Rumah tangganya yang harmonis tiba-tiba menjadi kacau semenjak kehadiran Sharon yang tak lain adalah mantan kekasih Mizi.
Desahan seorang perempuan mengalihkan fikiran Syani yang berada diujung anak tangga, dengan rasa penasaran Syani mendekati asal suara itu.
Betapa terkejutnya Syani melihat adegan didepan matanya, bagai disuguhi sebuah film dewasa, syani terpaku ditempatnya.
"Air mataku mengalir tak terbendung, aku terisak seorang diri, istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya bercinta dengan perempuan lain."
Mampukah Syani mempertahankan rumah tangganya?
(harap bijak memilih bacaan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutradilla Muis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 2
#QursyaniPov
Setelah kumasuki rumahku lantas aku berbalik untuk mengunci kembali rumahku, perlahan kunaiki tangga yang mengarah kepintu kamarku, namun sayup-sayup kudengar desahan seseorang, yah desahan bergairah seorang perempuan, awalnya kukira pendengaranku yang salah tapi semakin kunaiki anak tangga semakin dekat suara desahan itu, setibaku di atas tepat didepan kamarku, kulihat pintu kamarku sedikit terbuka, aku mendekatkanka badanku kepintu, dan aku terkejut melihat kedalam kamar.
Tanpa bersuara badanku mematung didepan pintu kamar, aku seolah menjadi pengintip disini, lidahku keluh, jantungku berdegup kencang, hatiku bagai disayat-sayat.
"faster beby faster, ahh" desah seorang perempuan,
"kamu sungguh nikmat ron," kata seorang lelaki didalam sana,
Air mataku mengalir dengan kencang, aku terisak sendiri, melihat suamiku bercinta dengan seorang janda didalam kamarku, yah seorang janda yang tak lain adalah mantan pacar suamiku, tapi kenapa mereka tega kepadaku.
Aku mundur secara perlahan, kututup mulutku agar isakan tidak lolos dari bibirku, aku menuruni tangga dengan mengangkat koperku, agar tidak menimbulkan suara, kubuka kembali pintu rumahku, setelah berada diluar kukunci kembali rumahku, aku berjalan dibawa hujan dengan sebuah isakan yang menyesakkan dada, air mataku bercampur dengan guyuran air hujan, aku menyusuri jalan tanpa sadar aku berjalan sangat jauh, kuliat keselilingku, aku melihat sebuah hotel, kumasuki hotel itu dengan keadaan basah kuyup, dan kupesan kamar untukku bermalam malam ini, menunggu hari esok yang kuharap akan menjadi kembali normal.
09:00 pagi
Kuambil handponeku, kutelfon suamiku,
"halo" ucap suamiku,
"halo, sayang hari ini aku sudah berada dibandara, apa kamu dikantor?? "cercaku seakan tidak ada yang terjadi,
"hmm aku dirumah" jawabnya dengan suara serak bangun tidurnya, aku yakin dia masih kelelahan karena pergumulannya semalam dengan sharon.
"Baiklah, kamu tunggu aku dirumah, sebentar lagi aku sampai dirumah, bye" kumatikan telepon itu, mungkin sekarang matanya terbelalak karena aku bilang sebentar lagi akan sampai dirumah, aku tidak perduli sekeras mana Sharon menggoda suamiku, aku harus mempertahankan suamiku, aku yakin ini ujian untuk rumah tanggaku.
Kumasuki halaman rumahku, kupencet bel rumah hingga kulihat suamiku membuka pintu rumah, dengan wajah mengantuknya aku tidak peduli dan kupeluk dia, kukecup pipi kanan-kirinya, walau dibalas dengan sikap dinginnya, aku tidak perduli, aku selalu yakin bahwa waktu bisa membuat suamiku yang dulu hangat kepadaku akan kembali lagi, aku tidak akan menyerah dengan semua cobaan ini.
Kudorong koperku, dan kuangkat menaiki anak tangga yang menjadi saksi bisu kecewaku, sesampainya dikamar, kuperhatikan kamar ini dengan seksama, sepreinya telah diganti, kucium aroma bunga lavender, sepertinya suamiku menyemprotkan pengharum ruangan dikamar ini agar aku tidak curiga, tapi sayang aroma pergumulan mereka masih sangat tajam tercium dihidungku, hingga tanpa sengaja kupasang mimik wajah jijikku.
"Kenapa dengan ekspresimu itu?" kata suamiku menyelidik yang tiba-tiba saja muncul dibelakangku,
"Ah tti tidak, aku hanya mencium bau aneh dikamar ini selain bunga lavender, entahlah atau mungkin hanya perasaanku saja," kataku sedikit menyindir, dan bisa kulihat keterkejutan suamiku diwajahnya, lalu dia berlalu kekamar mandi meninggalkanku berdiri didepan springbed king sizeku, aku bergidik jijik membayangkan perbuatan mereka semalam, dan akhirnya kuputuskan akan mengganti ranjang sialan ini, yah ranjang yang menjadi saksi bisu perbuatan bejat suamiku dan selingkuhannya.
-------------------------------------------------------------------
Nah gimama gaes? seru gak??
lanjutkan, Thor 🚴🚴🚴💦
lanjutkan aksimu, Thor.
sehat" & sukses slalu
namun dg pikiran yg berbeda..
ditunggu lanjutannya, Thor
sehat" slalu
tuh kn ... emang dasarnya Rifqa jiwanya pelakorr. demen banget mengagumi laki orang 😒😒😒
- meminta balas budi ke arkam atas kontribusi mba ifqa yang PERNAH membersamai usaha arkam dari 0
atau
- meminta cinta dan perhatian arkam KEMBALI yang dulu pernah terputus karena kesalahan mba ifqa sendiri
atau
- ingin menghancurkan rumah tangga dan kedamaian arkam ??
atau
- mba ifqa hanya sedang terobsesi karena arkam saat ini sudah mempunyai awak kapal dalam nahkoda yang dia kayuh???