NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar Bos

Menikahi Adik Ipar Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu

~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.

Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.

BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vanessa Aneth ( Menikah)

“Ibu, aku tidak mau!” tolak Vanessa dengan tegas, jika ia tidak mau ditikahkan dengan Alexander Wijaya. 

“Ibu, Ibu tidak kasihan, kah padaku. Aku ini masih sekolah, dan masih muda masih banyak  laki-laki di luaran sana yang mau menjadi pacarku. Tapi Ibu malah memintaku menikah dengan Om tua itu, oh … tidak Ibu.” 

“Ibu pernikahan yang aku impikan adalah pernikahan mewah bersama pria yang aku cinta. Jika aku mengadakan resepsi pernikahan bersama Om tua itu, apa kata temen-temanku Ibu.” 

“Tutup mulutmu dan berhenti bicara!” Sentak Ane yang sudah hilang kesabaran. “Itu salahmu sendiri, kamu pikir Ibu tidak melihat yang kalian lakukan? Lagi pula pernikahan ini tidak akan ada yang tahu kecuali keluarga saja, kalian bisa mengadakan resepsi setelah lulus nanti.” 

“Ibu, sudah berapa kali aku bilang aku tidak melakukannya.” Pembelaan yang tegas dan sama yang juga dilontarkan Alex ketika pria itu diminta menikahi adik ipar bosnya.

Namun, c1uman itu yang membawa mereka ke akhir yang seperti ini. Essa, membuang nafas berat sambil mengerucutkan bibirnya. Di depan gedung tinggi dengan papan nama Lucian Company, Essa jalan mondar-mandir menunggu kedatangan Alex pria yang akan menjadi suaminya jika itu terjadi.

Essa, sangat marah ketika mendengar dari ibunya jika Alex setuju menikah dengannya. Hingga akhirnya Essa ingin bicara langsung dengannya. 

“Ada apa kamu datang kemari, bocah.” Sontak bola mata Essa terbelalak ketika disebut bocah. 

“Hei, Om kau masih bilang aku bocah, sedangkan bocah ini akan menjadi istri mu dua hari lagi. Seharusnya Om marah dan membatalkannya tapi kenapa malah setuju!” 

“Tidak ada yang bisa aku lakukan.” Alex memutar bola matanya malas. Hembusan nafasnya terdengar lelah seakan berarti jika tidak ada yang bisa Alex lakukan selain menerimanya.

“Justru kita harus lakukan sesuatu. Ayo, kita temui Kak Darren, biar dia yang bicara pada ibuku.” 

“Percuma saja Essa,” tahan Alex, ketika Essa hendak menariknya ke dalam untuk menemui Darren. “Lebih baik kamu pulang karena tidak ada yang akan bisa kita lakukan selain kita menikah.” 

“Hei, kau!” 

Essa menunjuk Alex sangat geram, sedangkan Alex, ia terus memijit pelipisnya yang mulai berdenyut menghadapi bocah itu. Tidak akan bisa Alex bayangkan seperti apa hari-harinya nanti. 

Alex menarik telunjuk Essa, yang hampir menusuk matanya. “Kau ingin mempermalukan dirimu, kau tidak lihat sekelilingmu? Jika seperti ini semua orang akan tahu kita akan menikah.” 

Alex menurunkan tangan Essa, gadis itu memindai sekeliling yang tampak melihat kepadanya. Alex, langsung menarik Essa pergi dari sana.

“Masuk, aku akan mengantarmu pulang.” 

“Tidak! Pokoknya aku tidak mau menikah,” rengeknya seperti bocah SD. Alex mengerutkan keningnya menatap Essa dengan tatapan ngeri. 

“Ya, jika aku bisa lakukan aku juga tidak mau menikah denganmu bocah. Seharusnya aku menikahi wanita yang lebih dewasa,” gumam Alex, yang kembali memijat pelipisnya. 

***

Hari pernikahan sudah tiba, di mana hanya keluarga inti saja yang hadir. Dan pernikahan itu diadakan secara tertutup yang diadakan di kediaman keluarga Lucian. 

Essa terus cemberut, wajahnya sama sekali tidak berseri walau ketika sedang dirias. Gaun putih yang anggun melekat ditubuhnya, rambut yang dicepol menambah kesan dewasa dan elegan, Essa kini terlihat seperti gadis dewasa yang akan melepas masa lajangnya, tetapi dadanya yang datar membuat Essa, terus membenarkan atas gaunnya.

“Ya, ampun Tante apa ini tidak akan melorot,” protesnya pada pihak WO. Seorang wanita yang merias dirinya pun tersenyum. 

“Tidak apa sayang, jika itu melorot di depan suamimu,” bisiknya yang menggoda. Essa nyengir, setelah mendengar kata-kata yang menjijikkan itu. Ia jadi lebih takut ketika harus berduaan dengan Alex nanti.

“Ih, kenapa semua orang berkata jorok pagi ini.” 

“Mungkin sekarang itu jorok bagimu, tapi nanti setelah kau merasakannya, kau akan terlena dan tidak berhenti memikirkannya.” 

“Hei! Berhenti mengatakan hal yang tidak berguna di depanku. Sampai kapanpun aku tidak akan menyerahkan keperawananku selain kepada laki-laki yang aku cinta, jadi cepatlah selesaikan merias wajahku, aku ingin cepat-cepat ini berakhir.” 

Penata rias itu tersenyum dan kembali bicara. “Semua wanita berkata begitu dari awal, tapi tidak setelah malam pertama.” 

“Hei, berisik! Tidak akan ada malam pertama,” protes Essa, si penata rias pun melanjutkan riasannya lagi.

Sementara di kamar lain, Darren dan Maudy berada di kamar Alex, mereka menatap Alex penuh haru—laki-laki itu kini memakai tuxedo hitam yang diberi hiasan bunga di dalam sakunya, tidak lupa dasi kupu-kupu yang menghiasi bagian lehernya.

“Alex, Tante senang akhirnya kamu menikah. Hati Tante sudah tenang sekarang, karena keinginan papa mu akan segera terwujud.” 

“Tante yakin, aku harus menikah dengan Essa?” Alex berharap masih ada waktu untuk membatalkannya. 

“Kenapa Tante tidak yakin. Essa adiknya Sera, keluarganya baik sudah pasti dia juga baik.” 

“Tapi Tante ….”

“Kamu pasti bisa membuatnya lebih dewasa. Biar Essa belajar darimu bagaimana caranya hidup mandiri.” 

Selain untuk membuang rasa trauma Alex di masa lalunya, pernikahan itu juga berharap akan merubah sikap Essa yang manja. Karena Ane ingin Essa menjadi wanita yang mandiri, tidak nakal dan manja. 

Alex dan Essa kini saling berhadapan. Essa, hanya cemberut menatap calon suaminya dengan tatapan membunuh, sedangkan Alex dia bersikap biasa saja. Berusaha tersenyum menyambut para tamu yang datang. 

Janji suci yang telah Alex ucapkan beberapa menit yang lalu berlangsung secara hidmat kini Vanessa Aneth adalah istrinya, walau gadis itu belum menerimanya. 

Selama sesi pemotretan Essa, sama sekali tidak memasang wajah bahagianya. Hingga foto pernikahan mereka terlihat seperti dipaksakan, Essa yang cemberut sambil melirik Alex di sampingnya, sedangkan Alex memasang wajah datar tanpa senyuman. Entahlah, apa itu foto yang bagus untuk dipajang tetapi hanya foto itu yang dibilang sempurna diantara yang lain. 

“Essa, sekarang kamu sudah menjadi istri. Alex adalah suamimu, kamu harus menuruti apa katanya,” pesan Ane yang langsung dibantah oleh Essa.

“Tapi dia bukan orang tuaku yang harus aku turutin.” 

“Essa, tidak boleh begitu. Kamu juga harus melayaninya.” 

“Ibu aku bukan pembantu.” Mata Ane melotot, Essa langsung menaikan bawah bibirnya, “ Ibu bisakah aku tinggal di sini bersama ayah dan ibu. Aku tidak mau pergi dengan pria itu.” Tunjuk Essa pada Alex yang sedang berbicara dengan Darren dan Maudy. 

“Pria itu suamimu kamu harus ikut dengannya.” 

“Ibu, aku masih sekolah.” 

“Memangnya suamimu meminta kamu berhenti sekolah. Dia yang akan mengantarkanmu setiap paginya, dan mulai sekarang kamu tidak bisa lagi bolos.” 

Ya, begitulah Essa yang terlalu nakal. Hingga Ane, tidak sanggup lagi mendidiknya. Ane harap setelah menikah putrinya benar-benar akan berubah. 

“Ane, saatnya mereka pergi,” ujar Maudy kepda Ane agar melepas Essa. Essa terus cemberut dan merengek pada ibunya, Ane hanya bilang “Nanti Ibu dan Ayah akan berkunjung.” 

“Alex, Tante titip Essa padamu, jaga dia untuk Tante.” 

Alex hanya mengangguk, lalu meminta restu kepada Ane dengan cara mencium punggung tangan mertuanya itu. Alex, pun melakukan hal yang sama kepada Joko. Setelah itu masuk ke dalam mobil.

Essa, masih saja merengek ia tidak mau masuk hingga Ane harus memaksanya. Sera dan Darren hanya tersenyum melihat itu.

“Mama, Ati Eca mau pelgi mana?” Lio yang sudah berusia dua tahun kini sudah pasih bicara walau masih kurang jelas. 

“Ate Essa, di bawa sama Om Alex dong.” 

“Tinggal belcama kaya Mama dan Papa?” 

“Hmm …” Sera mengangguk. 

“Belalti pelut Ati Eca bental lagi membecal kaya Mama, ada dede bayi.”

 Lio menunjuk perut Sera, yang kini tengah mengandung lima bulan. Setelah menikah dengan Darren mereka sepakat untuk menunda dulu satu tahun, dan sekarang usia Lio sudah 2 tahun, Sera baru hamil.

Sera dan Darren pun tertawa. 

“Doakan saja semoga cepat nyusul,” ungkap Darren pada putranya. 

Kini mereka semua masuk ke dalam setelah mobil yang dinaiki Essa dan Alex melaju jauh. Mereka sama sekali tidak berbicara, baik Essa ataupun Alex tidak ada yang memulai.

...----------------...

Jangan lupa dukungan Alex dan Essa yang reader. LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAH

1
Khoirun Nisa
lanjutkan kakak ceritanya,
Inez Putri
sudah 3hari gak up, kok cm 1 up nya thour..
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.
Inez Putri
semangat thour
panjul man09
uh , cerita yg sama
panjul man09
jangan tumbuhkan rasa suka alex pada essa, tunggulah sampai essa tamat smu ,beri kesempatan essa kuliah dulu.
panjul man09
jangan terlalu banyak konflik seperti cerita di novel lain , alex harus lebih sabar menghadapi essa ,selalu mengalah , walaupun tidak saling cinta ,alex harus memperlihatkan keromatisannya pada essa
Dini_Ra
Jangan lupa komentar like dan Vote 💪🙏
Dini_Ra
Jangan lupa like dan Vote komentarnya🙏
Dini_Ra
Ayo dong like dan komentarnya 🙏
Dini_Ra
Tinggalkan jejak sedikitlah 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!