Perjalanan celah dimensi antar ruang angkasa, seorang pangeran kerajaan menjadi pengamat takdir dari sang Penjaga cahaya dari kegelapan absolute yang terus melahap semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Khaidar Ali Fathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan menuju naik 1 tingkat Ilmu Pengetahuan Umat Manusia
Siang hari di Bumi bersinar terang dengan terik matahari yang menyilaukan mata, hampir seluruh orang berkumpul menyaksikan sebuah pengumuman besar di depan halaman kerajaan, dan tibalah saat sang ilmuwan mulai menaiki panggung tersebut untuk memberikan sebuah pengumuman besar.
"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak kepada Baginda Raja, Hervan Orb yang terus mendukung kami selama ini. Saya berdiri di sini, di hadapan semua orang, akan memberikan kabar bersejarah. Setelah 70 tahun yang berlalu, seusai perang yang begitu panjang, di mana manusia berhasil mengalahkan makhluk kuat The Galaxy Eater yang ingin mengambil semua kekuatan di bumi."
Suara lantang itu menggema, disiarkan langsung ke seluruh penjuru bumi yang tengah menyaksikan momen bersejarah ini. Ketua Peneliti sekaligus pemimpin ekspedisi berdiri tegak di depan podium, menghadapi jepretan kamera para pers.
"Hari ini, para manusia terpilih yang disebut dengan Team Galaxy Explorer akan mengambil langkah besar untuk memulai perjalanan menambah wawasan manusia terhadap alam semesta. Kami akan melakukan perjalanan meneliti sebuah objek misterius yang berada di bagian gelap bulan kita, dan objek itu kita namai wormhole. Kami telah meneliti, bahwa wormhole itu seperti gerbang galaksi di sisi alam semesta lain."
Erick Stairs menarik napas sejenak, tatapannya melihat ke seluruh ruangan.
"Lima tahun sebelumnya kami sempat mengirim pesawat tak berawak ke sana untuk meneliti apa yang ada di balik wormhole itu dan apakah manusia aman untuk masuk ke sana. Tetapi ketika pesawat kami semakin dalam menjelajah, sinyal dari pesawat itu pun menghilang tanpa ada tanda-tanda kerusakan dari badan pesawat. Akhirnya kami memulai investigasi dan mencoba menarik benang merah dari kejadian tersebut, dan didapatkan hasil bahwa wormhole itu aman untuk dilalui manusia. Sifat dari wormhole adalah sebagai pipa yang menghubungkan, bukan menghisap selayaknya black hole, ditambah wormhole tidak mempunyai medan gravitasi."
"Dan setelah kesimpulan itu, para peneliti ingin melakukan hal bersejarah, yaitu mengirim manusia ke dalam wormhole tersebut. Kami juga sudah memilih lima manusia terpilih yang akan menjelajahi wormhole itu, antara lain... Saya sendiri, Erick Stairs, selaku pemimpin Galaxy Explorer. Yang kedua ada wakil saya, Viola Evon. Yang ketiga ada Rubel Guard, selaku engineer pesawat. Keempat ada Xhera Trey, dokter yang akan membantu kami. Dan kelima ada Devan Orb, yang juga murid saya dan salah satu pangeran Kerajaan Bumi."
Layar besar di belakangnya menampilkan foto kelima anggota tim satu per satu.
"Kami memang tidak membawa banyak orang agar persediaan kami tetap terjaga. Misi ini juga diharapkan akan menjadi jembatan di mana suatu saat manusia bisa menjelajahi luar angkasa. Untuk itu, saya mengharapkan doa dari semua orang yang ada di bumi untuk keberlangsungan misi kali ini. Saya Erick Stairs, pemimpin Galaxy Explorer, mengucapkan terima kasih!"
Seketika, gemuruh sorak-sorai langsung meledak. Para rakyat yang mendengar dan melihat siaran tersebut langsung bertepuk tangan riuh, memberikan semangat dan doa terbaik untuk para ilmuwan yang akan menjelajahi gerbang dimensi tersebut.
Di atas panggung utama, Erick Stairs didampingi langsung oleh Raja Bumi, Hervan Orb. Bersama-sama, mereka memotong pita merah sebagai tanda operasi resmi dimulai. Setelah prosesi itu, Hervan Orb mendekat dan memberikan sedikit nasihat kepada Erick.
"Ini memang akan menjadi langkah besar umat manusia, tetapi satu yang paling kalian harus ingat adalah, utamakan keselamatan kalian. Jangan terlalu memaksakan, terus kirimkan sinyal kepada kami. Ingat selalu, bumi akan terus menjadi arah pulang."
"Terima kasih yang Mulia. Saya akan teguhkan nasihat Raja di dalam hati kami," balas Erick penuh hormat.
"Besok kalian akan berangkat jam berapa? Oh ya, aku percayakan Devan, anggap saja dia seperti anakmu sendiri."
"Kami akan berangkat pagi. Di saat itu atmosfer bumi sedang tidak begitu kuat karena transisi antara malam dan siang. Untuk Devan, saya sudah anggap anak sendiri. Saya akan jaga dia, dan menasihatinya kalau memang berbuat salah. Tenang Raja, dia anak yang pintar."
"Baiklah," ucap Hervan sambil menepuk bahu Erick, merasa lega.
Sementara itu, di bagian lain Kerajaan Bumi, tepatnya di dalam altar kerajaan yang megah. Devan berdiri tegak sambil tersenyum menatap deretan foto para pendahulunya yang terpajang di dinding.
"Kalian memang orang-orang hebat, tapi maaf, aku Devan Orb akan melampaui kalian. Cita-citaku adalah untuk terus berbakti dan mendedikasikan hidupku untuk perkembangan umat manusia," ucapnya pelan.
"Kau mirip sekali dengan kakakku dan Hervan. Apa benar kau mau mengalahkan kami?"
Devan sedikit tersentak, lalu menoleh. Kakeknya, Garven Orb, rupanya tidak sengaja mendengar motivasi sang cucu. Sang kakek kini tengah berjalan mendekat sambil melirik jahil.
"Ya dong, Kakek! Lihat saja nanti, Kakek, aku pasti akan melampaui kalian!" seru Devan.
Garven tertegun. Melihat raut wajah penuh semangat dari Devan langsung mengingatkannya pada sosok kakak perempuannya, pahlawan masa lalu yang telah mengorbankan nyawa demi melindungi bumi dari ancaman besar.
(Kak, walaupun kau sudah tiada, warisan semangatmu terus mengalir dari generasi ke generasi) bisik Garven di dalam hatinya,
"Baiklah Kakek, Devan izin pamit dulu mau segera siap-siap. Besok akan menjadi hari besar. Dadah, Kakek!"
Devan melambaikan tangan, lalu berbalik dan berlari kencang. Garven hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum hangat, terus memandangi cucunya yang pergi bersiap untuk masa depan umat manusia.