NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / CEO / Romansa
Popularitas:43.7k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Julianto

Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.

Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.

“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Julianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keterpaksaan

Alya terduduk di sudut kamar asrama kecilnya sambil meremas kedua tangannya. Wajahnya pucat, matanya sembap. Baru saja ia dipanggil oleh dua pria tua—Rafael dan Alfred Leonhart—keluarga dari pria yang telah menodainya. Mereka berjanji akan bertanggung jawab, padahal Alya sama sekali tidak pernah mengharapkan itu.

“Hei, Alya… kenapa bengong kayak mayat hidup gitu?” tanya Maya, teman sekamarnya.

Alya menghela napas berat. “Maya, kalau kamu dipaksa oleh seorang pria yang bahkan nggak kamu kenal… lalu keluarganya ingin menikahkan kamu dengan dia, kamu bakal apa?”

Maya spontan mengernyit. Pertanyaan itu jelas aneh dan berat.

“Kalau keluarganya orang kaya ya… aku terima aja. Lagian kehormatan wanita itu penting, laki-laki harus tanggung jawab,” jelas Maya tanpa ragu.

“Walau kamu nggak kenal dia sama sekali, tetap mau?” tanya Alya lirih.

“Kalau sudah terlanjur hamil bagaimana?”

Alya sontak terdiam. Maya menatapnya tajam, penuh curiga, lalu ikut duduk dekatnya.

“Itu yang kamu rasain sekarang, kan? Siapa pria itu, Ly?” tanya Maya pelan.

Alya terkejut sampai tubuhnya menegang. Aib itu terlalu berat baginya—dia selalu menjaga kehormatan, tak pernah berniat menyentuh lelaki sembarangan. Maya mengusap punggung Alya lembut, ia sudah mengerti ketika melihat wajah panik dan kebingungan sahabatnya itu.

“Apa dia salah satu tamu VVIP vila Indraloka?” tanya Maya perlahan.

Air mata Alya langsung pecah. Akhirnya ia menceritakan semuanya dari awal. Maya mendengar tanpa memotong, wajahnya berubah iba. Mereka sama-sama bekerja jauh dari keluarga demi mencari nafkah, tetapi nasib buruk bisa menghampiri kapan saja—terutama di tempat kerja yang hanya memandang status dan kekuasaan.

“Kalau dia mau nikahin kamu, mending kamu terima,” ujar Maya.

“Terus aku harus berhenti kerja? Kerja di resort ini impian aku, May. Gajinya besar… aku butuh biayai nenek.”

“Aku yakin suami kamu bisa menafkahi kalian. Kalau dia tinggal di vila VVIP… udah pasti orang super kaya,” ucap Maya mantap.

Alya hanya menggeleng sambil menangis. Ia tidak tahu harus memilih apa. Jika menolak, bagaimana jika ia benar-benar hamil? Kalau sampai itu terjadi, dia tetap tak bisa bekerja lagi di sini.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamar. Maya cepat bangkit dan membukanya. Kepala pelayan berdiri di sana.

“Alya, seseorang ingin bertemu denganmu. Kamu harus ikut saya sekarang.”

“Baik, Pak…” jawab Alya pelan.

Maya menepuk punggung Alya lembut, memberi semangat.

Dengan langkah berat, Alya mengikuti kepala pelayan itu menuju sebuah ruangan tertutup. Bulu kuduknya meremang—jantungnya berdebar tak karuan, saat ini memikirkan kemungkinan terburuk seperti pemecatan nya dari pelayan Resort.

 

Sesampainya di ruangan itu, Alya masuk perlahan dan pintu tertutup di belakangnya. Kepala pelayan meninggalkannya sendirian. Di dalam, ia melihat pria yang telah merenggut kehormatannya secara brutal—Leonhart Varellion. Pria itu hanya melirik sekilas tanpa rasa bersalah sedikit pun, lalu memalingkan wajah seolah semua itu bukan apa-apa.

“Namamu Alya Renatha?” tanya Leon tanpa emosi.

“Iya, Tuan…” jawab Alya gugup.

“Jangan panggil aku ‘Tuan’. Aku belum setua itu,” bentak Leon sinis.

“M–maaf…”

Leon mengangkat dagunya, menatapnya dengan pandangan merendahkan. “Beginikah sifat orang miskin yang memanfaatkan keadaan? Kamu bisa saja kabur, tapi malah menikmati permainan itu.”

Alya terbelalak. “Apa maksudmu?” tanyanya lirih namun terdengar tidak terima.

Leon berdiri dan melangkah mendekatinya, langkahnya berat dan tajam. Alya mundur sampai punggungnya menempel ke dinding.

“Kamu bisa lari saat aku akan menyentuhmu. Tapi kamu malah menyerahkan diri. Semua wanita sama saja—ingin dapat pria kaya dengan mudah dengan menjual harga diri,” ujar Leon dingin.

Tanpa pikir panjang, Alya menamparnya keras. Tangannya bergetar, tapi ia tidak menyesal. Ucapan pria itu terlalu menyakitkan. Leon menatapnya tajam—baru kali ini ada wanita yang berani melayangkan tangan padanya.

“Ternyata uangmu tidak bisa membeli etika,” ucap Alya gemetar namun tegas.

“Kamu…” Leon mendesis marah.

“Apa? Mau menamparku balik? Tampar saja! Itu cuma menunjukkan betapa rendahnya kamu sebagai pria,” balas Alya, menatapnya balik tanpa mundur.

Tiba-tiba pintu terbuka. Leon segera mundur dan duduk kembali, pura-pura tenang. Yang masuk adalah Alfred dan Rafael Leonhart. Alya kembali gugup, apalagi ia sadar apa yang barusan ia lakukan—menampar pewaris keluarga Leonhart.

 

Alya hampir tak percaya barusan ia menampar pria kaya yang telah merusaknya. Saat pintu terbuka, Alfred Leonhart masuk bersama Rafael.

“Alya Renatha?” tanya Alfred.

“Iya, Tuan…”

“Silakan duduk di sebelah Leon.”

Alya dan Leon saling bertatapan sebentar sebelum keduanya cepat-cepat memalingkan wajah. Alya melangkah pelan dan duduk di samping Leon. Mereka sama-sama membuang muka, sementara Alfred tersenyum kecil melihat tingkah keduanya.

“Kalau dilihat-lihat, wajah kalian agak mirip,” goda Alfred.

“Kakek menyamakan aku dengan seorang pelayan? Level kami sangat berbeda,” sahut Leon dengan nada angkuh.

“Oh Leon, jangan terlalu sombong. Coba lihat calon istrimu—dia cantik, hanya butuh sedikit dipermak,” ucap Alfred santai.

“Sudahlah Ayah, jangan terlalu banyak basa-basi,” potong Rafael, yang sejak awal tidak suka bila putranya disamakan dengan seorang pelayan.

Alfred tertawa kecil. “Baiklah. Alya, Leon… setelah kita pulang dari sini, kalian akan menikah. Walaupun pernikahan ini mendadak, Kakek yakin suatu saat benih-benih cinta akan muncul di antara kalian.”

Pria tua itu melirik Alya lembut. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu cucu dari wanita yang pernah dicintainya di masa muda—dan justru terlibat insiden buruk dengan cucunya sendiri.

“Tapi Tuan… pekerjaan saya bagaimana? Saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya begitu saja,” tanya Alya panik.

“Tenang, Nak. Setelah menikah dengan Leon , hidupmu akan jauh lebih baik. Keluarga kami akan menanggung semuanya, termasuk ekonomi keluargamu,” jawab Alfred.

Leon tiba-tiba bersuara, nada suaranya tidak suka. “Lalu apa untungnya untukku?”

“Cucu bodoh! Perbuatanmu itu bisa merusak nama keluarga kita. Kamu memang harus bertanggung jawab. Kamu pikir ini masalah kecil?” bentak Alfred.

Leon menatap Rafael. Ayahnya hanya mengangguk pelan, meminta putranya mengikuti keputusan sang kakek.

“Kemasi barang-barangmu,” ucap Alfred kepada Alya. “Setelah vila ini kami tinggalkan dan helikopter tiba, kita akan terbang ke Jakarta.”

“Tuan… saya bahkan belum menyetujui pernikahan ini,” ucap Alya memelas.

“Jika kamu hamil bagaimana?” balas Alfred. “Kamu tidak tahu siapa kami. Kalau kami pergi tanpa kabar, kamu tidak akan bisa mencarinya. Ini demi kebaikanmu—setidaknya pria yang menodaimu akan menikahimu.”

Alya terdiam. Tidak ada pilihan lain.

“Baik, Tuan… saya akan berkemas dan berpamitan dengan rekan kerja saya.”

“Kamu punya waktu satu jam,” jawab Alfred.

Alya baru saja melangkah keluar ketika tiba-tiba Leon menarik tangannya kasar dan membawanya ke sebuah ruangan kosong. Ia mendorong Alya ke dinding, tatapannya gelap dan tajam.

“Jangan senang dulu,” desisnya dingin. “Aku menikahimu karena terpaksa. Setelah upacara nanti, kau minum obat pelancar—pastikan kau tidak hamil anakku.”

1
Piyah
lanjur ga pake lama
Lian_06: Ditunggu aja update nya 😉
total 1 replies
Erna Wati
nah gitu dung anak2 KLO kayak gini kn enak. kalian hrus bisa lindungin mama dan adik2 .
Erna Wati
hadeh mulai deh Rafael 🙄 KLO cemburu. bilang dung .
Erna Wati
smga anak2 sadar. apa Farid sama Fared GK sadar ya tidak ada org tua. yg tidak sayang sama anak nya. ingat mama mu yg brjuang mlahirkan bertaruh nyawa membesarkan kmu Fared farid.kasih ibu panjang masa . buat Leon sama Rafael usir iblis arga
Lian_06: Iya bener banget tuh, semoga si Triplets bisa ngertiin orang tuanya 😔
total 1 replies
Piyah
lanjut ga pake lama
Lian_06: ok, tungguin update berikutnya ya😉
total 1 replies
Erna Wati
kasian dela
Lian_06: Iya , dapet masalah mulu😔
total 1 replies
Lian_06
Mana nih yang udah baca sampe bab ini🤭😄
Piyah
dah lah rafel kawinin dela aja biar seru punya bayi lagi saingan sm leon
Lian_06: Iya bener banget, biar makin ramai nanti apartemen Rafael sama Leon🤭😉
total 1 replies
Erna Wati
thor kurg banyak up nya kok up nya sedikit skrg 🙏
Lian_06: sebentar ya lagi banyak hal yang terjadi di dunia author, tapi besok akan double up kok😉
total 1 replies
Piyah
da kawinin aja jngn pura2 rahel, biar punya bayi lg
Lian_06: Tau nih si Rafael pura pura tapi mau😄🤭
total 1 replies
Erna Wati
jgn terlalu membenci Dela. Rafael Ter bucin loh, KRNA cinta sama benci itu beda tipis loh😘
Lian_06: sebenarnya Rafael sudah bucin itu, cuma gengsi nya aja tinggi, bikin gregetan liat nya😄🤭
total 1 replies
Erna Wati
Halah awas bucin tar
Lian_06: Ouh Pastinya sih🤭
total 1 replies
Piyah
kawinin aja si dela biar saingan sm leon punya bayi
Lian_06: Pengen nya begitu, tapi Opa Rafael sih yang menentukan😔
total 1 replies
Erna Wati
kurang up nya thor kok baru 1 aja . udah aku tungguin dari tadi pagi
Lian_06: Sabar ya Kak, ini lagi berusaha update rutin setidaknya setiap hari ada bab baru. 😄
total 1 replies
Erna Wati
sweet Rafael munafik bilang aja suka sama Dela. gpp kok yg pnting Dela baik . biar tau rasa mantan istri mu yg GK tau diri itu😘
Lian_06: bener banget tuh, biar mantan istrinya kebakaran jenggot😡 pasti seru 😉😄
total 1 replies
Erna Wati
cie Rafael sama Dela uhuuy
Lian_06: Ciee , Yang Salting nih😄
total 1 replies
Piyah
lanjut
Piyah
lanjutkan
Lian_06: Siap Kak, Pantengin terus aja kak cerita nya🤭😉
total 1 replies
Erna Wati
smga thor bisa up yg banyak ya
Lian_06: Tenang aja , Author bakal up tiap hari . yang pantengin terus cerita ini ya. dijamin seru banget drama triplet nya😄🤭
total 1 replies
Ita Xiaomi
😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!