NovelToon NovelToon
Return Apocalypse Zombie

Return Apocalypse Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Hari Kiamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alu feed

Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.

dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTIRAHAT DI APARTEMEN EVITA

Budi memandang kasur yang berada di dalam ruangan itu.

Kasur tersebut cukup besar, tetapi hanya nyaman digunakan oleh sekitar empat orang.

Sementara kelompok mereka berjumlah enam orang.

Tiga laki-laki dan tiga perempuan.

Ridho, sebagai kakak laki-laki tertua sekaligus orang yang paling dewasa di antara para pria, berpikir sejenak sebelum mengambil keputusan.

"Kalau begitu, kami yang laki-laki akan tidur di bawah atau di sofa."

"Kalian para perempuan tidur saja di kasur."

Ucapannya terdengar tegas dan tanpa keraguan.

Rian yang masih berdiri di dekat jendela hanya tersenyum tipis.

"Aku setuju saja."

Baginya, tempat tidur bukanlah sesuatu yang perlu diperebutkan.

Setelah menjadi evolver, kebutuhan untuk tidur nyenyak sudah jauh berkurang dibandingkan manusia biasa.

Budi juga mengangguk setuju.

"Aku tidak masalah tidur di bawah."

"Lagian sebelum kiamat, aku sering tidur di luar karena pintu rumah sering dikunci."

Perkataannya langsung membuat suasana menjadi lebih santai.

Bahkan Rahma sampai tertawa kecil.

"Kasihan sekali hidupmu."

"Memang."

Budi mengangkat bahunya tanpa merasa malu sedikit pun.

Indah dan Rahma kemudian saling berpandangan.

Tak lama kemudian, keduanya melirik ke arah Nadia.

Nadia yang menjadi pusat perhatian hanya menghela napas.

"Aku juga tidak keberatan."

Mendengar semua orang sudah sepakat, pembahasan itu pun berakhir.

---

Malam perlahan tiba.

Kegelapan menyelimuti Kota Depok yang telah berubah akibat kiamat.

Dari kejauhan, sesekali terdengar suara raungan monster dan zombie.

Namun dibandingkan beberapa hari sebelumnya, malam ini terasa jauh lebih tenang.

Di dalam ruangan apartemen.

Semua orang mulai memasuki posisi masing-masing.

Tidak ada yang langsung tidur.

Sebaliknya, mereka mulai berlatih teknik pernapasan yang diajarkan oleh Rian.

Energi tipis perlahan berkumpul di sekitar tubuh mereka.

Awalnya tidak terlihat.

Namun setelah beberapa menit berlalu, cahaya redup mulai muncul.

Partikel-partikel energi yang tidak terlihat oleh manusia biasa perlahan memasuki tubuh mereka.

Cahaya samar menyelimuti kulit masing-masing.

Bahkan virus merah yang masih bersembunyi di dalam tubuh mereka mulai terlihat samar.

Seolah sedang ditekan oleh energi yang terus mengalir.

Rahma merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan.

Nadia merasakan pikirannya menjadi lebih jernih.

Budi bahkan merasa kelelahan yang menumpuk selama perjalanan beberapa hari terakhir perlahan menghilang.

Sementara itu, Ridho yang sudah mencapai Tingkat 1 Menengah memperoleh manfaat terbesar.

Energi yang diserapnya jauh lebih banyak dibandingkan yang lain.

Lapisan es tipis mulai muncul di sekitar tubuhnya.

Udara di dekatnya bahkan menjadi sedikit lebih dingin.

---

Di sisi lain ruangan.

Rian duduk bersila di dekat jendela.

Matahari telah lama tenggelam.

Cahaya bulan menjadi satu-satunya penerangan yang masuk dari luar.

Napasnya berjalan dengan ritme yang stabil.

Setiap tarikan dan hembusan napas terasa selaras dengan energi di sekitarnya.

Berbeda dengan anggota kelompok lainnya.

Tubuh Rian menyerap energi jauh lebih cepat.

Aura hitam kehijauan yang samar muncul di sekeliling tubuhnya sebelum perlahan menghilang kembali.

Kekuatannya terus bertambah sedikit demi sedikit.

Meski tidak terlalu cepat.

Namun stabil.

Cincin di tangan kirinya tetap tenang.

Tidak lagi memancarkan panas seperti siang tadi.

Seolah benda itu telah kembali tertidur.

Rian sempat melirik cincin tersebut.

Tetapi setelah beberapa saat, ia kembali memejamkan mata.

Apa pun yang menyebabkan cincin itu bereaksi di siang hari, sekarang sudah tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun.

Karena itu, Rian memilih untuk tidak memikirkannya terlalu dalam.

Masih banyak waktu untuk menyelidikinya nanti.

---

Beberapa jam berlalu.

Suasana apartemen menjadi semakin sunyi.

Satu per satu anggota kelompok mulai menyelesaikan sesi kultivasi mereka.

Namun ada satu orang yang diam-diam membuka mata lebih dulu.

Indah.

Tatapannya langsung bergerak ke arah yang sama seperti biasanya.

Ke arah Rian.

Pemuda itu masih duduk bersila.

Wajahnya terlihat tenang.

Tidak ada sedikit pun kepanikan meskipun dunia telah berubah menjadi neraka.

Hal itulah yang membuat Indah terus memperhatikannya.

Semakin lama mengenal Rian, semakin sulit baginya untuk mengalihkan pandangan.

Di matanya, Rian selalu terlihat berbeda dibandingkan orang lain.

Lebih tenang.

Lebih dewasa.

Dan seolah mengetahui jauh lebih banyak daripada yang seharusnya.

Indah segera memalingkan wajah ketika menyadari dirinya kembali menatap terlalu lama.

Pipinya sedikit memanas.

Untung saja tidak ada yang memperhatikan.

Atau setidaknya begitu yang ia pikirkan.

Karena di sisi lain kasur, Nadia yang belum sepenuhnya tertidur diam-diam melihat semuanya.

Nadia hanya menggelengkan kepala pelan.

Lalu menutup matanya kembali.

Malam itu pun berlalu dengan damai.

Tanpa serangan zombie.

Tanpa monster.

Tanpa bahaya yang mengancam.

Namun tidak seorang pun menyadari bahwa di lantai paling atas Apartemen Evita, sebuah retakan kecil berwarna hitam mulai muncul di salah satu ruangan kosong.

Retakan itu sangat kecil.

Hampir mustahil terlihat.

Tetapi dari balik kegelapan di dalamnya...

Sepasang mata merah perlahan terbuka.

1
Yofu
pendek banget babnya
Alu feed: tapi bagusan di panjangin apa nggak kak , kasih aku saran 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!