NovelToon NovelToon
Incaran Sang Dokter Bedah

Incaran Sang Dokter Bedah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Satu bulan menikah, IPTU Milka harus menelan kenyataan pahit. Kesetiaannya dibalas pengkhianatan keji oleh sang suami, Vando, yang diam-diam bermain gila dengan sahabatnya sendiri.

Hancur dan menangis di trotoar dengan seragam dinasnya, Milka tak tahu bahwa air matanya disaksikan oleh Theo, pria dari masa lalu yang kini menjadi Dokter Bedah genius sekaligus penguasa sindikat bawah tanah.

Pria yang dulu mundur demi kebahagiaan Milka, kini murka melihat wanita impiannya disia-siakan. Lewat jaringan gelapnya, Theo bergerak cepat menguliti kebusukan Vando dan Irana.

Bagi Theo, menyerahkan suami pengkhianat ke jalur hukum saja tidak cukup. Pria yang telah membuat Milka menangis ... harus merasakan kekejaman pisau bedahnya!

"Biar hukum bekerja lewat tanganmu, Milka. Tapi untuk pria yang menyakitimu ... izinkan aku yang membereskannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Selingkuh Teriak Selingkuh

Pada sore menjelang petang.

Langkah Vando tampak berat memasuki halaman kantor kepolisian, tempat istrinya bekerja. Wajahnya merah padam karena hati dan pikirannya kini dipenuhi oleh amarah yang bersiap untuk meledak.

Bayangan nyata akan proses terjadinya foto itu, membuat ubun-ubun Vando, seolah mengeluarkan asap.

Dalam bayangannya, dua orang kasmaran bertemu di rumah sakit, berjalan bergandengan tangan di koridor rumah sakit, dan yang paling membuat hatinya ingin meledak kala jemari Theodore yang mencubit pelan dagu Milka, dan Milka tampak tersenyum malu-malu di sana.

"Aaaaaggghhh!"

Ia terus berjalan mengabaikan beberapa polisi yang berlalu-lalang, lalu langsung menghampiri meja pelayanan.

"Permisi."

Seorang anggota polisi wanita mengangkat kepala. "Ada yang bisa dibantu, Pak?"

"Saya mencari IPTU Milka Tera Wijaya."

Petugas itu mengecek daftar kehadiran di komputer. "Oh ... Bu Milka?"

"Iya."

"Beliau sudah pulang sekitar satu jam yang lalu."

Vando mengernyit. "Pulang?"

"Iya, Pak. Sepertinya ada urusan pribadi."

Urusan pribadi. Dua kata itu bagai menyiramkan bensin, pada tumpukan bara.

'Urusan pribadi...?'

'Dengan Theodore?'

Rahang Vando mengeras. Tanpa mengucapkan terima kasih, ia berbalik meninggalkan kantor polisi.

.

.

Mobilnya melaju jauh lebih cepat dari biasanya. Tangannya menggenggam setir hingga buku-buku jarinya memutih. Bayangan demi bayangan terus menghantam kepalanya.

Theo mengantar Milka.

Theo makan bersama Milka.

Theo mencubit dagu Milka.

Semua adegan itu seolah berubah menjadi potongan-potongan film yang terus diputar tanpa henti.

Brmmm ...

Ponselnya bergetar. Nama Irana muncul di layar. Dengan napas memburu, Vando menjawabnya.

"Ada apa?"

Suara Irana terdengar ragu.

☎️ "Bang ... aku baru sadar bulan ini aku telat datang bulan."

Vando tidak menanggapi. Irana kembali melanjutkan.

☎️ "Tadi aku sempat beli test pack. Terus ... hasilnya—"

"CUKUP!"

Bentakan Vando membuat Irana langsung terdiam.

"Aku lagi nggak ada waktu ngurus itu!"

☎️ "Tapi, Bang... aku—"

"KUBILANG JANGAN HUBUNGI AKU DULU!"

"Aku lagi ada urusan yang jauh lebih penting!"

Tut!

Sambungan diputus begitu saja. Irana hanya bisa menatap layar ponselnya yang telah menghitam. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Bang ..." bisiknya lirih.

.

.

Tak sampai dua puluh menit kemudian, mobil Vando berhenti kasar di depan rumah mereka.

Brak!

Pintu dibanting begitu keras hingga menimbulkan gema di ruang tamu.

Milka yang sedang duduk di meja makan perlahan mengangkat kepala.

Di depannya terbuka beberapa map cokelat. Beberapa lembar dokumen. Catatan hasil penyelidikan.

Lembar informasi dari Pengadilan Agama. Semuanya masih tersusun rapi. Milka hanya melirik sekilas sebelum kembali menuliskan sesuatu.

Vando berdiri di ambang pintu. Dadanya naik turun. Matanya merah dipenuhi amarah.

"MILKA!"

Suara itu menggema memenuhi rumah kecil mereka.

Milka meletakkan bolpoinnya perlahan. "Iya?"

"KAMU ITU KETERLALUAN!"

Kini Vando melangkah cepat menghampiri meja.

"KAMU NGGAK PUNYA MALU, YA?"

"KAMU ITU MASIH ISTRIKU!"

"TAPI KAMU MALAH SELINGKUH DI BELAKANGKU!"

Ruangan mendadak sunyi. Milka memandang wajah suaminya beberapa detik.

Tak ada air mata.

Tak ada kepanikan.

Yang muncul justru senyum tipis di sudut bibirnya. Ia menutup map di depannya dengan tenang. Lalu menyandarkan punggung ke kursi. Kedua tangannya terlipat di depan dada.

"Mas ..." Nada suaranya datar.

"Apa Mas tidak salah orang?"

Vando menunjuk wajah Milka. "Jangan pura-pura!"

"Aku punya buktinya!"

Milka mengangkat sebelah alis. "Bukti?"

"Iya!" Vando mengeluarkan ponselnya, lalu memperlihatkan foto Theo yang sedang mencubit dagunya.

"Nih!"

"Kamu masih mau mengelak?"

Milka menatap foto itu beberapa detik.

Bukannya panik, ia justru terkekeh pelan. Tawa kecil itu membuat wajah Vando semakin merah.

"Kamu masih bisa tertawa?"

Milka mengangkat pandangannya.

Tatapannya kini tajam. "Mas ..."

"Kamu ini lucu ya?"

"Orang yang tidur dengan perempuan lain itu kan kamu!"

"Sekarang malah marah-marah datang menuduh aku yang selingkuh?"

Seketika ... Wajah Vando menegang.

Milka bangkit perlahan dari kursinya. Ia langsung menatap netra Vando dengan dengan tajam.

"Kalau memang mau bicara soal perselingkuhan ..."

"Aku sudah terlalu lama menunggu hari ini." Milka tersenyum kecil, tetapi sorot matanya sama sekali tak menyisakan kehangatan.

"Kupikir aku harus terus bersabar. Ternyata Allah punya cara-Nya sendiri." Ia Mengangguk pelan.

"Dan sekarang ... semua kebohonganmu akan kubuka sekaligus."

Kalimat itu membuat napas Vando tercekat.

Untuk pertama kalinya, Vando melihat Milka menjadi perempuan yang dengan terang-terangan melawan dirinya. Perempuan yang berstatus istrinya ini, sedang berdiri sebagai lawan, yang tak gentar diajak untuk berperang.

*bersambung*

1
MomyWa
plin plan amat lu jang, cemen
MomyWa
apa yg kau takutkan vando? lu udah bikin anak, tp egoisnya masih mau sm prawan
MomyWa
namanya yg haram emang gitu
MomyWa
lokasi dikawal penuh sama theo
MomyWa
emang kapan kamu nangis?
Dewi kunti
dah tak bagi vote ya,up lagi dong
Dewi kunti: aamiin,,semangaaaattt
total 2 replies
Anbu Hasna
karma beut ya...
dulu bapaknya Theo nyusahin Bapaknya Milka, sekarang Milka nyusahin Theo, tapi gpp, Theo suka direpotin Milka 🤣🤣🤣
Anbu Hasna: Anda yg bikin Theo jadi merepotkan diri 🤣🤣
total 2 replies
Dewi kunti
berpapasan,jangan dipisah itu bukan pengulangan kata pas😤
SoVay: iye iye, ini udeh dganti buguyu 🙈
total 3 replies
MomyWa
main tebak2an siapa yg duduk itu? si black cobra apa white scalpel?
MomyWa
wkwkwkw...gombalannya mameeen, pengen diinget terus
MomyWa
bagi Milka, Theo 'B' aja 😂
Aidil Kenzie Zie
Naga di suruh awasi Bu Polisi malah kehilangan jejaknya 😡😡😡 siap-siap kena amuk Bos mu 🤭🤭🤭
SoVay: pasti dijagain juwita hatiku ❤️
total 1 replies
MomyWa
ke mana dong milka setelah kabur dr rumah?
SoVay: ke suatu tempat ❤️
total 1 replies
MomyWa
gmn nih, kok smpai kecolongan?
MomyWa
hahaha, senyam senyum dia
MomyWa
tidak semudah itu ferguso
Dewi kunti
klo dinovel mafia nya ganteng2 ,body bagus2, klo didunia nyata ganteng standar perut buncit🙈🙈🙈🙈🙈
Dewi kunti: yg selera yg pingin dunia nya aman🙈🙈🙈🙈
total 4 replies
MomyWa
suka karakter cewennya gak menye2.. perselingkuhan dibuat kayk myelidikin ksus pmbunuhan 🤪
MomyWa
pengen nyanyi: maju tak gentar, mengusir sitanggang 🤪
MomyWa
gak jd dapat, cerai ja, mumpung baru seumur jagung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!