NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Menjadi Mahram

Ketika Takdir Menjadi Mahram

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Pernikahan memang idealnya lahir dari persiapan, cinta, dan harapan yang matang. Tapi hidup kadang berjalan di luar rencana bahkan lewat jalan yang tak pernah kita bayangkan sama sekali.
Ketika pernikahan terjadi secara mendadak karena sebuah insiden, rasa bahagia dan sakral itu bercampur dengan kaget, takut, bahkan kebingungan.
Apakah pernikahan dadakan bisa membawa kebahagiaan??


Apakah pernikahan tanpa cinta dan saling mengenal lakan berjalan mudah?

yuk ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AA 2

Hari ini suasana pondok terasa sedikit dingin, hujan baru saja berhenti saat mentari baru saja keluar dari persembunyiannya.

Angin berhembus membawa sedikit rindu di hati seorang gadis yang kini sedang mematut diri di depan cermin.

Alyana Zahra atau yang sering di panggil Ning Aya. Gadis tujuh belas tahun yang kini duduk di bangku SMA.

Gadis manis yang menjadi primadona sekolah, bahkan menjadi kembang Desa di daerah pondok sang Baba atau Gus Ilham.

Jangan tanya lagi bagaiman ia di pondok pesantren, yang pasti Ning Aya selalu menjadi pusat perhatian seluruh santri, Ustadz dan bahkan beberapa Anak Kyai teman Gus Ilham dan juga Alfath.

Semenjak kedatangannya dua tahun lalu, Ning Aya berhasil membuat beberapa anak pemilik pesantren lain datang untuk mengkhitbahnya namun sampai sekarang belum ada satu pun yang Alfath dan Gus Ilham terima.

Sedikit cerita, Ning Aya pindah ke pondok pesantren milik sak kakek saat dirinya masuk SMA. Ia lebih memilih sekolah di yayasan milik sang Kakek dengan alasan ingin belajar juga di pondok pesantren. Sempat mendapat penolakan dari sang Ayah namun Ning Aya berhasil merayu sang Ayah agar mengizinkannya untuk tinggal bersama sang nenek, Umma Azzura.

Alisya?

Ia selalu menurut apapun yang suaminya, ia tidak ikut bicara. Ia hanya akan menjadi pendengar untuk keduanya.

Hampir setiap minggu Al dan Alisya pulang ke pondok untuk menemui sang anak dan juga Umma Zura dan Abi Ilham.Tentunya sebagai anak satu-satunya Al dan Alisya, Ning Aya tidak akan mudah di lepaskan begitu saja oleh Al.

Al selalu memantau sang anak dari jauh, bahkan Al meminta pada sang Papa (Rizal) untuk menempatkan seseorang dari jauh untuk menjaga sang anakanak.

Bukannya ia tak percaya dengan lingkungan pondok, namun posisinya sebagai salah satu pengusaha sukses membuat anacaman musuh selalu ada dimana pun.

Jam di dinding menunjukan pukul enam pagi,hari ini sekolah libur sehingga Aya bisa mengikuti acara di pondok.Ia sudah siap dengan gamis putih serta kerudung berwarna mocca.Sederhana namun nampak begitu cantik.

Kecantikan nya begitu terpancar, wajahnya begitu mirip dengan Alisya.Bewajah Korea dan juga berkulit putih.Penampilannya selalu sederhana layaknya sang Bunda, Aya pun tidak pernah memakai riasan. Hanya bedak bayi dan telon saja yang ia pakai.

"Sudah siap. " Ucapnya semangat.

Namun saat berbalik, matanya langsung tertuju pada sebuah pigura foto sang Ayah dan Bundanya yang sedang tersenyum manis.

Hatinya berubah mencelos melihatnya. Entah kenapa dari semalam ia begitu merindukan kedua orangtuanya. Sudah dua minggu ia belum bertemu lagi dengan kedua orangtuanya. Minggu lalu Ayah Al dan Bunda Alisya tidak bisa datang karena Ayah Al harus pergi ke luar kota.

"Ko aku kangen banget sama Ayah dan Ibun. " Bisiknya. "Apa aku telpon dulu? " Lanjutnya, kemudian ia meraih HP nya yang terletak di atas kasur.

Ia mengenggam hp nya sebentar kemudian ia menoleh ke arah jam dinding. "Mm.. masih ada waktu, aku telpon dulu deh. Biar lebih tenang. "

Alyana mencari nama kontak Ayahnya,hanya butuh beberapa detik hingga sambungan telpon di ujung sana terangkat.

"Assalamu'alaikum, nak. " Salam Ayah Al di ujung sana.

"Wa'alaikumsalam Ayah. Maaf Aya ganggu Ayah. "

"kamu gak ganggu Ayah ko, ada apa sayang pagi-pagi sudah hubungi Ayah? "

Alyana menggeleng kepala, padahal Ayahnya sama sekali tidak bisa melihatnya. "Gak apa-apa, Aya cuma mau nelpon aja. Ibun mana Yah? " Tanyanya Alyana.

"Ibun lagi di bawah, siapin makan buat Ayah. "

"Oh... " Ucap Alyana singkat.

Beberapa detik suasana mendadak hening.

"Sayang, Are you Ok.? " Tanya Al di ujung sana karena anaknya terdengar berbeda.

"Aya baik-baik aja Yah, Aya cuma kangen sama Ayah dan Ibun. " Ucapnya sendu.

Tidak bisa di pungkiri walaupun di pondok ia tinggal bersama Umi Zura dan Baba Ilham namun terkadang ada rasa rindu pada sang Ayah dan Bunda yang jauh berjarak.

"Tapi Ayah ngerasa kamu sedang tidak baik-baik saja. " Ucap Al.

"InsyaAllah Aya baik, Yah.Do'a kan Aya saja Yah biar Aya bisa cepat khatam hapalan nya." Kata Alya mencoba menenangkan sang Ayah.

"Ya sudah, tapi kamu harus janji sama Ayah. Kalau ada apa-apa segera hubungi Ayah dan Ibun Ok. "

"Siap Kapten!" Ujar Alyana dengan sikap hormatnya.

Tak lama sambungan telpon terputus.

Kini Alyana sedang duduk bersama Umma Zura dan juga Gus Ilham. Nampak dua pasang paruhbaya itu sedang mengobrol ringan.

"Assalamu'alaikum Umi, Baba." Salam Alyana

"Wa'alaikumsalam cucu cantik Umi" Jawab Umi Zura.

"Mba Aya mau makan sama apa?" Tanya Umi Zura.

"Aya mau di samain kaya Baba aja, Mi. "

Umi Zura hanya berdecak,cucu nya ini tak jauh beda dengan Al sang anak. Seleranya sama persis dengan Al dan juga suaminya.

"Kali-kali makan daging sapi atuh Neng, jangan Ayam sama ikan terus." Ucap Umi Zura dengan tangan langsung sigap mengambilkan ayam kecap kedalam piring milik Aya.

"Daging sapi itu alot,Umi.Aya gak terlalu suka." Jawab Alyana yang sama persis dengan jawaban Al jika di minta makan daging sapi.

"Ya, gak atuh Neng. Umi udah presto dagingnya sampe empuk." Ujar Umi Zura kembali.

Gus Ilham sendiri hanya tersenyum melihat perdebatan dua wanita beda usia di depannya ini. Baginya hal seperti ini sudah biasa terjadi, persis seperti dulu saat Al kecil yang selalu berdebat dengan sang Umma.

"Sudah, sekarang kamu makan.Mbak Aya harus pergi ke asrama untuk ikut kelas. " Ujar Gus Ilham.

"Iya, Ba." Ucap Alyana tak berani membantah.

"Hapalan nya sudah sampai juz berapa Nak? " Tanya Gus Ilham.

"Juz 26 Ba.Kayanya masih lama ya Ba, Aya bisa ikut khataman tahfiz?" Tanya Alyana dengan wajah sendu."

Gus Ilham tersenyum kecil. "Tergantung kamu nya.." Jawab Gus Ilham, "Kalau mbak Aya ingin cepat khatam, lebih giat lagi belajarnya biar bisa cepat ikut Imtihan.Dan kalau lulus kamu bisa ikut khataman."

"Aku sedang berusaha Ba."

Gus Ilham mengusap pelan kepala sang cucu penuh sayang. "Tidak perlu terburu-buru, yang penting kamu mau tetap belajar itu sudah cukup."

"Tapi Aya mau jadi hafizah seperti Ayah,Ba."

"InsyaAllah, mbak Aya bisa jadi hafizah seperti Ayahmu." Ucap Umma Zura ikut menimpali.

"Iya,Mi."

"Ya sudah, mbak Aya cepat habiskan makannya.Nanti takut telat."

Alyana hanya mengangguk sambil tersenyum.Walaupun ia tinggal jauh dari sang Orang tua, namun Alyana sama sekali tidak kekurangan kasih sayang. Sang nenek dan kakek begitu menyayanginya. Terkadang sang kakek yang terlihat dingin dan berwibawa namun begitu hangat pada dirinya.

Ada kala sang kakek selalu memanjakannya dan memberikan apapun yang ia inginkan selagi tidak melanggar aturannya.

Alyana bahagia bisa tinggal di pondok pesantren milik keluarganya ini.Rasa begitu nyaman dan hangat.

Selesai sarapan Alyana langsung pamit pada keduanya.Ia langsung berjalan menuju asrama santriwati.

Disana ia sudah di tunggu seorang Ustadzah dan juga teman-temannya.

"Tumben telat Ning? " Tanya salah satu temannya.

"Tadi ngobrol dulu sama Umi dan Baba."

Teman-temannya hanya mengangguk, mereka tau jika Alyana cucu pemilik pondok pesantren yang begitu di sayangi dan sangat dekat dengan kekek dan neneknya itu. Jadi hal itu sudah sering mereka dengar.

Kegiatan hapalan terus berlanjut hingga waktu sudah menunjukan pukul sepuluh pagi.Alyana merasa ingin buang air kecil.Ia langsung meminta izin pada sang Ustadzah untuk ke toilet.

Ia bergegas menuju toilet satriwati yang terletak di ujung kelas, namun saat tiba terlihat antrian di depan toilet. Alyana yang sudah tidak kuat menahan, akhirnya memutuskan untuk pergi ke toilet yang terletak di belakang bangunan Asrama.

Letaknya yang tepat di dekat jalan menuju perkebunan membuat toilet tersebut jarang di pakai para santri, hanya sesekali di pakai oleh para pegawai perkebunan atau orang lewat.

Namun naas, Alyana yang sudah tidak tahan langsung masuk dan lupa mengunci pintu.

Alyana buru-buru membuka rok dan celananya namun saat akan memakainya kembali tiba-tiba seseorang masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.

Alyana yang terkejut hanya diam mematung, tangannya masih memegang rok yang posisinya masih di atas paha nya.Terlihat jelas kaki jenjang Alyan yang begitu putih mulus bak susu membuat orang yang masuk tersebut tertegun.

Namun tak lama Alyana tersadar dan menjerit membuat orang tersebut sadar kemudian buru-buru memalinkan wajahnya.

"KELUAR!!! "

...🌻🌻🌻...

1
A3
makanya jgn macam² sama Alyana 🤭
Puji Hastuti
makin akur aja😍
Tamirah Spd
Arka hanya lelaki biasa yg gak punya prinsip ttg agama . Agama hanya sekedar status keyakinan saja. Dia tidak pernah belajar dan tidak mau belajar tentang Islam yg sebenarnya nya.Lekaki spt gak bisa dijadikan imam dlm pernikahan, kecuali ada yg membimbing nya kejalan yg benar sesuai syariat Islam.
Tamirah Spd
Repot juga Kalau nikah diadakan karena keadaan darurat dan gak bisa dihindari , walau usia wanita nya masih sangat muda , sedangkan Arka laki laki masa kini jauh' dari sikap agamis gak spt orang'nya.sikap Arka yg bebas sdh punya pacar .
Apa yg dilakukan Arka setelah menikah,bahkan dia malu kalau bertemu teman teman nya bahwa dia sdh menikah.Laki kaki model gini buang aja' ditempat sampah gak berharga.
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih🤗😍
total 1 replies
Puji Hastuti
arka melongo, ternyata istrinya sultan🤣
Bunga
suka Thor
semangat
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
lanjut kk
Puji Hastuti
belajarlah kalian,saling memahami dan menerima 💪
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
semangat thor...
SecretChair: MasyaAllah Ta barakallah terimakasih😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
Alhamdulillah arka akhirnya mau menerima pernikahannya.
Puji Hastuti
arka,arka punya istri bidadari,kok pilih wanita wc 🤣
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
jangan bilang Alya liat foto arka dg cewek lain.
Puji Hastuti
🤭🤭🤭🤭🤭
Nurgusnawati Nunung
menarik
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
lanjut..
Nurgusnawati Nunung
lucu juga ya.. hehehe
semoga mereka bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
pacar si arkha pasti selingkuh
Puji Hastuti
kok panggilnya sayang,jangan² pacarnya lagi
Puji Hastuti
Hihihi, gemes² gimana gitu, liat pasutri kecil 🤣
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
Alhamdulillah terima kasih up Nya Thor
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!