"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"
Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.
Namun, takdir seolah sedang bercanda.
Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.
Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Bab 7: Menghancurkan Langit Jiangnan
Puing-puing kaca yang runtuh dari atap kubah Hotel Fenghuang Tian berkilauan di bawah sinar matahari pagi, jatuh seperti jutaan kelopak es yang tajam. Namun, sebelum pecahan kaca itu sempat menyentuh lantai marmer yang kini telah retak kabur, gelombang energi spiritual berwarna merah darah yang memancar dari tubuh Han Baichuan langsung menghancurkannya menjadi bubuk halus yang menguap di udara. Tekanan udara di dalam aula emas itu begitu padat, seolah-olah seluruh ruangan telah tenggelam ke dalam dasar samudra yang paling dalam, menjepit dada setiap manusia fana yang berada di sana hingga mereka sulit untuk sekadar menarik napas.
Han Baichuan, Kepala Keluarga Han yang perkasa, berdiri di tengah kawah retakan lantai dengan seluruh tubuh yang bergetar hebat. Sepasang matanya yang merah menyala menatap lurus ke arah jasad Han Junhao yang kaku di bawah pilar beton. Rasa sakit akibat kehilangan putra tunggal yang menjadi kebanggaan dan masa depan klannya telah membakar seluruh akal sehat di dalam otaknya, menyisakan kegilaan murni yang menuntut balas dendam berdarah.
Di sampingnya, sesosok pria tua kurus bernama Lei Zhen melayang samar beberapa inci di atas tanah. Jubah abu-abunya yang dihiasi lambang petir ungu melambai-lambai ditiup oleh angin energi yang berputar kencang. Sebagai seorang penasihat agung dari Sekte Pedang Guntur yang telah menembus ranah Fondasi Jiwa tingkat kedua, kehadiran Lei Zhen seperti sebuah gunung besar yang tidak tergoyahkan. Di matanya, seluruh manusia di Jiangnan City hanyalah semut-semut duniawi yang tidak berarti, dan kematian seorang murid luar seperti Han Junhao adalah sebuah penghinaan langsung terhadap martabat sekte kuno tempat ia bernaung.
"Bajingan kecil! Hari ini, tidak akan ada dewa atau iblis yang bisa menyelamatkan nyawamu!" Han Baichuan meraung kembali, suaranya yang serak mengandung kekuatan destruktif yang membuat dinding-dinding aula emas mulai retak lebih lebar.
Seluruh energi spiritual di dalam tubuh Han Baichuan meledak tanpa menyisakan apa pun. Aura merah darah di sekelilingnya memadat dengan cepat, membentuk bayangan seekor serigala darah raksasa dengan taring-taring tajam yang meneteskan kabut energi korosif—teknik beladiri tertinggi Keluarga Han, *Teknik Serigala Darah Pemangsa Jiwa*. Basis kultivasinya yang berada di puncak tingkat kesembilan ranah Pengumpulan Qi membuat bayangan serigala tersebut tampak begitu nyata, memancarkan bau anyir darah yang sangat pekat ke seluruh penjuru ruangan.
Ratusan tamu undangan yang bersembunyi di balik pilar-pilar luar menjerit ketakutan. Beberapa di antara mereka yang memiliki basis kultivasi rendah langsung berlutut di lantai, memuntahkan darah segar karena tidak mampu menahan tekanan aura yang begitu liar. Chu Jingshan, kepala Keluarga Chu, segera menarik putrinya, Chu Yaoyao, mundur ke sudut paling aman. Wajah Chu Jingshan pucat pasi, hatinya dipenuhi ketakutan bahwa pusaran pertempuran ini akan meratakan seluruh hotel dan memusnahkan mereka semua tanpa sisa.
Namun, di hadapan badai energi merah darah yang siap menelan apa saja itu, Shen Long tetap berdiri dengan ketenangan yang membekukan. Kedua tangannya masih berada di dalam saku jubah militernya, dan posisinya tidak bergeser satu milimeter pun dari tempat ia berdiri sejak awal. Sepasang matanya yang hitam, sedalam multisemesta abadi, menatap pergerakan Han Baichuan dengan pandangan yang penuh dengan rasa bosan yang teramat sangat. Bagi seorang entitas yang pernah memadamkan kobaran api bintang kosmis hanya dengan sehelai napas, kemurkaan seorang kepala klan fana di puncak ranah Pengumpulan Qi tidak lebih dari sekadar tarian seekor serangga di atas permukaan tanah.
"Teknik yang memanfaatkan esensi darah fana yang kotor untuk meningkatkan kekuatan sesaat," Shen Long berkata dengan nada suara yang sangat datar, namun suaranya anehnya mampu memotong melintasi raungan badai energi milik Han Baichuan dengan sangat jernih. "Keluarga Han kalian benar-benar tidak pernah belajar dari kesalahan. Putra bodohmu mengira jimat giok ungu bisa melindunginya, dan sekarang kau mengira kabut darah kotor ini bisa menyelamatkan lehermu dari tanganku?"
"Mati kau, bajingan cilik!!!" Han Baichuan tidak lagi mampu menahan amarahnya mendengar penghinaan dingin dari Shen Long.
Tubuh kekarnya melesat maju ke depan seperti peluru kendali merah darah yang ditembakkan dengan kecepatan penuh. Lantai marmer di bawah setiap langkah kakinya hancur berkeping-keping menjadi debu saat ia bergerak. Bayangan serigala darah raksasa di sekelilingnya membuka rahangnya yang lebar, meluncur lurus menuju kepala Shen Long dengan cakar-cakar energi yang siap merobek seluruh jaringan tubuh pemuda itu menjadi serpihan daging yang tidak berbentuk dalam satu hantaman tunggal.
Serangan ini membawa seluruh kekuatan hidup Han Baichuan, sebuah pukulan mutlak dari seorang penguasa kota yang berada di puncak ranah Pengumpulan Qi. Tekanan angin yang dihasilkan bahkan merobek karpet merah tebal di aula menjadi lembaran-lembaran kecil yang beterbangan di udara.
Shen Long menghela napas pendek. "Sungguh membuang-buang waktu."
Tepat ketika cakar serigala darah Han Baichuan berada hanya beberapa inci dari wajahnya, tangan kanan Shen Long perlahan keluar dari saku jubah militernya. Gerakannya terlihat begitu santai, seolah-olah ia hanya sedang mengusir seekor lalat yang mengganggu tidurnya. Namun, di dalam aliran meridiannya, esensi cairan emas murni dari tingkat keenam ranah Penguatan Tubuh yang sangat sempurna berputar dengan kecepatan kosmis, memusatkan seluruh daya tekan pembalikan energi ke telapak tangannya yang putih seperti giok.
Shen Long tidak membentuk posisi bertahan; ia justru mengayunkan tangan kanannya dari samping dalam sebuah gerakan tamparan telapak tangan terbuka yang sangat luas, menyambut hantaman penuh dari *Teknik Serigala Darah Pemangsa Jiwa* milik Han Baichuan secara langsung dengan tangan kosong.
*BUMMMMMMMMMMMMM!*
Sebuah ledakan energi spiritual yang jauh lebih dahsyat dari seluruh ledakan sebelumnya meledak hebat di tengah aula emas Hotel Fenghuang Tian. Gelombang kejut energi emas murni dan merah darah meluas dalam bentuk lingkaran transversal berskala masif, menyapu bersih seluruh sisa meja, kursi, dan dekorasi mewah di dalam aula hingga hancur lebur menjadi abu halus dalam sekejap. Pilar-pilar marmer penyangga utama bangunan hotel bergetar hebat, memunculkan retakan-retakan dalam yang menjalar hingga ke lantai atas bangunan bintang tujuh tersebut.
Namun, di pusat benturan energi yang mengerikan itu, sebuah pemandangan yang menghancurkan seluruh logika dunia kultivasi kembali tersaji dengan sangat jelas.
Telapak tangan kanan Shen Long yang kurus berhasil menghentikan moncong serigala darah raksasa Han Baichuan secara mutlak di udara. Detik berikutnya, cahaya keemasan yang sangat murni memancar dari ujung jari Shen Long, menyusup ke dalam struktur energi merah darah tersebut seperti racun kosmis yang mematikan.
*KRAKKKKK! BYARR!*
Tanpa ada perlawanan yang berarti, bayangan serigala darah yang dibanggakan oleh Han Baichuan hancur berkeping-keping menjadi serpihan cahaya merah yang padam di udara dalam waktu satu helaan napas. Kekuatan tamparan Shen Long terus melaju ke depan dengan kecepatan yang tidak terhindarkan, menembus sisa pertahanan energi Han Baichuan dan mendarat dengan telak tepat di pipi kiri kepala klan tersebut.
*PLAAAAAAAALAK!*
Suara tamparan itu begitu keras, menyerupai suara guntur yang membelah langit di siang bolong, menggema kuat hingga keluar dari area gedung hotel dan terdengar di seluruh distrik finansial Jiangnan City. Kekuatan destruktif dari esensi emas murni milik Shen Long meledak sepenuhnya di dalam struktur tengkorak Han Baichuan.
"AAAGHHH!"
Jeritan kesakitan yang penuh dengan keputusasaan mutlak keluar dari tenggorokan Han Baichuan. Tubuh kekarnya terlempar secara horizontal di udara seperti layang-layang yang putus talinya, berputar gila sebanyak belasan kali sejauh lebih dari tiga puluh meter melewati kepala Chu Jingshan dan Chu Yaoyao, sebelum akhirnya menghantam dinding baja lift utama hotel di bagian belakang aula dengan sangat keras.
*BUMMM!*
Dinding baja lift yang tebal itu ringsek parah membentuk cekungan raksasa yang sedalam satu meter. Tubuh Han Baichuan merosot jatuh ke lantai dalam kondisi yang benar-benar mengerikan dan melampaui batas kemanusiaan fana. Seluruh tulang rahang kiri dan pelipisnya telah hancur total menjadi bubuk halus, membiarkan wajahnya yang tadinya berwibawa kini rata dan bersimbah darah kental yang hitam. Tidak hanya itu, energi emas murni Shen Long yang menyusup ke dalam tubuhnya telah meledakkan dantian di dalam perutnya menjadi serpihan debu energi, memutuskan seluruh meridian utamanya tanpa sisa.
Han Baichuan, Kepala Keluarga Han yang perkasa di puncak ranah Pengumpulan Qi, terkapar tak bergerak dengan mata memutih yang kehilangan seluruh kilau kehidupan. Jiwa fananya telah musnah secara mutlak dari dunia ini hanya karena satu tamparan santai dari Shen Long—sebuah kematian yang definitif dan penjelasan yang sangat detail mengenai akhir dari eksistensi pemimpin klan besar tersebut di dalam lingkungan ini.
Melihat kepala klan mereka dihancurkan hingga tewas dalam satu gerakan, seluruh sisa tamu undangan elit dan beberapa pengawal klan yang bersembunyi di kejauhan langsung merasakan seluruh dunia mereka runtuh. Ketakutan yang amat sangat mencengkeram jiwa mereka hingga beberapa orang langsung jatuh pingsan karena syok mental yang luar biasa. Hanya dalam waktu satu pagi, dua generasi pemimpin tertinggi dari Keluarga Han—sang tuan muda jenius dan sang kepala klan yang perkasa—telah dibantai habis di atas lantai marmer hotel mereka sendiri oleh orang yang sama.
Namun, di tengah-tengah keheningan mati yang menyelimuti aula, sesosok jubah abu-abu Lei Zhen yang melayang di udara perlahan-lahan mendarat di atas lantai. Wajah tua penasihat agung dari Sekte Pedang Guntur itu kini tidak lagi dipenuhi oleh keangkuhan yang santai, melainkan telah mengeras menjadi ekspresi kedengkian dan kewaspadaan yang sangat mendalam. Sepasang matanya memancarkan kilatan petir ungu yang sangat tajam, mengunci pandangannya pada sosok Shen Long yang masih berdiri dengan tenang di tengah kawah debu.
Sebagai seorang kultivator ranah Fondasi Jiwa tingkat kedua sejati, Lei Zhen tahu betul seberapa kuat kekuatan fisik yang baru saja ditunjukkan oleh Shen Long. Meskipun secara nominal fluktuasi energi di sekeliling tubuh Shen Long hanya menunjukkan tingkat keenam ranah Penguatan Tubuh, kualitas kemurnian energi emas tersebut adalah sesuatu yang belum pernah ia lihat seumur hidupnya, bahkan di dalam tubuh penguasa sekte tertinggi sekalipun.
"Anak muda, aku harus mengakui bahwa aku telah meremehkan eksistensimu," Lei Zhen berkata, suaranya kini mengandung getaran energi ranah Fondasi Jiwa yang berat, membuat setiap kata yang diucapkannya terasa seperti hantaman batu besar di telinga semua orang yang masih bertahan hidup. "Mampu menghancurkan puncak ranah Pengumpulan Qi hanya dengan kekuatan fisik murni tingkat keenam ranah Penguatan Tubuh... kau pasti memiliki rahasia warisan kuno tingkat dewa di dalam tubuhmu, atau kau adalah reinkarnasi dari sesosok monster tua yang menguasai teknik kultivasi primordial."
Lei Zhen perlahan menarik sebilah pedang panjang berwarna ungu tua dari balik jubah abu-abunya. Bilah pedang tersebut dihiasi oleh ukiran rune petir kuno yang memancarkan suara gemercik aliran listrik bertegangan tinggi yang mematikan—*Pedang Petir Pemutus Jiwa*, sebuah senjata spiritual tingkat tinggi yang menjadi kebanggaan Sekte Pedang Guntur.
"Namun, tidak peduli seberapa hebat warisan misterius yang kau miliki, di hadapan ranah Fondasi Jiwa sejati, seluruh kekuatan fisikmu tidak lebih dari sekadar lelucon yang rapuh!" Lei Zhen berteriak dengan nada suara yang penuh dengan kesombongan seorang kultivator tingkat atas sekte kuno. "Ranah Fondasi Jiwa adalah batas tempat seorang manusia mulai mengendalikan hukum energi alam sejati secara mutlak! Hari ini, aku akan mengambil kepalamu untuk membersihkan penghinaan terhadap sekte kami, sekaligus mengekstrak seluruh rahasia kultivasi kuno dari dalam jiwamu!"
Lei Zhen tidak memberikan kesempatan bagi Shen Long untuk mengumpulkan energi lebih banyak. Ia mengangkat *Pedang Petir Pemutus Jiwa* tingi-tinggi ke udara. Seketika itu juga, seluruh aliran energi spiritual alam di sekitar distrik finansial kota mulai berputar hebat, ditarik secara paksa menuju bilah pedang ungu tersebut. Awan hitam tebal tiba-kira berkumpul di langit di atas lubang atap hotel yang hancur, melepaskan kilatan-kilatan petir ungu raksasa yang menyambar turun dan menyatu ke dalam pedang Lei Zhen.
"Formasi Sembilan Petir Ungu Pemutus Langit! Hancurlah kau menjadi abu kosmis, bajingan cilik!" Lei Zhen meraung dahsyat.
Ia mengayunkan pedang panjangnya ke bawah dengan kekuatan penuh. Sembilan naga petir ungu raksasa berdiameter masing-masing satu meter meledak keluar dari bilah pedangnya, meluncur turun dari langit menembus lubang atap hotel langsung menuju posisi tempat Shen Long berdiri. Setiap naga petir memancarkan suhu panas yang luar biasa tinggi dan tekanan destruktif yang mampu melelehkan baja lapis baja militer dalam sekejap mata. Serangan ini adalah kekuatan penuh dari seorang master ranah Fondasi Jiwa tingkat kedua, sebuah jurus pamungkas yang bisa meratakan seluruh kompleks bangunan hotel ini menjadi puing-puing abu dalam hitungan detik.
Di bawah bayangan sembilan naga petir ungu yang mengerikan itu, Shen Long menengadah secara perlahan. Sepasang matanya yang sedalam malam abadi merefleksikan kilatan petir ungu yang meluncur turun menuju dirinya. Ia menyadari bahwa kapasitas fisik tubuh fana tingkat keenam ranah Penguatan Tubuh miliknya saat ini, meskipun memiliki fondasi emas murni yang sangat kuat, akan mengalami sedikit ketegangan jika dipaksa menahan hantaman energi ranah Fondasi Jiwa berskala besar ini tanpa ada peningkatan kapasitas wadah energinya.
Namun, alih-alih mundur atau menghindar, sebuah senyuman tipis yang sarat akan keangkuhan dewa tertinggi justru mengembang di sudut bibir Shen Long. "Ingin menggunakan energi petir alam untuk menindasku? Sungguh sebuah kebodohan yang sangat luar biasa."
Di dalam dantiannya, cairan emas murni dari *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* mulai berputar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, membentuk sebuah pusaran emas raksasa yang memancar keluar dari seluruh pori-pori kulitnya. Shen Long memanfaatkan energi sisa darah dari Han Baichuan yang masih melayang di udara serta energi ozone dari sambaran petir Lei Zhen sebagai bahan bakar eksternal untuk memaksa wadah fisik tubuh barunya melakukan terobosan instan di tengah pertempuran maut.
*KLEK! KLEK! KLEK!*
Suara retakan persendian dan transformasi sumsum tulang yang sangat padat kembali terdengar dari dalam tubuh Shen Long dengan ritme yang menakutkan.
Tingkat ketujuh ranah Penguatan Tubuh...
Tingkat kedelapan ranah Penguatan Tubuh!
Hanya dalam waktu beberapa milidetik sebelum naga petir pertama menyentuh kulitnya, Shen Long telah berhasil meloncat dua tingkat kecil berturut-turut, mencapai puncak tingkat kedelapan ranah Penguatan Tubuh dengan fondasi yang ribuan kali lebih murni dari seluruh standar dunia kultivasi bumi fana ini. Kulit tubuhnya kini memancarkan kilau putih pualam yang dilapisi oleh lapisan tipis energi emas suci yang sangat padat, memancarkan aura keagungan tirani yang mampu membuat hukum ruang di sekelilingnya bergetar halus.
*BOOMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*
Sembilan naga petir ungu raksasa menghantam tubuh Shen Long secara bersamaan dengan telak di tengah aula. Ledakan energi spiritual yang luar biasa masif meledak hebat, menciptakan kubah cahaya ungu kemerahan setinggi sepuluh meter yang menelan seluruh area tengah ruangan hotel. Suara dentuman petir yang memekakkan telinga bergema terus-menerus, menghancurkan seluruh sisa lantai marmer dan beton hingga radius lima puluh meter menjadi abu kawah sedalam dua meter. Asap hitam tebal dan percikan listrik ungu menyebar ke segala arah, menutupi seluruh pandangan mata dengan kabut destruktif yang sangat pekat.
Lei Zhen berdiri di kejauhan dengan tawa kemenangan yang arogan di wajah tuanya, sambil menurunkan pedang panjangnya yang masih dialiri sisa listrik. "Hahaha! Di bawah *Formasi Sembilan Petir Ungu Pemutus Langit* milikku, bahkan seorang master ranah Fondasi Jiwa tingkat ketiga pun akan terluka parah, apalagi seorang bocah ingusan di ranah Penguatan Tubuh! Rahasia warisan kunomu sekarang menjadi milikku, bajingan cilik!"
Di sudut aula yang hancur, Chu Yaoyao melihat kubah petir ungu tersebut dengan seluruh tubuh yang lemas sepenuhnya. Air mata penyesalan dan ketakutan mengalir deras di pipi cantiknya yang pucat. Ia mengira bahwa pemuda misterius yang baru saja membakar surat pertunangannya dan menunjukkan keagungan mutlak itu telah tewas menjadi abu di bawah kekuatan sekte gunung kuno. Rasa kehilangan yang sangat mendalam meremas jantungnya, menyadari bahwa ia telah selamanya memutus hubungan dengan eksistensi paling luar biasa yang pernah berjalan di dunia fana ini.
Namun, tepat ketika tawa kemenangan Lei Zhen mencapai puncaknya, sebuah suara langkah kaki yang sangat stabil dan teratur tiba-tiba terdengar dari dalam pusat kabut asap hitam dan percikan listrik ungu yang membara.
*Tak... Tak... Tak...*
Setiap ketukan langkah kaki itu terdengar sangat jelas, seolah-olah menginjak langsung di atas pusat jiwa Lei Zhen, membuat tawa di wajah tua penasihat sekte tersebut langsung membeku seketika.
Dari balik kepulan asap hitam yang tebal, sosok Shen Long perlahan-lahan berjalan keluar dengan langkah yang sangat anggun. Pemandangan yang tersaji di depan mata Lei Zhen benar-benar menghancurkan seluruh akal sehat dan sisa kewarasannya sebagai seorang kultivator tingkat atas sekte.
Jubah hijau militer sederhana yang dikenakan oleh Shen Long sama sekali tidak robek, bahkan tidak ada setitik pun noda hangus akibat sambaran petir ungu ranah Fondasi Jiwa di atas kainnya. Kulit pualam tubuh Shen Long memancarkan kilau emas murni yang sangat suci, dan sisa-sisa petir ungu milik Lei Zhen justru tampak melayang-layang di sekeliling jemari tangannya seolah-olah telah dijinakkan menjadi mainan kecil yang tidak berharga oleh kehendak sang Penguasa Multisemesta.
"A-Apa?! Ini... ini tidak mungkin! Bagaimana mungkin kau bisa selamat tanpa luka sedikit pun dari serangan penuh ranah Fondasi Jiwa?!" Lei Zhen berteriak histeris dengan suara yang pecah karena ketakutan primal yang luar biasa dahsyat. Seluruh tubuh tuanya gemetar hebat, dan untuk pertama kalinya seumur hidupnya, ia merasakan seolah-olah sedang berdiri di hadapan sesosok Dewa Pencipta Alam Semesta yang sejati yang bisa menghapusnya dari sejarah hanya dengan satu pikiran.
"Kekuatan petir ranah Fondasi Jiwa yang kau banggakan... bahkan tidak cukup kuat untuk sekadar membersihkan debu di atas pakaianku," Shen Long berkata dengan nada suara yang sangat tenang namun membawa esensi dingin mutlak yang membekukan seluruh aliran darah di dalam jantung Lei Zhen. "Sekarang, karena kau telah selesai menari dengan mainan petir kecilmu itu... bersiaplah untuk menerima akhir dari kebodohan sekte kalian."
Sebelum Lei Zhen sempat melepaskan pedangnya untuk melarikan diri menggunakan teknik terbang karena panik, tubuh Shen Long telah menghilang dari tempatnya berdiri dalam sebuah bayangan keemasan yang melampaui kecepatan persepsi mata fana manusia sejati.
Detik berikutnya, Shen Long telah muncul tepat di hadapan wajah tua Lei Zhen yang dipenuhi horor. Tangan kiri Shen Long terangkat tinggi di udara aula yang hancur, membentuk sebuah ayunan tamparan telapak tangan terbuka yang membawa seluruh sisa gelombang energi murni dari tingkat kedelapan ranah Penguatan Tubuh yang baru saja dicapainya sempurna.
*PLAAAAAAAALAK!*
Tamparan keras yang luar biasa dahsyat mendarat dengan akurasi absolut tepat di sisi kanan wajah Penasihat Agung Sekte Pedang Guntur tersebut.
*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*
Suara hancurnya seluruh tulang tengkorak, rahang, dan seluruh struktur kepala Lei Zhen terdengar sangat renyah dan mengerikan di udara pagi yang sunyi. Kekuatan tamparan emas murni Shen Long begitu masif hingga *Pedang Petir Pemutus Jiwa* di tangan Lei Zhen hancur berkeping-keping menjadi serpihan besi tua yang tidak berharga, dan tubuh tua penasihat ranah Fondasi Jiwa tersebut terlempar secara horizontal seperti peluru kendali jarak jauh, meluncur sejauh lebih dari empat puluh meter membelah seluruh area bangunan hotel, sebelum akhirnya menghantam pilar gerbang utama luar Hotel Fenghuang Tian hingga pilar beton raksasa seberat puluhan ton itu roboh total dan menimbun tubuh tuanya di bawah puing-puing batu.
*BOOMMM!*
Lei Zhen, seorang penasihat agung terhormat dari Sekte Pedang Guntur yang menguasai wilayah pegunungan terlarang di ranah Fondasi Jiwa tingkat kedua, telah tewas seketika di tempat dengan seluruh meridian, dantian, dan jiwanya yang meledak berkeping-keping menjadi abu energi yang lenyap ditiup angin jalanan kota—sebuah kematian yang mutlak dan penjelasan yang sangat detail mengenai akhir dari eksistensi Lei Zhen di dalam alur dunia fana ini.
Di tengah-tengah kawah reruntuhan Aula Emas Hotel Fenghuang Tian yang kini telah hancur total seperti medan perang purba, Shen Long berdiri tegak dengan jubah militer hijau yang bersih tanpa setitik debu pun menempel di kulit pualamnya. Ia menarik kembali tangan left-nya, mengeluarkan saputangan putih yang sama dari sakunya untuk mengusap sisa kehangatan energi dari ujung jarinya dengan ketenangan yang menakutkan.
Ratusan tamu undangan elit, pejabat pemerintahan, dan seluruh tokoh besar Jiangnan City yang masih bertahan hidup kini telah kehilangan kemampuan untuk berbicara atau bergerak. Mereka semua bersujud di atas sisa lantai marmer yang retak dengan tubuh yang gemetar hebat, menundukkan kepala mereka serendah mungkin ke tanah demi memohon belas kasihan dari pemuda yang baru saja membantai kepala klan raksasa dan penasihat sekte kuno ranah Fondasi Jiwa hanya dengan menggunakan dua gerakan tamparan tangan kosong yang sangat santai. Otoritas lama Jiangnan City telah runtuh sepenuhnya di bawah telapak tangan sang Penguasa Multisemesta.
Shen Long mengalihkan pandangan matanya ke arah puing-puing tempat tubuh Lei Zhen tertimbun di luar gerbang. Di dalam tumpukan batu tersebut, indra spiritual agungnya menangkap sebuah token perak kecil berlambang petir ungu yang memancarkan koordinat energi menuju area pegunungan terlarang di utara provinsi—simbol markas utama Sekte Pedang Guntur.
Sebuah senyuman tipis penuh misteri dan gairah pertempuran dingin yang mulai membumbung tinggi perlahan mengembang di sudut bibir Shen Long. "Sekte Pedang Guntur... perwakilan dari dunia kultivasi tersembunyi yang sebenarnya di dunia fana ini. Kalian mengira bisa bersembunyi di balik pegunungan setelah mengirim pembunuh untuk mengusikku? Sangat bagus... persiapkan seluruh klan dan sekte kalian, karena naga purba ini sendiri yang akan datang melangkah naik ke atas puncak gunung kalian untuk meratakan seluruh kejayaan kalian hingga menjadi abu tanah tanpa sisa."
Badai pembalasan berdarah yang dibawa oleh kehadiran sang Penguasa Multisemesta baru saja membuka gerbang pertamanya di Jiangnan City, dan pusaran kehancuran berikutnya kini siap meluas menuju wilayah sekte-sekte kuno tersembunyi tanpa ada satu pun kekuatan fana yang mampu menahan laju amukan mutlak dari telapak tangan Shen Long.