NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Brug!

Tubuh Miranda terdorong kebelakang hingga membuatnya jatuh didepan teras. Beberapa baju dan tas kerja, kini juga ikut terhempas; berhamburan di atas lantai marmer, tepat didepan wajah Miranda.

"PERGI KAMU! DASAR BABU NGGA TAHU DIRI!"

Suara tinggi dari wanita berwajahkan angkuh itu naik satu oktav. Namanya Bu Ria, majikan tempat Miranda bekerja.

Sudut mata kecil itu sudah mulai basah. Miranda perlahan bangkit, lalu menatap sang Majikan dengan sorot kecewa. Suaranya bergetar, wajahnya sangat shock berat. "Maaf, Bu... Saya berani bersumpah, saya tidak kenal dengan pria itu."

Dengan wajah bengis itu, Ria bersedekap dada sambil menunjuk wajah Miranda. "Saya jijik lihat penampilan polosmu, Miranda! Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumah saya!"

Miranda tersentak. Air matanya luruh tanpa permisi.

"Saya hanya di jebak, Bu! Saya tidak pernah berbuat hal kotor seperti itu!"

PLAK!

Wajah cantik Miranda terhempas ke samping, Ria menamparnya sangat kuat. "Itu balasan buat Babu yang nggak tahu diri seperti kamu!" cercanya. Tangan satunya menuding wajah Miranda.

Kali ini terasa dekat.

Tatapanya sangat bengis.

"Kamu pikir saya nggak tahu, jika selama ini kamu menjalin hubungan dengan putra saya. Katakan? Benar'kan? Tapi syukurlah, Ezar masih selamat dari wanita murahan sepertimu!" tekanya kembali. Telunjuk itu sampai menekan dahi Miranda.

Deg!

Jantung Miranda seolah berhenti berdetak. Padahal, keduanya tidak pernah menunjukan hubungan dengan gamblang didepan umum. Lalu, darimana Majikannya itu tahu.

"Ma-maafkan saya, Bu! Tapi... Ibu tahu dari mana? Sa-saya... Saya sama sekali tidak pernah menggoda Maas-"

"Sudah cukup!" Ria memotong kalimat Miranda. "Kamu itu sadar diri, Miranda! Kamu dan Ezar bagaikan langit dan bumi! Kamu tidak akan pantas bersanding dengan putra saya sampai kapan pun! Dan kamu perlu ingat... Jika saya tidak akan terima jika kamu mencuci otak putra saya agar berpindah agama sepertimu!" tudingnya kembali.

Air mata Miranda jatuh lebih deras. Ia tak menyangka, Ezar akan senekad itu meminta ijin keluarganya. Namun, ada yang lebih menyakitkan dari hanya sekedar putus cinta. Miranda takut, jika kejadian malam itu akan menumbuhkan benih yang tak terduga.

"SEKARANG, ANGKAT KAKIMU DARI RUMAH SAYA!"

Bug!

Ria juga menendang beberapa tumpukan baju Miranda hingga terhemas kemana-mana.

"Bu... Tolong jangan usir saya! Saya berjanji, saya akan menjauhi Mas Ezar. Saya mohon jangan pecat saya, Bu! Saya masih membutuhkan pekerjaan ini demi menghidupi keluarga Ibu saya di desa," ucap Miranda yang saat ini meluruhkan tubuhnya-bersimpuh.

Sekali hempasan kaki, tubuh Miranda kembali terjungkal kebelakang. Ria tanpa perasaan langsung saja masuk ke dalam sambil menutup pintu dengan keras.

"Rasain lu, Miranda! Mentang-mentang di cintai Mas Ezar, jadi besar kepala kan lu, hahaha... Rasain deh," seorang wanita cantik baru saja berlalu masuk kembali sambil mengibaskan rambut.

Setelah kejadian keji itu, Miranda memutuskan pergi. Sempat merasa bingung harus mencari kerjaan kemana lagi. Di pinggir jalan, tetiba saja kepalanya mendadak pusing. Urat pada tubuhnya menegang, rasa berdenyut itu kian menghantam bak keroyokan orang.

Hingga, semakin ia menatap, ruang hitam tak berarah menusuk matanya. Dan seketika...

Brug!

Miranda jatuh pingsan tak sadarkan diri.

*

Miranda mengerjabkan mata perlahan. Matanya terbuka kecil, menyadari sesuatu berbeda. Yang ia tatap bukan lagi langit jalanan. Tubuhnya menindih sesuatu yang cukup lembut. Aroma angin jalanan tak lagi tercium. Tak ada lagi suara berisik kendaraan.

Suasana itu membuat Miranda cukup menegang. Hawanya sagat senyap. Aroma khas obat dan antiseptik menguar kuat. Ia mulai sadar, jika ada seseorang yang membawanya ke rumah sakit.

Deritan pintu terbuka cukup membuat perhatian Miranda teralihkan.

Seorang pria tampan mengenakan pakaian sederhana namun cukup rapi. Wajahnya lapang, tatapanya meneduhkan. Pria itu berjalan mendekat ke arah ranjang, tak lupa tanganya membawa sekantung makanan.

"Si-siapa kamu?" Miranda berusaha bangkit, namun kepalanya terasa berdenyut kembali.

Pria tadi menahanya. "Tetaplah tiduran tidak apa-apa," katanya. Lalu meletakan sekatung makanan diatas nakas. Dua tumpuk sterofoam dan dua botol air minum.

"Panggil saja saya; Arya. Saya melihat kamu pingsan di jalan, makanya saya bawa kamu kesini."

Miranda tercengang. Sorot matanya berubah sendu. Rupanya masih ada orang baik di dunia kejam ini. "Saya ucapkan terimakasih sama kamu. Nanti pasti saya akan ganti semua biayanya."

"Kamu bisa memikirkan itu setelah makan dulu! Setidaknya tubuhmu nggak terlalu lemas buat mikir," kata Arya sambil mengeluarkan kotak makanan tadi.

Begitu selesai makan, Arya membuka suara kembali. Kali ini nadanya sangat rendah, sorot matanya sangat meyakinkan.

"Kamu juga harus bersyukur, kandunganmu baik-baik saja."

"Kandungan?" Miranda cukup tersentak mendengar itu. "Maksud, kamu?"

Arya mengerutkan kedua alisnya. "Kamu hamil, kan? Dokter bilang, kamu hanya kelelahan akibat kehamilanmu itu!"

Deg!

Dunia Miranda mendadak hitam pekat. Angin tak lagi berhembus menerpa. Ruangan senyap itu semakin bertambah suram. Rupanya, kesalahan semalam itu mampu menumbuhkan benih-benih kehidupan baru.

...----------------...

"Bunda... Kok Ayah nda bangun-bangun sih? Nanti siapa yang akan bangunin Tama talo sahul?"

Tama-bocah berusia 5 tahun itu bersimpuh di atas pusara Ayahnya, mengusap nisan dengan nama 'Arya Syahputra' begitu lambat.

Meskipun bukan kali pertamanya putranya itu melemparkan pertanyaan yang sama, hatinya tetap saja terasa perih.

Dengan penuh kelembutan, Miranda berusaha memberi paham kepada Putranya. "Tama... Ayah sampai kapan pun nggak akan bangun. Kan, Ayah sedang buatkan rumah di surga buat kita. Tama mau 'kan punya rumah di surga?"

Dengan wajah berbinar itu tama mengangguk cepat. Senyum lebarnya menambah kesan bahagia yang terbungkus duka. "Tama mau, Bunda! Tama kangen banget cama Ayah!"

"Makanya, Tama harus sering doain Ayah, agar di sana Ayah kuat buat rumahnya."

Tama kembali menaburi bunga yang Bundanya bawa dari rumah. Dengan cekatan, jemari kecil itu juga menuangkan air dari botol kepada nisan sang Ayah.

Miranda Andini, wanita berusia 23 tahun itu baru saja mengulang duka akibat perpisahan. Arya Syahputra, sosok suami sekaligus Ayah penyayang bagi keluarganya, kini telah memutuskan apapun dari dunia untuk meniti puncak akhirat.

Pertemuanya dengan Arya bagaikan menyelinap di antara ruang luas yang penuh sorot cahaya. Miranda memutuskan hijrah, setelah dosa masa lalu yang hampir menenggelamkan hidupnya.

5 tahun yang lalu, Miranda terpaksa keluar dari rumah majikannya karena fitnahan keji yang dirinya terima. Dan bukan hanya itu, Miranda juga mejalin hubungan gelap dengan kekasihnya yang tak lain adalah putra tunggal keluarga Angkasa sendiri.

Masih teringat jelas dalam benak Miranda, bagaimana keluarga Angkasa mengatainya tanpa ampun.

Hanya karena perbedaan kasta dan keyakinan, keluarga Angkasa merasa terkotori dengan hubungan gelap yang Miranda lakukan dengan putranya. Padahal, pada saat itu Ezar sudah bersedia ingin mengikuti Miranda, dan membawa sang pujaan hati keluar.

Namun, pada saat itu, Ezar harus menempuh pendidikanya di LN, hingga terpaksa merelakan hubungan yang ia rajut 3 tahun lamanya dengan Miranda-KANDAS!

Dan pada akhirnya Miranda yang kalah oleh fitnahan yang Majikannya lakukan.

1
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
Ig:@septi.sari21: kak dew, macihh bintangnya😍✋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!