NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 TRAUMA YANG MENDALAM

BRUUUKK!!

Ana terjatuh dari closet kamar mandi sekolah saat ia ingin coba keluar dengan naik di atasnya.

*Meringis kesakitan

Ternyata lutut dan sikutnya terluka dan berdarah karena terbentur lantai, walaupun begitu Ana tetap keluar dan mendobrak pintu.

Tak ada yang mendengarnya.

Tak ada yang melihat kecuali, satu..

"Ada orang didalam?" suara wanita tua tukang bersih - bersih sekolah itu.

"Bu Ratna. Ana di dalam, Bu. Tolong buka pintunya." rengek Ana, meminta pertolongan sambil menahan sakit.

"Ya ampun, Non Ana. Sebentar.."

CEKLEK

Pintu terbuka dan terlihat gadis malang itu sudah menunggu lama, ditambah lutut dan sikutnya berdarah.

"Non Ana.. Sikut memar dan lutut berdarah itu kenapa? Apa Non Ana berusaha naik untuk keluda dari kamar mandi?" tanya Bu Ratna dengan khawatir.

Ana hanya mengangguk pelan, "Mari Ibu obati luka - lukanya, yuk mari ikut ibu." Sambil merangkul Ana ke bangku kantin.

"Maaf ya, Ibu gak bawa kamu ke UKS. Tapi ini, ibu udah bawa es untuk kompres memar di sikut dan obat merah serta plester untuk balut luka dilutut mu." sahutnya lagi.

"Ah ngga perlu, Bu. Makasih banyak udah bantu Ana." jawab Ana dengan nada yang hampir tak terdengar.

Ia malu dan sedih sudah keberapa kali, dirinya dibantu oleh Bu Ratna. Mungkin kalau tidak ada beliau, sampai besok dia terjebak dikamar mandi.

"Pasti ulah cewek - cewek centil itu ya? Jujur, Ibu juga tidak suka sama sikap mereka yang sangat arogan dan merendahkan siswa yang lain." geram Bu Ratna mengutarakan isi hatinya.

"Lagipula, mereka selalu mengejek kamu karena apa? Ibu heran." sambil mengobati luka di lutut Ana.

Gadis itu sedikit meringis menahan sakit, "A-apa yang herannya, Bu. Tentu aja karena aku si buruk rupa. Dan ngga pantas untuk bergabung dengan mereka - mereka." tambah Ana sambil tertawa kecil.

"Ya ampun Non Ana. Buruk rupa darimana? Non Ana cantik, baik hati dan ramah. Untuk apa cantik jelita kalau hatinya kotor?"

Mendengar hal itu, Ana sedikit terhibur karena jarang sekali ada orang seperti Bu Ratna yang bilang dia cantik padahal sudah jelas semua orang melihatnya sebagai gadis si buruk rupa.

Bel selesai istirahat pun berbunyi.

Kriiiingggg!!

_______________

DI KELAS

"Ah kenyang banget, eh Jia. Sore ini kamu ada waktu ngga?" tanya Renaldi, cowok yang suka sama Jiarelyn

"Hm.. emangnya kamu punya uang berapa? Mau ngajak jalan? Um..atau mau pergi nonton?" tanya balik Jia dengan tatapan meremehkan.

Renaldi menggaruk kepalanya walaupun tak gatal, "Um,, kalau itu sih..."

"Mending kamu jalan sama aku aja naik motor sport aku. Gimana, Jia?" sambar Gerry yang tiba - tiba sudah ada dimeja Jia.

Melihat pemandangan itu, Ana jadi berkhayalan kehidupan gadis cantik seperti Jia yang dikelilingi cowok tampan.

"Apa aku bisa kayak gitu? Ah, ngga mungkin. Aku kan jelek." tepisnya dalam hati.

Disaat Ana sedang berkhayal, tiba - tiba guru matematika masuk dan memulai ulangan mendadak.

"APA?! Tapi bapak ngga kasih tau kita kalau ada ulangan." rengek beberapa siswa siswi di kelas.

"Sudah sudah, kita mulai sekarang ulangannya. Ingat! Jangan ada yang mencontek, paham?"

"Paham, pak!" jawab mereka serentak.

"Duh. Aku ngga belajar sama sekali, Ibu pasti ngamuk dan terus membandingkan aku." paniknya dalam hati Ana.

Semuanya mengerjakan soal ulangan dengan serius, terkecuali Genk Wink Beauty yang sibuk mencari contekan.

15MENIT KEMUDIAN...

"Bapak kasih waktu 5 menit lagi, setelah itu kumpulkan di meja depan." sahutnya

"Duh, aku masih ada 6 soal lagi. Gimana ini?!" panik Ana dalam hatinya.

"Gila. Susah banget cuy soal ulangannya." salah satu yang sudah mengumpulkan pun langsung kembali ke mejanya dan pasrah dengan nilainya.

"3 menit lagi." sahut Pak guru.

Ana semakin mempercepat pengisian soal - soal yang rumit itu.

"Rumusnya aja, plis. Nanti aku mau deh jalan sama kamu, sore nanti." sahut Jia memelas pada Gerry yang terkenal siswa terpintar.

"Em.. tapi-"

"Boleh dong, boleh ya..." rayunya, sambil mengibaskan rambutnya.

"Yaudah deh, oke. Tapi beneran ya, kita jalan sore ini sepulang sekolah ke taman?" tanya Gerry.

Jia mengangguk dan tersenyum manis padahal dalam hati ogah.

"Apaan cuma jalan ke taman, harusnya shopping ke mall!" gerutunya dalam hati.

Gerry pun memperlihatkan jawabannya lewat secarik kertas, lalu Jia menyalinnya. Ana melihat hal itu langsung mendengus tak adil.

"Karena cantik, dia bisa selicik itu. Huft.."

"Oke kumpulkan sekarang lembar jawaban kalian!" tegas Pak Guru.

Ana pun mengumpulkan lembar jawabannya dan mulai pasrah dengan hasil nilainya. Entah apa yang dia dapatkan tapi yang terpenting bagaimana caranya agar Ibu tidak melihat hasil ulangannya yang jelek.

Tak terasa jam pelajaran pun telah selesai dan waktunya pulang pun tiba.

KRINGGG!!

"Hoaamm akhirnya! Pulang juga, eh Jia kita ke salon yuk. Udah lepek banget nih rambutku." sahut Cassandra.

"Ayo, guys" jawab Jia dengan sangat antusias.

Tiba - tiba Gerry yang ada dibelakang Jia, reflek bangun dan mendekati gadis tersebut.

"Lho, kita kan sore ini mau jalan berdua ke taman. Kamu lupa ya?"

"Eh tunggu tunggu. Siapa yang juga kalo jalan - jalannya cuma ke taman. Lagian aku sibuk, mau ke salon aja."

"Tapi tadi kamu udah janji lho, Jia." jawab Gerry tidak terima.

"Kapan?" tanya Jia dengan datar.

Gerry yang mulai kecewa pun hanya bisa menggelengkan kepala dan berlalu begitu saja.

"Dih. Cowok ngga jelas kamu, Ger. Ayok guys kita ke salon!" sahut Jia dan bergegas pergi bersama ketiga sahabatnya.

"Hem.. kasian Gerry. Apa boleh buat, dia terlalu menyukai Jia tapi Jia tak sedikit pun menanggapi perasaannya." gumamnya

Tapi saat itu juga Gerry yang mendapati sedang melamun di taman sekolah, Ana langsung menghampirinya walaupun ia tau kehadirannya tak akan disambut baik oleh Gerry.

"Ger... Maaf aku ma-" belum sempat Ana melanjutkan bicara, Gerry langsung berdiri dan mendorong tubuh Ana.

"A-ada apa, Ger? Kok kamu dorong aku?" tanya Ana sambil mencoba beranjak berdiri.

Namun siapa sangka ada yang sedang mem-videokannya. Dan semua mata tertuju padanya.

Ini bukan pertunjukan!

Ini bukan bahan tontonan!

Itu yang ada dalam hati Ana.

"Tunggu! Dia itu si buruk rupa kan?" Jia menghentikan langkahnya. Dan mendekati sambil menertawakan Ana yang sedang menunduk.

"Sekarang kamu mau centil ya sama Gerry? Ger, kok kamu mau sih dideketin cewek kayak Ana?" sahutnya sambil tertawa.

"Idih ogah banget! Pergi sekarang juga, Ana! Ngapain kamu masih disitu?!" bentak Gerry.

Disitu hati Ana sangat hancur bak disambar petir.

"S-salah aku apa, Ger?" tanyanya dengan tersedu - sedu.

#Bersambung

1
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!