NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Nak, tolong Ayah ...," pinta Gorgio Torrer memohon padaku.

Aku menatap pria yang selama ini tak pernah menganggapku ada. Bahkan saat aku meraih seluruh pencapaian terbaikku di sekolah dan kampus, pandangannya selalu melewati tubuhku seolah aku ini transparan.

"Aku?" tanyaku lirih pada diri sendiri.

Suasana rapat keluarga di ruang tengah yang megah itu mendadak mengencang. Di sana duduk Bibi Gina Torrer, adik ayahku, bersama Robert Xanders, suaminya—pria yang baru saja melontarkan ide licik untuk menjadikanku jaminan.

"Kenapa harus aku?" tanyaku.

Pertanyaan sederhana itu membuat Ayah dan Ibu bungkam.

Tinggal bersama keluarga besar di rumah ini sejatinya adalah neraka yang dibalut kemewahan. Ayah, Ibu, Paman, Bibi, dan tiga anak mereka. Walau tumbuh di bawah atap yang sama, tiga sepupuku tak pernah menganggapku sebagai saudara.

Don Xanders, anak tertua Bibi Gina, hidupnya hanya dipenuhi foya-foya dan masalah. Jika tidak pulang dalam keadaan mabuk berat, Ayah yang harus turun tangan mengeluarkannya dari penjara akibat balapan liar atau melunasi utang taruhan bola yang menumpuk. Namun di mata Don, aku hanyalah debu di ujung meja dapur yang tak pantas dilirik.

Lalu Grace Xanders, anak kedua Bibi Gina yang usianya hanya enam bulan lebih tua dariku. Grace selalu terobsesi menjadikanku saingan. Semua benda milikku—gaun, sepatu, atau perhiasan—pasti berusaha ia rebut.

"Paman, Kau terlalu memanjakannya. Char tidak akan pernah tumbuh jadi gadis benar jika selalu diberi barang mewah!" hasut Grace suatu hari pada Ayah. "Baru saja Paman membelikannya sepatu LV, kemarin dia sudah mau menendang teman kampusnya pakai sepatu itu!"

"Char!" tegur Ibuku, Lotta Mendez, langsung tersulut.

"Itu bohong, Bu..."

"Aku punya buktinya!" seru Grace cepat, menyodorkan rekaman video kabur di ponselnya. Seseorang di sana sedang merundung mahasiswa lain, mengenakan pakaian yang mirip denganku. "Lihat kan?"

"Itu bukan aku!" tegasku membela diri.

"Itu kamu! Bibi, aku tidak pernah bohong!" potong Grace dengan wajah tanpa dosa.

Ajaibnya, Ayah dan Ibu selalu menelan bulat-bulat rekayasa Grace. Sejak hari itu, tak ada lagi barang bagus yang dibelikan untukku.

Tak berhenti di situ, Tania Xanders—si bungsu yang dua tahun lebih muda dariku—ikut mengambil peran.

"Paman, Kak Char ternyata suka menyontek!" adunya di lain hari.

"Char... apa itu benar?" tanya Ibu gusar.

"Tidak, Bu! Demi Tuhan itu tidak benar!"

"Benar, Bibi! Aku mendengar sendiri Beatrice cerita kalau Kak Char selalu mengintip buku saat ujian!" seru Tania mantap.

Dari saat itu, semua nilaiku yang hampir sempurna tak pernah dianggap. Bahkan seluruh piala yang aku dapatkan hanya jadi barang rongsokan di kotak kardus di kamarku yang kecil.

Aku Charoen Elizabeth Torrer, putri tunggal Gorgio Michael Torrer. Mestinya hidupku bergelimang harta dan kasih sayang, karena aku adalah pewaris satu-satunya. Tetapi hidupku di rumah itu layaknya anak adopsi yang diambil dari sebuah panti.

Kamar yang mestinya untukku kini jadi kamar Grace. Sedangkan aku tidur di kamar loteng paling atas yang lebih mirip gudang di banding kamar.

Walau demikian, aku tak pernah berusaha ribut. Aku terlalu malas untuk mendebat atau meributkan benda-benda itu.

Aku hanya memperbaiki diri dan meyakini bisa mencapai tahta tertinggi di keluarga itu.

Aku pun lulus dengan nilai terbaik dan langsung direkrut perusahaan besar dengan gaji tinggi. Grace tentu saja iri, bagaimana tidak iri.

Grace nyaris gagal lulus jika saja ayah tidak menyuap pihak kampus dengan nominal tinggi. Agar keponakannya tak malu, lalu menempatkannya di perusahaan miliknya walau harus dibayar mahal karena kecerobohan Grace menghilangkan data keuangan selama satu kuartal.

Sementara aku, baru saja menjabat vice presiden manager selama tiga bulan. Aku sudah mau diangkat sebagai presiden manager. Hal itu membuat Grace makin iri dan dibuatlah sandiwara yang membuatku melepas semua pencapaian dan kini bekerja di perusahaan roti keluarga bernama Odego Bakery.

Kini ketika perusahaan tiba-tiba colabs dan berhutang banyak. Semua orang melimpahkan harapan padaku.

"Nak ... Kamu bersedia kan?" tanya Gorgio, ayahku.

"Ayah ...," aku yang berotak encer pun mencerna semua ceritanya.

"Kenapa tidak Ayah jaminkan rumah ini ...."

"Tidak ... Apa kamu gila Char!" teriak Gina, bibiku.

"Mau tinggal di mana kita kalau rumah ini digadai!?" lanjutnya kesal.

"Nak, kita sudah sepakat untuk tidak menggunakan harta untuk menyelesaikan semuanya. Karena Ayah juga tak tau, bisa atau tidak mengembalikan semua kekacauan ini ...," ucap Gorgio putus asa.

"Tapi Ayah ... Aku ini putrimu ... bukan barang jaminan ...."

Air mataku meleleh, sungguh jadi orang yang dianggap kecil. Aku seperti katak yang dipaksa memanggil hujan di tengah padang pasir Sahara.

"Nak ... Apa Ayah harus jual ginjal?" tanya ayahku sambil menatapku.

"Apa?" tanyaku berbisik.

"Ginjal setidaknya seharga puluhan juta. Masih kurang dari separuhnya ...."

"Ayah?" aku menggeleng mendengar perkataannya.

"Kamu mau Ayah mati?" Gorgio meremas kedua tangannya, matanya memerah menatapku—bukan karena cinta, melainkan manipulasi paling licik yang pernah ia rancang.

"Bagus kalau begitu, Om!" celetuk Don dari sudut sofa, menatap ponselnya tanpa beban. "Biarkan saja Kak Char jadi jaminan. Daripada kita semua terlunta-lunta di jalanan?"

"Benar itu," timpal Paman Robert dengan senyum sok bijak. "Lagipula, Char, kau kan berotak encer. Kau pasti bisa bertahan di mana pun. Lagipula ini demi membalas jasa Ayahmu yang sudah membesarkanmu!"

Jasa membesarkan? Aku hampir tertawa sumbang di tengah lelehan air mataku. Membesarkan seorang putri tunggal di kamar loteng yang berdebu? Membiarkannya bekerja di toko roti dengan gaji dua ratus dolar per minggu setelah karier cemerlangnya dihancurkan fitnah Grace?

Aku melirik Ibu. Wanita yang melahirkanku itu hanya menunduk, tak berani menatap mataku, sibuk meremas sapu tangannya sendiri. Tidak ada pembelaan. Tidak ada perlindungan.

Aku mengusap air mataku dengan kasar dan menatap semua orang yang menatapku penuh dengan tuntutan.

"Aku akan dijaminkan ke siapa? Apa sebuah lembaga penelitian organ tubuh manusia?"

"Ayah tidak segila itu!" sentak ayah marah.

Napasnya memburu, tatapannya memerah antara marah, sedih dan putus asa.

"Lalu?" tanyaku abai dengan tatapannya.

"Begini ... Ayah ... Ayah punya kolega ... Dia katanya bisa bantu Ayah ...."

Semua diam mendengarkan.

"Yang ia butuhkan hanya istri sementara untuk melenggangkan dirinya di tahta pewaris tunggal Keluarga Romanov ...."

"Kakak, jangan bilang kau akan menjual putrimu ke mafia paling bengis di kota Seradam?"

"Aku tak menjual putriku, Robert!" sentak ayahku membantah perkataan ipar sepupunya itu. Robert pun diam setelah disenggol lengan oleh istrinya.

"Diamlah, sebelum Kakak mengusir kita dari rumah ini," bisiknya pelan.

"Aku hanya menitipkan Char sementara di tangan Alexander Romanov ..."

Glek! Aku menelan ludah susah payah mendengar nama yang membuat bulu kudukku berdiri itu.

Bersambung.

Halo-halo Readers ...

Ini karya baruku ... happy reading ya!

Selamat menikmati, jangan lupa like, comment dan share juga subscribe.

Next?

1
Anita Barus
se tolol2nya manusia maka gorgio ini adalah se orang ayah dan manusia Ter tolol di muka bumi kerna dia masih melindungi org yg sudah memfitnah putri kandung nya sendiri sebenar nya putri kandung nya siapa sih segitu gigih nya dia melindungi si tukang fitnah itu
Eni Istiarsi
heran dengan orang tua modelan kayak gitu. anak sendiri dinistakan dan ditindas
Anita Barus
makin seru lanjut
Deyuni12
Waaah
semakin seru nh,gak sabar nunggu reaksi keluar char terutama ayahnya n si grace
Anita Barus
Grace KLO caper jgn menjatuh kan char lu kira omongan Lo digubris kagak lagi
Deyuni12
idikh
si Grace carmuk.banget
Anita Barus
🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
lanjut
Anita Barus
Alex malu kalau berita tentang dirinya yg pingsan di depan pabrik roti tersebar di seantero kota bahkan dunia mungkin
Eni Istiarsi
Pak Palace mengingatkanku pada Mama Iya
Deyuni12
haha
gengsi Segede gunung
Deyuni12
bucin akut nh sang mafia
S.R ciplux
🤣🤣🤣🤣 udah kecintaan
Anita Barus
lanjut
Anita Barus
keluarga adik gorgio mulai dari bapak nya ibunya sampai kedua anak2 nya stres alias SGM sinting gila dan miring 🤣🤣🤣🤣🤣
S.R ciplux
orang tuamu jg terlalu percaya sama hasutannya grace char.
Deyuni12
next
Anita Barus
sang mafia sekarang rindu rumah teros nih ya
S.R ciplux
siapakah ibu raphael
Anita Barus
wah beneran jatuh cinta ni si Alexander
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!