Alina adalah seorang mahasiswa semester akhir yang tiba-tiba dijodohkan dengan anak sahabat orang tua nya yang merupakan dosen di tempatnya menimbah ilmu.
Sayangnya Farhan sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Suatu hari Alina tidak sengaja melihat Farhan dan kekasihnya melakukan sesuatu hal yang menjijikan.
Bagaimana reaksi Alina saat tau laki-laki yang akan menjadi suaminya adalah orang yang sangat dia benci.
Ikuti cerita dari Mengejar Kesempatan ke dua setelah perceraian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
01
Hari ini adalah tahun ke dua Alina menempuh pendidikan di sebuah universitas terkenal dengan program studi bisnis digital.
Alina menelangkupkan kepalanya diatas meja karena mengantuk.
Sisil dan Fani yang duduk di sisi kanan dan kiri Alina sudah paham jika sahabat nya sedang tertidur karena semalam mengerjakan tugas.
"Guys katanya hari ini Bu Renata ga bisa ngajar." Sisil menyampaikan informasi dengan sedikit takut karena saat Alina mendengar ucapan Sisil rasa ngantuk nya langsung hilang digantikan rasa kesal.
"Apaa kamu bilang?ga bisa masuk? setelah ngasih deadline tugas ga manusiawi itu?." mata Alina menatap Sisil dengan tajam.
"Eh Lin kok kamu keselnya ke aku,aku kan cuma kasih tau,lagian ya pengumumannya baru aja keluar di grup kelas."
Alina langsung meletakkan kepala dengan lemas.
"Tau gitu mending aku temenin bunda nonton Drakor kemarin." ucap Alina dengan lemas.
Sisil dan Fani tertawa melihat kelakuan Alina.
"Tapi kamu jangan salah paham, katanya nanti bakal diganti in sama pak Farhan dosen prodi manajemen yang katanya ganteng kaya dewa Yunani." Fani berkata sambil membayangkan muka dosen yang mereka bahas.
Di tengah lamunan Fani, Alina melempar sebuah kertas untuk menyadarkan Fani.
"Mana ada dewa Yunani jadi dosen, paling nanti mirip pak Rusdi." ucap Alina sambil cekikikan,Sisil yang mendengar ucapan Alina juga ikut tertawa terbahak-bahak, pasalnya pak Rusdi adalah dosen statistika yang bertubuh pendek dan gendut.
"yee engga lah,jauh keles awas aja kalian nanti naksir." ucap Fani dengan nada sewot.
"Menurut aku yang paling ganteng di kampus ini itu Azka,iya ga Lin." Sisil menyenggol Alina.
"kalau itu tidak perlu di ragukan." jawab Alina.
Di tengah obrolan mereka bertiga penghuni bangku depan dengan alasan takut di tunjuk jika duduk di belakang.
Seorang pria dewasa berusia sekitar 32 tahun memasuki kelas.
"Selamat pagi,hari ini saya menggantikan ibu Renata yang mendadak ada urusan."
Alina dan ke dua temannya menatap dosen tersebut dengan penuh minat.
Bagaimana tidak, postur tubuh yang tinggi dan gagah dibalut dengan setelan celana kain hitam dan kemeja biru muda rapi serta kacamata bening yang bertengger di atas hidung mancungnya, jangan lupakan rambut coma hair ala aktor Korea yang selama ini di idamkan Alina.
"Perkenalkan saya Farhan dosen prodi manajemen, di sini saya yang akan menyampaikan materi yang sudah di buat oleh ibu Renata, sebelum dimulai ada pertanyaan?." Farhan berkata sambil menyisir satu persatu mahasiswa yang ada di dalam kelas.
Tiba-tiba Sisil mengangkat tangan,"Bapak udah punya istri?." pertanyaan Sisil mendapat sorakan dari seluruh mahasiswa, Alina yang berada di sampingnya menutupi muka karena merasa malu dengan pertanyaan Sisil.
"Saya belum memiliki istri,tapi kalau pacar ada." Ucapan Farhan disambut rasa kecewa oleh para ciwi-ciwi di kelas.
"Patah hati sebelum memulai." ucap seseorang di bangku belakang.
Akhirnya Farhan menyampaikan materi,Alina tidak fokus mendengar rangkaian materi yang sedang di ajarkan dia lebih fokus melihat body language Farhan yang terlihat seksi saat mengajar.
Fani dan Sisil yang melihat kelakuan Alina tertawa dengan pelan.
"suttt Lin itu iler nya di usap dulu." bisik Fani kepada Alina.
Alina yang tidak fokus tiba-tiba mengusap bibirnya, sesaat kemudian dia tersadar jika temannya m mempermainkan dirinya.
Alina melirik Fani dengan tatapan ingin memakan Fani hidup-hidup.
Tidak terasa 2 SKS sudah terlewati,"baik untuk materi yang saya sampaikan apakah ada pertanyaan?"
"Untuk tugas yang dikumpulkan bagaimana pak?"tanya Alina.
Farhan menatap Alina sebentar, Alina yang di tatap dosen ganteng jadi salah tingkah.
"Kamu handle satu kelas,bawa ke ruangan saya."
"Saya?" ucap Alina sambil menunjuk dirinya sendiri.
"kamu keberatan?" tanya Farhan dengan nada mengintimidasi.
"tidak pak." jawab Alina.
Setelah kelas selesai dan Farhan meninggalkan kelas Alina langsung menghirup nafas panjang menunjukkan kelegaan.
"Busettt aku ga bisa nafas lihat beliau se cakep itu." ucap Alina sambil menutup muka
"Aku bilang juga apa." jawab Fani sambil mengejek Alina.
"Kok bisa ya ada makhluk se sempurna itu." ucap Sisil.
"Yang jadi istri nya di masa depan pasti beruntung banget, bayangin aja tiap bangun tidur lihat pahatan wajah yang amazing bingits." ucap Alina yang mungkin suatu saat akan dia sesali.
"Guyss makalah nya langsung kumpulin sini." perintah Alina.
Alina mengantarkan tugas ke ruangan Farhan.
Alina menarik nafas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu,di rasa sudah siap dia langsung mengetuk pintu.
Tok tok tok
Alina membuka pintu perlahan,"permisi pak." kepala Alina masuk terlebih dahulu untuk memastikan apakah ada orang di dalam sana.
"Langsung taruh di meja." ucap Farhan
Farhan sedang fokus dengan laptopnya,Dimata Alina Farhan terlihat sangat seksi.
"Saya taruh sini ya pak."
"iya,terima kasih."
Setelah itu tidak ada percakapan diantara keduanya.
Alina meninggalkan ruangan Farhan dengan jantung berdebar-debar.
"sadar Alina." ucap Alina sambil menampar pipi kanan kiri nya.