NovelToon NovelToon
Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ibu ditca

Menjadi korban keegoisan orang tuanya pasca perceraian, membuat Auri lebih memilih mantan ART nya untuk menjadi walinya.

Perjalanan hidup Auri sejak masih kanak-kanak memang tak mudah. Bahkan kehidupan cintanya pun seolah tak berpihak padanya.

Namun sosok pemuda yang tak pernah ia sangka, hadir dalam hidupnya. Dan perlahan mengubah alur hidup Auri.

Ikuti perjalanan hidup Auri yukkk
Welcome di tulisan receh Mak Othor. Semoga Mak Othor bisa konsisten menulis lagi yakk...
Yang kemarin terpaksa hiatus.
terimakasih semua...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibu ditca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Brak...brak...brak...

Suara meja yang di pukul dengan botol minuman saling beradu di dalam sebuah kelas. Tak ketinggalan juga suara riuh dan kalimat-kalimat asbun meluncur nyaring di dalamnya.

Auri, seorang guru muda berparas cantik dan ayu itu menghela nafasnya dengan begitu dalam. Pemandangan seperti itu sudah menjadi hal biasa baginya sejak lima tahun yang lalu.

Auri Estheria Maretha. Seorang tenaga pendidik di sebuah SLB swasta yang ada di sebuah kabupaten kecil di pulau Jawa. Kenapa harus SLB? Itu sudah menjadi pililhan Auri untuk mengabdikan diri dan ilmunya untuk anak-anak spesial seperti mereka.

''Guru Bu Auri, datang!'' kata salah seorang murid Auri yang tentu saja ABK. Auri tersenyum dan pelan-pelan meminta anak-anaknya untuk duduk. Banyak yang menolak, namun dengan sabar dan telaten Auri membimbing mereka.

"Ayo...yang tidak mendengarkan Bu Auri, hari ini tidak ibu beri bintang! Yang tidak mengumpulkan bintang ,nanti tidak akan ibu ajak membuat layang-layang lho. Ayoooo siapa yang mau bantu ibu buat layang-layang?'' rayu Auri.

Karena murid Auri tidak hanya satu atau dua dengan keterbatasan, sebagian ada yang mendengarkan dan sisanya abai. Mengajar di SLB tentu tidak bisa di samakan seperti di sekolah umum yang memberikan materi seperti kurikulum pada umumnya. (Hanya guru SLB yang tahu ya....)

Waktu pun terus berlalu hingga jam bergulir begitu cepat. Mendampingi anak-anak spesialnya seringkali membuat Auri kehabisan energi. Kadang sampai di ruang guru, ia hanya perlu meletakkan kepalanya barang sejenak untuk melepas penat.

"Sudah di jemput semua muridnya, bu Auri?'' tanya rekan guru Auri.

"Alhamdulillah sudah bu. Masyaallah sekali si Kevin hari ini. Luar biasa hehehehe'' jawab Auri. Semua guru tahu siapa murid yang bernama Kevin itu. Bocah berusia dua belas tahun yang super duper aktif.

Mereka hanya tertawa mendengar cerita Auri yang sepertinya selalu hectic jika membahas Kevin. Meski lelah, Auri dan rekan-rekannya ikhlas mendampingi anak-anak surga itu. Tak perlu di pertanyakan seperti apa ketulusan mereka bukan?

"Langsung pulang bu Auri?'' tanya salah seorang rekan guru yang bernama Awan.

"Eh...ngga pak Awan, biasa mau ke lapak dulu heheh'' jawab Auri. Lapak yang di maksud adalah sebuah tempat usaha Auri  di bidang digital printing yang sudah berjalan sejak Auri lulus SMA. Dan saat ini, ia mempekerjakan beberapa orang selama ia mengajar di SLB.

"Bu Bos mah ngga ada capeknya ya heheheh'' ujar Pak Awan. Semua tahu kalau Awan menyukai Auri sejak dulu, namun sayangnya Auri sepertinya enggan menanggapi walaupun posisi Airu saat ini single pasca gagal menjalani sebuah hubungan sebelumnya.

"Aamiinkeun wae lamun jadi bos mah pak Awan heheh'' sahut Airu. Satu per satu mereka pun membubarkan diri. Airu pun melesat ke tempat usahanya.

.

.

.

"Eh....kumaha ieu? Terima teu?'' tanya Siti--karyawan Auri. Dua lelaki yang berada di dekat Siti tampak saling melempar pandangan.

"Ngke wae ah, konfirmasi ke teh Auri heula'' jawab Dadan. Dua rekannya pun mengangguk pelan. Selang beberapa menit kemudian, sosok yang akan di tanya tiba-tiba sudah muncul.

"Assalamualaikum wahai anak-anakku...'' sapa Auri dengan santainya. Sedang yang di sapa tampak sedikit tegang.

"Walaikumsalam teh'' jawab mereka semua.

"Naha tegang gitu sih? Ada masalah?'' tanya Auri sambil menyimpan tasnya di laci. Dadan dan Budi saling sikut, namun tetap saja Siti yang bicara.

"Ini teh, ada orderan dua ribu lima ratus undangan pernikahan'' jawab Siti.

"Alhamdulillah dong Ti, terus masalahnya apa? Bukannya udah biasa ya handle undangan ribuan?'' tanya Auri menghampiri Siti. Siti melirik ke dua rekannya.

Auri mengambil kertas yang Siti pegang. Gadis itu pun membaca kertas itu beberapa saat.

Tak lama kemudian, hanya terdengar helaan nafas dari bibir merah alami itu. Lalu ia menatap ketiga anak buahnya secara bergantian.

"Namanya orderan, terima saja Ti'' kata Auri sambil meletakkan kertas itu di hadapan Siti. Sepasang mata Siti menatap dua rekannya seolah mengatakan ' yakin ngga nih'???

"Tapi teh...ini....???'' ucapan Siti tak sangup di lanjutkan.

"Ngga apa-apa Ti. Rejeki ngga boleh di tolak. Konfirmasi aja sama klien kamu Ti. Mau desain yang kaya gimana, biar bisa ontime.''

Airu kembali ke mejanya dan mengambil beberapa buku yang akan ia periksa. Karena sudah mendapatkan mandat dari bosnya, Siti pun konfirmasi dengan kliennya.

Airu membolak-balik buku catatannya, tapi pikirannya tak ada di sana. Melainkan fokus pada pesanan undangan yang Siti tangani.

Undangan pernikahan sang mantan kekasih dengan calonnya.

Iya, tak salah! Mantan kekasihnya sepertinya sengaja ingin menunjukkan jika dia itu sudah move on dari nya dan memilih untuk menikah dengan perempuan yang di pilihkan orang tuanya. Padahal hubungan bertahun-tahun itu berakhir baru beberapa bulan ini. Cukup...mengenaskan bukan?

Tapi sebenarnya bukan itu yang Auri pikirkan, tapi dari banyaknya penyedia jasa printing...harus mencetak undangan di tempatnya? Sesengaja itu kah????

Auri meletakkan kepalanya di atas meja. Hidupnya begitu melelahkan!

Siti dan dua rekannya merasa iba pada bosnya. Entah sesakit apa hati Airu.....

.

.

.

"Papa sengaja banget buang aku ke kabupaten itu? Yang bener aja sih Pa?'' tanya Candra Septa Mahesa. Anak bungsu pewaris perusahaan real etstate juga kontraktor besar yang cukup ternama di salah satu kota.

"Sembarangan! Papa hanya ingin kamu belajar secara langsung di semua medan , Ndra! Kalau tidak di mulai dari sekarang, mau menunggu kapan? Teman-teman seusiamu saja sudah banyak yang menggantikan orang tuanya di perusahaan. Sedangkan kamu?''

"Ckkkk...Pa, aku kan juga kerja di perusahaan papa. Bantuin papa juga kan namanya?''

"Pokoknya lusa kamu sama Rino berangkat ke sana! Keputusan papa tidak bisa di ganggu gugat!''

Lelaki mapan bernama Mahesa itu pun meninggalkan anak bungsunya yang tampak frustasi.

Candra mengacak rambutnya dengan kasar.

"Ke kampung? Ngga ada mall, ngga ada kafe? Mau cari hiburan di mana coba??'' monolog Candra.

.

.

.

Umi Salamah, ibu yang sudah merawat Auri terlihat mondar-mandir di ruang tamu. Abah Aceng--suami Salamah menggeleng heran dengan sikap istrinya.

"Calik atuh umi!'' pinta abah Aceng.

"Si eneng belum pulang jam segini, bah. Umi teh cemas'' kata perempuan berusia mendekati enam puluhan itu.

"Nanti juga pulang. Paling mampir dulu, ngecek pembukuan anak-anak'' jawab si abah. Pria yang sudah berumur itu menikmati segelas kopinya setelah selesai sholat magrib. Ia memijat lututnya yang pegal pasca mengurusi sawah dan ladangnya.

"Bah...''

"Heum!'' gumam abah Aceng.

"Apa sebaiknya si eneng kita carikan jodoh aja ya Bah? Dengar-dengan itu si Ikhsan udah mau nikah sama pilihan indungna.''

"Umi mah aya-aya wae. Nikah mah bukan ajang balap. Ngga usah lah pake acara di cariin jodoh sagala. Si neng ge bisa cari jodoh sendiri.''

Umi Salamah menatap jendelanya yang belum di tutup gorden. Ia berharap Auri segera tampak di penglihatannya. Meski tidak lahir dari rahimnya, Salamah sangat menyayangi Auri.

"Lagi pula, Mi! Memang umi yakin kalau si neng udah siap menemui papanya lagi? Kan kalo nikah teh kudu aya walinya, sanes abah nu jadi wali. Ya kan?'' tanya Abah Aceng.

Umi Salamah tak merespon. Yang suaminya katakan memang benar. Apakah Auri sudah siap bertemu dengan papa kandungnya lagi???

***********

Selamat datang di tulisan mak othor lagi...

Semoga masih ada yang kangen sama mamak hehehe

Semoga juga tulisan receh ini bisa di terima ya readers kesayangan mamak. Mudah2n mak othor juga konsisten ga kaya kemaren2

Makasih semua...

Love sekebon......

1
Asriani Rini
Semsngat mak author semoga suaminya cepat sembuh
indy
Semangat kakak💪
Endang 💖
menarik,tp plisssss up tiap hari y thor
sakura
...
Asriani Rini
Aku kasih buga biar rajin up tiap hari
Asriani Rini
Lanju thor banyak banyakup nya biar kita enggak penasaran trrus 🙏🏻
Dhina Dindin
next yuk semangat ya Bun...selalu dinanti😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!