NovelToon NovelToon
SIMPUL DENDAM YANG TERIKAT

SIMPUL DENDAM YANG TERIKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:916
Nilai: 5
Nama Author: Mikaelach09

Tiga puluh tahun lalu, kakak perempuan Rakha tewas secara tragis akibat kejahatan konglomerat Hardi Adi Soetomo. Kini, Rakha telah tumbuh menjadi pengacara kelas atas yang penuh kuasa, namun hidupnya hanya didorong oleh satu tujuan: balas dendam.

Rencananya sempurna. Ia akan menghancurkan Hardi melalui titik lemahnya—sang putri semata wayang, Maharani Ayudia Soetomo, bintang muda yang sedang bersinar. Rakha mendekati Maharani, berniat menjadikannya alat penghancur bagi ayahnya sendiri.
Namun, di tengah intrik dan manipulasi, Rakha goyah. Maharani terlalu polos dan tidak tahu apa-apa tentang dosa masa lalu ayahnya. Saat kebenaran mulai terkuak dan perasaan mulai tumbuh, Rakha terjebak dalam pilihan mustahil: Menuntaskan sumpah dendamnya atau melindungi wanita yang seharusnya ia hancurkan?

Sebuah pertaruhan antara kebencian masa lalu dan cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mikaelach09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG

Hujan malam itu turun dengan amarah yang sama besarnya dengan badai di dada Rakha kecil. Suara rintiknya menghantam atap seng kontrakan sempit mereka dengan bising, seolah berusaha meredam tragedi yang sedang terjadi di dalam. Bagi bocah berusia enam tahun itu, air hujan tidak mencuci apa pun; rintiknya justru membuat aroma amis darah yang menyesakkan ruangan terasa makin tajam. Di bawah temaram lampu bohlam yang berkedip sekarat, Rakha terpaku. Tubuhnya kaku, matanya yang sembab menatap nanar pada Aira—kakak perempuan yang biasanya memeluknya saat takut—kini terbaring diam di atas lantai semen yang dingin.

Sebilah pisau dapur yang berkilat perak tergeletak tepat di samping jemari Aira yang mulai membiru. Rakha tidak mengerti sepenuhnya apa itu "kehormatan", tapi ia mengerti rasa sakit yang membuat kakaknya memilih jalan paling sunyi untuk pergi. Setiap tetes darah yang merembes ke celah lantai semen yang retak seakan mengukir janji hitam di benak Rakha. Ketika ibunya, Aisyah, mendobrak pintu dan seketika ambruk meraung memecah malam, Rakha justru tidak bersuara. Kejut yang teramat sangat telah membunuh air matanya. Jemari kecilnya yang gemetar hanya menggenggam erat secarik kertas kusam bertuliskan satu nama: Hardi Adi Soetomo. Nama itu terbakar masuk ke dalam sukmanya, menjadi satu-satunya alasan baginya untuk tetap bernapas sejak detik itu.

Tiga puluh tahun berlalu. Jejak kemiskinan yang mencekik dan lantai semen yang dingin telah lenyap. Ruangan sempit itu kini berganti menjadi kantor megah di lantai lima puluh dengan aroma kayu cendana dan parfum maskulin yang elegan. Rakha berdiri di balik jendela kaca setinggi langit-langit, menatap gemerlap Jakarta dengan sorot mata sedingin es. Ia bukan lagi bocah kurus yang ketakutan. Ia telah menjelma menjadi pemangsa yang menghabiskan puluhan tahun mengasah taring di dunia hukum yang kejam. Di atas meja jati miliknya, sebuah potret menjadi pusat semestanya: Maharani Ayudia Soetomo.

Gadis di foto itu tersenyum lebar di bawah lampu sorot panggung, memegang mikrofon dengan binar kebahagiaan yang sangat murni. Bagi Rakha, senyum itu terasa seperti hinaan. Setiap kali melihat binar di mata Maharani, Rakha kembali teringat pada mata kakaknya yang meredup di bawah lampu bohlam yang berkedip. Maharani adalah idola yang dipuja-puja, namun di mata Rakha, gadis itu hanyalah "tumbal" yang dikirim takdir untuk melunasi utang nyawa ayahnya. Hardi telah merenggut cahaya hidup Rakha tiga dekade silam, maka sudah sepantasnya Hardi merasakan kegelapan yang sama melalui kehancuran putri tunggalnya.

Dendam yang ia rawat dengan disiplin ketat kini mulai menagih mangsa. Rakha menyesap wiskinya perlahan, membiarkan cairan panas itu membakar tenggorokannya—sensasi yang selalu ia nikmati karena mengingatkannya pada amarah yang tak pernah padam di dadanya. Ia tidak membutuhkan senjata api atau kekerasan kasar. Bagi pria sekaya Hardi, kematian fisik hanyalah jalan keluar yang mudah. Rakha ingin sesuatu yang lebih menyiksa. Ia akan menyerang titik paling rapuh Hardi: Maharani.

Rencananya sudah tersusun rapi tanpa celah. Rakha akan masuk ke dalam hidup gadis itu, meruntuhkan dinding pertahanannya dengan pesona yang telah ia rancang, lalu menghancurkan reputasinya tepat di saat Maharani berada di puncak dunia. Ia ingin Hardi menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana permata paling berharganya hancur perlahan di tangan pria yang paling ia percayai. Saat jemari Rakha menyentuh permukaan foto Maharani, sebuah seringai dingin muncul di wajahnya. Permainan telah dimulai. Tidak ada ruang untuk pengampunan, karena bagi Rakha, cinta sudah mati membeku bersama kakaknya di bawah hujan tiga puluh tahun yang lalu.

1
jekey
up banyak"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!