NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: JEBAKAN DI KANTOR PUSAT

​"Kamu pikir dengan memblokir akses keuanganku, kamu bisa menang, Nerina? Aku masih memiliki pengaruh di dewan direksi. Satu perintah dariku, dan posisi 'Direktur Operasional' gadunganmu itu akan lenyap!"

​Suara Andrew Fred Fidelis menggelegar di dalam ruang kerja pribadi Nerina di lantai paling atas gedung Lynn Tower. Andrew berdiri di depan meja mahoni besar, napasnya memburu, sementara jas mahalnya tampak kusut—sebuah pemandangan langka bagi pria yang biasanya sangat peduli pada citra dirinya.

​Nerina tetap duduk tenang di kursi kebesarannya. Ia bahkan tidak mendongak, jemarinya sibuk membolak-balik lembaran dokumen audit yang baru saja diserahkan oleh tim keuangan. Di sampingnya, Ergino berdiri dengan tangan di belakang punggung, wajahnya datar namun matanya mengikuti setiap pergerakan Andrew dengan intensitas seekor predator.

​"Pengaruh, Andrew?" Nerina akhirnya bersuara. Ia meletakkan pena emasnya dan menatap Andrew dengan pandangan kosong. "Maksudmu pengaruh dari keluarga Fidelis yang pagi ini baru saja merilis pernyataan resmi bahwa mereka memutuskan segala hubungan bisnis denganmu secara pribadi?"

​Andrew tersentak, wajahnya memucat. "Apa katamu?"

​"Ayahmu bukan orang bodoh, Andrew," lanjut Nerina sembari menyandarkan punggungnya. "Setelah rekaman semalam viral, dia tahu bahwa mempertahankanmu hanya akan menyeret seluruh kapal Fidelis Group ke dasar laut. Dia sudah memilih pewaris baru. Sepupumu, kalau aku tidak salah dengar?"

​"Itu mustahil! Ayah tidak akan..." Andrew tergagap, tangannya gemetar saat ia meraba ponsel di sakunya.

​"Gino, berikan dia tabletnya," perintah Nerina singkat.

​Ergino melangkah maju dengan gerakan yang sangat efisien. Ia menyerahkan sebuah tablet yang menampilkan berita utama portal bisnis nasional. Andrew membacanya, dan sedetik kemudian, ponsel di tangannya jatuh ke atas karpet tebal dengan suara tumpul.

​"Sekarang," Nerina bangkit dari kursinya, berjalan mengitari meja hingga ia berdiri tepat di hadapan Andrew. "Akses keuangan yang kamu keluhkan itu sebenarnya bukan milikmu sejak awal. Itu adalah dana operasional Lynn yang kamu 'pinjam' secara ilegal melalui tanda tangan palsu Elysia. Aku hanya mengembalikannya ke tempat yang seharusnya."

​"Nerina, kumohon..." Suara Andrew tiba-tiba berubah, dari kemarahan menjadi rintihan putus asa. Ia mencoba meraih tangan Nerina, namun Ergino dengan cepat menggeser posisinya, berdiri di antara mereka seperti tembok baja.

​"Tuan Fidelis," suara Ergino rendah namun sangat mengintimidasi. "Saya sudah katakan semalam, jangan pernah mencoba menyentuh Nona Nerina lagi."

​Andrew menatap Ergino dengan kebencian yang mendalam. "Kamu... pelayan sialan! Sejak kapan kamu punya hak untuk bicara di sini? Nerina, kenapa kamu membiarkan pria ini ikut campur dalam urusan kita?!"

​"Gino bukan sekadar pelayan, Andrew. Dia adalah satu-satunya orang di gedung ini yang kejujurannya bisa kupercayai," sahut Nerina. Ia menatap Andrew dengan pandangan jijik. "Dan urusan 'kita' sudah selesai semalam di atas podium itu. Sekarang, yang ada hanyalah urusan antara aku sebagai pelaksana tugas Direktur Lynn, dan kamu sebagai tersangka penggelapan dana."

​Andrew tertawa liar, tawanya terdengar pecah. "Penggelapan dana? Kamu tidak punya bukti! Elysia akan membelaku! Dia putri kandung Lynn!"

​"Putri kandung yang sedang dikurung di kamarnya sendiri karena Ayah mulai meragukan kewarasannya?" Nerina menggelengkan kepala. "Elysia sudah sibuk mencoba menyelamatkan lehernya sendiri, Andrew. Dia tidak akan peduli padamu."

​Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka kasar. Nero Savero Lynn masuk dengan wajah yang dipenuhi kekhawatiran.

​"Nerina! Apa yang kamu lakukan?" Nero menatap Andrew, lalu menatap adiknya. "Dewan direksi sedang rapat di bawah. Mereka mendengar kabar bahwa kamu melaporkan Andrew ke pihak berwajib atas tuduhan korupsi. Kamu tahu apa dampaknya pada saham kita?!"

​"Dampaknya adalah kepercayaan pasar akan kembali, Kak Nero," jawab Nerina tenang. "Pasar menyukai pemimpin yang tegas membuang parasit. Jika kita membiarkan Andrew, kitalah yang akan terseret saat otoritas pajak melakukan investigasi bulan depan."

​Nero mendekati Nerina, suaranya merendah namun penuh tekanan. "Ini soal keluarga, Nerina! Meskipun dia bukan tunanganmu lagi, dia masih memiliki koneksi yang kita butuhkan."

​"Koneksi yang sudah membuangnya?" Nerina menunjuk Andrew yang kini tampak hancur. "Dia tidak punya apa-apa lagi, Kak. Dia hanya beban."

​Andrew, yang merasa semakin terpojok, tiba-tiba menerjang ke arah meja kerja Nerina, mencoba meraih sebuah map merah yang ia yakini berisi dokumen audit asli. "Jika aku jatuh, aku akan membawa rahasia keluarga Lynn bersamaku! Aku tahu semua permainan kotor ayahmu!"

​Namun, sebelum jemari Andrew menyentuh map itu, Ergino melakukan gerakan yang sangat cepat. Dengan satu tangan, ia mencengkeram pergelangan tangan Andrew dan memelintirnya ke belakang hingga Andrew mengerang kesakitan dan berlutut di lantai.

​"Gino! Apa yang kamu lakukan?!" teriak Nero, panik melihat kekerasan terjadi di depan matanya.

​Ergino tidak melepaskan cengkeramannya. Ia menatap Nero dengan tatapan yang sangat dingin, hingga Nero tanpa sadar mundur selangkah. "Saya hanya mengamankan dokumen rahasia perusahaan dari upaya pencurian, Tuan Nero."

​"Lepaskan dia, Gino," perintah Nerina, meskipun ia merasa sangat puas melihat Andrew berlutut di kakinya.

​Ergino melepaskan Andrew dengan sekali sentakan kasar. Andrew tersungkur, memegangi lengannya yang terasa seolah baru saja dipatahkan.

​"Keluar dari kantorku, Andrew," ujar Nerina sambil kembali duduk di kursinya. "Atau aku akan membiarkan tim keamanan menyeretmu keluar di depan semua karyawan agar mereka tahu siapa pengkhianat yang sebenarnya."

​Andrew berdiri dengan susah payah, menatap Nerina dan Ergino bergantian dengan mata yang penuh dendam. "Kalian berdua... kalian akan membayar ini. Terutama kamu, Pelayan. Aku akan mencari tahu siapa kamu sebenarnya dan aku akan memastikan kamu membusuk di penjara!"

​Andrew melangkah keluar dengan tertatih, diikuti oleh Nero yang masih mencoba memanggilnya.

​Suasana ruangan kembali sunyi. Nerina menghela napas panjang, menutup matanya sejenak. Ia merasakan sebuah kehadiran mendekat. Ergino berdiri di samping kursinya, meletakkan secangkir teh hangat yang entah sejak kapan sudah ia siapkan.

​"Anda melakukannya dengan sangat baik, Nona," gumam Ergino.

​"Aku merasa seperti orang jahat, Gino," bisik Nerina. "Di kehidupan... maksudku, biasanya aku selalu mencoba memaafkan. Tapi melihat Andrew berlutut seperti itu, aku merasa tidak ada rasa kasihan sedikit pun di hatiku."

​Ergino membungkuk sedikit, mensejajarkan wajahnya dengan Nerina. "Kebaikan tanpa batas pada orang yang jahat hanyalah bentuk bunuh diri perlahan, Nerina. Anda tidak menjadi jahat. Anda hanya menjadi adil."

​Nerina menoleh, menatap mata pria itu. "Tadi Andrew mengancam akan mencari tahu siapa kamu. Kamu tidak takut?"

​Ergino tersenyum tipis—sebuah senyum yang mengandung otoritas yang sangat besar, sangat jauh dari citra seorang pelayan. "Biarkan dia mencari. Semakin dalam dia menggali, semakin besar lubang kubur yang dia siapkan untuk dirinya sendiri."

​Nerina mengerutkan kening. "Kadang aku merasa kamu sengaja membiarkan mereka mencurigaimu. Kenapa?"

​"Karena saat mereka fokus pada saya, mereka tidak akan melihat langkah skakmat yang sedang Anda siapkan untuk mereka," jawab Ergino misterius. Ia merapikan beberapa berkas di meja Nerina dengan presisi yang sempurna. "Sekarang, istirahatlah sebentar. Malam ini, Tuan Elyas akan mengadakan rapat darurat keluarga. Dan saya yakin, Elysia sudah menyiapkan drama baru untuk merebut kembali hatinya."

​Nerina mengangguk. "Aku tahu. Dia akan menggunakan 'sakit' atau 'depresi' sebagai senjatanya."

​"Maka kita akan memberinya obat yang tepat," sahut Ergino.

​Nerina menatap punggung Ergino yang berjalan menuju pintu untuk berjaga. Di dalam hatinya, ia mulai bertanya-tanya. Jika Andrew yang memiliki seluruh koneksi keluarga Fidelis saja bisa dihancurkan dengan begitu mudah oleh informasi yang diberikan Ergino... siapa sebenarnya pria yang sedang berdiri di ambang pintu itu?

​Baginya, Ergino bukan lagi sekadar pelayan. Dia adalah teka-teki yang paling ingin ia pecahkan, jauh lebih menarik daripada dendamnya pada keluarga Lynn.

1
Aditya Rian
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!