NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9: Kedatangan pasukan dan jemuran Jendral

Matahari pagi hari baru saja memancarkan sinarnya yang hangat ketika kedamaian di sekitar gua mendadak pecah. Suara derap langkah kaki kuda yang masif dan gemerincing zirar besi bergaung keras, menggetarkan tanah di sepanjang jalan setapak hutan terlarang. Burung-burung beterbangan panik dari dahan pohon, menandakan ada rombongan besar yang sedang mendekat dengan kecepatan penuh.

Di depan gua, Long Tianxu yang sudah bangun sejak subuh sedang berdiri dengan wajah lempeng, memegang sebilah bambu panjang yang membentang di antara dua pohon. Tugas paginya kali ini adalah menjemur jubah sutra hitam miliknya serta beberapa potong kain compang-camping milik Ruozi. Sang jenderal besar baru saja menyampirkan kain terakhir ketika semak-semak di sekeliling halaman gua tersibak kasar.

"Yang Mulia!!!"

Sring! Sring! Sring!

Dalam sekejap mata, halaman gua yang semula sepi langsung dikepung oleh hampir satu batalion prajurit elit berzirah hitam. Mereka bergerak dengan formasi tempur yang sangat rapi, menghunus pedang panjang mereka dan langsung memasang posisi siaga mengelilingi area tersebut. Di barisan paling depan, Lei Jin melompat turun dari kudanya dengan napas terengah-engah, wajahnya dipenuhi kecemasan yang luar biasa.

"Hamba membawa pasukan bantuan, Yang Mulia! Di mana penyihir wanita yang berani menyandera Anda?!" teriak Lei Jin dengan suara menggelegar, matanya liar menyapu sekeliling gua siap untuk meratakan tempat itu dengan tanah.

Namun, sedetik kemudian, seluruh halaman gua mendadak hening seketika. Gerakan belasan prajurit yang hendak merangsek maju langsung membeku di tempat. Mereka semua melongo berjamaah, menatap lurus ke arah panglima tertinggi mereka Jenderal Besar yang biasanya memancarkan aura membunuh sedingin es di medan perang kini sedang memegang ujung jemuran kain dengan ekspresi wajah yang sangat datar.

Tianxu perlahan menurunkan tangannya dari bilah bambu jemuran, lalu menatap Lei Jin dan pasukannya dengan pandangan yang sanggup membuat nyali siapa pun menciut. "Lei Jin," panggil Tianxu dengan suara rendah yang sangat berat. "Apakah aku memerintahkanmu untuk membawa satu batalion pasukan hanya untuk menjemputku?"

Lei Jin berkedip beberapa kali, memandang tuannya, lalu beralih menatap jubah sutra hitam yang tergantung manis di sebelah celana kain compang-camping milik seorang gadis. Otak militer Lei Jin mendadak mengalami error sistem. "Y-Yang Mulia... Anda... Anda sedang menjemur pakaian?" beo Lei Jin dengan suara yang mendadak mengecil karena syok berat.

Tepat pada saat kecanggungan itu berada di puncaknya, Ruozi berjalan santai keluar dari dalam gua sambil menggendong si Bocil. Di tangan kanannya, ia memegang sebuah mangkuk batu berisi sisa air rebusan obat.

Bukannya gemetar ketakutan melihat ratusan mata pedang yang berkilau di bawah sinar matahari, mata Ruozi justru langsung berbinar-binar cerah begitu melihat rombongan tersebut. Pikirannya langsung melakukan kalkulasi kilat layaknya kasir yang melihat rombongan bus pariwisata datang.

"Wah, Mas Lei Jin! Akhirnya datang juga ya!" seru Ruozi dengan nada yang mendadak sangat ramah dan penuh senyuman.

Ia melangkah maju tanpa rasa takut sedikit pun, melewati barisan pedang para prajurit yang refleks turun karena kebingungan. Ruozi langsung menyodorkan bilah bambu nota tagihan legendarisnya tepat di depan dada Lei Jin. "Bagaimana? Seratus sepuluh tael emasnya sudah siap di dalam karung, kan? Tolong segera dilunasi ya, soalnya masa magang bos kalian sudah resmi habis per menit ini!"

Lei Jin ternganga, matanya bolak-balik menatap antara nota bambu Ruozi dan wajah Jenderal Tianxu yang kini berpaling ke arah lain, pura-pura sangat tertarik dengan pucuk pohon pakis di dekatnya. Para prajurit elit di belakang Lei Jin saling berbisik pelan, membuat suara gemerisik zirah mereka terdengar seperti sekumpulan jangkrik besi yang kebingungan. Rahang Lei Jin mengeras, mencoba mencerna kegilaan yang terjadi di pagi buta ini.

"Kau... Kau benar-benar menagih emas di depan satu batalion pasukan kekaisaran?!" desis Lei Jin dengan suara tertahan, menahan malu yang amat sangat karena wibawa pasukannya runtuh seketika akibat jemuran kain. Namun, melihat lirikan tajam dari Tianxu yang mengisyaratkan untuk segera menyelesaikan urusan ini, Lei Jin terpaksa memberi kode kepada salah satu anak buahnya.

Seorang prajurit bertubuh kekar maju sambil membawa sebuah peti kayu kecil berukir yang tampak cukup berat. Begitu peti itu dibuka di depan Ruozi, kilauan kuning keemasan langsung memantul di bola mata sang mantan orang modern. Di dalamnya berjejer rapi batangan emas murni bertumpuk-tumpuk, lengkap dengan segel resmi dari kediaman jenderal benteng barat.

Mata Ruozi langsung berbinar seratus watt. Tanpa membuang waktu, ia langsung mengambil satu batang emas terkecil dan menggigitnya dengan sekuat tenaga memastikan keaslian logam mulia itu di hadapan ratusan prajurit yang kini serentak menahan napas karena syok melihat kelakuan barbar gadis desa ini. "Wah, mantap! Asli, empuk, dan berkilau! Mas Lei Jin memang customer paling tepercaya!" puji Ruozi dengan senyum selebar kamus bahasa.

Tianxu melangkah maju, melepaskan jubah sutranya dari jemuran bambu dengan satu sentakan elegan lalu menyampirkannya kembali ke bahunya yang tegap. Aura jenderal besarnya kembali sepenuhnya, membuat para prajurit langsung menegakkan tubuh dan memberi hormat serentak. "Urusan utangku sudah selesai, Gadis Kecil. Kembalikan giok nagaku sekarang," ucap Tianxu dengan suara berat yang berwibawa.

Ruozi dengan rela meraba balik pakaiannya dan menyerahkan kalung giok hijau tua itu kembali kepada pemiliknya. "Nih, Mas Jenderal. Terima kasih banyak atas kerja samanya selama magang ya. Kalau nanti kena racun atau dibegal musuh lagi di hutan ini, jangan ragu buat mampir ke Gua Ruozi Jaya Medika! Diskon khusus buat pelanggan tetap!" promosi Ruozi tanpa tahu malu.

Tianxu menerima gioknya, menatap Ruozi untuk terakhir kalinya dengan tatapan yang sulit diartikan perpaduan antara dongkol, heran, dan sedikit rasa kehilangan akan kegilaan gadis ini. Ia kemudian berbalik dan melompat ke atas kuda perangnya yang gagah dengan gerakan luar biasa mulus. "Pasukan, balik kanan! Kita kembali ke markas!" perintah Tianxu lantang, yang langsung disambut seruan kompak seluruh batalionnya.

Rombongan besar itu pun mulai bergerak meninggalkan halaman gua, menyisakan debu yang mengepul dan suara derap kaki kuda yang perlahan menjauh. Ruozi berdiri di depan guanya sambil memeluk peti emas erat-erat seperti memeluk guling kesayangan, sementara si Bocil di sampingnya melambaikan tangan dengan riang ke arah rombongan tentara.

1
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!