NovelToon NovelToon
Talak Tiga Di Malam Pertama

Talak Tiga Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Salwa Azzahra, gadis berusia 22 tahun, menikah dengan orang yang sangat dia cintai , dan berharap Salwa bisa keluar dari rumah yang membuathya terluka . namun harapannya hancur seketika di malam pertama pernikahan .

Baru saja akad dilaksanakan, Yogie, suaminya, langsung menjatuhkan talak tiga tepat di malam itu juga, tanpa penjelasan yang masuk akal. Ia mengembalikan Salwa ke rumah orang tuanya seolah gadis itu barang yang tidak berguna. Salwa hancur, merasa harga dirinya diinjak-injak, dan kini harus menanggung malu serta fitnah masyarakat yang menuduhnya bersalah hingga diceraikan secepat itu.

Di balik sikap dingin Yogie, ternyata ada rahasia besar dan alasan tersembunyi yang membuatnya terpaksa melakukan hal menyakitkan itu, meski sebenarnya ia menyimpan rasa peduli. Takdir mempertemukan mereka kembali bertahun-tahun kemudian, saat luka keduanya belum sembuh , apakah Salwa akan kembali pada Yogie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Diiringi tepuk tangan yang gemuruh dan riuh rendah suara kekaguman dari seluruh tamu undangan, Ardiansyah, Bunga, dan Salwa terus melangkah dengan tenang, anggun, dan penuh wibawa menuju panggung utama yang megah di tengah ruangan.

Cahaya sorot lampu mengikuti setiap langkah mereka, membuat ketiga sosok itu tampak bersinar terang bagai tokoh-tokoh agung yang turun ke bumi. Tidak ada satu pun mata yang tidak tertuju pada mereka, tidak ada satu pun mulut yang tidak berbisik memuji kemegahan dan keindahan mereka bertiga.

Namun, di antara lautan orang yang bertepuk tangan gembira itu, ada sekelompok kecil orang yang berdiri kaku, membatu, seolah darah mereka berhenti mengalir di saat itu juga. Keluarga Pratama, Yogie, serta Pak Joko dan Bu Ratna , mantan istri Ardiansyah .

Hanya bisa diam terpaku, mulut mereka ternganga lebar namun tidak ada suara yang keluar. Kaki mereka terasa berat tertanam di lantai, seolah diikat oleh tali tak kasat mata yang sangat kuat. Dunia mereka yang indah dan penuh mimpi indah seketika runtuh berantakan dalam sekejap mata.

Mata Yogie terbelalak lebar, nyaris copot dari tempatnya. Tatapannya tidak lepas sedikit pun dari sosok gadis bergaun putih bersih yang berjalan di sebelah Ardiansyah itu. Jantungnya berpacu sangat kencang, campuran antara rasa kaget luar biasa, rasa tak percaya, rasa kagum yang tiba-tiba bangkit kembali, dan rasa sesak yang menyakitkan di dadanya.

"Salwa... Itu benar-benar Salwa?" batin Yogie berteriak histeris.

Ia tidak bisa mengenali gadis di panggung itu dengan gadis yang dulu ia buang. Dulu, Salwa yang ia kenal adalah gadis yang selalu menundukkan pandangan, wajahnya sering kali pucat dan lesu, penampilannya sederhana bahkan terlihat kumal karena sering kali harus mengerjakan pekerjaan berat, dan selalu terlihat takut-takut saat berada di dekatnya.

Dulu, Yogie merasa Salwa adalah miliknya, gadis yang sangat mencintainya, yang akan selalu menunggunya, dan yang pasti akan kembali padanya kapan pun ia meminta. Bahkan setelah ia menceraikannya, di sudut hatinya Yogie masih berpikir bahwa Salwa hanyalah gadis biasa yang akan susah payah bertahan hidup, dan suatu hari nanti mungkin akan datang merayunya kembali. Yogie masih memendam perasaan bahwa Salwa adalah miliknya, gadis yang dulu sangat ia inginkan dan cintai sebelum rasa itu berubah karena hasutan orang lain.

Tapi gadis di hadapannya ini... bukanlah Salwa yang ia kenal.

Gadis ini cantik luar biasa. Kulitnya putih bersih dan bercahaya, wajahnya memancarkan kecantikan alami yang murni namun tajam. Tubuhnya yang tinggi langsing berjalan tegak dengan kepala yang diangkat tinggi, matanya bersinar cerdas dan berwibawa, tidak ada lagi rasa takut atau keraguan di sana. Gaun sederhana yang ia kenakan justru membuatnya tampak jauh lebih mewah, jauh lebih berkelas, dan jauh lebih mahal dibandingkan segala perhiasan mencolok yang dipakai oleh Sania atau ibunya.

Yogie teringat kembali masa lalu, betapa gigihnya ia dulu mengejar Salwa, betapa ia sangat menginginkan gadis itu menjadi miliknya seutuhnya. Namun, keluarga besarnya mau minta Yogie untuk menceraikan Salwa di malam pertama dan tidak boleh menyentuh Salwa . kalau sampai Yogie menyentuh Salwa maka mereka akan membuat Salwa menderita .

 Yogie hanya mengingat rasa sakit hatinya, dan dengan mudahnya ia membiarkan Sania serta orang tuanya masuk meracuni pikirannya, hingga akhirnya ia memilih Sania wanita yang memberikan segalanya, yang selalu ada, yang penurut sebagai gantinya.

Dan sekarang? Di hadapannya, Salwa berdiri jauh di atasnya. Dan di samping Yogie, Sania berdiri gemetar, wajahnya pucat pasi, matanya berkaca-kaca menahan amarah dan rasa malu yang luar biasa. Sania yang selama ini membanggakan dirinya sebagai pengganti Salwa, yang selalu merasa dirinya lebih cantik, lebih pintar, dan lebih berhak atas segalanya, kini terlihat bagai bayangan buram di samping sosok cemerlang kakak tirinya itu. Perbandingan itu begitu menyakitkan, begitu jelas, dan begitu menghancurkan ego Sania.

Namun, yang paling tersiksa adalah Bu Ratna . Wanita yang dulu melahirkan Salwa, wanita yang dengan mudahnya membuang anak kandungnya sendiri demi ambisi dan harta.

" mas ...mas Ardiansyah." gumam Ratna yang masih didengar oleh pak Joko .

Ratna berdiri diam, kakinya lemas, napasnya tersendat-sendat. Matanya yang sudah mulai keriput itu menatap tajam namun penuh kebingungan ke arah panggung, menatap sosok Ardiansyah Laksana mantan suaminya, laki-laki yang dulu sangat mencintainya, yang dulu sangat miskin namun penuh kasih sayang, yang dulu ia buang dan ia khianati dengan kejam.

Pikirannya berputar kembali ke masa lalu, puluhan tahun silam. Dulu, Ardiansyah hanyalah pemuda sederhana, pekerja keras yang mencintai Ratna sepenuh hati. Namun, karena hasutan dan fitnahan jahat dari Pak Joko pria yang kini menjadi suaminya, pria yang dulu berjanji akan memberikan kemewahan dan kehidupan mewah Ratna memalingkan wajah. Pak Joko memutarbalikkan fakta, membuat Ratna percaya bahwa Ardiansyah adalah laki-laki yang tidak bertanggung jawab dan berniat buruk padanya.

" Ratna , saya sangat mencintaimu . Dari pada kamu menikahi pria miskin ini , hidup kamu akan menderita . Saya janji , kalau kamu mau menjadi istriku . akan saya berikan apa yang kamu mau ." ucap pak Joko saat itu .

Ratna pun menyetujui usul dari pak Joko karena karena dibutakan oleh janji-janji manis dan hasrat akan kehidupan yang lebih baik, Ratih percaya begitu saja. Ia membuang Ardiansyah, meninggalkannya saat laki-laki itu sedang jatuh tersungkur, dan ia juga membuang anak kandungnya sendiri, Salwa, meninggalkannya dalam penderitaan demi menikah dengan Joko yang saat itu dianggap lebih sukses dan mapan.

Dan sekarang... di hadapannya, Ardiansyah berdiri tegak sebagai raja bisnis kota ini. Laki-laki yang dulu ia anggap sampah kini adalah orang paling berkuasa, paling dihormati, dan paling kaya raya. Di sampingnya berdiri Bunga, wanita cantik, anggun, dan setia yang menemani Ardiansyah bangkit dari keterpurukan, wanita yang jauh lebih pantas, jauh lebih mulia, dan jauh lebih berharga daripada dirinya. Dan anak yang dulu ia buang, Salwa... kini berdiri sebagai penerus tunggal kekayaan itu, sebagai wanita paling cemerlang malam ini.

Tatapan Ratna ke arah Ardiansyah begitu sulit diartikan. Ada rasa menyesal yang mendalam, rasa penyesalan yang begitu besar hingga terasa menyakitkan setiap inci tulangnya. Ada rasa iri yang pahit, melihat betapa bahagia dan hebatnya mantan suaminya itu. Ada rasa bersalah yang menyesakkan dada, mengingat semua kejahatan dan kebohongan yang pernah ia perbuat. Dan ada rasa takut yang mencekam, ketakutan akan apa yang akan terjadi selanjutnya, ketakutan akan pembalasan dari laki-laki dan anak yang dulu ia hancurkan hidupnya.

Ardiansyah yang berdiri di tengah panggung perlahan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar seluruh tamu menjadi hening sepenuhnya. Suara tepuk tangan perlahan meredup, digantikan oleh keheningan yang tebal dan penuh harap. Mata Ardiansyah menyapu seluruh ruangan, dan sejenak tatapannya bertemu tepat dengan tatapan Ratna .

bersambung ,,,,

1
Alit Liet
ceritanya bagus tidak berbelit2
Alit Liet
bab 23 nya mana
Jetva
Yogie..kamu sayang tp kamu talak 3...jelas kamu tak bisa lagi kembali padanya...lelaki koq otaknya kecil..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!