NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13. DRAMA COUNT

Aula dansa Kekaisaran Aurelius yang sebelumnya dipenuhi tepuk tangan kini berubah menjadi lautan bisikan.

Suasana hangat pesta perlahan berubah menjadi tegang.

Semua berawal dari satu orang; Count Diego Zarovich.

Pria paruh baya dengan kumis rapi dan wajah angkuh itu berdiri di tengah aula seolah dirinya sedang menyuarakan kebenaran yang harus didengar semua orang.

Padahal mereka yang mengenalnya tahu, Count Zarovich hanya tidak terima karena putrinya gagal mendapatkan Rowan Desmond. Dan lebih tidak terima lagi karena seorang gadis asing yang bahkan baru dua minggu berada di Aurelius justru menerima penghormatan yang bahkan tidak pernah didapatkan banyak bangsawan tua.

Sementara itu di atas singgasana Kaisar Aurelius duduk santai dengan satu tangan menopang dagunya. Tatapannya menyapu aula untuk melihat reaksi para tamu pesta, lalu berhenti pada Rowan.

Ada senyum tipis yang hampir tidak terlihat di sudut bibir sang Kaisar Senyum yang sangat dikenal oleh mereka yang dekat dengannya. Senyum seseorang yang sedang menikmati tontonan.

Di samping sang Kaisar. Putra Mahkota Caelum menatap ke arah Rowan dengan ekspresi geli. Ia kemudian sedikit membungkuk.

"Ayah," bisik Caelum.

"Hm?" respon Kaisar

"Ini pertama kalinya aku melihat Rowan memasang wajah seperti itu. Biasanya dia selalu cuek dengan cicitan para bangsawan tentang dirinya," kata Caelum dengan nada terhibur.

Kaisar mengangguk pelan. Matanya masih tertuju pada keponakannya.

"Benar. Bukankah dia sangat mirip," balas Kaisar.

Caelum mengangkat alis. "Mirip siapa?"

Kaisar tertawa kecil. "Pamanmu."

Caelum langsung memahami dan tersenyum. "Oh, Paman Alaric."

Kaisar mengangguk. "Persis. Jika sudah menyangkut istrinya, wajah pamanmu selalu seperti itu. Tapi mungkin Rowan tidak menyadari ekspresi seperti apa yang dia pasang sekarang."

Caelum hampir tertawa. "Tak heran. Rowan tumbuh bersama Paman Alaric sejak kecil. Dibandingkan Evan, Rowan lebih mirip dengan Paman."

Kaisar memejamkan mata sesaat. Mengingat sosok adiknya yang terkenal sangat protektif terhadap istrinya. Jika ada orang yang berani memermalukan sang istri di depan umum maka orang itu biasanya akan menyesal seumur hidup.

"Kurasa pesta ini akan menarik," ujar sang Kaisar

Caelum tersenyum, mengangguk setuju. "Benar. Gadis itu juga bukan orang yang bisa diremehkan."

"Sang Putri?" Kaisar semakin tertarik.

"Putri Cecilia mungkin terlihat lemah lembut. Tapi menurutku dia bisa seganas Grand Duchess," nilai Caelum.

Kaisar tertawa pelan. "Kau memperhatikan cukup baik."

Di sisi lain aula Count Diego Zarovich masih melanjutkan dramanya. Dengan ekspresi seolah dirinya korban ketidakadilan.

"Bukankah tidak pantas jika pahlawan besar seperti Lord Rowan harus disandingkan dengan perempuan yang sangat biasa?" ujar sang Count dengan suara lantang.

Bisikan kembali terdengar di aula.

"Benar juga ...."

"Itu terlalu berlebihan."

"Tapi status tetap penting ...."

Count Diego melanjutkan, "Itu akan mengotori darah bangsawan. Kita tahu bahwa garis keturunan di Aurelius itu tidak boleh sembarangan."

Beberapa bangsawan langsung mengernyit. Ucapan itu sudah mulai terdengar kasar karena tidak semua bangsawan berpikir seperti itu.

Namun Diego seolah tidak peduli, atau memang tidak peduli. Ia menatap Rowan.

"Anda menolak putri saya dan mengatakan tidak tertarik dengan pernikahan terutama dengan perempuan sosialita. Tapi malam ini Anda justru datang ke pesta bersama perempuan dengan status yang jauh lebih rendah. Anda melukai harga diri putri saya, Marquess." Suara Diego meninggi.

Beberapa wanita muda langsung menoleh ke arah Joanna Zarovich.

Putri Count tersebut berdiri tidak jauh dari ayahnya. Gaun merah anggur membungkus tubuh dengan sangat sempurna. Wajahnya cantik dengan kesan angkuh dan matanya saat menatap Cecilia dipenuhi kebencian.

Joanna memang terkenal. Bukan hanya karena kecantikannya, tetapi juga karena obsesinya terhadap Rowan. Semua orang tahu hal itu. Dan semua orang tahu Rowan tidak pernah memberi harapan sedikit pun.

Namun Joanna tidak pernah menyerah dan terus mengejar Rowan. Ia akan menjatuhkan setiap perempuan yang berani mendekati Rowan hingga memermalukannya dalam setiap acara.

Sementara Cecilia berdiri diam. Ia bisa merasakan puluhan pasang mata memandang dirinya. Menunggu reaksinya, kelemahan apa pun yang bisa dipakai untuk menjatuhkan sang gadis.

Namun sebelum Cecilia sempat berkata apa pun, Rowan akhirnya bergerak. Pria itu perlahan mengangkat kepalanya. Tatapan birunya luar biasa dingin.

Keheningan langsung menyelimuti aula. Semua orang tahu Rowan Desmond jarang marah. Tapi ketika marah, tidak ada yang ingin menjadi targetnya jika masih sayang nyawa.

"Count. Sebelum berbicara sebaiknya cari informasi terlebih dahulu mengenai hal yang ingin Anda bicarakan." Suara Rowan terdengar tenang.

Diego mengernyit.

Tatapan Rowan menusuk tepat ke arah Count. Rowan melanjutkan, "Dan juga dampaknya bagi semua orang. Lagi pula kenapa urusan pribadi saya menjadi kepentingan Anda?"

Diego membeku ketika Rowan tak segan dengan ucapannya.

"Apakah Anda ayah saya? Atau paman saya?" Rowan semakin tajam.

Beberapa bangsawan menahan napas. Beberapa yang lain mulai menundukkan kepala agar tidak terlihat sedang tersenyum dan mendapatkan masalah.

"Atau mungkin Kaisar?" tantang Rowan semakin jadi.

Wajah Diego mulai memerah.

"Karena sejauh yang saya tahu. Saya tidak pernah memberikan hak kepada Anda untuk mengatur kehidupan pernikahan saya. Apalagi hanya untuk memaksakan putri Anda menikah dengan saya." Suara Rowan semakin tajam.

Aula menjadi hening total. Jelas kesabaran Rowan sudah mencapai batas.

"Saya sudah mengatakan dengan jelas. Saya tidak tertarik pada putri Anda. Karena saya tidak suka perempuan yang bergeliat senang ketika didekati pria lain. Dan merasa dirinya adalah perempuan paling cantik sehingga merendahkan perempuan lain," ucap Rowan yang benar-benar menjatuhkan martabat Joanna kali ini.

KRAK

Gelas anggur di tangan Joanna hampir pecah karena cengkeramannya. Wajah wanita itu memucat lalu memerah karena malu.

Tidak pernah sekali pun Rowan berbicara sejelas itu di depan seluruh bangsawan.Di depan seluruh sosialita Aurelius. Dan itu terasa seperti tamparan keras atas harga diri Joanna yang dipermalukan malam ini.

Diego sendiri sampai kehilangan kata-kata. Namun sebelum ia sempat membalas ....

Rowan melakukan sesuatu yang membuat seluruh aula hampir berhenti bernapas.

Tangannya bergerak, lalu melingkar di pinggang Cecilia.Menarik gadis itu mendekat sampai tubuh Cecilia menempel di sisi Rowan.

Puluhan wanita muda langsung terkesiap bersamaan. Bahkan ada yang sampai limbung.

"Astaga."

"Lord Rowan ..."

"Tidak mungkin."

"Pasti aku berhalusinasi."

Karena selama bertahun-tahun.Tidak ada wanita yang pernah melihat Rowan sedekat itu dengan perempuan mana pun. Bahkan berjabat tangan saja jarang.

Cecilia sendiri membeku matanya membesar menatap Rowan menuntut maksud sang pria.

Rowan menundukkan kepala sedikit,Lalu berbisik di dekat telinga Cecilia, "Pertahankan wajah lugumu itu, Tuan Putri.Biar aku yang urus.Kau cukup diam dan perhatikan saja"

Cecilia langsung menyipitkan mata. Sudut mata Cecilia berkedut. Ia sangat tahu. Rowan sedang menggoda dirinya. Kalau bukan karena mereka sedang berada di aula penuh bangsawan mungkin Cecilia sudah menendang kaki pria itu.

Diego yang melihat kedekatan mereka semakin kesal.

"Maaf jika saya terdengar lancang, Yang Mulia. Tapi bukankah Anda sendiri pernah berkata bahwa salah satu alasan menolak putri saya adalah karena statusnya lebih rendah dari Anda?" tantang Diego tak mau kalah.

Aula kembali hening.

Diego menunjuk Cecilia. "Namun sekarang saya melihat Anda bukan hanya menemani wanita ini. Tetapi juga sangat dekat dengannya. Saya hanya tidak ingin pahlawan besar seperti Lord Rowan dirayu oleh perempuan berstatus rendah."

Bisikan langsung memenuhi ruangan.

"Sungguh keterlaluan."

"Dia benar-benar mengatakannya."

"Count sudah terlalu jauh."

"Atau mungkin dia putus asa karena tidak bisa menjadi besan anggota keluarga kerajaan."

Diego belum berhenti. "Apalagi sampai menghabiskan malam bersama bersama perempuan yang baru saja Anda kenal. Itu akan mencoreng nama bangsawan dan memberikan pengaruh buruk."

Kalimat itu membuat beberapa bangsawan mengernyit, jelas ini sudah kelewat batas.

Sementara di atas singgasana. Kaisar dan Caelum justru hampir tertawa bukannya marah. Karena mereka tahu di antara semua pria di Aurelius Rowan mungkin adalah salah satu yang paling mustahil melakukan hal seperti tidur dengan perempuan di luar pernikahan.

Rowan tumbuh di lingkungan yang menjunjung tinggi pernikahan. Ayah dan ibunya saling mencintai. Paman Alaric dan istrinya bahkan lebih parah lagi. Begitu mesra sampai kadang membuat orang lain malu melihatnya, dan Rowan tumbuh di antara mereka.

Tidak heran Rowan memiliki standar yang sangat tinggi. Jika ia tidak serius terhadap seorang wanita. Ia bahkan tidak akan memberi perhatian, apalagi menghabiskan malam bersama. Itu adalah aib untuk Rowan.

Namun Diego tidak mengetahui itu, atau mungkin terlalu marah untuk memikirkannya.

Dan akhirnya kesabaran Rowan benar-benar habis. Pria itu menatap Count dengan wajah datar.

"Jadi, masalah sebenarnya adalah karena Anda tidak suka melihat saya berdiri bersama perempuan yang statusnya lebih rendah dari saya?" Suara Rowan terdengar dingin.

Diego langsung mengangguk. Terlalu cepat.

"Benar sekali. Saya hanya memikirkan nama baik Anda serta kerajaan ini."

Rowan terdiam beberapa detik, lalu mengangguk pelan.

"Begitu, betapa baiknya Anda," sarkas Rowan.

Rowan kemudian menoleh ke arah singgasana, menatap Kaisar yang jelas-jelas menikmati drama ini.

"Yang Mulia?" panggil Rowan.

Kaisar berdeham untuk mengatur ekspresinya. "Ya?"

"Mungkin semua ini terjadi karena Anda tidak memperkenalkan Nona Cecilia dengan benar," ujar Rowan.

Senyum Kaisar semakin lebar. Ia langsung memahami maksud Rowan, dan itu membuatnya semakin terhibur.

Kaisar perlahan berdiri, lalu menghela napas panjang. "Sepertinya benar. Karena aku tidak memperkenalkan tamu kehormatan kekaisaran dengan baik. Orang-orang mulai memandangnya sebelah mata. Kurasa aku memang Kaisar yang buruk."

Seketika seluruh aula panik.

"Tidak, Yang Mulia!"

"Mustahil!"

"Anda tidak salah!"

"Harap jangan berkata demikian!"

Semua bangsawan langsung membungkuk ketakutan.

Kaisar menahan senyum.

Sedangkan Rowan memijat pelipisnya. Ia tahu Pamannya sedang menikmati ini.

Kaisar kemudian berdiri tegak. Tatapannya menyapu seluruh aula.

"Baiklah, kalau begitu. Biarkan aku memperkenalkannya sekali lagi. Cecilia De Landon Donovan. Putri Pertama Kerajaan Donovan. Dan pewaris takhta Kerajaan Donovan," ujar Kaisar dengan suara lantang.

Aula membeku. Seisi aula seakan kehilangan suara setelah mendengar siapa itu gadis yang dipermalukan oleh Count Zarovich.

Keterkejutan meledak.

"Apa?!"

"PUTRI KERAJAAN?!"

"PEWARIS TAKHTA?!"

"Tidak mungkin!"

Wajah Count Diego Zarovich langsung memucat seolah seluruh darah di tubuhnya menghilang. Karena ia baru saja menghina seseorang yang statusnya lebih tinggi dari pada hampir semua orang di ruangan itu.

Bahkan Joanna sampai terhuyung dan justru mengigit bibirnya kesal.

Seorang Putri Kerajaan.

Pewaris Takhta.

Tidak ada status yang lebih tinggi lagi kecuali seorang Ratu atau Permaisuri.

Rowan memandang Count dengan ekspresi puas. Kemudian berkata santai, "Jadi ... ada yang ingin Anda katakan lagi, Count?"

1
Kustri
mbayangin koq ngeri, tubuh dipenuhi mata
othor'a luar biasa
Kustri
roh leluhur...apa kalian gk mau bantu cecil
👻👻👻
Eli Rahma
Lowan menunggu dengan setia..
Wenty Lucia Wardhani
cecilia aku padamu 🥰🥰
Kustri
baca'a ngebut🛴🛴🛴
Kustri
tarik napaaaaaas.... hembuskan hah!
cecil...kau hrs kembali ya janji✌
khalisna
semangat putri cecelia😍
mimief
eh..btw itu putra mahkota nya udah punya anak juga jah Thor?

oh lupa aku yaa🤣🤣🫣
halluuu oi
mimief
ow....ow...ow
wah kisahnya babang lowan ku yaa

salam jumpa lagi Thor
si komentar ga jelas ini
pada kangen kan sama asbun nya aku😁
Kustri
ini kisah mistis yg terjadi di LN
klo di negara kita sdh memaklumi
disni media'a tanah kuburan, tali pocong🤭apa lagi yaa🤔
Kustri
alaaah Jo... ky kau punya kemampuan aja mau melawan Cecil, dikepret jg melayang🤣
Kustri
untung gk mati berdiri🤣🤣🤣
Kustri
hai pa tuan diego! jgn mimpi anakmu akan dilirik rowan🤣... siapkan pijakanmu sblm kau tau siapa cecil
pastilah rowan milih pendamping yg kemampuan'a tak dimiliki gadis lain
Kustri
hai para gadis, klo kalian tahu siapa cecil, kalian bisa kerasukan roh🤭🤣
Archiemorarty: Belum tahu dia siapa Cecilia ya 🤭
total 1 replies
Kustri
hla qu baca thok ikut deg"an
apalg cecil...
kuat kau cecil... 💪
Kustri
opo thoooor... penasaran
🫵lanjuuuut..
Kustri
klo skrg mata batin indra ke 6 x yaa
Archiemorarty: Bener 🤭
total 1 replies
Septi Wijaya
Cecilia jangan sedih... kamu sudah menyelamatkan dunia dr kegelapan...
banyak orang yg akan mengasihimu, atas jasa yg sudah kamu lakukan 😭♥️
Septi Wijaya: pastinya...
walaupun sdh Cuba menahan sedih selama 3th sejak mereka membatu... tp masih bisa liat untuk terakhir kali itu yg paling menyakitkan 😭
total 2 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,,2 part mengandung bawang 🧅🧅🧅 mengsedih /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Othor pun kena bawangnya 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung bawang 🧅🧅🧅 yang jadi batu g jadi manusia lagi
Archiemorarty: Sudah nggak bisa 😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!