berjalan dari lembah yang gelap itu.
"Kenapa sebenarnya ini, aku sama sekali tidak merasa lelah meski perjalanan yang begitu sangat jauh..."
Yun Fei kebingungan, dia tidak bisa memperkirakan dan memikirkan sebenarnya kenapa dirinya bisa begitu.
Sebelumnya meski Yun Fei sudah sangat terbiasa selama bertahun-tahun untuk berjalan lama jauh di dalam hutan, dia akan merasa lelah setelah berjalan dengan keranjang bambu penuh sejauh dua atau tiga kilometer di dalam medan perjalanan di dalam hutan.
Namun saat ini, Yun Fei sama sekali tidak merasa lelah, bahkan setelah menempuh perjalanan begitu jauh dari lembah gelap pertama kali dia tersesat di kedalaman hutan.
Setelah beberapa waktu Yun Fei akhirnya keluar dari hutan, dia terus berjalan di jalan setapak menuju desa.
Desa dimana Yun Fei tinggal bernama desa bambu hitam, itu hanya membutuhkan setengah jam berjalan dari hutan untuk ke desa bambu hitam.
Yun Fei berjalan dengan santai dan tenang, namun langkahnya pasti dan tidak melambat ataupun cepat.
Dia terus berjalan dan hanya sedikit lagi untuknya sampai di desa.
Hari itu malam dan gelap, Yun Fei sudah cukup berjalan dan sudah bisa melihat desa yang ada di balik pepohonan yang jarang.
Ketika Yun Fei sampai di depan pintu masuk ke desa, dia tiba-tiba berhenti disana, matanya berubah dan raut wajahnya sangat terkejut dan syok.
Di dalam desa hanya berjarak beberapa meter dari pintu masuk desa, ada dua orang yang tergeletak di tanah dengan bekas darah di pakaian mereka dan juga tempat dimana kedua orang itu berada.
Yun Fei sangat terkejut, dia langsung berlari dan menghampiri keduanya.
Pupil mata Yun Fei membesar, tangannya penuh darah karena membalikkan tubuh orang yang tergelar di tanah itu.
Wahhh!
Yun Fei terkejut dan berteriak. Melihat orang yang dia balik, sebenarnya itu adalah mayat dan orang itu sudah mati dengan luka lubang yang menembus di dadanya.
"Ap-apa ini!" Yun Fei terkejut dan terjatuh.
Dia mundur dengan mendorong dorong, melihat seorang yang mati dengan mayatnya masih segar dengan darahnya dan itu adalah orang yang dikenal oleh Yun Fei.
Melihat ke arah lain, Yun Fei melihat rumah yang berada cukup dekat dengan pintu masuk desa, itu hancur.
Ada beberapa mayat juga yang ada disana. Itu jelas kalau desa telah menghadapi sesuatu yang menghancurkan dan membunuh semua penduduk desa.
Di arah lain juga banyak rumah-rumah yang roboh dan hancur, dengan mayat-mayat yang terlihat tergeletak di tanah.
Melihat semua itu, situasi di desa tampak mencekam dan pembunuhan terjadi di seluruh desa.
Yun Fei dengan ketakutan dan panik, dia berjalan perlahan untuk melihat ke seluruh desa. Dia ingin memeriksa apa ada yang masih hidup di desa ini.
Setelah melewati beberapa puluh meter dan melihat banyak mayat dari penduduk desa, Yun Fei bisa melihat kalau semua orang yang mati, memiliki luka yang sama dimana ada lubang tepat di dada semua orang.
Mayat-mayat itu sudah tidak utuh, jantung mereka tidak ada, seperti sengaja untuk mengambil jantung orang-orang itu.
Yun Fei menggertakkan giginya. "Apa yang sebenarnya dilakukan sampai semua orang kehilangan jantung mereka?"
Yun Fei lalu bergegas pergi ke arah tengah desa, dia ingin melihat ke rumah yang ada di tengah desa.
Di tengah desa, ada sebuah rumah kayu yang terlihat lusuh, dan itu hanyalah sisa-sisa karena tumpukan kayu itu adalah bekas dari sebuah rumah.
"... Bahkan rumah pak kepala desa pun hancur..."
Rumah yang hancur yang dilihat Yun Fei itu adalah rumah milik kepala desa di desa Yun Fei.
Suara kayu yang bergeser terdengar.
Yun Fei mengangkat kepalanya, dia langsung menoleh ke arah dari suara itu.
Itu berasal dari tumpukan kayu rumah yang hancur yang tidak jauh dari rumah kepala desa.
Yun Fei dengan wajah tegang dia langsung melompat dan bergegas kesana.
"... To-tolong..."
Sebuah suara seorang wanita yang terdengar tua, berasal dari balik tumpukan kayu.
Yun Fei tegang, dia langsung bergegas dan mencoba untuk menyingkirkan kayu-kayu yang menghalangi. "Itu suara milik bibi Wang! Bibi Wang, kau ada disana..."
Yun Fei panik dan cemas, dia langsung tanpa berlama-lama terus menyingkirkan kayu-kayu itu.
Setelah menyingkirkan tumpukan kayu itu, Yun Fei menyingkirkan dinding kayu.
Seorang wanita tua terlihat cukup gemuk, seorang wanita tua yang berumur enam puluhan tahun atau lebih, berada di balik tumpukan kayu itu.
Dia adalah bibi Wang, orang yang cukup baik di desa dan merawat Yun Fei ketika Yun Fei kehilangan kedua orang tuanya di tahun-tahun sebelumnya.
Tubuhnya penuh luka karena tumpukan kayu itu melukainya, nafasnya berat dan tubuhnya bergetar hebat.
Matanya ketika membuka dan melihat pada Yun Fei, itu terlihat redup dan udah sangat di batasnya.
"It-itu, yu Yun Fei,..." Suara bibi Wang terdengar sangat lemah.
Bibi Wang sudah sangat kehilangan banyak darah dan tubuhnya sangat lemah dengan nafas yang terasa hanya tertinggal di lehernya.
Yun Fei matanya bergetar dan panik. "Bibi Wang cukup, kau tidak perlu berbicara. Aku akan menyelamatkan mu dulu..."
Yun Fei menurunkan keranjang bambunya dan mengambil tumbuhan herbal yang dia miliki.
Tumbuhan herbal itu adalah tumbuhan obat, yang memiliki khasiat penyembuhan yang baik.
Yun Fei mengambil tanaman herbal, dan ingin menggunakannya untuk mengobati bibi Wang.
Tangan bibi Wang dengan lemahnya, menahan Yun Fei untuk berhenti.
"Yun Fei... Kau tidak perlu melakukannya... Bibi merasa sudah waktunya..." Mata bibi Wang sangat sayup dan mulai menutup.
Bibi Wang!
Yun Fei tidak bisa untuk tidak khawatir. Namun bibi Wang tangannya masih memegang tangan Yun Fei menahannya.
"... Tidak perlu,... Bibi ingin mengatakan... Sesuatu... Yang menghancurkan... Dan membunuh penduduk desa... Mereka menyebut... Diri mereka orang dari... Sekte darah jahat..." Suara bibi Wang terdengar terputus-putus dan sangat lemah.
Ketika Yun Fei mendengar itu, matanya seperti membeku dan tubuhnya bergetar.
Mendengar nama dari sekte darah jahat itu, seperti memberikan trauma.
Yun Fei juga tau apa yang dikatakan oleh bibi Wang. Sekte darah jahat adalah sebuah sekte yang terkenal jahat.
Mereka dari sekte darah jahat, selalu meminta desa untuk memberikan semua hal berharga yang dimiliki seperti tanaman herbal.
Setiap penduduk desa mengumpulkan banyak tanaman herbal dari hutan, dan karena itu juga karena sekte darah jahat.
Jika penduduk desa tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh sekte darah jahat, mereka akan menghadapi kemarahan mereka yang akan membunuh orang-orang di desa.
Pernah suatu ketika penduduk desa tidak menyiapkan hal yang diperintahkan oleh sekte darah jahat, pada saat itu seorang penduduk desa dibunuh langsung oleh mereka tanpa peringatan.