Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.
Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DUA DUNIA
Bab 02
Dengan penuh antusias Sam memulai dengan menggendong tas ransel di pundaknya bersiap dengan keberangkatan nya menuju kampung halaman,ia pergi dengan menaiki bus menuju terminal terdekat.
Tak sabar rasa nya ingin segera sampai
ditengah lamunan nya di dalam bis,
tiba-tiba bus berhenti, mendadak terdengar suara keributan orang²di depan jalan,mobil dan angkutan lain nya pun ikut terhenti.
Merasa heran(Ada apa ya,kok bus nya berhenti) Ucap Sam dalam hati
Ia pun penasaran dan akhir nya turun dari dalam bus untuk mengikuti orang² yang berkerumun di depan sana.
Setelah di dekati ternyata di pinggir jalan sana ada seorang pria, dengan wajah pucat berdiri di pinggir jembatan yang ada di samping jalan raya.
Pria itu hendak melakukan aksi bunuh diri,dengan bersiap akan melompat ke bawah Sungai, banyak warga yang mendekat mereka saling berteriak agar pria itu mengurungkan niatnya.
Para pengendara lain pun banyak yang menghentikan laju kendaraan mereka, ada yang hanya menonton,ada pula yang ikut turun tangan untuk membujuk pria itu.
Jalanan yang tadinya lancar pun menjadi terkendala karena aksi pria ini.
Sam yang penasaran akhirnya berjalan menghampiri pria nekat itu sambil berdesakan dengan orang² yang mengerumuni jalanan tersebut, saat Sam melihat pria itu, entah kenapa, hatinya tergerak ingin sekali ia mendekatinya.
Sam terus berjalan sampai ia berhenti tepat lima langkah lagi menuju pria itu,dengan suara lantang nya ia berteriak keras.
" MASSS,,TOLONG TURUN KASIAN PENGENDARA LAIN JADI TERHAMBAT,GARA GARA MAS.. KALO MAU BUNDIR CARI TEMPAT LAIN...!!! "
Sontak semua orang melirik ke arah Sam yang malah membuat kesal orang², bukan nya turut membujuk,ia malah membuat kesal.
Dengan wajah tanpa dosa nya ia malah tersenyum garing, sambil menujuk salam dua jari.
Tidak disangka, pria yang tadi nya hanya terdiam kini ia bersiap untuk terjun ke bawah aliran sungai yang deras. Akan tetapi, Sam lebih dulu meraih tangan pria itu Namun,sang pria sudah terlanjur melompat dan Sam berhasil menahan pria itu agar tidak terjatuh ke bawah.
Sam berusaha menahan rasa sakit di pergelangan tangan nya karena menahan beban tubuh pria itu,tetapi tanpa di sangka pria itu malah semakin memberontak.
" KENAPA LO PEGANGIN GUE,GUE MAU M4T! , LEPASIIN.. "
Teriak pria itu dengan mendongkak kan wajah kearah Sam.
" Kenapa mesti kaya gini Woii ..masih ada cara lain buat nyelesein masalah lo, apa lo gak kasian sama nyokap bokap lo.." Tukas Sam membalas ucapan pria tersebut.
" Lo ga bakaln ngerti,,,tapi makasih lo udah perhatian sama gue,walaupun gue gak tau siapa lo. Tolong kasih tau keluarga gue,gue sayang mereka.."
Dengan sekuat tenaga pria itu berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Sam,pada akhirnya ia berhasil menjatuhkan diri ke dalam sungai tersebut.
Sayang sekali karena arus sungai terlalu kuat,pria itu hanyut dan terseret air hingga menabrak bebatuan.
Orang² yang melihat pun tak tinggal diam,mereka berbondong,bondong menuruni jembatan untuk mengejar pria yang terbawa air itu.
Dan ada sebagian yang mencoba menolong Sam yang masih tergelantung di besi pembatas jembatan jalan tersebut.
Karena sudah tidak kuat menahan pegangan tangan nya,akhirnya Sam pun ikut tercebur ke dalam sungai,orang² yang akan menolong pun belum sempat meraih tangan nya karena Sam sudah terlanjur jatuh.
Ia masuk kedalam air dengan kekuatan arus yang kuat,Sam berusaha untuk berenang dan meraih apa saja yang bisa ia sentuh,tapi karena luapan air terlalu tinggi akhirnya Sam tidak kuat sampai kesadaran pun akhirnya hilang.
Dalam hati sam berkata..
Apa sampai disini saja hidupku..
Orang² yang melihat pun sangat panik ketika melihat kejadian itu di depan mata mereka,di tambah lagi dengan desakan orang orang yang membuat penyelamatan menjadi terhambat.
Tak lama polisi setempat pun tiba di lokasi kejadian,mereka langsung men tertibkan lalu lintas dan membuat kondisi menjadi kembali kondusif.
Semua tim penyelamat pun di kerahkan untuk mencari keberadaan Sam dan pria itu.
.
.
.
Didalam ruangan dingin bercat putih,seorang gadis tengah terbaring lemah dengan selang oksigen yang terpasang di hidung nya.
" Hmm.. silau,banget ..di mana ini.."
Terlihat Sam dengan sedikit luka di pelipisnya akibat terkena goresan bebatuan saat terbawa arus sungai,ia baru tersadar setelah beberapa hari di rawat di Rumah Sakit.
"Kamu sudah sadar, nak? Syukurlah..."
Sang ibu tersenyum haru melihat putri tercintanya telah sadar.
"Kenapa Ibu ada di sini,aku di mana sekarang..ayah,bagaimana dengan ayah Bu.." Racaunya.
" Sudah kamu tidak usah khawatir,Ibu dapat kabar dari kepolisian kalau kamu kena musibah nak,makanya ibu cepat² datang kemari,sudah tiga hari kamu tak sadarkan diri.."
" kamu tenang saja, ayah di kampung sudah baik baik saja,ada Abang dan kakak ipar mu yang menjaga di sana. "
Setelah sadar dengan apa yang telah ia alami,Sam tidak percaya setelah kejadian itu ia masih bisa selamat.
" Alhamdulilah "
Gumamnya sambil meneteskan air mata.
Sang Ibu pun merasa lega melihat putrinya kembali sadar dan masih diberikan keselamatan,ia pun kembali memeluk putri tercintanya itu.
.
.
Di ruangan lain masih di rumah sakit yang sama,seorang pria tengah keritis dengan banyak luka di sekujur tubuh nya,ia mengalami benturan keras di bagian kepala dan tulang lengan yang patah akibat terkena benturan dari bebatuan saat ia terbawa arus sungai kala itu.
Setelah bebetapa saat kemudian,alat pendeteksi jantung pun berbunyi panjang menandakan kalau denyut jantungnya telah berhenti,Alfin pun menghembuskan nafas nya yang terakhir.
Sang Ibu yang terus menunggu dan berharap agar putranya segera terbangun,di buat panik dengan keadaan nya saat ini,ia cepat² memanggil Dokter untuk segera memeriksa keadaan.
Tak lama Dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Alfin,mereka terus berusaha untuk memacu jantung dengan alat agar bisa menyelamatkan nya kembali.
Setelah beberapa saat Dokter pun telah berusaha sekuat tenaga,tetapi takdir berkata lain,Dokter menyatakan bahwa Alfin sudah meninggal dunia.
Ibu Alfin sangat histeris mengetahui kenyataan yang ada,ia begitu terpukul bahwa putra satu²nya telah pergi meninggalkan nya untuk selama lama nya.
Setelah para kerabat berdatangan mereka pun segera menyiapkan prosesi pemakaman dan segera memindahkan jasadnya ke rumah duka.
.
.
.
Saat malam tiba,Sam terbangun dari tidur nya karena tenggorokannya terasa kering ia ingin sekali mengambil minum karena haus.
Di sisinya ia melihat sang ibu tengah tertidur di kursi yang ada di ruangan yang ia tempati saat ini.
Karena tak tega membangun kan ibu nya,Sam mencoba untuk bangun dan bangkit dari ranjang untuk mengambil minum.
Saat Sam meneguk air dari botol yang berada di atas meja sebelah ranjangnya,ia tersentak sejenak,seperti ada sesuatu bayangan yang melintas dari luar sana.
Dengan penasaran,Sam berjalan tertatih dan perlahan untuk membuka pintu.
Saat berada di depan ruangan terlihat hanya lorong rumah sakit yang sepi, Mungkin karena tengah malam, semua pasien tidak ada yang keluar karena semua masih tertidur lelap.
Hanya beberapa petugas medis yang masih terjaga,serta pak satpam yang berjaga dari luar.
Sam berjalan ke arah taman yang ada di pinggir lorong rumah sakit,terlihat disana ada seseorang yang mengenakan pakaian pasien serupa dengannya,ia tengah duduk sendiri di bangku taman tepat di bawah lampu yang temaram.
Karena penasaran,Sam akhirnya menghampiri seorang pria tersebut.
" Halo,mas,, gak bisa tidur juga yah .." Tegur Sam,memberanikan diri untuk menyapa pria tersebut.
" Iya," jawab nya datar sambil melirik ke arah Sam.
Dengan sangat terkejut sam pun sampai menutup mulutnya saking syok nya ia melihat sosok di depan nya ini.
Ternyata,dia pria yang terjatuh ke sungai waktu itu..
" Loh,,kok kamu.." Sela Sam.
Dengan terheran ia,langsung mendekat dan duduk di samping pria itu.
" Kamu gak papa,kamu di rawat di sini juga,,?" Tanya Sam,memberondong pertanyaan pada pria tersebut.
Pria itu hanya tersenyum kecil dan berkata " Benar ini aku,aku gak papa, Kebetulan kamu juga di sini.? " balas pria itu.
" Iya,tiba tiba aku sudah di sini."
Jawab Sam,sambil tersenyum.
Namun sejenak Sam terdiam karena suasana mendadak sunyi,dan mencekam membuat bulu kuduk nya berdiri.
Perlahan ia memperhatikan pria di samping nya dengan ini dengan seksama,merasa heran kenapa ia terlihat baik baik saja dan tidak terdapat luka sedikit pun padahal ia melihat saat pria itu terjatuh dan terseret arus sungai yang deras.
" Oh,iya sampe lupa,kita belum kenalan.. Namaku Samanta,panggil saja aku Sam." Ucap sam memecah keheningan.
" Aku,Alfin. " jawab nya singkat
Karena merasa penasaran,akhirnya Sam bertanya tentang kondisi saat ini.
" Oh iya Fin,aku penasaran kok kamu tidak kenapa napa,padahal waktu itu aku lihat sendiri kalau kamu itu jatuh terbawa arus tapi badan kamu masih mulus saja,wajah kamu juga tidak ada lecet sedikit pun." Tanya Sam penasaran
" Gak kaya aku nih,bahu aku,pipi aku lumayan sakit terkena goresan." Imbuhnya menambahkan.
Alfin tersenyum menanggapi ocehan Sam,ia pun berkata. " Aku memang terbawa arus saat itu,karena air menarik ku sangat kencang hingga aku tenggelam dan tidak sadarkan diri. Sudah hanya itu saja,selebih nya aku tidak tahu. Tapi bersyukur aku tidak terluka."
jawab Alfin tanpa menoleh kepada Sam, ia hanya bercerita dengan pandangan lurus yang kosong.
" Oh,gitu yah,, syukur banget kita masih di kasih selamat sama Tuhan"
" Fin,jadikan ini pelajaran ya,jangan pernah kamu ulangi lagi. Maaf aku bukan mau menasehati,tapi ini untuk kebaikan kamu." Saran Sam sambil bangun dari duduknya.
" Ya sudah,ini masih tengah malam kamu istirahat yah,aku juga mau balik ke kamar. "
setelah berpamitan, Sam pun meninggalkan Alfin seorang diri dan kembali ke ruangan nya.
Alfin hanya tersenyum menanggapi perkataan Sam barusan,dan hanya memandangi nya sampai ia berlalu pergi.
• Berasmbung. *