NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda / Tamat
Popularitas:545.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Langkah kaki Arumi yang tergesa-gesa di koridor sepi itu mendadak terhenti saat sebuah cengkeraman tangan yang kokoh namun lembut berhasil meraih pergelangan tangannya. Sontak, Arumi tersentak syok, menatap tangannya yang kini terkunci.

"Arumi, tunggu sebentar. Bisakah kita bertemu lagi di lain kesempatan? Aku ingin...!" kalimat Zaky menggantung di udara, sarat akan permohonan yang teramat sangat.

"Tidak, aku tidak bisa. Maaf, sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan!" jawab Arumi cepat. Ia bersikeras memalingkan wajahnya, sama sekali tidak berani menatap bola matanya Zaky. Melihat wajah pria itu saat ini rasanya seperti membuka paksa sebuah kotak berisi luka lama yang teramat perih.

"Tapi, Arumi...!" Zaky mencoba menahan, enggan melepaskan satu-satunya kesempatan yang ia miliki setelah belasan tahun mencari.

"Maaf, kumohon... Jangan pernah membahas soal masa lalu. Anggap saja kita tidak pernah kenal sebelumnya," potong Arumi, suaranya bergetar namun penuh penekanan.

"Maaf, Pak Zaky, saya harus segera kembali mengajar. Kasihan anak-anak bisa ketinggalan pelajaran!"

Dengan satu sentakan paksa, Arumi menarik tangannya dari cengkeraman Zaky. Begitu terlepas, ia langsung melesat pergi tanpa menoleh lagi.

Sementara itu, di ujung koridor dekat ruang piket, beberapa staf guru wanita yang sejak tadi mengawasi secara sembunyi-sembunyi langsung melebarkan mata mereka. Mereka terpaku menyaksikan adegan yang terhampar di depan mata. Sosok pria sedingin es, angkuh, dan tak tersentuh seperti Zaky Tanuwijaya, bisa-bisanya bersikap seagresif dan seputus asa itu terhadap Arumi? Padahal, semua orang tahu sang duda tampan itu sudah lebih dari sepuluh tahun menutup diri dari wanita mana pun.

"Bu Indri, apa jangan-jangan Bu Arumi itu memiliki hubungan spesial, ya, dulunya dengan Pak Zaky?" bisik Bu Dian heboh, menyenggol lengan temannya. "Kamu lihat sendiri kan barusan? Cara Pak Zaky menatap Bu Arumi dan memegang tangannya... Bikin aku iri saja, tahu! Seumur-umur saya mengajar di sini, baru kali ini melihat sikap Pak Zaky seperti itu kepada seorang wanita."

"Bisa jadi seperti itu, Bu Dian. Jangan-jangan nanti mereka CLBK!" sahut Bu Indri tak kalah antusias.

"Cinta Lama Bersemi Kembali, gitu maksudnya?"

"Iya, Bu! Wah... kalau sampai benar, kita harus bersikap sangat baik nih sama Bu Arumi mulai sekarang. Siapa tahu dia bakal jadi Nyonya Besar Tanuwijaya!" ujar Bu Indri menyimpulkan dengan senyum penuh arti.

Di sisi lain, benteng pertahanan Arumi akhirnya runtuh juga. Pertahanannya jebol tepat saat ia berhasil berbelok ke arah toilet guru. Di dalam bilik yang sepi, air mata yang sejak tadi ia tahan sekuat tenaga akhirnya luruh membasahi pipinya. Ia menyandarkan punggungnya ke pintu, berusaha meredam isak tangis demi menenangkan hatinya yang mendadak kacau balau akibat guncangan masa lalu.

Sementara itu, Zaky melangkah gontai menuju area parkiran sekolah, tempat mobil mewahnya berada. Langkahnya tidak lagi tegap berwibawa seperti saat ia datang. Bahunya tampak merosot, menanggung beban penolakan yang baru saja ia terima.

Zaky masuk ke dalam mobil dan termenung menatap keluar jendela, mengabaikan suasana sekitar. Melihat tuannya yang tenggelam dalam diam yang pekat, Arya yang duduk di kursi kemudi akhirnya memberanikan diri untuk bertanya dengan penuh kehati-hatian.

"Maaf, Tuan... Apakah wanita tadi adalah wanita yang sama dengan yang ada di dalam foto yang selama ini Tuan simpan di dalam laci meja kerja di kantor?" tanya Arya pelan.

Zaky memejamkan matanya sesaat, lalu mengembuskan napas yang teramat berat, seolah ingin mengeluarkan seluruh sesak di dadanya.

"Iya, Arya. Itu adalah dia... Arumi," jawab Zaky, suaranya terdengar lirih dan parau. "Wanita yang sedari dulu sangat ingin aku nikahi. Andaikan saja malam itu tidak terjadi dan aku bisa menikah dengannya... Mungkin hidupku selama lebih dari sepuluh tahun ini tidak akan pernah sehampa dan sedingin ini, Arya."

*

*

Setelah membasuh wajahnya dengan air dingin di toilet, Arumi menarik napas dalam-dalam di depan cermin. Ia menepuk-nepuk kedua pipinya, memaksa seluruh sisa kesedihan dan keguncangan batinnya surut. Ketika ia melangkah kembali ke dalam kelas 7 C, suasana hatinya sudah benar-benar pulih. Ia bahkan sengaja memasang wajah ceria, lengkap dengan senyuman hangat yang menjadi ciri khasnya.

Ceklek!

Begitu pintu terbuka dan sosok Arumi melangkah masuk, seisi kelas langsung senyap. Azzam, Azzura, serta murid-murid lainnya sontak terbelalak kaget. Mereka tak percaya bahwa wali kelas mereka sama sekali tidak membawa barang-barangnya untuk angkat kaki. Dia tidak jadi dipecat!

Entah mengapa, alih-alih kecewa karena rencana mereka gagal, sebuah perasaan lega yang aneh justru menjalar di dada para murid. Begitu pula dengan Azzam. Menatap kotak bento yang masih tersisa di mejanya, terbersit rasa bersalah yang amat sangat atas ulah bohongnya semalam yang telah membuat Bu Arumi dipanggil kepala sekolah. Namun, ego Azzam terlalu tinggi. Remaja itu langsung memalingkan wajah, enggan menunjukkan sedikit pun rasa penyesalannya.

"Nah, anak-anak, maaf ya Ibu tadi ada urusan sebentar. Sekarang, mari kita lanjutkan pelajaran kita," ujar Arumi riang, seolah badai besar baru saja tidak terjadi.

Arumi kemudian menuliskan lima buah soal aritmatika sosial di papan tulis. "Silakan dikerjakan di buku latihan masing-masing. Ibu beri waktu sampai bel istirahat berbunyi."

Ruangan kelas seketika riuh oleh helaan napas berat murid-murid. Mereka pun mulai fokus menekuk wajah, bergelut dengan lima soal mematikan yang diberikan oleh guru mereka.

Di tengah keheningan kelas, Arumi duduk di kursinya. Pandangannya perlahan bergulir, tertuju pada bangku barisan belakang tempat si kembar duduk. Dada Arumi mendadak kembali terasa sesak.

"Aku benar-benar tidak menyangka... kalian berdua adalah putra dan putri dari Zaky dan Citra," batin Arumi, menyebut nama mendiang istrinya Zaky, sahabat masa lalunya yang tega bermain api di belakangnya.

Arumi mengepalkan tangannya di bawah meja. 'Pantas saja wajah Azzura mirip sekali denganmu, Citra... Dan Azzam, dia memiliki sorot mata dan rahang tegas yang persis denganmu, Zaky. Kalian adalah pasangan yang sangat serasi di masa lalu, bukan? Sangat serasi hingga menghancurkan hidupku...! 'bisik batinnya dengan getir, menahan kilasan rasa sakit yang tak rela.

Sementara itu, di dalam mobil mewah yang melaju membelah jalanan kota, Zaky tidak bisa tenang. Pria itu menatap lurus ke depan dengan tatapan tajam yang dipenuhi ambisi. Ia menoleh ke arah asisten pribadinya.

"Arya, kerahkan orang-orang kita sekarang juga. Cari informasi lengkap tentang Arumi. Di mana dia tinggal, bagaimana kehidupannya selama ini. Aku mau laporannya ada di mejaku sebelum malam," perintah Zaky mutlak.

"Baik, Tuan. Segera saya laksanakan," jawab Arya sigap. Dengan jaringan dan kekuasaan besar yang dimiliki seorang Zaky Tanuwijaya, mengorek informasi seperti itu tentu tidak butuh waktu lama.

Zaky kembali menyandarkan punggungnya, menatap ke luar jendela dengan dada yang bergemuruh.

'Dulu, aku tidak memiliki keberanian untuk mencari keberadaan mu, Arumi. Aku terlalu pengecut karena tahu kau pasti akan sangat membenciku setelah malam terkutuk itu. Namun kali ini, setelah Tuhan mempertemukan kita lagi, aku tidak akan melepaskan mu. Aku akan mengejar mu kembali, menjelaskan semuanya, dan menjadikanmu sebagai istriku... serta ibu dari kedua anakku,' ikrar Zaky dalam hati, memantapkan tekadnya.

*

*

Kembali ke kelas 7 C, jarum jam terus berputar. Di barisan belakang, Azzam secara tidak sengaja mendongak dari buku latihannya. Ia menangkap basah Bu Arumi yang sedang melamun dengan pandangan yang lurus mengarah kepadanya dan Azzura.

Azzam mengernyitkan dahi saat melihat ada gurat kesedihan dan luka yang amat dalam dari tatapan mata gurunya itu. Remaja laki-laki itu mendadak merasa tidak nyaman.

'Kenapa dengan Bu Arumi? Kenapa dia menatapku seperti itu? Apakah hari ini sebenarnya adalah hari terakhirnya mengajar dan dia hanya berpura-pura kuat?' tanya Azzam dalam hati, dadanya mendadak berdesir aneh.

Ia memandangi sisa kotak bentonya, lalu kembali melirik ke depan kelas.

'Kalau pun benar dia harus pergi... kenapa aku tidak merasa senang? Bukankah ini yang aku dan Azzura mau dari kemarin? Sial... kenapa hatiku bisa menjadi selunak ini hanya karena sebuah kotak bento buatan subuh? gerutu Azzam, bingung dengan perubahan batinnya sendiri yang mulai goyah oleh ketulusan sang guru.

Bersambung...

1
Lilik Juhariah
wkkw tokcer banget bang zaky
Lilik Juhariah
aku baca part ini sambil senyum sendiri liat Arya creambath 2 hari sekali🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Wirly Pena
semangat thor, karya yang bagus 👍

halo temen2, jangan lupa mampir di " Aku istrimu, bukan babu mu "

terimakasih 🙏
Lilik Juhariah
semua suami begitu antara yg dipijat ma upahnya , lebih pegel upahnya 🤣🤣
Lilik Juhariah
waaaah
Lilik Juhariah
pengantin baru , kekasih yg terpisah 12 tahun gimana gak kalab coba mas zaky
Lilik Juhariah
kok aku ngakak sendiri , mbak Ayu penasaran ekkw
Lilik Juhariah
novel Ter the best baru baca
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak🙏😘
total 1 replies
Lilik Juhariah
ooooh aku bahagia sekaliii
Lilik Juhariah
ooooh aku bahagia
Lilik Juhariah
zakiiii kenapa gak cari tau dari kemaren sih lelet bnageeet sukanya terpuruk merenung
Lilik Juhariah
ha ha ha apa gak curiga lah ojeknya alasan mogok terus
Lilik Juhariah
waaaah senyumnya melumerkan hatiku Rumi
Lilik Juhariah
aku jadi mewek hiks hiks iks
Lilik Juhariah
hiks hiks hiks luka itu terlalu dalam Zaki
Lilik Juhariah
jeng jeng jeng jeng
Lilik Juhariah
waaaah ketemu sama Abang Zaki
Hana
jadi ikut deg deg ser thor
No Date
Haii para sesepuh sesepuh sini
Aku baru baru ini membuat novel yang judul nya "I Shall Seal The Heavens" mampir dong kaka, ramein yah , semoga kalian suka dengan novel yang aku tulis.
ada juga novel "Beyond Time's Gaze" semoga kalian betah yaa🤩🤩🤗
echa purin
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!