NovelToon NovelToon
The Art Of Ruin - Rahim Yang Dirampas

The Art Of Ruin - Rahim Yang Dirampas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: 羽菜

Mikayla tidak hanya dikhianati.

Ia dihancurkan.

Dipaksa menikah menggantikan kakaknya, lalu dikhianati oleh suaminya sendiri bersama wanita yang seharusnya ia lindungi. Lebih kejam lagi, keluarganya sendiri merampas masa depannya membuatnya kehilangan satu hal yang paling berharga bagi seorang wanita.

Setiap hari diberi obat agar tidak bisa mengandung, Rahimnya dibuat tidak berfungsi, Namun mereka lupa satu hal, wanita yang mereka hancurkan tidak benar-benar mati.

Dua tahun kemudian, ia kembali dengan identitas baru sebagai Michelle Ad Lynne lebih cerdas, lebih dingin, dan jauh lebih berbahaya. Dengan kekuatan finansial triliunan dan kecerdasan yang terasah, ia tidak datang untuk meminta keadilan.

Ia datang untuk menghancurkan.

Sedikit demi sedikit, segala yang dia bangun mulai runtuh tanpa peringatan. Tanpa ampun, kenyataan itu menghantamnya keras seperti pisau yang terus-menerus menebas luka lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 羽菜, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Fakta menyakitkan

5 tahun pernikahan, Mikayla tak kunjung diberikan keturunan, berbagai cara ia coba namun hasilnya dirinya dinyatakan tidak subur.

Hingga suatu hari Mikayla tak sengaja bertemu dengan suaminya Elang Abimanyu yang saat itu dirumah sakit yang sama, Mikayla pun mengikutinya diam-diam.

Betapa terkejutnya kakaknya yang koma selama 5 tahun karena kecelakaan, akhirnya terbangun tapi tak ada yang memberitahunya. Padahal Naura telah bangun selama berbulan-bulan.

Ia melihat dan mendengar sendiri. "Tapi emang sejak dulu, mika menyukaimu dan berharap memiliki anak denganmu."

"Itu tidak akan terjadi sayang mamah tidak sudi memiliki menantu pembunuh seperti dia, jadi mamah telah menukar vitaminnya dengan pil kb."

Deg...

Mikayla tertegun hancur hatinya 5 tahun pernikahan is mengira suaminya yang manis dan sayang itu, benar-benar menyayanginya.

"Pembunuh... Bahkan aku tidak tau kapan kakak kecelakaan, jadi mereka menganggap aku seperti itu."

Langkah kakinya terasa lemas...

Bahkan kedua orangtuanya mendukung ibu mertuanya, hatinya semakin hancur. Mikayla memejamkan matanya selama bertahun-tahun ia dikhianati dan dihancurkan oleh keluarganya sendiri.

Rasya sahabatnya langsung memapahnya, dia seorang dokter. "Ikut keruangku"

Mikayla hanya menangis tersedu-sedu dipelukan sahabatnya, "kenapa ini terjadi padaku? Bahkan kedepannya aku tidak bisa hamil lagi."

"Kamu bisa mika, kamu hanya perlu lakukan terapi, atau kamu bisa menyewa ibu pengganti." Ucap rasya. "Yang harus kamu lakukan saat ini membalas perbuatan mereka"

Air mata Mikayla tak berhenti mengalir bahkan setelah Rasya membawanya masuk ke ruang dokter. Tangannya dingin dan tubuhnya gemetar. Seolah semua yang ia dengar barusan bukan hanya menghancurkan hatinya tapi juga merobek seluruh hidup yang ia bangun selama lima tahun terakhir.

Rasya menutup pintu, lalu segera memapah Mikayla duduk di kursi. “Tenang… tarik napas dulu,” ucapnya lembut, meski sorot matanya menyimpan kemarahan yang jelas.

Namun Mikayla justru menutup wajahnya dengan kedua tangan, bahunya bergetar hebat. “Rasya…” suaranya parau, nyaris tak terdengar, “aku bodoh, ya?”

Rasya menggeleng cepat. “Jangan pernah bilang begitu.”

“Aku hidup sama mereka… satu rumah…” Mikayla tertawa lirih, pahit. “Aku makan makanan yang mereka siapkan, minum ‘vitamin’ yang mereka kasih… bahkan tidur di samping laki-laki yang ternyata setiap hari membohongiku.”

Deg…

Rasya mengepalkan tangannya. “Aku pikir dia sayang aku…” lanjut Mikayla dengan suara pecah. “Aku pikir semua usaha kami untuk punya anak itu tulus… ternyata semua cuma sandiwara.”

Hening…

Tangisan itu berubah menjadi isak yang lebih pelan, lebih dalam lebih hancur, beberapa detik kemudian, Rasya berlutut di depan Mikayla, memaksanya menatap. “Dengar aku, Mika.”

Tatapannya tegas, tidak lagi sekedar sahabat tapi seseorang yang siap berdiri di garis depan bersamanya. “Kamu tidak mandul.”

Mikayla tertegun.

“Apa…?”

“Dari hasil pemeriksaan terakhir yang kamu lakukan disini, kondisi kamu masih bisa diusahakan, memang butuh terapi, tapi bukan berarti kamu tidak bisa punya anak.”

Air mata Mikayla kembali jatuh, tapi kali ini… bukan hanya karena sakit. “Jadi… selama ini…”

“Iya,” potong Rasya pelan, “kamu tidak pernah benar-benar diberi kesempatan.”

Sunyi…

Kata-kata itu seperti palu yang menghantam kesadarannya, bukan takdir dan bukan tubuhnya yang rusak, tapi karena ulah mereka. Perlahan, Mikayla menurunkan tangannya. Wajahnya masih basah, tapi sorot matanya mulai berubah, tidak lagi hanya luka. Ada sesuatu yang lain… yang perlahan tumbuh di sana. “Kalau aku bisa…” bisiknya pelan, “kalau aku sebenarnya masih punya kesempatan…”

Rasya menyipitkan mata, seolah sudah bisa menebak arah pikiran sahabatnya. “Kamu mau apa, Mika?”

Hening beberapa detik, lalu Mikayla tersenyum, namun itu bukan senyum yang lembut seperti biasanya. Senyum itu tipis, dingin, dan tidak mencapai matanya. Mikayla menyeka sisa air mata di pipinya dengan kasar, seolah sedang menghapus seluruh kelemahannya selama lima tahun terakhir.

"Aku akan memberikan apa yang mereka inginkan, Rasya," bisik Mikayla, suaranya kini terdengar datar namun tajam. "Mereka ingin Naura kembali ke sisi Elang? Mereka ingin aku menjadi 'pembunuh' di narasi mereka? Baiklah. Aku akan pergi, tapi bukan sebagai pecundang."

Rasya mengerutkan kening, mencoba membaca rencana di balik ketenangan mendadak sahabatnya itu. "Apa yang akan kamu lakukan?”

Mikayla berdiri, merapikan pakaiannya dengan gerakan yang sangat terkendali. Tubuhnya tidak lagi gemetar.

"Pertama, aku butuh bukti medis yang sah bahwa aku mengonsumsi pil KB tanpa sepengetahuanku selama bertahun-tahun. Aku butuh catatan rekam medis yang menyatakan bahwa rahimku sehat namun disabotase," Mikayla menatap Rasya lekat-lekat. "Bisakah kamu membantuku mendapatkan itu secara resmi?"

Rasya mengangguk tanpa ragu. "Tentu. Aku akan mengurusnya. Itu hakmu sebagai pasien.”

"Bagus," lanjut Mikayla. "Kedua, aku ingin memulai terapi kesuburan itu sekarang. Secara rahasia. Aku ingin saat aku benar-benar meninggalkan rumah itu, aku membawa sesuatu yang paling mereka takuti."

"Maksudmu... kamu ingin hamil sebelum bercerai?" tanya Rasya terkejut.

Mikayla menggeleng perlahan. "Tidak. Aku tidak akan membiarkan anakku memiliki ayah seperti Elang atau keluarga seperti mereka. Aku ingin sehat total. Aku ingin mereka melihatku bahagia, sukses, dan memiliki keluarga yang sempurna suatu saat nanti, sementara mereka membusuk dalam kebohongan yang mereka ciptakan sendiri.”

Mikayla berjalan menuju jendela ruang dokter, menatap ke arah lobi rumah sakit di mana ia baru saja melihat Elang dan Naura.

"Mereka mengira telah menghancurkan masa depanku dengan pil-pil itu. Mereka pikir aku tidak akan punya siapa-siapa lagi selain mereka. Mereka salah," Mikayla berbalik, sorot matanya kini berkilat penuh tekad. "Mulai detik ini, Mikayla yang mereka kenal sudah mati. Aku tidak akan menangis lagi untuk orang-orang yang bahkan tidak menganggapku manusia."

"Lalu, bagaimana dengan Elang?" tanya Rasya.

"Elang?" Mikayla tertawa sinis. "Aku akan membiarkan dia menikmati 'kemenangannya' bersama Naura untuk sementara. Aku ingin melihat seberapa jauh dia bisa berbohong di depanku malam ini. Aku akan pulang, memasang wajah istri yang malang seolah tidak tahu apa-apa, sampai semua aset yang menjadi hakku aman."

Mikayla melangkah keluar dari ruangan itu dengan kepala tegak. Rasa sakit itu masih ada, namun kini telah berubah menjadi bahan bakar yang membakar habis sisa-sisa cintanya. Permainan baru saja dimulai, dan kali ini, Mikayla-lah yang memegang kendalinya.

1
Nurhartiningsih
makin seru ih
Nurhartiningsih
wah jodoh yg sesungguhnya Dateng tuh mika
Nurhartiningsih
cerita yg sangat bagus..sayang terlalu bertele tele
Nurhartiningsih
lanjut...mkin bikin penasaran
Nurhartiningsih
lanjut..makin seru aja
Nurhartiningsih
mkin ngga sabar lihat kehancuran elang
Nurhartiningsih
lanjutkan
Nurhartiningsih
lanjut.. update nya jangan lama2
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
lanjut yuk...semngt mik buat balas dendamnya
Nurhartiningsih
lanjuut
羽菜 Hana
siap kak, biasanya aku baca-baca di malam hari. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!