Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16: Racun Es Bawaan dan Terbukanya Siklus Surga Besar
Kamar Es Kristal itu terasa seperti neraka beku. Dinding, lantai, hingga langit-langit tertutup lapisan es setebal satu inci. Di tengah ruangan, napas Liu Bing'er—putri Pemimpin Sekte—keluar dalam bentuk kabut putih tipis. Gadis malang itu sudah tidak sadarkan diri, bibirnya membiru, dan alisnya tertutup bunga es.
Su Yue menggigil hebat. Giginya bergemeretak saat ia mengeluarkan tungku perunggunya. Ia mencoba menyalurkan Qi apinya, tetapi baru saja api itu menyala setinggi satu inci, hawa dingin di ruangan itu langsung mencekiknya hingga padam.
"T-Tidak bisa..." Su Yue memeluk tubuhnya sendiri, bibirnya mulai membiru. "Hawa dingin ini menelan elemen apiku... Kalau aku memaksakan diri, meridianku sendiri yang akan membeku!"
Di luar kamar, terdengar suara ketukan panik dari Pemimpin Sekte Liu Zhen. "Alkemis Su! Bagaimana keadaan putriku? Apakah pil penawarnya sudah jadi?!"
Su Yue hampir menangis. Jangankan membuat pil penawar, menyalakan tungku saja ia tidak sanggup! Posisinya yang baru saja naik daun bisa hancur berantakan malam ini juga jika ia gagal menyelamatkan nyawa putri Pemimpin Sekte.
Di tengah keputusasaan itu, sebuah tangan yang hangat tiba-tiba menepuk pundak Su Yue.
"Kakak Senior, kau mundurlah ke dekat pintu. Biar aku yang menanganinya," suara Lin Chen terdengar tenang, tanpa sedikit pun nada gemetar karena kedinginan.
Su Yue menoleh dengan kaget. Ia baru menyadari bahwa pelayannya itu hanya mengenakan pakaian tipis, namun wajahnya sama sekali tidak pucat. Tidak ada satu pun bunga es yang menempel di tubuh Lin Chen!
"Lin Chen, apa yang kau bicarakan?! Ini bukan saatnya bermain-main! Racun es ini akan membekukan darah manusia fana dalam hitungan detik!" tegur Su Yue panik.
Lin Chen tidak menjawab. Ia melangkah melewati Su Yue dan berjalan lurus menuju ranjang es.
"Bersiaplah, Muridku," suara Lin Tian menggema penuh antisipasi di dalam kepala Lin Chen. "Energi Yin Ekstrem dari gadis ini sangat buas. Begitu kau menyentuhnya, buka Jaring Bintangmu secara maksimal. Biarkan Teratai Api Inti Bumi melahapnya!"
Lin Chen mengangguk dalam hati. Ia menatap wajah pucat Liu Bing'er sejenak, lalu tanpa ragu, ia meraih pergelangan tangan gadis itu yang sedingin es abadi.
WUUUSSSHHH!
Seketika, "Racun Es" di dalam tubuh Liu Bing'er seolah menemukan saluran pembuangan raksasa. Energi Yin yang selama bertahun-tahun terjebak dan menyiksa tubuh rapuh gadis itu, tumpah ruah dan melesat masuk ke telapak tangan Lin Chen bagai air bah yang bendungannya pecah.
Rasa dingin yang menusuk tulang langsung merambat ke lengan Lin Chen. Namun, sebelum energi itu sempat merusak meridiannya, Teratai Api Inti Bumi di dadanya meledak kegirangan!
BZZZTTT!
Hawa Yang dari Teratai Api dan hawa Yin dari Racun Es bertabrakan di dalam dada Lin Chen. Benturan dua energi ekstrem ini menciptakan ledakan esensi murni yang tak tertandingi, langsung disalurkan oleh Lin Chen ke titik-titik meridiannya yang masih tertidur.
BUM! Titik ke-65 hancur terbuka!
BUM! BUM! BUM! Titik ke-70, 80, 90 menyala terang berurutan!
Tulang-tulang Lin Chen berderit keras. Ototnya menegang. Sensasi kenikmatan dan rasa sakit yang luar biasa membuat napasnya memburu. Rasi bintang di balik kulitnya kini bersinar sangat terang, memancarkan cahaya perak dan merah darah yang untungnya tersembunyi oleh punggungnya sehingga tidak terlihat oleh Su Yue.
Sementara itu, Su Yue yang berdiri di dekat pintu melebarkan matanya. Ia tidak bisa melihat cahaya bintang Lin Chen, namun ia bisa merasakan hawa dingin di ruangan itu surut dengan kecepatan yang tidak masuk akal! Bunga es di dinding perlahan mencair. Udara yang tadinya mencekik, kini berangsur normal.
BUM! Titik Bintang ke-100!
BUM! Titik Bintang ke-105!
"Sedikit lagi..." gumam Lin Chen dengan gigi terkatup rapat. Matanya memerah karena tekanan energi kosmis yang membengkak di dalam pembuluhnya.
"Tahan! Paksakan hingga titik terakhir!" raung Lin Tian.
KRAAAK... DOOOOM!!!
Ledakan teredam terakhir bergema jauh di dalam tubuh Lin Chen, tepat di titik meridian di ubun-ubunnya.
Titik Bintang ke-108 terbuka!
Seketika, seluruh seratus delapan titik di tubuh Lin Chen terhubung satu sama lain, membentuk sebuah energi yang sempurna. Siklus Surga Besar akhirnya tercapai! Tubuh fisiknya kini telah melampaui batas fana sepenuhnya. Jika dikonversi ke sistem kultivasi biasa, kekuatan otot dan tulangnya kini setara dengan tahap puncak Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) awal!
Begitu titik terakhir terbuka, Lin Chen segera melepaskan tangannya dari pergelangan Liu Bing'er. Sisa-sisa energi di udara berputar sejenak sebelum meresap ke dalam tubuhnya, menyembunyikan diri dengan sempurna tanpa meninggalkan jejak Qi apa pun.
Di atas ranjang, wajah Liu Bing'er yang tadinya pucat pasi layaknya mayat, kini merona merah. Dadanya naik turun dengan teratur. Racun Es yang menyiksanya sejak lahir telah dihisap bersih sampai ke akar-akarnya.
Gadis cantik itu perlahan membuka kelopak matanya yang lentik, menatap bingung ke arah langit-langit, lalu beralih menatap Lin Chen yang berdiri di sampingnya.
"Kakak... siapa?" suara lembut gadis itu terdengar lirih.
Sebelum Lin Chen sempat menjawab, pintu kamar didobrak dari luar.
Pemimpin Sekte Liu Zhen, diikuti oleh para Tetua dan Ye Feng, menerobos masuk dengan wajah tegang. Namun, langkah mereka seketika terhenti saat melihat pemandangan di dalam.
Kamar yang tadinya beku kini terasa hangat. Es mencair menjadi genangan air di lantai. Dan yang paling mengejutkan, putri kesayangan Pemimpin Sekte sedang duduk bersandar di ranjang, terlihat sepenuhnya sehat!
"Bing'er!" Liu Zhen berteriak histeris, berlari dan memeluk putrinya erat-erat. "Kau sadar! Ya Langit, suhu tubuhmu normal! Racun esnya... racunnya hilang!"
Seluruh Tetua ternganga. Mereka serempak menoleh ke arah Su Yue yang masih berdiri kaku di dekat pintu.
"Alkemis Su! Pil gaib macam apa yang kau berikan padanya?! Ini keajaiban!" puji Tetua Alkimia dengan janggut bergetar bangga melihat muridnya.
Su Yue gelagapan. Ia menatap Lin Chen yang kini berdiri santai sambil merapikan kotak obat, bertingkah layaknya pelayan biasa. Pemuda itu memberinya tatapan penuh arti, seolah berkata: Ikuti saja sandiwaranya.
"A... Ah, itu... Saya menggunakan teknik khusus, Pemimpin Sekte. Agak... rumit untuk dijelaskan," jawab Su Yue terbata-bata, wajahnya memerah karena ia sama sekali tidak melakukan apa-apa.
"Tidak masalah! Kau telah menyelamatkan nyawa putriku! Mulai besok, kau akan diangkat menjadi Tetua Kehormatan termuda di Sekte Pedang Awan!" seru Liu Zhen penuh sukacita.
Di sudut ruangan, mata tajam Ye Feng menatap Lin Chen. Sebagai jenius nomor satu sekte, ia memiliki insting yang sangat kuat. Saat ia memasuki ruangan tadi, entah mengapa "Akar Roh Guntur" di dalam Dantiannya—akar roh yang ia curi dari tubuh Lin Chen—tiba-tiba bergetar ketakutan selama sepersekian detik.
Ye Feng melangkah maju mendekati Lin Chen.
"Pelayan. Wajahmu terlihat tidak asing," ucap Ye Feng dingin. Matanya menyipit penuh kecurigaan. "Bukankah kau Ye Chen? Si cacat yang dibuang ke Puncak Pandai Besi?"
Mendengar nama itu, suasana di ruangan yang tadinya gembira tiba-tiba menjadi sunyi. Semua orang tahu skandal klan Ye, meskipun tidak ada yang berani membicarakannya secara terang-terangan karena status Ye Feng yang tinggi.
Lin Chen menoleh perlahan. Ia menatap lurus ke mata Ye Feng, tidak ada sedikit pun rasa takut di sorot matanya yang sedalam lautan malam.
"Namaku Lin Chen," jawabnya tenang, suaranya datar namun membawa tekanan aneh yang membuat udara di sekitarnya terasa berat. "Dan saya hanya seorang asisten yang membawakan kotak obat Alkemis Su. Permisi, Tuan Muda Ye."
Lin Chen membungkuk pelan, lalu melangkah keluar ruangan menyusul Su Yue.
Saat tubuh Lin Chen berpapasan dengan Ye Feng, sebuah hawa intimidasi kosmis yang sangat tipis dan tak kasat mata sengaja dilepaskan oleh Lin Chen dari Siklus Surga Besarnya, menekan langsung ke jiwa Ye Feng.
Deg!
Jantung Ye Feng berdegup kencang, lututnya seketika lemas hingga ia harus mundur selangkah untuk menahan keseimbangan. Keringat dingin sebesar biji jagung tiba-tiba mengucur di dahinya. Ia menatap punggung Lin Chen yang menjauh dengan tatapan ngeri.
Apa... apa barusan itu?! Tekanan spiritual? Tidak, tidak ada Qi sama sekali darinya. Tapi kenapa auranya terasa seperti monster prasejarah yang sedang menatap semut? batin Ye Feng yang dilanda kebingungan dan kepanikan.
Di luar istana, Lin Chen menatap langit malam yang luas. Ratusan bintang berkelap-kelip, seolah merayakan terbukanya 108 titik di tubuhnya.
Bidak catur telah disiapkan.