NovelToon NovelToon
Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Anime
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”

"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."

"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4: Pertemuan yang Tertunda dan Janji di Balik Bayang Perang

Bab 4: Pertemuan yang Tertunda dan Janji di Balik Bayang Perang

Malam itu, atmosfer di dalam kediaman utama klan Uchiha terasa hangat, namun tidak bagi Uchiha Veil. Bocah berusia tiga tahun itu duduk bersila di kamarnya dengan mata terpejam, membiarkan metode kultivasi Asura Soul Refining menyerap energi alam secara pasif untuk memperkuat fisiknya.

Di sampingnya, Itachi duduk dengan posisi yang sama, mencoba meniru setiap gerak-gerik kembarannya. Sebagai saudara kembar, Itachi memiliki keterikatan jiwa yang luar biasa pada Veil. Ke mana pun Veil pergi atau apa pun yang Veil lakukan—termasuk latihan ekstrem hingga larut malam—Itachi akan selalu mengikutinya secara alami.

Tiba-tiba, suara mekanis yang dingin bergema di dalam kesadaran Veil.

【Ding! Peringatan Garis Waktu: Alur sejarah berada di masa transisi pasca Perang Dunia Shinobi Ketiga. Minato Namikaze belum menjabat sebagai Hokage, dan klan Uchiha menetap aman di pusat desa.】

【Misi Utama Dunia (World Main Quest) Resmi Dipicu!】

Nama Misi: Menanam Benih Pengaruh pada Sang Pahlawan.

• Deskripsi: Bangun impresi mendalam dan ikatan emosional dengan Minato Namikaze (calon Hokage Keempat) dan Uzumaki Kushina sebelum tragedi masa depan melanda. Gunakan posisi strategis klan di pusat desa untuk mengamankan sekutu politik terkuat.

• Target Tahap 1: Tunjukkan potensi kedewasaan dan bakat "Anak Keajaiban Uchiha" di depan Minato untuk mengunci kepercayaannya, serta pastikan Itachi tetap berada di bawah pengaruh ideologimu.

• Hadiah Misi Tahap 1: 5.000 Poin Sistem, Akselerasi Pembukaan Eternal Mangekyou Sharingan, dan Ninjutsu Medis Tingkat Dewa: Penyembuhan Selular Instan.

• Hukuman Kegagalan: Pengurangan setengah kapasitas Chakra Tuan Rumah.

Mata Veil terbuka seketika. Kilatan Sharingan satu tomoe-nya berputar dengan kejam dalam kegelapan.

Minato belum menjadi Hokage... Veil membatin, menganalisis garis waktu dengan memori Bumi miliknya. Artinya, pelantikannya baru akan terjadi tahun depan saat aku dan Itachi berusia empat tahun. Ini kesempatan emas. Minato adalah pria yang adil. Jika aku bisa mengamankan kepercayaannya sekarang, faksi Danzo tidak akan berkutik saat Minato naik takhta.

"Veil, ada apa?" tanya Itachi yang ikut membuka matanya, merasakan perubahan aura kembarannya yang mendadak sedingin es.

"Bukan apa-apa, Itachi. Ayo keluar. Tamu yang sudah lama kita tunggu akhirnya datang," jawab Veil dengan suara datar yang terlalu matang untuk bocah tiga tahun.

Di ruang tamu kediaman Fugaku, suasana dipenuhi emosi yang campur aduk. Uzumaki Kushina duduk di samping kekasihnya, Minato Namikaze—Sang Kilat Kuning Konoha yang baru saja pulang sebagai pahlawan perang. Di seberang mereka, Fugaku dan Mikoto menyambut dengan senyum hangat.

Kunjungan ini telah tertunda selama tiga tahun.

Saat si kembar Veil dan Itachi lahir, Perang Dunia Shinobi Ketiga sedang berada di puncak kejambretannya. Minato harus terus berada di garis depan perbatasan, sementara Kushina yang merupakan Jinchuriki Kyuubi diisolasi ketat di bawah perlindungan ketat desa. Mereka berdua tahu Mikoto telah melahirkan sepasang putra kembar, namun situasi perang yang berdarah membuat mereka tidak pernah bisa menginjakkan kaki di kompleks Uchiha untuk melihat keponakan mereka. Baru malam ini, setelah situasi benar-benar mereda, mereka bisa menunaikan janji yang tertunda.

"Maafkan kami, Mikoto, Fugaku," ucap Minato dengan nada tulus, senyum sehangat matahari terukir di wajahnya yang tampan. "Perang membuat kami tidak bisa datang saat mereka lahir. Aku benar-benar ingin melihat bagaimana rupa putra kembar kalian."

"Iya, Mikoto! Aku kesal sekali pada tetua desa yang melarangku keluar saat itu, dattebane!" seru Kushina dengan wajah cemberut namun matanya berbinar penuh rasa penasaran.

Tepat saat itu, pintu geser ruang tamu terbuka lambat.

Dua bocah kembar berambut hitam masuk ke dalam ruangan. Itachi berjalan selangkah di belakang Veil, sementara Veil memimpin di depan dengan tatapan mata hitamnya yang dingin, acuh tak acuh, namun teramat tajam.

"Ah, ini mereka. Veil, Itachi, kemari Sayang," panggil Mikoto lembut.

Kushina langsung memekik gemas. "Wah! Mereka mirip sekali! Menggemaskan sekali, dattebane!"

Namun, berbeda dengan Kushina, senyum Minato perlahan membeku ketika tatapannya berpapasan langsung dengan mata Veil. Sebagai shinobi tingkat dewa yang memiliki intuisi sensorik tajam, Minato merasakan sesuatu yang tidak masuk akal.

Aura anak berumur tiga tahun di depannya ini... terlalu tenang. Tidak ada ketakutan, tidak ada kepolosan anak-anak. Yang ada hanyalah sebuah kedalaman sedingin es, seperti seorang veteran yang telah terbiasa menggenggam takdir kematian. Ditambah lagi, berkat metode pasif Asura Soul Refining, aliran chakra di dalam tubuh kecil Veil mengalir dengan sangat padat dan bertenaga—berada di level Chunin dewasa.

Bocah ini... bagaimana mungkin anak tiga tahun memiliki tekanan chakra sekuat ini? batin Minato, badai keterkejutan berkecamuk di dalam hatinya.

Veil membungkuk sedikit dengan etiket sempurna, namun suaranya terdengar datar tanpa emosi. "Salam kenal, Minato-sama, Kushina-sama. Maaf membuat kalian menunggu selama tiga tahun."

Itachi yang berada di sampingnya langsung mengikuti tindakan Veil dengan presisi yang sama. "Salam kenal, Minato-sama, Kushina-sama."

Minato tersenyum, mencoba menyembunyikan keterkejutannya, lalu mengulurkan tangan mengusap kepala Veil dan Itachi bergantian. "Tidak perlu seformal itu, panggil saja Paman Minato. Maaf ya, Paman baru bisa menemui kalian sekarang karena tugas di luar desa."

Fugaku yang menyadari ketertarikan Minato pada Veil, berdeham sedikit dengan rasa bangga yang sulit disembunyikan. "Minato, Veil baru saja membangkitkan Sharingan-nya beberapa hari yang lalu saat latihan Katon di hutan."

DEGG!

Kushina dan Minato tersentak bersamaan. "Membangkitkan Sharingan di usia tiga tahun?!" Minato tidak bisa menahan suaranya agar tidak meninggi. Dalam sejarah Konoha, ini adalah anomali yang belum pernah terjadi. Bahkan Madara Uchiha sekalipun tidak secepat ini.

Veil menatap Minato flat, lalu dengan sengaja mengaktifkan Sharingan satu tomoe-nya. Mata merah darah itu berputar dengan anggun, memantulkan bayangan Sang Kilat Kuning.

Memanfaatkan momen ini untuk menjalankan misi sistem dan mengamankan masa depan klan, Veil berbicara dengan nada dingin namun penuh wibawa yang membuat seisi ruangan terkesima.

"Perang telah selesai, namun kedamaian yang dibeli dengan darah para shinobi di garis depan adalah hal yang berharga," ucap Veil tenang. "Saya berlatih keras bukan untuk memamerkan bakat, Paman Minato. Saya berlatih agar kekuatan mata ini bisa menjadi perisai mutlak bagi keluarga saya, dan menjadi pedang yang memastikan tidak akan ada lagi perang yang memisahkan kita semua di masa depan."

Minato menatap mata merah bocah itu. Di sana tidak ada kegelapan atau dendam klan Uchiha yang sering digosipkan oleh faksi radikal desa. Yang ada hanyalah sebuah tekad protektif yang teramat dingin, rasional, dan tak tergoyahkan.

Minato tersenyum sangat tulus, rasa hormat yang besar tumbuh di hatinya untuk bocah kecil ini. "Kau benar, Veil. Di masa depan, saat aku memiliki kekuatan yang lebih besar untuk memimpin desa ini, aku berjanji akan memastikan klan Uchiha selalu berjalan beriringan di bawah cahaya yang sama dengan seluruh warga Konoha."

Di belakang Veil, Itachi menatap punggung kembarannya dengan mata berbinar penuh kepatuhan. Kata-kata Veil tentang melindungi keluarga dan masa depan meresap jauh ke dalam sanubarinya. Itachi berjanji, dia akan selalu mengekor di samping Veil untuk mewujudkan visi tersebut.

【Ding! Target Misi Tahap 1 Berhasil Dieksekusi dengan Sempurna!】

【Anda telah menanamkan pengaruh mendalam pada Minato Namikaze (Calon Hokage Keempat) dan mengunci kesetiaan Itachi.】

【Mendistribusikan Hadiah Misi...】

Merasakan pengetahuan Ninjutsu Medis Tingkat Dewa mengalir ke otaknya, Veil menundukkan kepalanya, menyembunyikan senyum kejam yang terukir samar di wajah bayinya.

Bagus. Benih sudah ditanam. Mari kita lihat bagaimana pion-pion ini bergerak saat pelantikan Hokage tahun depan.

1
Klarasya
lanjutt thorr 😻
Fardhanan 12
lanjutt lanjuttt panjutttt
Fardhanan 12
😭😭😭😭😭
Klarasya
lanjuttt thorrr 🤧
Nawadipta
gak nyaman. klise, kaku, kurang emosional. terlalu cepat.
Zabibiex
ini buat nya pakai ai ya kek alay gitu soal-nya
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
Aisyah Suyuti
good
aldo
semangat terus author 🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali author
aldo
lanjut kan author
aldo
wah bagus sekali author
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪😍😍
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
semangat 😍😍
Hadi Hadi
😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!