NovelToon NovelToon
Janji Yang Kau Ingkari

Janji Yang Kau Ingkari

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: husna_az

Adisti sudah mengabdikan hidupnya pada sang suami. Namun, ternyata semua sia-sia. Kesetiaan yang selalu dia pegang teguh akhirnya dikhianati. Janji yang terucap begitu manis dari bibir Bryan—suaminya, ternyata hanya kepalsuan.

Yang lebih membuatnya terluka, orang-orang yang selama ini dia sayangi justru ikut dalam kebohongan sang suami.

Mampukah Adisti menjalani kehidupan rumah tangganya yang sudah tidak sehat dan penuh kepalsuan?

Ataukah memilih berpisah dan memulai hidupnya yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Tidak menyangka

Adisti pun mencoba menghubungi Arsylla, siapa tahu temannya itu mengetahui tentang kecurangan sang suami, mengingat hubungan Arsylla dan Bryan juga cukup dekat. Mereka juga bekerja di perusahaan yang sama. Tanpa keduanya ketahui sebenarnya dirinya juga salah satu pemilik saham di perusahaan itu. Itu juga karena pemberian kedua orang tuanya.

Namun, mereka tidak tahu karena itu permintaan kedua orang tua Adisti yang melarang putrinya untuk memberitahukan pada orang lain. Hingga mereka pergi pun rahasia itu masih tertutup. Perusahaan itu milik seorang pengusaha bernama Abraham, dia salah satu sahabat dari papanya Adisti.

Hingga panggilan ketiga, sama sekali tidak diangkat. Mungkin temannya itu saat ini sedang sibuk. Saat sudah menyerah dan ingin meletakkan ponselnya di atas meja, ternyata ada panggilan masuk dari Arsylla. Hal itu tentu saja membuat hati Adisti senang, mereka juga jarang komunikasi akhir-akhir ini.

“Halo, assalamualaikum bagaimana kabar kamu?”

“Alhamdulillah aku baik. Kata Bryan kamu masih satu minggu di luar negeri, apa benar? Tumben kamu betah!” tanya Arsylla yang berada di seberang telepon.

“Iya, ini saja pekerjaan sudah aku percepat agar bisa pulang segera.”

“Jangan terlalu diforsir pekerjaannya. Ingat tubuhmu juga perlu istirahat.”

“Iya, kamu jangan khawatir, terima kasih sudah mengkhawatirkanku.”

“Pastilah! Memang siapa lagi yang perhatian padamu jika bukan aku.” Keduanya terkekeh bersama.

Adisti mencoba untuk berpikir, bagaimana caranya agar bisa bertanya pada Arsylla tanpa membuatnya curiga, tetapi setelah dipikirkan ternyata memang tidak ada kata-kata yang pas. Dia pun memberanikan diri untuk bertanya, terlepas apa yang akan dipikirkan temannya nanti.

“Arsy, boleh aku tanya sesuatu sama kamu? Aku harap kamu menjawabnya dengan jujur.”

Mendengar pertanyaan dari Adisti membuat Arsylla terdiam, sepertinya ada sesuatu yang penting. Apa mungkin temannya itu sudah mengetahui sesuatu. Dia mulai tidak tenang, takut jika itu benar adanya.

“Mau tanya apa, nih? Sepertinya sangat serius sekali,” ujar Arsylla yang berusaha untuk terlihat biasa saja. Ini belum saatnya Adisti tahu semuanya.

“Apa kamu pernah melihat Bryan pergi bersama dengan seorang wanita? Ya ... mungkin hanya sekedar makan siang saja atau membicarakan sesuatu teman kerjanya?” tanya Adisty yang mencoba untuk mengendalikan emosinya.

“Jalan bersama dengan seorang wanita? A–apa sih maksud kamu, Adis? Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu maksud. Apa suamimu selingkuh di belakang kamu?”

“Tidak, aku hanya bertanya saja. Kenapa kamu jadi berpikiran ke arah sana?” Yang ditakutkan Adisti benar, ternyata sahabatnya ini sangat peka dengan apa yang ada dalam kepalanya. Dia memukul mulutnya sendiri, semua orang juga pasti akan curiga ke arah sana saat dia bertanya demikian.

“Ya, habisnya kamu bertanya seperti itu, pikiranku jadi ke mana-mana. Kamu sebagai seorang istri juga harus percaya kata suamimu, jangan meragukannya. Kalau kamu sendiri yang diragukan oleh Bryan, apa kamu tidak sakit hati? Bukan maksudku untuk membela Bryan, hanya saja kalian berdua itu sama-sama sahabatku jadi, aku tidak membela salah satu dari kalian.”

“Iya, aku percaya sama kamu. Maafkan aku.”

“Kenapa kamu malah meminta maaf padaku? Seharusnya kamu minta maaf pada Brian karena dia yang sudah kamu curigai.”

“Iya, nanti aku akan minta maaf padanya,” sahut Adisti yang tidak ingin berdebat dengan temannya. “Bagaimana pekerjaanmu? Apa masih banyak? Maaf aku sudah mengganggu,” ujar Adisti yang sengaja ingin mengalihkan pembicaraan.

"Tidak juga, ini ada beberapa pekerjaan, sebentar juga selesai. Nanti kalau kamu pulang kita makan bersama-sama, ya! Sudah lama kan kita nggak pergi bareng, aku kangen sama kamu, nanti kamu kabar-kabar saja."

"Iya, kamu tenang saja. Aku akan ikut apa yang kamu inginkan. Sudah dulu, aku mau lanjut kerja. Aku harus cepat selesaikan agar bisa pulang cepat."

"Iya, hati-hati."

"Kamu juga hati-hati."

"Jangan lupa kabari saat kamu sudah pulang, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Adisti mengusap wajahnya pelan, sepertinya dia harus pergi ke perusahaan, wanita itu akan melihat apa yang dilakukan sang suami ketika pulang kerja. Adisti juga penasaran untuk melihatnya secara langsung kegiatan sang suami, semoga ketakutannya tidak menjadi kenyataan, itu akan sangat mengerikan baginya. Wanita itu mulai bersiap untuk pergi, dia akan pergi ke tempat penyewaan mobil lebih dulu.

Adisti harus memiliki kendaraan untuk bisa pergi ke mana pun yang dia inginkan. Satu minggu rasanya pasti cukup untuk membayar jasa menyewa mobil. Ini memang pertama kali baginya menyewa mobil, padahal mobil miliknya juga ada, tetapi karena tidak ingin sang suami tahu lebih baik cari aman. Mengeluarkan uang sedikit tidak masalah baginya.

Seperti keinginannya tadi, saat ini wanita itu sudah ada di depan perusahaan tempat sang suami dan juga sahabatnya bekerja. Sebentar lagi jam pulang kantor. Dia masih duduk di dalam mobil di tempat parkir para karyawan. Jarak dua mobil dari mobilnya adalah mobil sang suami, itu memudahkannya untuk mengetahui Bryan saat pergi. Adisti memang sengaja parkir di sana.

Satu jam setelah menunggu, akhirnya Bryan pun keluar. Adisti dapat melihat pria itu berjalan diikuti Arsylla di belakangnya, keduanya tampak sedang berbincang. Meskipun tidak terlihat begitu intens karena sesekali Bryan juga bicara dengan teman lainnya. Adisti masih memperhatikannya, tampak Arsylla tersipu malu mendengar apa yang pria itu katakan, entah apa itu.

Adisti mulai tidak nyaman. Dalam hati dia bertanya-tanya apakah mungkin sahabatnya itu yang ada dalam foto, mengingat wanita yang di foto sedang membelakangi kamera. Adisti berusaha keras untuk menepisnya, dia tidak ingin berburuk sangka pada sahabatnya itu. Pasti saat ini hanya kebetulan saja mereka pulang bersama.

Namun, perlakuan Bryan yang membukakan pintu untuk Arsylla, membuat tatapan Adisti semakin tajam. Hal yang selama ini laki-laki itu lakukan hanya untuk dirinya, kini dilakukan pada orang lain. Tanpa sadar tangan Adisti pun mengepal dengan erat. Dia tidak rela suaminya melakukan hal romantis terhadap wanita lain meskipun dia adalah sahabatnya.

Selama ini Adisti selalu membangga-banggakan Bryan di depan keluarganya. Dia mengatakan jika laki-laki itu selalu memperlakukannya lebih spesial dari wanita lain, tidak akan ada yang bisa menggantikan posisinya, baik itu di hati maupun fisik Bryan karena semuanya hanya milik Adisti. Namun, sekarang apa yang wanita itu lihat justru berbeda. Bahkan kini sahabatnya sendiri, orang yang selama ini dia banggakan justru sanggup menyamai posisinya.

Adisti tidak boleh menelan mentah-mentah apa yang dilihatnya kini, dia harus tahu sejauh mana hubungan Bryan dan sahabatnya itu. Semoga saja apa yang wanita itu lihat tidaklah benar, untuk itu Adisti harus menguatkan mentalnya mulai sekarang.

1
Nur Aliyah Zainal
Di Bab 69 kok ortu Yasa msh hidup, Thor?
echa purin
👍🏻
Junita Lempoi
suka ceritanya.kisah wanita tangguh
Junita Lempoi
aku banget😄
mimief
jaman sekarang baik juga ada batasan nya
kl ga,kita malah di manfaatkan 🥹
mimief
terkadang feeling orangtua itu ga pernah salah.
Rosita Tumbelaka
pelajaran berharga buat kita berteman dan bersahabat saat ini...dulu masih muda berteman dan bersahabat masih bisa di percaya...
tapi skrng setelah Covid 19
Semua nya ... hambar spt C19
noreen1709
hahahah ini lucu loh bisa2 aje agent property dituntut atas selingkuhan org lain 🤣🤣 jadi pucat muka nya 🤭
Reader: smart
total 1 replies
Eka Purnamasari
kok bilang ga tau gajinya? bukannya di udah nanya sm om dan gajinya 15 juta?
Eka Purnamasari
emang paling bener denegerin apa kata emak
Eka Purnamasari
masih ada typo dan salah penyebutan nama, tetap semangat 💪
Eka Purnamasari
untung. Erick maish punya otak dan hati yang waras
Melani Sunardi
ini yang namanya ditolong malah merongrong...... sudah ga punya uang ga punya hati pula.....
Melani Sunardi
setidaknya Erick masih punya urat malu, walaupun diam nya juga sama dengan mendukung perselingkuhan.
Melani Sunardi
mampir' ya Thor.....🙏
Lala lala
bi rina..jd bi ika..
pembantu lama kah..
soalnya sebelumnya mereka br sewa ART yg msh muda, krna istrnya sdh tak mau melayani bryan , wajahnya datar smpe bryan takut natapnya 🙏😄
Lala lala
Bukannya si laki mokondo sudah tau perusahaan itu punya teman akrab alm. mertuanya..makanya dia hati2 urusan skandal di kantor , cb bab awal baca
sakura
...
Hr sasuwe
👍
Naufal hanifah
cerita nya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!