NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Suasana di dalam aula kediaman utama Tetua Mo Feng mendadak berubah menjadi hening yang mencekam. Hanya terdengar suara napas berat dan rintihan tertahan dari keempat sosok yang kini bersimpuh di lantai dingin beralas ubin hitam itu.

Gao Hu, Bao Lang, Xiong Wei, dan Hu Biao—Empat Harimau Awan yang selama ini dikenal sebagai sosok yang ditakuti di kawasan luar—kini tampak mengenaskan. Jubah mereka sobek-sobek, berlumuran debu dan darah, tubuh mereka membungkuk kesakitan, dan di bagian kulit yang terbuka terlihat jelas lapisan es tipis berwarna biru pucat yang tidak mau hilang meski sudah digosok atau dihangatkan berkali-kali. Wajah mereka masih pucat pasi, mata mereka menampakkan ketakutan yang mendalam seolah masih melihat sosok mencekam itu berdiri di hadapan mereka.

Di kursi kehormatan di ujung ruangan, Tetua Mo Feng duduk tegak, wajahnya yang kerut-kerut kini semakin mengeras dan gelap. Tangannya yang tua dan berurat keras mencengkeram lengan kursi kayu hitam itu hingga serat kayunya berderit. Di sebelah kanannya, Bai Long berdiri dengan posisi kaku, wajahnya yang tampan memerah padam menahan amarah dan rasa malu yang luar biasa. Ia menatap keempat pengawal setianya itu dengan pandangan tak percaya dan penuh kemarahan.

"Kalian... kalian bilang dikalahkan oleh satu orang saja? Satu orang asing yang tidak dikenal?!" suara Bai Long terdengar tinggi dan bergetar karena marah, bergema memantul di dinding-dinding aula. "Kalian berempat adalah pendekar tingkat kedelapan Qi Condensation! Kalian berempat dilatih khusus, memiliki teknik berpasangan, dan senjata berkualitas tinggi! Bagaimana mungkin kalian dikalahkan dalam hitungan detik tanpa bisa melawan sedikit pun? Apakah kalian sudah menjadi pengecut yang tidak berguna?!"

Gao Hu yang paling terluka dan paling berani di antara mereka, mengangkat wajahnya dengan susah payah, air mata bercampur keringat menetes di pipinya.

"Tuan Muda... kami tidak berbohong... kami benar-benar tidak berdaya..." suaranya parau dan bergetar hebat. "Orang itu... dia tidak biasa. Gerakannya secepat kilat, seolah dia bisa meramalkan setiap serangan kami. Tenaga dalamnya... mengerikan sekali. Begitu dia menyentuh tubuh kami, rasanya seperti ditabrak gunung, dan hawa dingin yang menyakitkan itu langsung menyusup masuk ke dalam tulang sumsum kami. Kami... kami sama sekali tidak bisa bergerak atau melawan. Di hadapannya... kami merasa seperti anak kecil yang berhadapan dengan raksasa."

"Omong kosong!" bentak Bai Long lagi, hendak melangkah maju hendak memukul, namun ditahan oleh angkat tangan pelan Tetua Mo Feng.

"Diamlah, Long'er," suara Mo Feng terdengar berat, rendah, namun penuh tekanan yang membuat suasana semakin mencekam. Matanya yang tua namun tajam menatap lekat-lekat ke arah lapisan es di tubuh keempat orang itu. Ia bangkit berdiri perlahan, berjalan turun dari panggung kehormatan, mendekati Gao Hu. Tangannya yang keriput namun penuh kekuatan diulurkan, menyentuh bahu Gao Hu yang tertutup lapisan es itu.

Begitu kulit Mo Feng bersentuhan dengan es itu, matanya yang menyipit mendadak membulat lebar. Tubuhnya sedikit tersentak kaget. Ia segera menarik kembali tangannya, dan keningnya berkerut semakin dalam, penuh kekhawatiran dan ketidakpercayaan.

"Ini... ini bukan hawa dingin biasa..." gumam Mo Feng pelan, suaranya berat dan serak. Ia berbalik menatap Bai Long dengan pandangan yang jauh lebih serius dari sebelumnya. "Long'er, mereka tidak berbohong. Mereka benar-benar bertemu dengan musuh yang jauh lebih kuat dari mereka."

Bai Long mengerutkan keningnya bingung. "Tetua Mo... apa maksud Anda? Apakah ada pendekar dari sekte besar lain yang datang dan sengaja mempermalukan kami?"

Mo Feng menggeleng pelan, matanya menatap kosong ke udara, pikirannya bekerja cepat menelusuri segala kemungkinan.

"Hawa dingin ini... sangat murni, sangat pekat, dan sangat beracun bagi meridian. Ini bukan teknik yang diajarkan di sekte-sekte biasa atau wilayah sekitar kita. Ini ciri khas teknik kuno yang mengendalikan energi Yin murni... energi yang sangat langka dan sulit dikendalikan. Dan tingkat kekuatan yang mampu menundukkan empat orang tingkat kedelapan Qi Condensation secepat itu..."

Mo Feng berhenti bicara sejenak, menelan ludahnya sendiri. Rasa takut samar mulai menjalar di hatinya.

"Orang itu... pasti sudah berada di ranah Foundation Establishment. Dan bukan hanya sekadar masuk ranah itu, tapi dia sudah menguasai kekuatannya dengan sangat baik dan sempurna."

Kalimat itu keluar dari mulut Mo Feng dengan berat.

Seketika itu juga, seluruh isi ruangan hening. Mulut Bai Long terbuka sedikit tak percaya. Empat Harimau Awan yang terbaring di lantai mendesis kaget kembali.

Foundation Establishment?

Di wilayah ini, di kota kecil ini, satu-satunya orang yang berada di ranah itu hanyalah Tetua Mo Feng sendiri dan beberapa tetua inti lainnya yang jumlahnya bisa dihitung jari. Itulah kekuatan tertinggi yang menjadi pilar kekuasaan Sekte Azure Cloud. Dan sekarang, ada orang asing lain yang juga memiliki kekuatan sama, bahkan lebih hebat, bergerak bebas di wilayah mereka, mempermalukan anak buah mereka, dan mengirimkan pesan ancaman yang mengerikan.

"Tapi... siapa?!" seru Bai Long, amarahnya kini bercampur kecemasan. "Siapa yang berani berbuat begini pada kita? Apakah Sekte Awan Hitam yang menjadi penyusup? Atau musuh lama Anda, Tetua?"

Mo Feng menggeleng lagi, berjalan mondar-mandir dengan langkah berat.

"Bukan Sekte Awan Hitam. Mereka tidak memiliki teknik dingin semurni ini. Dan musuh lamaku... semuanya sudah lama mati atau menghilang jauh ke ujung benua. Tidak ada yang berani kembali ke sini..."

Tiba-tiba, bayangan satu sosok melintas di benak Mo Feng. Sosok yang ia kira sudah mati, sosok yang ia buang ke Lembah Ratapan yang mematikan, sosok yang juga pernah berhubungan dengan peninggalan kuno dan energi Yin...

Ye Chen...

Nama itu bergema di kepalanya seperti petir menyambar. Wajah Mo Feng menjadi pucat seketika, kakinya terasa sedikit lemas.

Tidak! Tidak mungkin! Lembah Ratapan itu penuh dengan racun mematikan dan binatang buas tingkat tinggi. Tidak ada manusia yang bisa bertahan hidup di sana lebih dari tiga hari. Apalagi dia yang meridiannya sudah hancur total olehku sendiri. Dia pasti sudah lama menjadi bangkai atau kotoran binatang.

Mo Feng segera menepis pikiran itu secepat ia memunculkannya. Itu mustahil. Tidak ada keajaiban sebesar itu. Namun, rasa was-was itu tidak mau hilang. Ada sesuatu yang tidak beres, ada firasat buruk yang menekan dadanya semakin berat.

"Dan pesan yang dia sampaikan..." gumam Mo Feng pelan, mengingat kembali kata-kata Gao Hu. "Bayangan masa lalu yang kalian kira sudah hilang... kini sudah bangkit..."

Kalimat itu menusuk langsung ke hati nuraninya yang penuh dosa.

"Tetua Mo? Tetua Mo!" panggil Bai Long menyadarkan lamunan leluhurnya. "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Jika ada penyusup kuat yang mengancam kita, kita harus segera menangkapnya atau membunuhnya sebelum dia membuat masalah lebih besar!"

Mo Feng menarik napas panjang, membuang segala keraguannya, dan kembali menampilkan wajah tegas dan dinginnya. Apapun identitas orang itu, dia adalah ancaman. Dan ancaman harus dimusnahkan.

"Benar. Kita tidak bisa diam saja," ucap Mo Feng tegas, matanya menyala penuh niat membunuh. "Bai Long, dengarkan perintahku. Segera kerahkan semua pasukan penjaga kota, semua murid tingkat lanjut, dan seluruh anak buah kita. Tutup semua gerbang masuk dan keluar Kota Awan Melayang. Tidak ada seorang pun yang boleh keluar atau masuk tanpa diperiksa secara teliti. Geledah setiap rumah penginapan, setiap kedai, setiap sudut kota. Cari orang asing yang mencurigakan, terutama yang menggunakan teknik berunsur dingin atau bergerak sangat cepat."

Mo Feng berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada dingin yang mematikan.

"Orang itu berbahaya. Kekuatannya setara denganku. Beritahu semua pasukan: Jika bertemu dengannya, jangan bertarung sendirian. Segera kirim pesan kepadaku atau berkumpul dalam kelompok besar. Dan... jika terpaksa... bunuh saja dia. Aku tidak butuh tawanan, aku butuh mayatnya."

"Baik, Tetua! Aku akan segera mengerahkan segalanya!" jawab Bai Long dengan semangat, amarahnya kembali meluap. Ia akan menemukan orang itu, ia akan merobek tubuh orang yang berani mempermalukan anak buahnya itu menjadi ribuan keping.

"Dan kalian berempat..." Mo Feng menoleh tajam ke arah Empat Harimau Awan yang masih terbaring. "Kalian akan tetap di sini, di aula ini. Beristirahatlah dan pulihkan diri kalian. Kalian sudah tidak berguna lagi untuk tugas pencarian ini. Diam saja di sini sebelum kalian membuat aib lagi."

Mendengar itu, keempat orang itu menunduk dalam-dalam, rasa malu dan sakit hati memenuhi dada mereka, namun mereka tidak berani membantah sedikit pun.

Bai Long segera berbalik berjalan cepat keluar dari aula, mengerahkan seluruh kekuasaannya. Tak lama kemudian, suara teriakan perintah, derap langkah kaki berbaris, dan dentingan senjata terdengar bergema dari seluruh kompleks sekte hingga ke luar gerbang kota. Suasana Kota Awan Melayang yang tadinya damai dan meriah mendadak berubah menjadi ketegangan yang menakutkan. Gerbang-gerbang kota ditutup rapat, menara pengawas dipenuhi pemanah dan pendekar, dan ratusan pasukan berbaris menyusuri setiap jalan besar dan kecil, memeriksa setiap wajah yang mereka temui.

Kabar tentang pendekar misterius yang mengalahkan Empat Harimau Awan dalam sekejap mulut ke mulut, menyebar ke seluruh penjuru kota dalam waktu singkat. Rasa takut dan penasaran memenuhi hati setiap penduduk. Siapakah dia? Apa tujuannya? Apakah dia penyelamat atau malapetaka?

Sementara itu, jauh di sebuah rumah kosong tua yang terbengkalai di pinggiran kota, tersembunyi di balik rimbunan tanaman liar dan pepohonan lebat, sosok Ye Chen duduk bersila dengan tenang di lantai kayu yang lapuk. Di sekelilingnya, tidak ada satu pun jejak keberadaan. Ia telah menyembunyikan aura kekuatan Foundation Establishment-nya kembali hingga ke tingkat paling dasar, menampakkan diri seolah pendekar biasa tingkat rendah yang tidak berbahaya.

Dari tempat persembunyiannya, ia bisa mendengar dengan jelas semua suara kegaduhan, teriakan perintah, dan langkah kaki pasukan yang berlarian di luar sana. Ia bisa merasakan gelombang energi pengawal yang bergerak memeriksa wilayah demi wilayah.

Di bibir Ye Chen, tersungging senyum dingin dan puas.

"Mereka benar-benar mengamuk, Guru," bisik Ye Chen di dalam hatinya. "Lihat saja, seluruh kota dikepung, semua orang digerakkan. Mo Feng dan Bai Long pasti sedang marah besar sekaligus ketakutan sekarang."

Suara Yue-Jian terdengar lembut namun penuh persetujuan di benaknya.

"Itu hasil yang kita inginkan, Ye Chen. Semakin mereka sibuk, semakin mereka panik, semakin mereka membuang tenaga dan waktu untuk mencari kita... semakin mudah bagi kita untuk bergerak. Lihatlah betapa kacau dan tidak teraturnya pasukan mereka. Mereka bergerak berdasarkan emosi dan amarah, bukan strategi. Ini adalah kelemahan terbesar mereka."

Yue-Jian menjeda sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih serius dan penuh rencana.

"Namun, hati-hati. Meski mereka kacau, jumlah mereka sangat banyak dan cakupan penggeledahan sangat luas. Tetua Mo Feng juga orang yang sangat licik dan berpengalaman. Dia pasti sudah menyadari bahwa kekuatan yang kau gunakan tadi bukanlah kekuatan sembarangan. Dia mungkin mulai curiga... meskipun dia belum berani meyakininya sepenuhnya."

Ye Chen membuka matanya, kilatan dingin menyala di sana. Ia menatap keluar lewat celah kecil di dinding kayu, melihat barisan pasukan Sekte Azure Cloud yang berjalan melewati jalan raya di kejauhan dengan wajah-wajah tegang dan galak.

"Biarkan dia curiga... biarkan dia bertanya-tanya..." gumam Ye Chen pelan. "Rasa curiga dan ketidakpastian adalah racun yang jauh lebih mematikan daripada pedang tajam. Itu akan memakan hati nurani mereka perlahan-lahan. Dan saat rasa itu sudah mencapai puncaknya... saat mereka sudah gila karena ketakutan... barulah aku muncul dan memberikan pukulan terakhir yang mematikan."

Ye Chen perlahan bangkit berdiri. Ia tidak akan diam saja menunggu mereka datang. Justru, di tengah kekacauan dan kepanikan ini, di saat semua orang sibuk saling mencari dan memeriksa... itulah saat terbaik untuk bergerak lebih dekat lagi.

"Guru, di mana sasaran kita selanjutnya?" tanya Ye Chen dengan nada penuh tekad.

Yue-Jian segera menjawab, suaranya berubah menjadi dingin dan berisi niat menghancurkan.

"Di tengah kekacauan ini, Bai Long dan Mo Feng akan membagi tugas. Mo Feng akan tetap diam di pusat kekuasaan mengawasi semuanya, tapi Bai Long pasti akan turun tangan langsung memimpin pencarian. Dan menurut informasi yang kita kumpulkan, saat Bai Long pergi meninggalkan kediamannya... tempat penyimpanan harta dan koleksi senjatanya di kediamannya itu hanya dijaga oleh sedikit pengawal biasa."

Mata Ye Chen menyipit tajam. Senyumnya semakin melebar dan mengerikan.

"Kediaman pribadi Bai Long... tempat di mana dia menyimpan semua barang berharga, semua hadiah, dan semua harta rampasan yang dia curi dan dapatkan dari hasil penindasan..."

"Benar," jawab Yue-Jian. "Di sana, ada banyak barang yang dulunya milikmu, atau barang berharga lain yang akan berguna bagimu. Dan yang paling penting... jika kau masuk ke sana, mengambil apa saja yang kau mau, dan menghancurkan sisa barang-barangnya... kau tidak hanya merampas hartanya, tapi kau akan menghancurkan harga dirinya sepenuhnya. Itu akan membuat Bai Long gila karena marah dan malu. Dia akan kehilangan akal sehatnya, dan musuh yang kehilangan akal sehat adalah musuh yang paling mudah dikalahkan."

Ye Chen mengangguk mantap. Ia kembali merapikan jubah abu-abunya, memastikan tidak ada satu pun yang mencolok. Ia mengatur napasnya, menekan aura kekuatannya hingga nyaris tidak terdeteksi, dan mengaktifkan teknik Langkah Bayangan Hantu.

Tubuhnya perlahan menjadi kabur, menyatu dengan bayangan dan kegelapan di sekitarnya. Ia bergerak mendekati celah jendela, melompat keluar dengan gerakan senyap tak bersuara, dan menghilang di balik kerimbunan pepohonan.

Di luar sana, Kota Awan Melayang masih sibuk dengan pencarian besar-besaran. Mo Feng menunggu dengan cemas di ruangannya. Bai Long berteriak-teriak marah memerintah pasukannya. Mereka semua sibuk mencari sosok misterius yang mereka kira bersembunyi di sudut-sudut jauh kota.

Mereka tidak pernah menyangka... bahwa sosok yang mereka cari itu, kini sedang bergerak diam-diam masuk semakin dalam, semakin dekat ke jantung kekuasaan mereka, tepat ke dalam sarang pribadi Bai Long sendiri.

Permainan semakin seru. Dan Ye Chen tahu... semakin dekat ia ke pusat kekuasaan itu, semakin besar kekacauan yang akan ia ciptakan.

"Nikmati rasa takutmu... nikmati amarahmu..." bisik Ye Chen pelan di dalam hati sambil bergerak cepat di antara bayangan bangunan. "Karena yang akan datang selanjutnya... jauh lebih buruk dari sekadar rasa takut."

1
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
✅️🫰👍
Jojo Shua
🔥😄
Jojo Shua
☕️🥛
Jojo Shua
🥛🥛
Jojo Shua
☕️
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
🫰🫰
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
😲😲
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
🔥✅️
Jojo Shua
✅️
Jojo Shua
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!