sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kansszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2
"hari yang melelahkan" umpat ku sembari membuka pintu kamar kost, meletakkan tas di meja, melepas sepatu dan duduk di kasur. Dia meraih secarik kertas yang ada pada saku celananya. Kertas itu berisi no ponsel milik si Sora. Dan jujur saja, diriku sama sekali tidak memintanya.
aku mengambil ponsel lalu memasukkan nomor ponsel milik Sora dan meng save nomornya. Mungkinkah Sora menunggu pesan darinya? Mungkin saja. aku mencoba mengirim pesan singkat pada Sora
Kenzy : hi Sora, aku kenzy
aku mengedarkan pandangannya ke arah kanan sambil berfikir mau mengatakan apa lagi setelahnya.
Ting...
suara ponsel ku berbunyi. Aku membuka ponselnya, lantas mendapati jawaban langsung dari Sora.
Sora : hi juga, eum maaf jika terlalu lancang soal kejadian tadi.
Kenzy : tak apa, aku memaklumi itu.
Sora : hehee oh iya, lu tinggal di mana?
Kenzy : kost kost-an
Sora : owh...
Hening sejenak selama dua menit. aku kira ini akhir dari percakapan mereka berdua. aku offline dan ganti mencari informasi terkait cyber cube yang konon memiliki tenaga terbesar dalam sejarah.
Ting...
Suara notifikasi dari ponselnya menunjukkan pesan singkat berisi " Ken, ntar malem keluar yok". aku mengangkat alis, keluar? Keluar ke mana? Belum sempat aku menanyakan hal itu, Sora sudah membalasnya "ke cafe Deket sekolah". aku hanya sebatas membacanya dan tak menjawab pesan itu sama sekali
...****************...
"duh cuma di read doang lagi..." umpat Sora. Sora belum membuka ponselnya sejak tadi sore. Dia baru membuka ponselnya saat tiba di cafe.
"mana si kenzy?" ucap Nolan melirik ke sekitar, mencari keberadaan si kenzy.
"gatau dia datang apa enggak, soalnya di read doang tadi pesan gua" jawab Sora.
"yaudah, gausah di harap, ntar kalo dateng ya dateng" ucap Melisa.
"Eh Nolan, ngapain tiba tiba banget ngajak nongkrong" tanya si Novaria Penasaran.
"ini tuh ada hubungannya sama event sekolah bulan depan, kan katanya kemping nih, lah terus, kita kan cuma ber lima"
"dan lu punya gagasan kalo kenzy mau ikut?" tanya Diva heran.
"hi guys"
Mereka berlima sontak menatap asal suara itu. aku tiba. Duduk di sebelah Sora.
"wih kenzy, dateng juga lu, kirain cuek dan gamau dateng" ucap Sora
"gua bingung juga mau ngapain di kost mulu, jadi gua dateng" balas ku tanpa ekspresi.
"Ken, kenalin ini Nolan, Novaria, Melisa, dan Diva"
dengan cepat diriku menghafal semua nama yang Sora sebutkan tadi. Lantas berkenalan, basa basi, dan mulai ke inti.
"kalian sering nongkrong?" tanya ku.
"engga, kita kumpul pas mau membahas hal penting doang" ucap Nolan
"hal penting apa?" tanya ku antusias.
"gini Ken, kan besok kita kemping nih, tapi persyaratannya buat bisa ikut itu masing masing kelompok beranggota enam orang..."
"dan gua jadi pelengkapnya kan?" sambar ku
"nah, bener, jadi mau gak Ken?" tanya Nolan antusias.
"mau" alasan pertama diriku menerima tawaran tersebut adalah si Sora dan yang kedua adalah lingkup pertemanan yang memungkinkan berkembangnya pengetahuan ku.
Mereka berlima larut dalam percakapan masing masing. Aku hanya menatap sekitar, dan siapa sangka, baju salah satu petugas cafe tersebut adalah pakaian khas klan Scarlet.
"klan Scarlet... Tak akan bisa kalian lolos dariku"
Saat yang lain asik berbicara dengan orang lain, aku ijin untuk ke kamar mandi sebentar. Saat pintu kamar mandi tertutup, aku mengeluarkan skill ninja nya untuk masuk ke dalam ventilasi. Pendengaran super tajamnya ia gunakan untuk mengenali daerah tersebut.
"ruang penyimpanan ya? baiklah Scarlet jika itu maumu". aku turun dan langsung menerjang pria tadi dengan keras hingga tak sadarkan diri.
Beberapa menit berlalu...
"a...apa yang terjadi, mengapa tanganku terikat dibelakang?" tanya orang itu.
"baiklah, Scarlet. Apa tujuanmu datang kemari" aku muncul dari balik bayangan.
"k....kenzy? Tapi, bagaimana bisa?"
Buk!!!
"aaaargghhh" orang tersebut menggeram kesakitan setelah akh menendang mukanya.
"akulah yang bertanya saat ini" ujar ku dingin.
"heh, bahkan jika aku mati, aku tak akan mengatakan tujuan kami datang kemari" ucapnya kokoh.
"kami ya... Okelah kalo begitu" aku mendekati orang tersebut.
"selamat malam, Scarlet"
BUK!!! Pukulan yang langsung mengarah ke bagian saraf otak membuat orang tersebut kejang kejang dan akhirnya tak bergerak...
*Keesokan harinya...
bel tanda masuk sekolah berbunyi. Seluruh murid sudah duduk di kursi masing masing
"kalian sudah membawa perlengkapan lengkap?" tanya pak dosen.
"sudah pak" seluruh siswa menjawab girang kecuali diriku yang masih menatap kosong keluar jendela. Sora hanya bisa diam saja tanpa berbuat banyak.
"baiklah kalo begitu, ayo, kita berangkat!!"
Kelas mendadak ramai oleh sorakan sorakan riang seluruh siswa. aku duduk dengan teman teman semalam di bus enam, bus paling ujung belakang.
Suasana di bus sangat ricuh sekali karena seluruh siswa berebut kursi paling depan. aku menunggu di luar bus hingga keadaan sedikit lebih kalem, baru setelahnya diriku menaiki bus tersebut. Pintu ditutup dan bus pun berjalan.
aku tidak duduk di dekat jendela, jadi dia habiskan waktuku untuk membaca buku.
"Ken, kenapa gak baca dari ponsel aja?" Sora bertanya.
"gua nyari yang resmi langsung, bukan dari mulut ke mulut"
Perjalanan berjalan normal hingga sampai tujuan.
"oke anak anak, silahkan bangun tenda kalian, satu kelompok membuat dua tenda. dimulai dari sekarang!!"
"guys, bagi tugas" saran Nolan.
"gua bangun tenda" ucap ku
"kami bertiga cari ranting buat api unggun" ucap Melisa.
"aku yang cari batunya" ucap Sora
"dan aku koordinator nya" ucap Nolan sambil terkekeh.
Mereka pun berpencar mengerjakan tugas nya masing masing. aku tak usah ditanya apakah dia bisa merakit tenda. Tanpa kesulitan dia melakukannya. saat selesai merakit tenda, aku menyempatkan waktu untuk berbicara pada Sora secara berdua.
"makasih ya, lu udah mau temenan ama gua" ucap ku
"Yoi bro"sahut Sora
"gua mau dong, denger cerita lu tentang sejarah kota eruditio" aku memohon
"gini.... cerita bermula saat ada konten kreator yang iseng menjelajahi goa tua yang umurnya konon sudah ribuan tahun lamanya dan gak aman buat dijelajahi. Pada saat malam hari, dia nekat memasuki goa tersebut bermodalkan senter dan kamera. dia beruntung karena saat masuk lebih jauh dia dapat menemukan bahan tambang seperti besi dan emas. namun dia tak menghiraukannya dan melanjutkan perjalanannya menyusuri goa lebih dalam tak ada yang berbahaya, namun tiba tiba saja senternya mengeluarkan cahaya lebih terang dari biasanya dan saat itulah dia melihat sebuah kubus biru dan tiba tiba kontennya berakhir sampai disitu. Dia dilaporkan menghilang saat dua hari tidak kembali. Polisi yang bertugas saat itu melacak ponselnya dan ditemukan ponsel sang konten kreator tersebut namun tidak ada tanda tanda sang pemiliknya. Dan itulah mengapa video nya bisa viral"
"jadi, kubus yang terekam kamera itu adalah cyber cube?" tanya ku memastikan.
"iya, itu adalah cyber cube" balas Sora.
"lu tau cerita ini dari mana?" tanya ku lagi
"dari ayah, soalnya ayahlah salah satu tokoh penting eruditio"
mendengar jawaban Sora membuat ku mempercayai bahwa Sora lah yang berdampak penting bagi misinya walau harus berpura pura berteman dengannya