Satu Hari 5 Bab... bantu saya untuk terus berkarya😎😎
Di Kota Xiang, seorang jenius muda bernama Xiao Ba pernah dipuja sebagai harapan terbesar Keluarga Xiao karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 9, bakat langka yang bahkan sulit ditemukan dalam seribu tahun. Namun semuanya berubah ketika akar spiritualnya hancur secara misterius, membuatnya jatuh dari langit ke dasar kehinaan dalam semalam.
Dulu dipuji, kini dihina.
Dulu didekati, kini dijauhi.
Bahkan keluarga yang pernah memohon perjodohan dengannya datang untuk memutuskan hubungan sambil mempermalukannya di depan semua orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DafToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Barang Peninggalan Sang Ibu
Satu minggu berlalu sejak malam paling kelam dalam hidup Xiao Ba.
Selama tujuh hari itu, Xiao Sun tidak pernah benar-benar meninggalkan sisi cucunya. Sesekali ia pergi sebentar, namun selalu kembali, berdiri di ambang pintu, menatap tubuh kecil yang terbaring di ranjang batu itu dengan campuran harapan dan ketakutan yang sulit disembunyikan oleh seorang Patriark sekaliber dirinya.
Di luar jendela kamar itu, Teluk Beira terlihat tenang di pagi hari namun berubah gelisah saat malam datang, seolah laut pun ikut merasakan ketidakpastian yang menggantung di dalam kediaman Keluarga Xiao di atas Bukit Karang ini.
Berkat pil spiritual penyembuh kelas dua yang diberikan tanpa henti, beberapa meridian Xiao Ba yang terputus perlahan mulai tersambung kembali. Satu per satu, seperti benang yang dijahit ulang dengan sangat hati-hati.
Namun, ada yang tidak bisa diperbaiki oleh pil mana pun.
Jalur kultivasinya hancur total. Dantian-nya yang rusak tidak merespons pengobatan apa pun. Bahkan tabib terbaik yang dipanggil Xiao Sun dari seluruh penjuru Kota Beira hanya menggelengkan kepala dengan wajah penuh keprihatinan.
Jika Xiao Ba bertahan hidup, ia hanya akan menjadi orang biasa yang cacat. Tanpa kultivasi. Tanpa masa depan sebagai praktisi.
"Tidak," gumam Xiao Sun sambil menatap wajah pucat sang cucu yang kini sedikit lebih berwarna dari sebelumnya. "Kalau cucuku bisa bertahan hidup, aku harus menemukan cara menumbuhkan kembali akar spiritualnya. Apa pun caranya."
Menumbuhkan akar spiritual baru bukanlah hal yang mustahil secara teori. Dalam catatan sejarah kultivasi, beberapa nama besar di masa lampau pernah berhasil melakukannya, namun dengan satu syarat yang hampir tidak mungkin dipenuhi. Mereka membutuhkan Teratai Api Sembilan Kelopak yang telah berusia seribu tahun, tumbuhan spiritual paling langka yang bahkan seorang kultivator di alam Raja Surgawi pun akan kesulitan menemukannya.
Kalaupun tahu di mana keberadaannya, belum tentu bisa merebutnya.
Xiao Sun mengusap wajahnya dengan tangan yang lelah. Ia meninggalkan kamar Xiao Ba, menuju halaman belakang kediaman untuk melakukan kultivasi, mencoba menenangkan pikiran yang kacau dengan cara satu-satunya yang ia tahu.
Sebelum pergi, ia menempatkan Lu Ming, pengawal kepercayaannya, untuk berjaga di depan paviliun.
Di dalam kamar yang sunyi itu, sesuatu mulai bergerak.
Cahaya keemasan yang samar-samar memancar dari leher Xiao Ba. Sebuah manik kecil yang tergantung di kalungnya—manik yang selama ini selalu ia kenakan sejak kecil dan merupakan satu-satunya benda peninggalan ibunya—tiba-tiba mengeluarkan cahaya emas yang lembut namun hangat, menyelimuti seluruh tubuh pemuda itu.
Lu Ming yang berjaga di luar sama sekali tidak menyadarinya.
Suara deburan ombak dari Teluk Beira yang terdengar samar-samar dari kejauhan seolah menjadi saksi bisu dari keajaiban yang sedang terjadi di dalam kamar itu secara diam-diam.
Di dalam paviliun, keajaiban sedang terjadi.
Meridian-meridian Xiao Ba yang putus berantakan dan baru sebagian tersambung kembali berkat pil spiritual, kini semuanya tersambung sekaligus, seolah tangan tak kasat mata sedang menjahit ulang setiap jalurnya dengan presisi yang sempurna. Tulang-tulangnya yang retak dan patah menyatu kembali satu per satu. Dan yang paling luar biasa, dantian-nya yang dinyatakan hancur total oleh para tabib, mulai bercahaya dengan cahaya emas yang sama.
Manik itu kemudian melepaskan diri dari kalung di leher Xiao Ba dan melayang perlahan ke arah keningnya. Menyentuh permukaan kulit di antara kedua alisnya dengan lembut, lalu meresap masuk, menyusuri seluruh organ tubuh Xiao Ba dengan cahaya keemasannya, sebelum akhirnya berhenti tepat di dantian-nya.
Di pusat energi itu, sebuah Pagoda Sembilan Tingkat berwarna emas berdiri kokoh, samar namun nyata, seperti bangunan kuno yang baru saja dibangunkan dari tidur panjangnya.
Cahaya emas mengalir deras ke seluruh meridian tubuh Xiao Ba.
Dan dalam satu tarikan napas yang dalam, Xiao Ba membuka matanya.
Langit-langit kamar yang sama seperti yang terakhir ia lihat sebelum kehilangan kesadaran.
Namun, sesuatu terasa sangat berbeda.
Xiao Ba duduk perlahan, mengambil posisi meditasi bersila di atas ranjangnya. Tubuhnya tidak lagi terasa seperti bejana retak yang bisa hancur kapan saja. Gerakan sederhana itu terasa ringan, terlalu ringan untuk seseorang yang seharusnya sekarat.
"Apakah aku masih hidup?" gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri.
Lalu sesuatu yang lain menghantam kesadarannya seperti gelombang besar.
Ingatan-ingatan yang bukan miliknya mulai mengalir deras ke dalam benaknya—ribuan informasi, teknik kultivasi, pengetahuan tentang dunia yang jauh melampaui apa yang pernah ia pelajari selama empat belas tahun hidupnya. Seperti ribuan bintang yang tiba-tiba berajauhan ke dalam lautan kesadarannya, masing-masing menyimpan cahaya dan pengetahuan tersendiri.
"Apa ini? Kenapa begitu banyak ingatan yang tidak pernah kualami muncul di kepalaku?" Xiao Ba mengerutkan dahinya, berusaha mencerna satu per satu informasi yang membanjiri pikirannya.
Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri.
"Lupakan dulu. Yang terakhir aku ingat, akar spiritualku dirampas oleh Putra Mahkota Ying Fanxhu di depan seluruh keluargaku." Rahangnya mengeras sejenak saat mengingat kejadian itu. "Tapi kenapa sekarang di pusat energiku, masih ada energi Qi yang tersimpan?"
Ia kemudian mengarahkan jiwanya ke dalam, memeriksa kondisi tubuhnya sendiri secara menyeluruh.
Apa yang ia temukan membuat napasnya tertahan.
"Bangunan apa ini di lautan energiku? Apa... akar spiritualku masih ada?" Xiao Ba bergumam tidak percaya. "Bahkan rasanya berbeda. Jauh lebih kuat dari sebelumnya."
Informasi tentang akar spiritualnya tiba-tiba muncul dengan sendirinya di lautan kesadarannya, seperti halaman buku yang terbuka secara otomatis.
Akar Spiritual Kaisar.
Xiao Ba terdiam cukup lama.
Akar Spiritual terdiri dari lima jenjang yang diketahui dunia kultivasi, yaitu Akar Spiritual Fana dari tingkat satu hingga sembilan, Akar Spiritual Suci dari tingkat satu hingga sembilan, Akar Spiritual Raja dari tingkat satu hingga sembilan, Akar Spiritual Mulia dari tingkat satu hingga sembilan. Dan di atas segalanya, berdiri satu jenjang yang bahkan namanya hampir tidak pernah terdengar di dunia bawah ini.
Akar Spiritual Kaisar.
Tidak memiliki tingkatan. Tidak memiliki batas. Tingkatannya akan terus berkembang mengikuti pertumbuhan sang pemilik sendiri, tanpa plafon, tanpa akhir.
Di Benua Yancun, Akar Spiritual Suci tingkat 9 yang dulu dimiliki Xiao Ba sudah dianggap sesuatu yang luar biasa langka. Dan Akar Spiritual Kaisar, bahkan para penguasa di dunia langit pun mungkin tidak akan menyangka bahwa sesuatu sekelas itu bisa lahir di dunia bawah.
"Ah, jadi manik peninggalan ibu yang ada di kalungku telah masuk ke pusat energiku dan menjadi pagoda emas itu," gumam Xiao Ba sambil tangannya secara refleks meraba lehernya. Kosong. Manik itu sudah tidak ada di sana.
Hatinya mencelos sejenak.
Manik kecil itu adalah satu-satunya benda yang menghubungkannya dengan sang ibu, sosok yang bahkan namanya pun tidak pernah ia ketahui. Setiap kali rasa rindu itu datang, tangannya selalu bergerak sendiri mengelus manik itu.
"Harta berharga macam apa yang ibu tinggalkan untukku," gumamnya pelan, ada kehangatan yang bercampur dengan kepedihan dalam suaranya.
Ia mengalihkan pikirannya, kembali memeriksa kondisi tubuhnya.
Tubuhnya kini benar-benar pulih, bahkan lebih dari sekadar pulih. Kondisinya kembali normal seperti sebelum akar spiritualnya dicabut paksa oleh Raja Ying Lao. Xiao Ba duduk tegak, menarik napas dalam-dalam, dan memejamkan matanya.
Dua jam berlalu dalam keheningan penuh.
Angin laut dari Teluk Beira sesekali berembus masuk melalui celah jendela yang terbuka tipis, membawa aroma garam dan kehidupan dari luar sana.
Ketika ia membuka matanya kembali, ada ketenangan yang berbeda di tatapannya, ketenangan seorang yang baru saja menemukan sesuatu yang mengubah segalanya.
"Sekalipun harus mengulang dari awal, setidaknya kultivasiku hanya turun ke Alam Pengumpulan Qi." Sudut birbunya melengkung tipis. Bukan senyum kepahitan, melainkan senyum seorang yang sudah menentukan arah langkahnya.
Ia kini berada di Alam Pengumpulan Qi Tingkat 1.
Namun itu hanya permulaan.
Informasi tentang sebuah metode kultivasi tiba-tiba muncul dari salah satu bintang di lautan kesadarannya, mengalir masuk ke benaknya dengan jelas dan lengkap.
Metode Kultivasi Kaisar Langit.
Tanpa berpikir panjang, Xiao Ba langsung menjalankannya.
Lautan Qi dari luar menyerbu masuk melalui meridian-meridiannya yang kini dua kali lebih lebar dari sebelumnya, mengalir deras menuju pusat energinya seperti sungai besar yang menemukan muaranya. Ia bisa merasakan dengan jelas meridiannya mengembang, memuat lebih banyak energi dari yang pernah ia bayangkan mungkin.
Boom!
Boom!
Dua dentuman bergema di dalam tubuhnya.
Alam kultivasinya naik dua tingkat sekaligus, langsung ke Alam Pengumpulan Qi Tingkat 2.
"Luar biasa," gumam Xiao Ba dalam hati, matanya terbuka lebar sejenak sebelum kembali tenang. "Terakhir kali aku di Alam Pengumpulan Qi Tingkat 7 sebelum si bajingan Raja Ying itu merampas akar spiritualku. Tapi kekuatanku sekarang terasa jauh lebih besar, bahkan dibanding saat itu."
Ia melanjutkan kultivasinya untuk menstabilkan alam barunya.
Kekuatan jiwanya bahkan melampaui basis kultivasinya secara keseluruhan, kini sudah berada di Alam Pengumpulan Qi Tingkat 5, jauh melampaui levelnya yang baru Tingkat 2.
Pagoda emas sembilan tingkat di dantian-nya berdiri semakin kokoh. Bintang-bintang di lautan kesadarannya bersinar semakin terang. Dan Metode Kultivasi Kaisar Langit mengalir di dalam tubuhnya seperti ia memang terlahir untuk menjalankannya.
Di luar paviliun, Lu Ming masih berjaga dengan setia, sama sekali tidak menyadari bahwa pemuda yang seharusnya tidak bisa bangkit lagi itu kini duduk tegak dalam meditasi, membangun kembali dirinya dari nol, namun kali ini di atas fondasi yang jauh lebih kokoh dari sebelumnya.
Sementara angin laut terus berhembus di atas Bukit Karang, membawa bisikan yang hanya bisa ditangkap oleh mereka yang benar-benar mendengarkan—bisikan tentang kebangkitan yang sedang dimulai di dalam sebuah kamar sunyi yang tidak ada seorang pun yang menyangkanya.
pertahankan👌