NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:123
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Sudah seperti biasanya jika jalanan ibukota sedang padat-padatnya ketika memasuki waktu senja seperti sekarang ini. Mobil, motor, bahkan pedagang asongan memadati Tidak ada yang ingin mengalah. Semua orang sama-sama ingin cepat sampai ditempat tujuan mereka.

Berbeda dengan wanita kaos oblong dan celana jeans itu. Ia hanya memperhatikan suasana tersebut dibawa sana, dari dalam jendela hotel terbaik di ibukota. Matanya sesekali memicing ketika sapuan angin malam menerpa wajahnya dari jendela yang terbuka.

Tidak lama, hanya beberapa menit ia berdiri lalu ia kembali ke ranjangnya.  Dia tidak sendirian, melainkan bersama dengan laki-laki yang kini duduk bersandar di kepala ranjang. Laki-laki itu tersenyum lembut padanya.

"Kamu harus pulang sekarang Run"

"Diluar macet Rinos jam segini. Nanti aja ya?"

"Ibu dan Ayahmu jelas menunggu di rumah. Kamu seharusnya udah pulang dari tiga jam yang lalu"

"Aku bukan anak kecil lagi yang harus dikhawatirkan segitunya"

"Tapi ibu sama Ayah mu memang khawatir Aruna"

"Nggak akan. Aku bakal jelasin nanti kalau mereka tanya"

"Jelaskan apa? Kamu bilang kalau pulang kerja langsung ke hotel dan sama pacarmu gitu?"

Aruna tertawa singkat. Ia dengan cepat menggelengkan kepalanya lucu, "Gila kamu. Ya nggak lah. Bisa habis aku sama kamu digorok leher kita"

"So, kamu bakal bohong kan sama mereka?"

"Sedikit "

"Bukan soal sedikit Aruna. Ini urusannya --"

"Oke-oke Fine! Tunggulah sebentar lagi yaa"

"Jangan begitu. Kasian mereka nunggu kamu"

"Kamu ngusir aku?"

"No. Big no. Aku ngga ngusir kamu. Bentar lagi anak-anak team juga pasti kesini. Bentar lagi juga aku harus latihan"

"Oke. Aku pulang"

Dengan gerakan yang terlihat cepat Aruna, wanita itu mengepak beberapa barangnya yang tadinya berantakan kedalam Sling bag miliknya.

"Kamu nggak marah kan?"

"For what?"

"Aku nggak ngusir kamu okay? Kamu tahu sendiri kan gimana kondisinya?" Agaknya sang lelaki menyiratkan kekhawatiran dari kalimatnya barusan. Kedua matanya masih senantiasa mengikuti gerak-gerik sang kekasih yang sibuk mengepak barangnya.

"Okay"

"Run?"

"Aku pulang. Take care ya. nanti aku hubungi. Byeee"

Kecupan singkat itu menjadi salam perpisahan sebelum Aruna meninggalkan sang kekasih. Tidak ada basa-basi seperti biasanya, tidak ada bercanda seperti biasanya dan Ia langsung melangkahkan kakinya cepat menuju dimana motor maticnya terparkir tanpa menoleh sedikitpun pada sang kekasih. Setelah sampai di basement, Aruna dengan cepat menemukan motornya. Niat hati ingin memakai helmnya, Aruna dibuat mengumpat tiba-tiba ketika sebuah mobil melintas begitu mepet dengan tubuhnya.

Jika Aruna tidak sigap menyingkir, sudah jelas ia akan terserempet.

"Dasar gila!!"

.

.

.

.

.

Aruna itu cantik, tidak sombong, dan orang sederhana yang apa adanya. Rambut sebahu, mata hitam bulat, kulit kuning Langsat dan yang menjadi bonus adalah she's smart girl.

Aruna lahir dari keluarga yang kurang mampu. Kedua orang tuanya masih lengkap dan ia tiga bersaudara. Satu kakak laki-lakinya. Kehidupannya yang kekurangan itu hanya terjadi beberapa tahun yang lalu saat ia masih duduk di bangku menengah atas. Kehidupannya yang dulu bagaikan penderitaan yang tiada akhir. Namun, setelah beberapa tahun berlalu, tepatnya setelah ia bekerja dan sang kakak menjadi salah satu orang penting kehidupannya berubah 360 derajat.

Tidak ada yang namanya hidup kekurangan, tidak ada yang namanya ia tidak bisa ini itu, dan tentunya yang paling penting adalah kedua orangtuanya yang terlihat bahagia sekarang. Namun, apakah Aruna happy dengan kebahagiaannya yang sekarang? Jawabannya tidak!

Aruna tidak pernah merasa bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Tidak untuk sekarang ataupun dulu. Aruna tetap membenci kehidupannya. Selama ini Aruna hanya mencoba menikmati hidupnya bukan untuk mendapatkan kebahagiaannya. Ia benci waktu yang berlalu begitu cepat, ia benci ia tidak bisa meraih mimpi-mimpinya dan ia paling benci dengan kehidupannya yang sekarang.

"Darimana aja sih Run? Ibu sama bapak khawatir Lo"

Seulas senyum ia sematkan ketika dua sosok paruh baya itu sudah berdiri dihadapannya. Ibu dan bapaknya, "Maaf ya Bu tadi Aruna ada meeting dadakan" Kalau sudah begini, Aruna akan mengucap beribu ampun pada sang kuasa karena telah membohongi kedua orangtuanya.

"Kenapa nggak bilang?Kamu nya di telfon nggak bisa"

"Maaf ya Bu. Ponsel Runa kehabisan dan lupa nggak bawa charger" kali ini ia tidak bohong. Ponselnya memang mati sejak jam istirahat di kantor tadi.

"Kamu ini! Yawes sekarang lebih baik kamu mandi terus makan. Ibu tadi masak ikan kesukaan kamu"

"Iya Bu"

Senyuman Runa yang tadinya tersemat tiba-tiba ia tarik kembali saat suara berat milik sang bapak terdengar. Ia yang tadinya hendak melangkah masuk, kini harus terhenti.

"Kamu nggak bohongin Bapak sama ibu kan?"

"Maksudnya pak?"

"Kalau hari ini kamu beneran ada Meeting dadakan"

"Bapak dapat aduan apalagi dari mas? Mas bilang apalagi?!"

"Pak sudah .. kan tadi Runa juga udah bilang kalau ada meeting dadakan" Ibu mencoba menengahi meskipun ia tahu kemana pembicaraan ini akan berlabuh.

"Bapak nggak dapat aduan apa-apa nduk. Bapak ini cuma memastikan. Bapak ini khawatir kamu kenapa-kenapa"

"Bohong. Bapak selalu aja curiga sama Aruna. Bapak selalu tanya-tanya ini itu sama Mas Rehan soal kehidupan Runa. Iya kan?!"

"Apa salah bapak tanya-tanya soal kehidupan kamu? Kamu itu masih anak bapak Run. Bapak itu sayang sama kamu. Kamu jangan selalu menyalahkan mas Mu juga. Mas mu itu juga sayang sama kamu"

"Kalau dia sayang sama Runa, Runa nggak bakal jadi seperti sekarang!"

"Sudahlah Run, Rehan itu saudara mu Lo"

"Harusnya kamu itu bahagia sayang kita sudah bangkit dari keterpurukan di masa lalu. Keluarga kita cukup seperti yang sekarang ini"

"Sampai kapanpun, Runa nggak bisa bahagia Pak,Bu! Keadaan kita yang sekarang nggak bisa mengembalikan waktu Runa yang paling berharga. Dan satu lagi, jangan suruh Runa untuk berdamai dengan masa lalu. Karena Runa nggak bisa Apalagi dengan Mas Rehan! Runa benci laki-laki itu!"

"Astaga Aruna ..."

Perdebatan itupun berakhir dengan Aruna yang mengurung diri di kamarnya. Ia sampai ketiduran dan terbangun ketika pukul satu dini hari. Perutnya meronta minta diisi. Setelah mengumpulkan kesadarannya Runa pun bangkit keluar kamar. Matanya memicing ketika ia melewati ruang tamu. Tv menyala dan sosok bapaknya tertidur pulas disana. Ada sebersit rasa bersalah saat teringat perdebatan mereka beberapa saat yang lalu. Sungguh Aruna bukan anak yang berani melawan orang tua ataupun apapun itu jenisnya. Aruna hanya mengungkapkan apa yang ia rasakan selama ini.

Setelah cukup lama menatap sang Bapak, ia menghembuskan nafas pelan. Perutnya yang meronta ia abaikan begitu saja dan ia lebih memilih mengambil selimut didalam kamarnya lalu kembali pada sosok sang bapak. Tubuhnya ia bungkukkan dan tidak lupa menyelimuti tubuh bapaknya dengan sepelan mungkin dengan bibir yang menarik seulas senyum, "Maafin Runa ya pak. Runa hanya sebal karena bapak terus menerus membicarakan mas Rehan. Runa masih belum bisa menerima keadaan kita yang sekarang pak"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!