NovelToon NovelToon
TAHTA YANG TAK TERGOYAHKAN

TAHTA YANG TAK TERGOYAHKAN

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Di balik kesuksesan Bian sebagai Manajer, ada Husna istri sah yang anggun, mandiri, dan pemegang kendali finansial keluarga. Saat Bian tergoda Salma, karyawatinya dan meminta izin menikah lagi, Husna tidak mengamuk. Ia memberi satu syarat mutlak 100% gaji resmi Bian wajib ditransfer ke rekeningnya.
Sementara bagi Salma yang menawari cinta ala ABG hanya dinafkahi dari hasil toko swalayan baru yang belum pasti untung.

​Merasa menang, Salma setuju tanpa sadar ia salah lawan. Situasi makin panas saat Devan dan Deka, putra kembar yang saat ini sudah sekolah tingkat SMA, terang-terangan membela sang ibu dan membenci Bian. Siapa pemegang tahta sejati dalam keluarga ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAHTA YANG TAK TERGOYAHKAN

​

​Lampu gantung kristal di ruang tengah memancarkan pencahayaan keemasan yang hangat, memantul sempurna pada deretan bingkai foto keluarga yang tertata rapi di dinding. Di sana, tawa empat insan terabadikan dengan begitu presisi. Ada Bian yang berdiri gagah dengan setelan jas kerjanya, Husna yang tersenyum anggun dalam balutan hijab syar’i pastel, serta Devan dan Deka si kembar yang tumbuh tinggi, tampan, dan selalu pasang badan untuk ibunya.

​Secara kasat mata, rumah tangga itu adalah definisi sempurna yang sering diimpikan banyak orang. Finansial melimpah, rumah megah yang dibangun dari keringat bersama, dua anak laki-laki yang membanggakan di bangku SMA, serta keharmonisan yang tampaknya tak pernah goyah oleh waktu.

​Husna mengusap permukaan meja kayu jati dengan lap halus, memastikan tak ada sebutir debu pun yang mengganggu estetikanya. Di usianya yang telah menginjak kepala empat, pesonanya sama sekali tak memudar. Keanggunan Husna bukan sekadar dari wajahnya yang teduh, melainkan dari aura kemandirian yang kuat. Sebelum Bian berada di posisinya yang sekarang seorang Manajer Senior dengan posisi tawar tinggi di perusahaan multinasional Husna menguasai panggung bisnis lebih dulu. Usaha grosir dan jaringan distribusi bahan bangunan yang didirikannya sejak sebelum menikah adalah fondasi sejati kekayaan keluarga mereka.

​Ibarat kata, Bian belajar memahami dinamika bisnis, diplomasi, dan cara memutar modal langsung dari Husna. Husna adalah guru, mentor, sekaligus pilar utama yang membentuk karakter kepemimpinan Bian hingga pria itu diperhitungkan di dunia profesional.

​Namun, seperti kata pepatah lama ombak besar jarang menghancurkan kapal yang kokoh, tapi rayap kecil bisa merubuhkannya dari dalam.

​Suara deru mesin mobil sedan hitam yang memasuki garasi memecah keheningan malam. Tak lama kemudian, sosok Bian melangkah masuk.

Penampilannya masih terlihat rapi dengan kemeja kerja yang sedikit tergulung di bagian lengan, menyisakan kesan pria matang yang penuh karisma. Di usia yang tak lagi muda, Bian memang mengalami apa yang orang-orang sebut sebagai puber kedua. Tubuhnya dijaga ketat di pusat kebugaran, gaya pakaiannya makin kekinian dan rasa percaya dirinya meroket seiring dengan jabatan yang ia genggam.

​"Assalamu’alaikum, Mas," sapa Husna lembut sembari mendekat dan mencium punggung tangan suaminya dengan penuh takzim.

​"Wa’alaikumsalam," jawab Bian singkat. Senyumnya ada, tetapi matanya tak fokus. Tatapannya tertahan pada layar ponsel yang terus menyala singkat, menyembunyikan getar notifikasi yang tak kunjung berhenti.

​Husna menyadari perubahan itu. Bukan sehari dua hari Bian bertingkah seperti ini. Ada jarak yang pelan-pelan terbentang, ada aroma parfum asing beraroma manis buah yang terkadang menempel tipis di kerah kemeja suaminya, dan ada riak gelisah yang coba disembunyikan Bian di balik sikap formalnya.

​"Si Kembar mana?" tanya Bian seraya melepas jam tangan mewahnya dan meletakkannya di meja.

​"Di kamar, Mas. Lagi ngerjain tugas sekolah. Mau kupanggilkan buat makan malam bareng?"

​"Nggak usah. Mas cape banget malam ini. Langsung ke kamar saja," balas Bian, lalu melangkah mendahului Husna menuju kamar utama.

​Husna menatap punggung suaminya yang menjauh. Tidak ada amukan, tidak ada air mata yang menetes. Hanya ada hembusan napas halus yang keluar dari bibirnya. Sebagai wanita yang terbiasa membaca pergerakan angka dan grafik bisnis, Husna tahu persis kapan sebuah analisis menunjukkan tanda-tanda kebangkrutan termasuk dalam urusan hati.

​Di lantai atas, pintu kamar anak kembar terbuka sedikit. Devan menyandarkan bahunya di kusen pintu, sementara Deka berdiri di sampingnya dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana abu-abu SMA-nya. Dari balik selasar lantai dua, mereka memperhatikan interaksi kedua orang tuanya di bawah.

​"Lihat gaya Papa," bisik Deka dengan nada dingin. Sorot matanya menajam, penuh kesal yang tertahan. "Sok sibuk dan sok paling keras kerjanya. Padahal ponselnya dipegang terus seperti remaja yang baru kasmaran."

​Devan terkekeh sinis, lalu menggelengkan kepala. "Puber kedua yang bikin lupa diri, Ka. Papa pikir dia bisa melangkah sejauh ini karena kehebatannya sendiri? Dia lupa siapa yang ngajarin dia cara bikin pembukuan bisnis waktu dia masih jadi staf biasa dulu."

​"Aku benar-benar geram, Dev," tambah Deka seraya menahan emosi. "Tadi siang waktu aku lewat area perkantoran dekat toko Bunda, aku lihat mobil Papa parkir di kafe depan. Dan kamu tahu? Papa sedang bersama cewek muda yang seragamnya sama seperti karyawan kantornya. Tingkahnya benar-benar kekanak-kanakan, tertawa-tertawa manja."

​"Sabar. Kita tahan dulu," ujar Devan menepuk pelan bahu saudaranya. "Bunda itu wanita cerdas. Bunda pasti tahu, cuma Bunda terlalu anggun untuk membuat drama di depan kita. Yang jelas, kalau Papa sampai berani bikin Bunda menangis sekali saja... aku tidak akan tinggal diam, Ka."

​Deka mengangguk setuju. "Aku juga, Dev. Kita harus pasang badan buat jaga Bunda."

​Kedua remaja kembar itu memiliki keterikatan emosional yang sangat kuat dengan Husna. Bagi Devan dan Deka, ibu mereka adalah sosok pahlawan sejati yang tak pernah lelah merawat mereka sekaligus mengendalikan bisnis keluarga. Sementara Bian, di mata mereka yang mulai dewasa, perlahan bertransformasi dari sosok ayah yang dihormati menjadi pria paruh baya yang kehilangan arah karena silau oleh godaan wanita lain.

​Malam makin larut, tetapi ruang kerja pribadi di dalam kamar utama masih berpendar terang. Bian duduk di kursi kerjanya, menatap layar ponsel dengan senyum kecil yang terukir di wajahnya.

​Di layar itu, tertera nama kontak Salma.

​Salma adalah salah satu karyawati bagian administrasi yang baru dua tahun bekerja di kantor cabang yang dipimpin Bian. Perbedaan usia mereka yang cukup jauh hampir dua puluh tahun justru menjadi daya tarik tersendiri bagi Bian. Di mata Bian, Salma menghadirkan kembali rasa dibutuhkan, kepolosan yang dibuat-buat, serta rasa kagum berlebihan yang tak lagi ia dapatkan dari Husna yang serba mandiri dan setara dengannya.

"Mas Bian udah sampai rumah? Jangan lupa istirahat ya, Mas. Aku khawatir Mas capek gara-gara mikirin kerjaan hari ini... aku selalu kangen Mas," bunyi pesan singkat dari Salma.

​Bian terkekeh pelan, jemarinya dengan lincah membalas pesan itu. "Sudah, Salma. Kamu juga tidur ya. Besok Mas jemput sebelum ke kantor."

​Bagi Bian, perasaan ini ia sebut sebagai "cinta sejati yang datang di waktu yang salah". Sebuah pembenaran dangkal dari pria yang sedang terbuai ego. Ia merasa telah mencapai puncak kesuksesan: punya karier mentereng, aset di mana-mana, dan keluarga yang stabil. Di titik inilah egonya menuntut lebih ia ingin merasa diinginkan oleh wanita muda yang mengaguminya bagai seorang pahlawan.

​Tanpa Bian sadari, pintu ruang kerja yang sedikit terbuka memperlihatkan bayangan Husna yang berdiri di sana. Husna membawa nampan berisi teh hangat kegemaran suaminya. Dari sudut berdiri yang tepat, Husna bisa melihat pantulan layar ponsel Bian serta pantulan raut wajah suaminya yang penuh binar kasmaran binar yang sudah lama hilang saat pria itu menatapnya.

​Husna tidak menerobos masuk. Ia tidak melempar nampan kayu itu ke lantai, juga tidak memaki suaminya dengan kata-kata kasar. Keanggunan berhijab yang melekat pada dirinya bukan sekadar busana, melainkan cerminan dari kontrol emosi yang luar biasa.

​Husna melangkah mundur perlahan, meletakkan nampan teh tersebut di atas meja konsol di luar ruang kerja, lalu berjalan menuju tempat tidur. Ia duduk di tepi ranjang, merapikan hijabnya yang masih terpasang rapi, lalu menghela napas panjang.

​"Mas Bian..." gumam Husna lirih pada kegelapan kamar. "Kamu pikir cinta murah dari wanita muda itu adalah bentuk kesuksesanmu? Kamu lupa, akar dari pohon besar yang kamu tinggali ini adalah aku."

​Husna menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Otaknya mulai bekerja secara strategis. Tidak ada tempat untuk ratapan dalam hidup Husna. Jika Bian memilih untuk bermain api dan meruntuhkan tatanan rumah tangga yang telah mereka bangun puluhan tahun, maka Husna dipastikan akan menjadi pihak yang menentukan aturan mainnya.

​Ia tahu persis arah dari semua permainan ini. Cepat atau lambat, Bian akan memberanikan diri meminta izin untuk meresmikan hubungannya dengan Salma. Dan ketika saat itu tiba, Husna tidak akan membiarkan anak-anaknya kehilangan hak mereka sedikit pun, serta tak akan membiarkan Salma menikmati hasil kerja keras yang tidak pernah wanita muda itu perjuangkan.

​Di luar, angin malam berhembus makin kencang, menggoyahkan dedaunan di luar jendela. Namun di dalam kamar itu, Husna duduk tegak dengan pandangan lurus ke depan. Ratu dari keluarga ini tidak akan membiarkan tahtanya bergeser, apa pun taruhannya.

1
Arieee
bagus 👍👍👍👍👍👍
susi ana
aku geli sama istilah "niat jantan" dr Rafli..... lucu banget 😂
falea sezi
wahh uda end ternyata si bapak durjana
Noey Aprilia
Akhir tragis buat sng pngkhianat....
btw,srius end kk????
mksh crtanya,aku otw crtamu yg lain...💃💃💃
blcak areng: terima kasih Kak
total 1 replies
Muft Smoker
ceritanya seperti biasa ,,
bagus dan banyak pelajaran ny
Muft Smoker
waaah udh tamat kak ,,

yx seburuk-buruk ny kelakuan manusia di saat Dy berpulang tetap harus d lakukan yg terbaik ,,
bian udh menyadari dan menyesali perbuatan ny ,, ,,

terimakasih buat cerita ny kali ini kak ,,
dtggu karya terbaru ny ,,
semangat dan sukses selalu buat kk ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
karya terbaru ny udh msuk list aq ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kn emnk udh jdi ibu ny kak 🤭🤭😁😁🫰
T🥀007
lanjut
Nieta Poedjo
kartu hitam = black card
bukan
kartu hitam black card
Nieta Poedjo
katanya berhijab, kok ada kalimat anak rambut?
katanya sdh nikah, kok ada kalimat calon ibu?
Muft Smoker: 👌👌👌👌😁😁😁😁
total 3 replies
Noey Aprilia
Buah ksbaran husna d msa lalu,akhrnya ktmu jg dgn kbhgiaan...
slain syng sm dia,jg syng sm ank2nya....
Noey Aprilia
Mkin meranalh nnti sng mntan...
smntra mntan istri mkin sukses plus nkah lg sm orng brkuasa,dia msh ttp jd gmbel.....😛😛😛
Muft Smoker
semangat truuus kak ,,

lanjuut kak ,,

akhirnya Bu Husna menemukan org yg tepat ,,
semoga bahagia truss keluarga kalian ,,
Muft Smoker
kak sbnrnya yg kk sypa ,, Dita tita atau Devan deka ,,
kn yg menikah dluan pak Rafli ,,
Rahmawati Amma
awalnya ceritanya menarik tapi setelah aku baca sengaja loncat di bagian bab 38an aku udah malas bacanya pada hal aku ingin melihat bian menderita dan husna walaupun janda tapi berkelas dan tambah sukses tak taunya kawin lagi jadi malas baca soalnya bosan yg cerita cerai tapi kawin lagi😔😮‍💨
Rahmawati Amma
maaf thor saya ke luar dari novelmu paling malas klu ceritanya gini awalnya saya emang suka ceritanya tapi melihat babnya saya langsung berhenti ku kira ngak bakalan kawin lagi soalnya anaknya udah pada remaja tak tahunya malahan kawin lagi sama aja mantan suaminya gila s***n## kukira habis cerai dia akan menjadi lebih sukses dan menjadi janda elegan tak taunya gini ceritanya maaf thor aku keluar maaf tidak beri bintang full😔😢🙏
Muft Smoker
laki2 kayak pak Rafli 1 banding 100000000 ,, bnr2 langka ,,
Rahmawati Amma
pembalasan berkelas🤣🤣🤣
Noey Aprilia
D saat yg lain lbh suka pmer hrta dmi pujian,tp mas rafli lbih mmilih k tnah suci dmi niat yg suci jg....salut plus mkin mnghormati dia krna skapnya...
Nieta Poedjo
ooooo gitu tho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!