NovelToon NovelToon
"The Chaebol'S Display Wife"

"The Chaebol'S Display Wife"

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: nia nuraeni

​Cerita ini berpusat pada seorang wanita yang terjebak dalam pernikahan kontrak atau "pernikahan pajangan" dengan pewaris takhta perusahaan besar (Chaebol). Peran utamanya adalah menjadi pendamping sempurna di acara publik, namun di balik layar, hubungan mereka mungkin dingin atau penuh benci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Rahasia di Balik Peti Kayu Mahoni

​Udara musim dingin di Amerika terasa menusuk hingga ke tulang, namun suhu dingin itu tak sebanding dengan kekakuan yang menyelimuti keluarga Jacob saat mereka melangkah masuk ke dalam rumah duka eksklusif di pinggiran kota. Ruangan itu luas, hening, dan hanya berhiaskan bunga lili putih yang aromanya terasa mencekik.

​Di tengah ruangan, sebuah peti mati dari kayu mahoni gelap berdiri dengan megah, namun tertutup rapat. Pak Hans berdiri di sampingnya dengan wajah yang tampak sepuluh tahun lebih tua, matanya merah dan sembab.

​Olivia Jacob langsung berlari menuju peti itu, tangannya gemetar hebat saat mencoba meraih tutup peti. "Davit! Buka! Aku ingin melihat suamiku!" teriaknya histeris.

​Namun, Pak Hans dengan sigap menghalangi langkah Olivia. Ia menunduk dalam, menunjukkan rasa hormat sekaligus ketegasan yang aneh. "Maafkan saya, Nyonya. Jenazah Pak Davit sudah dalam peti yang disegel. Tidak ada yang bisa melihatnya dengan jelas."

​"Kenapa?! Dia suamiku! Aku berhak melihat wajahnya untuk terakhir kali!" bentak Olivia, air matanya merusak riasan mahalnya yang kini berantakan.

​Pak Hans menarik napas panjang, suaranya bergetar saat memberikan penjelasan. "Maafkan saya, Nyonya... kondisi jenazah Pak Davit benar-benar hancur akibat benturan keras dan ledakan tangki bahan bakar. Dokter menyarankan agar peti tetap tertutup demi menghargai martabat almarhum."

​Mendengar kata "hancur", teriakan Olivia menggelegar memenuhi ruangan. Ia jatuh tersungkur di atas lantai marmer yang dingin, meratapi nasib suaminya dengan suara yang menyayat hati. Devan dan Karlo segera memegangi ibu mereka, meskipun wajah mereka sendiri tampak pucat pasi dan penuh duka yang mendalam.

​"Besok pagi-pagi sekali, jenazah akan diterbangkan kembali ke negara asal untuk pemakaman secara kenegaraan dan adat keluarga," lanjut Pak Hans tanpa emosi, matanya lurus menatap lantai.

​Di tengah kekacauan dan isak tangis yang memenuhi ruangan, Vanya berdiri paling belakang. Ia merasa ada yang tidak beres. Pak Davit adalah orang yang sangat teliti, dan kecelakaan sesadis itu di Amerika—setelah pertemuan rahasia mereka di atas tebing—terasa terlalu "tepat waktu".

​Saat kerumunan keluarga dan petugas medis fokus menenangkan Olivia yang hampir pingsan, Pak Hans berjalan melewati Vanya untuk mengambil air minum. Gerakannya sangat cepat dan terlatih. Saat bahu mereka bersinggungan, Vanya merasakan sebuah kertas kecil diselipkan ke dalam telapak tangannya.

​Vanya tidak bereaksi. Ia tetap memasang wajah tenang meskipun jantungnya berdegup kencang. Ia meremas kertas itu di dalam saku mantelnya.

​"Aku ke toilet sebentar, Devan," bisik Vanya pada suaminya yang sedang bersandar di pilar dengan tatapan kosong.

​Devan hanya melirik sekilas, matanya merah. "Cepat. Jangan lama-lama. Kita harus segera kembali ke hotel untuk mengurus kepulangan besok," ucap Devan dengan nada bicara yang lelah.

​Vanya melangkah cepat menuju toilet di ujung lorong. Setelah memastikan tidak ada orang lain di dalam, ia mengunci pintu bilik dan mengeluarkan kertas kecil yang tadi diberikan Pak Hans. Kertas itu tampak seperti robekan kaleng atau kertas kusam yang tidak menarik perhatian.

​Di sana, tertulis pesan singkat dengan tulisan tangan yang sangat rapi namun terburu-buru:

​"Hubungi nomor ini. Bakar setelah Anda baca."

​Di bawah pesan itu tertera sebuah nomor telepon internasional dengan kode area yang asing.

​Vanya menahan napas. Tangannya gemetar. Apakah kecelakaan ini disengaja? Apakah Pak Davit sudah menduga hal ini akan terjadi? Ia segera mengambil pemantik api kecil yang selalu ia bawa di dalam tasnya—sisa kebiasaannya saat menguji keaslian batu mulia dengan panas.

​Ia membakar kertas itu di atas wastafel. Api kecil itu menjilat kertas hingga menjadi abu hitam dalam hitungan detik. Vanya menyiram abu tersebut ke dalam saluran pembuangan, memastikan tidak ada bukti yang tertinggal.

​Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Wajah "istri pajangan" yang selama ini ia pakai kini mulai luntur. Ada tanggung jawab besar yang diletakkan di pundaknya oleh pria yang kini berada di dalam peti mati itu.

​Vanya keluar dari toilet dengan ekspresi yang kembali terkendali. Saat ia berjalan kembali ke aula, ia melihat Pak Hans menatapnya dari kejauhan—sebuah tatapan yang penuh rahasia dan harapan.

​Di sisi lain ruangan, ia melihat Olivia yang kini sudah tenang di pelukan Karlo, sementara Rose tampak sibuk menelepon seseorang dengan suara berbisik, kemungkinan besar sedang mengabari keluarganya tentang "peluang" besar yang terbuka setelah kematian Davit.

​Vanya tahu, mulai saat ini, hidupnya di kediaman Jacob bukan lagi soal bertahan hidup, tapi soal menjalankan misi terakhir dari sang penguasa yang kini telah tiada. Ia harus mencari nomor telepon baru itu secepat mungkin sebelum mereka mendarat di tanah air, karena di sana, harimau-harimau Jacob sudah siap untuk saling memangsa demi takhta yang kosong

1
Dian Fitriana
update
Mudahlia Fitha
kok merinding ya
Mudahlia Fitha
😭😭😭🤧🤧kok sedih papa kyak menyimpan luka
Mudahlia Fitha
jgn mau ...biar aja mereka bangkrut
Mudahlia Fitha
hih kok pngen nonjok keluarga GK tau malu itu
Mudahlia Fitha
mantap saat nya bangkit van .kau bukan sampah ..
Mudahlia Fitha
kya harta namun miskin kebahagiaan buat apa coba
Mudahlia Fitha
kok Mlah AQ yg greget ah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!