NovelToon NovelToon
Serving The Ruthless Boss

Serving The Ruthless Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Fantasi
Popularitas:367
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Alesia Fiore mengira hidupnya di Korea Selatan sudah berada di titik paling damai. Demi memperbaiki ekonomi keluarga yang ironisnya hanya peduli pada uang kirimannya Alesia rela bekerja keras bagai kuda selama satu tahun sebagai admin pemasaran di Aetheris Games. Biarpun sering lembur, ia bahagia karena memiliki lingkungan kerja yang sehat dan sahabat-sahabat yang suportif.

Namun, kedamaian itu hancur berantakan saat takdir membawa Dante Luca Alessio masuk ke hidupnya.

Dimulailah hari-hari penuh kesialan, kejengkelan, dan kesalahpahaman kocak bagi Alesia yang harus melayani segala tuntutan ajaib dari bos barunya yang ruthless. Sanggupkah Alesia bertahan demi pundi-pundi won, atau justru benci di antara mereka berubah menjadi benih-benih cinta yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

Mereka bertiga langsung memperbaiki posisi berdiri. Begitu jarak Dante dan Rey sudah dekat, Alesia dan Hana membungkukkan badan mereka sedalam sembilan puluh derajat dengan sangat sopan.

"Selamat pagi, Pak Dante. Selamat pagi, Pak Rey," ucap Alesia dan Hana kompak dengan bahasa Korea formal.

Sementara itu, Min-ji memilih untuk menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap lurus ke arah lantai marmer, tidak berani sedetik pun mengangkat wajahnya untuk melihat ke depan karena rasa malu yang teramat sangat.

Langkah kaki tegap Rey mendadak melambat saat melintasi mereka. Pria itu menghentikan langkahnya tepat di depan Min-ji. Sebuah senyuman smirk jahil yang sangat menawan terukir di wajah tampannya.

"Udah sadar?" tanya Rey tiba-tiba, suaranya terdengar sangat renyah dan penuh nada ledekan yang ramah.

Hana yang berdiri di sebelah Min-ji langsung menyenggol lengan sahabatnya itu dengan heboh, memberi isyarat agar Min-ji segera menjawab.

Min-ji menelan ludah dengan susah payah. Dengan sisa-sisa keberaniannya, ia mengangkat kepalanya sedikit tanpa berani menatap langsung mata Rey.

"Ee-eh... iya, Pak. Sudah. Terima kasih banyak atas bantuannya semalam, Pak Rey," cicit Min-ji dengan suara yang sangat pelan dan bergetar karena malu.

Rey terkekeh pelan melihat tingkah kaku gadis resek yang semalam memeluknya itu.

"Saya duluan ya," ucap Rey berpamitan kepada mereka bertiga sebelum kembali melangkah menyusul Dante yang sudah berjalan beberapa meter di depan.

"Iya, Pak..." jawab mereka kompak.

Begitu punggung kedua pria itu sudah menjauh dan melewati pintu lobi, pertahanan Min-ji langsung runtuh. Ia merengek frustrasi sambil menghentak-hentakkan kakinya pelan.

"Arghhh! Malu banget aku, Han, Al! Mau ditaruh di mana mukaku ini! Dia pasti bakal mengingat kejadian itu seumur hidup!"

Hana dan Alesia yang melihat ketidakberdayaan Min-ji langsung pecah dalam tawa renyah yang tertahan, merasa sangat terhibur melihat sahabat mereka yang biasanya paling berisik bergosip kini mendadak kaku tak berkutik seperti patung.

Sementara itu, di dalam lift pribadi setelah mereka menyelesaikan tinjauan singkat di luar, Dante berdiri tegak dengan kedua tangan di dalam saku celananya.

Pria itu tampaknya sejak tadi menaruh perhatian pada interaksi singkat di lobi. Rasa penasarannya yang tinggi sebagai seorang kakak angkat mulai terusik.

Dante melirik Rey dari balik lensa kacamatanya yang jernih. "Rey."

"Iya, Pak Dante?" sahut Rey, kembali ke mode profesionalnya.

"Apa maksud dari kalimat 'udah sadar' yang kamu ucapkan kepada staf pemasaran tadi?" tanya Dante dengan nada suara datar namun penuh selidik.

"Sejak kapan kamu memiliki urusan pribadi dengan teman-teman Fiore?"

Rey sempat tertegun, lalu sebuah senyuman geli kembali terukir di wajahnya. Menyadari situasi di dalam lift hanya ada mereka berdua, Rey akhirnya menceritakan seluruh kejadian kocak bin ajaib yang dialaminya bersama Hana dan Min-ji tadi malam tanpa ada yang ditutupi.

Mendengar penuturan Rey, terutama pada bagian Min-ji yang mabuk berat dan insiden di atas ranjang kamar apartemen, Dante terdiam sejenak.

Sudut bibirnya perlahan berkedut tipis, membentuk sebuah senyuman samar yang sangat jarang ia perlihatkan. Aura dingin di wajahnya melunak digantikan oleh rasa geli yang hangat.

"Teman-teman Fiore... ternyata memiliki tingkat keunikan dan kecerobohan yang sama persis dengannya," gumam Dante pelan dengan suara rendahnya, menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

Permainan takdir di antara jajaran eksekutif dan divisi pemasaran Aetheris Games tampaknya mulai mengarah ke babak baru yang semakin ramai dan tidak terduga bagi mereka berempat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!