Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.
Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.
500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.
Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.
Mereka salah besar.
Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.
Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.
Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:
Menagih darah dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12: Kehancuran Keluarga Zhao
Asap tebal dan daging hangus tersapu angin malam. Di tengah kawah gerbang megah Keluarga Zhao, dua orang berdiri berhadapan, jaraknya tak sampai sepuluh langkah.
Zhao Wuji menatap sekeliling dengan mata merah yang hampir meneteskan darah. Pasukan elit yang ia bangun selama dua puluh tahun musnah dalam satu hembusan napas. Ambisinya menguasai Kota Awan Merah kini tinggal debu.
"Kau... kau pasti bukan Lin Xuan!" geramnya, suaranya gemetar antara amarah dan putus asa. "Sampah Keluarga Lin tak mungkin menguasai kekuatan seperti ini. Monster macam apa yang merasuki tubuhmu?"
Lin Xuan memiringkan kepalanya. "Siapa aku tidak penting bagi orang yang akan mati. Yang penting, hari ini Keluarga Zhao harus dihapus dari peta Kota Awan Merah."
"Jangan sombong, bocah tengik!!"
Zhao Wuji meraung hingga urat lehernya menonjol. Ia merogoh cincin penyimpanannya, mengeluarkan golok raksasa berwarna merah darah. Golok Pemecah Gunung, senjata spiritual tingkat menengah.
Bersamaan dengan itu, aura Setengah Langkah Pembentukan Fondasi miliknya meledak penuh. Tanah di bawah kakinya retak hanya karena tekanan yang ditimbulkannya.
Dari kejauhan, Penatua Pertama Lin Zheng berteriak panik, "Tuan Muda, hati-hati. Kekuatannya sekarang tiga kali lebih kuat dari Tingkat 9 biasa!"
Lin Xuan hanya mendengus. Ia kemudian membuang pedangnya.
Ia memajukan kaki kanan, menurunkan kuda-kuda, lalu mengangkat kedua tangan kosong. Kulitnya seketika berkilau—Teknik Tungku Daging Putaran Kedua.
Melihat Lin Xuan hendak menahan goloknya dengan tangan kosong, Zhao Wuji merasa dihina.
"Mati kau! Tebasan Harimau Neraka!"
Zhao Wuji melompat sepuluh meter ke udara. Qi cair merah menyelimuti goloknya, membentuk siluet harimau raksasa yang membuka rahangnya.
Dengan gravitasi dan momentum penuh, ia menebas lurus ke arah ubun-ubun Lin Xuan. Tekanan tebasan itu membuat udara di sekitar Lin Xuan berderak bagai kaca yang hendak pecah.
Lin Xuan tak mengelak. Matanya menyipit, mengunci lintasan golok itu dengan Kekuatan Jiwa.
Ketika bilah golok tinggal sejengkal dari kepalanya, Lin Xuan mengangkat kedua tangan ke atas dan menyatukan telapaknya untuk menjepit bilah golok itu!
Trangg!!!
Benturan logam memekakkan telinga. Gelombang kejut menyapu kawah, menerbangkan debu dan kerikil bagai peluru.
Mata Zhao Wuji melotot ngeri. Tebasannya yang didorong Qi cair Setengah Langkah Pembentukan Fondasi... tertahan murni hanya oleh sepasang tangan kosong?!
Kaki Lin Xuan amblas ke tanah sampai mata kaki. Tulang lengannya berderak menahan beban ratusan ton, dan setetes darah mengalir dari sudut bibirnya.
"Hahaha! Kau berdarah, bocah!!" Zhao Wuji tertawa puas, menambah tekanan Qi ke goloknya.
Namun senyum di wajah Lin Xuan tak pudar. Justru semakin lebar dan mengerikan.
"Qi cair itu... seperti minyak," ucap Lin Xuan pelan di tengah badai energi itu. "Enak sekali kalau dibakar."
Wusshhh!
Dari kedua telapak tangan yang menjepit golok itu, meledak api biru kehijauan—Teratai Bumi Terdalam. Api Surgawi itu merambat ke bilah Golok Pemecah Gunung secepat kilat.
Golok spiritual yang konon tak bisa dihancurkan itu seketika mendesis dan meleleh.
"A-apa?!"
Sebelum Zhao Wuji sempat melepaskan gagangnya, api itu menyambar Qi cair yang menyelimuti tubuhnya.
Dalam sekejap, seluruh tubuh Zhao Wuji dilalap badai api biru.
"Arrgghh!!!"
Zhao Wuji menjerit. Api itu tak hanya membakar kulitnya, tapi menyusup ke pori-porinya dan organ dalamnya. Semakin keras Zhao Wuji mengerahkan Qi untuk melawan, semakin buas pula api itu membakar.
Zhao Wuji melepaskan goloknya yang telah menjadi besi cair. Ia mundur beberapa langkah, berguling-guling di tanah mencoba memadamkan api, namun Api Surgawi tak bisa dipadamkan oleh tanah biasa.
Dalam keputusasaan, ia merogoh saku jubahnya yang terbakar dan mengeluarkan sebutir pil merah gelap berbau amis darah.
Pil Darah Iblis, pil terlarang yang mengorbankan separuh umur dan seluruh potensi masa depan demi menerobos kultivasi secara instan.
"Bocah Iblis! Kubawa kau ke neraka bersamaku!!" aumnya sambil melempar pil itu ke mulutnya.
Begitu pil menyentuh lidahnya, aura Zhao Wuji meledak. Api biru di tubuhnya sempat terdorong mundur oleh gelombang energi darah yang mengerikan. Langit di atas kawah bergemuruh. Zhao Wuji memaksa dirinya menembus Pembentukan Fondasi Awal.
Penatua Pertama dan Kedua memucat. "Tuan Muda, mundurlah!"
Namun Lin Xuan hanya berdiri diam. Menatap Zhao Wuji yang sedang bertransformasi dengan tatapan iba dan penghinaan.
"Memakan pil... di depan seorang Kaisar Pil?" Lin Xuan mendengus geli. "Kau baru saja memilih cara mati yang paling cepat."
Alih-alih menyerang, ia menjentikkan jari ke udara. Resonansi Kekuatan Jiwa yang presisi ditembakkan langsung ke tubuhnya, tepat menghantam Pil Darah Iblis yang sedang mencair.
Setiap pil memiliki keseimbangannya sendiri. Pil Darah Iblis bekerja dengan mengekstraksi energi darah secara perlahan, agar tubuh penggunanya tidak meledak seketika.
Namun Lin Xuan memanfaatkan fluktuasi jiwanya untuk menghancurkan lapisan penahan di dalam pil itu, memaksanya melepaskan seratus persen energinya dalam sepersekian detik!
Zhao Wuji yang tadinya merasa begitu kuat, tiba-tiba membelalakkan mata. Urat di seluruh tubuhnya menonjol hingga kulitnya robek dan wajahnya membengkak.
"T-tidak... terlalu banyak... b-banyak..." Ia tergagap, darah menyembur dari mata, telinga, hidung, dan mulutnya.
Tubuhnya tak sanggup menampung ledakan energi pil yang dipaksa aktif sekaligus. Bahkan sebelum sempat melangkah ke arah Lin Xuan...
Blaaar!!
Tubuh Zhao Wuji meledak hancur dari dalam. Kabut darah dan potongan daging menyebar ke segala arah, namun langsung menguap oleh sisa panas Teratai Bumi Terdalam yang masih menyala.
Pemimpin Keluarga Zhao, penguasa utara Kota Awan Merah, tewas tanpa tubuh yang utuh.
Keheningan mencekam turun menyelimuti reruntuhan Zhao.
Lin Xuan mengibaskan ujung jubahnya yang terkena sedikit debu, lalu menoleh ke belakang, ke arah pasukan Lin yang masih menganga tak percaya.
"Penatua Pertama, bawa pasukan masuk," perintahnya datar. "Hancurkan sisa penjaga yang masih melawan. Temukan Zhao Tian dan Zhao Kuang, kalau masih hidup penggal kepala mereka. Dan yang paling penting... segel Gudang Harta Zhao. Malam ini, seluruh kekayaan mereka menjadi milik Keluarga Lin."
"B-baik! Sesuai perintah Tuan Muda!" Penatua Pertama tersadar dari keterkejutannya. Ia segera memimpin lima puluh penjaga elit itu menyapu sisa Kediaman Zhao.
Lin Xuan berjalan santai melewati kawah bekas gerbang, langsung memasuki jantung kediaman musuh. Ia tidak peduli pada jeritan atau dentingan pedang dari sisa pasukan Zhao yang sedang melawan. Instingnya sebagai alkemis menuntunnya menuju satu tempat: Ruang Pusaka.
Setelah menghancurkan pintu baja gudang utama, ia melangkah masuk. Gudang itu dipenuhi ratusan peti Batu Roh, senjata, dan kotak-kotak giok berisi herbal.
Kekayaan Keluarga Zhao memang luar biasa, cukup untuk meningkatkan kultivasinya hingga mencapai Pembentukan Fondasi.
Namun mata Lin Xuan mengabaikan segala emas dan permata itu. Perhatiannya justru tertuju ke sudut gudang yang berdebu, tempat Kuali Naga Hitam di dalam jiwanya tiba-tiba berdenyut begitu keras. Denyut ini berbeda dari saat kuali itu merespons Api Surgawi.
Ia mendekat dan menemukan sebuah kotak kayu kusam dengan segel yang sudah berkarat. Sekali sentakan, ia menghancurkan gemboknya.
Di dalamnya, terbaring lempengan logam hitam berbentuk tak beraturan, seukuran telapak tangan. Tampak seperti besi rongsokan yang terbakar.
Seketika, lempengan itu meleleh dan menyusup masuk melalui telapak tangan Lin Xuan, melesat langsung menuju Lautan Jiwa dan menempel sempurna pada tubuh Kuali Naga Hitam!
Kuali itu bergetar hebat. Ukiran Naga Kedua perlahan memancarkan cahaya merah darah.
"Serpihan Kuali Naga Hitam..." Mata Lin Xuan membelalak terkejut. "Rupanya saat ledakan lima ratus tahun lalu, kuali ini sempat retak dan serpihannya tersebar."
Bersamaan dengan menyatunya serpihan itu, sepotong ingatan dan peta energi tergambar dalam benaknya. Itu adalah lokasi fragmen berikutnya, atau mungkin sesuatu yang jauh lebih berharga.
"Ibu Kota Kekaisaran Langit Angin... wilayah pusat Benua Bawah," gumamnya sambil membaca peta di kepalanya. Senyuman penuh ambisi terukir di wajahnya. "Rupanya Kota Awan Merah sudah terlalu kecil untukku. Sudah waktunya melihat sejauh mana jangkauan tangan anjing-anjing Yao Chen di benua ini."