NovelToon NovelToon
Twin Gus: A Love Story

Twin Gus: A Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Hantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fega Meilyana

"Aku yang akan menikahi Zaskia, Abi."
"Apa kamu yakin?"
"Yakin Abi. Hanya Zaskia yang Aryan mau dan Zaskia cuma butuh aku saat ini."
***
"Gus itu terlalu galak!"
"Bukan saya yang galak, tapi kamu yang bebal dan sulit di atur!"

Kisah cinta dua Gus Kembar.
Zaskia diguna-guna oleh seorang laki-laki yang menggilainya, sihir itu akan musnah jika Zaskia menikah dan berhubungan dengan suaminya. Aryan yang menikahi Zaskia meski ia tau bahwa Zaskia tidak mencintai dirinya melainkan sahabatnya-Kafa. Lantaran Kafa mundur bak pengecut.

Sedangkan Kisah Gus Arshaf, yang sudah menyerah dengan sikap nakal santriwatinya, bernama Zayna. Juga tentang Zayna yang sudah kebal dengan kegalakan dan semua hukuman dari Gus-nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fega Meilyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diki kena akibatnya

"Kak, jangan pergi. Maafin Zaskia." Zaskia menahan lengan Aryan dan setelah itu kembali memeluknya.

Aryan menghela napas. sampai kapan ia akan terus merasakan pilu lantaran mencintai seorang diri seperti ini?

"Kia."

Zaskia menggeleng kuat, tidak mengizinkan Aryan untuk beranjak dari sana sedikit pun.

"Jangan membuat kakak bingung, Kia."

"Bantu Kia supaya bisa lupain dia, Kak. Kia benar-benar mau mengelupain kak Kafa dan menerima Kak Aryan jadi suami Zaskia. maaf kalau dalam proses itu Kia jadi nyakitin perasaan Kakak. Maafin Kia..."

Aryan berulang kali menghela napasnya, kemudian menyentuh kedua bahu Zaskia. Lalu mendorongnya lembut hingga pelukan di antara mereka terurai. Hal tersebut jadi membuat Zaskia menatap bingung.

Aryan menatapnya sejenak, dan tanpa kata ia kembali mencakup bibir Zaskia tanpa menunggu persetujuan seperti tadi. Kedua tangannya lalu menangkup rahang istrinya seraya memperdalam ciumannya.

Tidak ingin membuat Aryan kecewa lagi, Zaskia yang tadinya terkejut sebab Aryan bertindak tiba-tiba, lantas menyambut ciuman itu sembari melingkarkan kedua tangannya di pundak Aryan. Dengan mata yang sama-sama terpejam, ciuman itu kian jauh berlabuh.

Dirasa pasokan oksigen telah menipis, Aryan dan Zaskia sama-sama melepaskan bibir satu sama lain dengan perlahan-lahan. Napas keduanya berhembus sedikit terengah diantara pucuk hidung mereka yang masih beradu.

Aryan membuka mata lalu menatap Zaskia yang menundukkan pandangan.

"Boleh kakak buka sekarang?"

"Boleh." Zaskia mengangguk.

Aryan sdikit memberi jarak di antara wajah mereka tatkala ingin membuka kerudung yang dikenakan Zaskia. Pelan tapi pasti, kain penutup kepala itu pun terlepas hingga tampaklah mahkota yang selama ini Zaskia tutupi.

Melihat Zaskia tanpa kerudung, tentu saja membuat debaran di balik dada Aryan kian bergejolak. Jemarinya kemudian menelusuri tengkuk Zaskia untuk selanjutnya menarik ikat rambut yang sebelumnya mengikat rambut gadis itu.

Rambut Zaskia pun terurai. jatuh menjuntai sampai ke bahu. Rambutnya lurus dan lembut. Aryan menyentuh, lalu mengecup surai gadis itu. Wangi sampo dan juga kondisioner yang digunakan Zaskia memanjakan Indra penciuman Aryan. Kemudian Aryan kembali menatap wajah Zaskia yang tampak tersipu. Ia menyukai ekspresi tersebut hingga melupakan bahwa Zaskia belum mencintainya.

"Jangan liatin Kia kayak gitu, Kak. Kia malu," ucapnya pelan dan lagi-lagi ia menunduk.

Aryan tersenyum lembut, lalu menangkupkan kedua tangannya kembali ke rahang Zaskia. "Sesuatu yang indah gak boleh disia-siakan, Kia." Aryan berkata dengan suara berat, syahwatnya sudah merangkak naik.

Ia kembali memejamkan mata tatkala wajahnya kembali mendekati wajah Zaskia. Hidung Aryan bergerak lembut menyapu permukaan pipi gadis itu. Di bagian pucuk hidungnya, Aryan memberi kecupan kecil.

Zaskia di tempatnya mulai hanyut terbawa suasana. Terlebih ketika mendengar pujian tadi. Jemari lentiknya lalu menimpali punggung tangan Aryan yang sedang berusaha melakukan apa yang seharusnya ia lakukan sebagai seorang istri.

Usai mengecup hidung, bibir Aryan lalu turun kembali mengecup bibir Zaskia. Sambil mengecup, sesekali ia menyesapnya penuh perasaan.

Hembusan napas keduanya beradu, terasa hangat dan memburu. Sambil terus memagut, Aryan kemudian membawa Zaskia untuk berbaring dengan dirinya yang berada di atas gadis itu, mengkungnya seraya menggenggam kedua pergelangan tangan Zaskia menekannya ke kasur.

"Boleh kakak lanjutin ke bawah?" tanya Aryan meminta izin ketika ia ingin menelusuri leher hingga bagian bahu ke bawah.

"Kia istri kakak, kakak berhak atas apa yang ada di diri Zaskia."

"Kamu ikhlas Kakak sentuh?" Lagi-lagi AryAn menanyakan hal tersebut.

Zaskia dengan matanya yang sayu lantas mengangguk. Aryan tersenyum lembut kemudian mengecup kening istrinya sedikit lama. Setelah itu bibirnya turun ke hidung lalu kembali pada bibir dan selanjutnya menuju ceruk leher Zaskia yang harum body lotion.

Tatkala bibir Aryan bermain di sana, seluruh bulu-bulu halus di sekujur badan Zaskia meremang seketika. Belum lagi ketika Aryan tiba-tiba menyesapnya memberi tanda kepemilikan.

"Kak,"

"Sakit ya?" Tanya Aryan pelan dengan suaranya yang agak serak tanpa menatap bagaimana wajah Zaskia menahan sensasi yang ia buat.

Zaskia menggeleng samar. Ia memejamkan erat matanya sambil menggigit ujung bibir dengan gelisah. Bibir Aryan terus turun memberi tanda kemerahan yang membuat Zaskia hampir mengeluarkan suara aneh.

"Buka ya?" Zaskia mengangguk.

Aryan membuka dress yang dikenakan Zaskia secara perlahan hingga yang tersisa di badan gadis itu hanyalah underwear saja.

Melihat itu membuat Aryan meneguk ludahnya berat. Ketegangan di bawah sana kian meningkat. Syahwat yang menggebu membuatnya berani mengambil tindakan lebih.

"Boleh?"

Zaskia yang sudah memerah wajahnya lantas mengangguk. Ia tidak punya alasan untuk menolak keinginan Aryan, bukan?

Kepala Aryan lalu turun di antara daging kenyal milik Zaskia yang kini sudah terekspos dengan jelas. Bibirnya bermain di sana dengan lidah yang seperti sedang menikmati permen.

Zaskia tidak mengerti kenapa semua ini terasa aneh dan mengacaukan pikirannya. Ia tidak bisa bersikap jernih. Bahkan ia ingin segera Aryan melakukan tindakan selanjutnya yang lebih dari permainan bibir.

"Kak, Ah!"

Aryan kian terpacu kala mendengar Zaskia berkata demikian. Ia lalu membuka kaos beserta celana, melempar pakaiannya dengan asal. Perut bak roti sobek tersebut terlihat meresahkan. Belum lagi dengan pergerakan di dada bidangnya akibat nafas yang terengah.

"Baca doa dulu sayang," Aryan berbisik lirih tepat di samping telinga Zaskia sesaat hendak melakukan penyatuan.

"Bismillah, Allahumma jannibna syaithona WA jannibi syaithona maa rozaqtana."

"Kia..."

"Kak, sakit..."

Dengan lembut dan penuh kesabaran, Aryan kembali memasuki Zaskia setelah sebelumnya ia tarik kembali. "Sabar ya, sayang. Kakak pelan-pelan." Aryan menggerakkan pinggulnya perlahan sambil memagut bibir Zaskia.

"Ah, kia... Maaf!" Aryan akhirnya berhasil menembus dinding yang susah payah ia robohkan untuk memasuki tubuh Zaskiaa. Malam ini keduanya resmi menjadi sepasang suami istri seutuhnya. Raga mereka telah menyatu di bawah selimut di bawah cahaya lampu tidur yang bersinar remang-remang.

***

Di tengah keheningan malam yang semakin larut, seorang laki-laki tampak bergumul dengan hawa nafsunya sendiri. Napasnya memburu, dadanya naik turun tidak beraturan. Satu tangannya bergerak di bawah pusat, sementara tangan satunya menggenggam ponsel erat.

Di layar ponsel itu terpampang foto seorang gadis yang begitu ia gilai.

Zaskia.

Nama itu seolah menjadi candu bagi Diki. Gadis itu memenuhi kepalanya, menguasai pikirannya, bahkan merusak kewarasannya sedikit demi sedikit.

"Ah... ahh..."

Desahan tertahan lolos begitu saja dari bibirnya. Matanya terpejam menikmati fantasi yang ia ciptakan sendiri. Gerakan tangannya semakin cepat seiring syahwat yang memuncak. Hingga beberapa detik kemudian, tubuhnya menegang dan cairan putih kental keluar membasahi tangannya.

Diki terengah. Kepalanya mendongak bersandar pada sandaran kursi.

"Sampai kapan gue harus nunggu lo, Kia?" gumamnya frustasi. "Gue cinta mati sama lo...."

Tatapannya kembali jatuh pada foto Zaskia di layar ponsel. Jemarinya menyapu wajah gadis itu di layar, lalu tanpa sadar mengecup ponselnya berkali-kali.

"Sebentar lagi.... Lo pasti jadi milik gue, Zaskia. Gue enggak bakal ngelepasin lo."

Sorot matanya penuh obsesi.

Setelah itu, Diki meletakkan ponselnya di atas meja. Ia mengambil beberapa lembar tisu untuk membersihkan tangannya, lalu menarik kembali celananya dengan malas. Tak lama, laki-laki itu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.

Langkahnya terhenti sesaat ketika mendengar suara lirih dari dalam sana.

Srek....

Kening Diki berkerut.

Tirai bathtub bergerak sendiri. Padahal tidak ada angin.

"Kok bisa gerak...?" gumamnya pelan.

Rasa tidak nyaman mulai merayapi dadanya. Namun ia berusaha menepis pikiran buruk. Mungkin hanya halusinasi karena terlalu lelah.

Dengan cepat ia membasuh diri. Akan tetapi, suara gesekan itu kembali terdengar.

Srek....

Kali ini lebih jelas.

Diki langsung menoleh tajam ke arah bathtub.

"Siapa?" serunya waspada.

Tidak ada jawaban.

Jantungnya mulai berdetak lebih cepat. Perlahan ia mendekati tirai itu, lalu menariknya kasar.

"Siapa lo?!"

Kosong. Tidak ada siapa-siapa.

Diki mengembuskan napas lega meski tengkuknya tetap meremang.

"Sialan... bikin takut aja."

Ia segera keluar dari kamar mandi. Namun baru beberapa langkah memasuki kamar, tubuhnya mendadak membeku.

Di kursi yang tadi ia duduki... ada seseorang.

Seseorang yang wajahnya sangat mirip dengannya.

Sosok itu duduk santai sambil melakukan hal menjijikkan yang tadi dilakukan Diki. Kepalanya tertunduk, bahunya bergerak perlahan.

Darah Diki seakan berhenti mengalir. "Siapa lo?!"

Sosok itu tidak menjawab.

Tangannya tetap bergerak tanpa peduli keberadaan Diki.

"Keluar dari kamar gue!" bentak Diki panik.

Hening.

Lalu perlahan... sosok itu memutar kepalanya.

Senyumnya merekah lebar. Terlalu lebar. Hingga hampir menyentuh telinga.

"Aaaaahhh!!" Diki mundur panik sampai tubuhnya jatuh terduduk di lantai. Napasnya memburu, matanya membelalak ngeri.

"Ayo lakukan lagi...." Suara sosok itu terdengar berat dan serak.

"Aku suka melihatnya."

Tubuh Diki gemetar hebat. "Lo... lo siapa?!"

Sosok itu bangkit perlahan dari kursi. Seluruh tubuhnya kini tampak menghitam pekat. Matanya kosong, namun senyumnya masih mengerikan.

Diki memejamkan mata kuat-kuat sambil menggeleng panik.

Ini enggak nyata. Ini cuma halusinasi. Namun saat ia membuka mata— BRAK!

Sosok itu sudah berada tepat di depan wajahnya.

Diki tercekat. Ia tidak bisa bergerak. Tubuhnya seperti terkunci.

Makhluk itu menatap lurus ke dalam matanya dengan wajah hitam penuh retakan.

"Ikut aku...." Bisiknya lirih. "Jiwamu sudah menjadi milikku."

Mata Diki melotot lebar.

Detik berikutnya, pandangannya gelap gulita.

Tubuhnya ambruk tak sadarkan diri di lantai kamar yang sunyi.

***

Aryan tiba-tiba terbatuk yang membuat tidurnya terusik. Ia lalu membuka mata dan berniat untuk mengambil air minum yang biasanya ia letakkan di samping ranjang. Namun ketika menoleh ke samping, ia terkejut melihat seorang perempuan tidur dengan posisi menyamping, memunggunginya berada di satu ranjang yang sama.

Bagian rambut dan bahu perempuan itu yang terbuka membuat jantung Aryan kian terpacu. Aryan lalu melihat ke dirinya membuka selimut, mulutnya menganga, "astaghfirullah. Apa yang sudah gue lakuin?" Aryan panik setengah mati.

Laki-laki itu lupa kalau dirinya sudah menikah dan habis melakukan malam pertama beberapa menit yang lalu.

Akibat lelah setelah permainan panas yang mereka lakukan tadi, entah bagaimana bisa mereka langsung terlelap begitu saja tanpa membersihkan diri dulu ke kamar mandi. Tubuh keduanya masih polos bersembunyi di bawah selimut.

"Ya Allah... kan lu udah nikah, Aryan. Isshh, bisa-bisanya lo lupa." Aryan menepuk kening ketika kesadarannya kembali. Hembusan nafas lega terurai bebas dari rongga hidung dan mulutnya.

Aryan menatap langit-langit kamar sembari memikirkan hal yang sebelumnya ia lakukan bersama Zaskia. Masih tak menyangka jika pada akhirnya dialah yang menjadi jodoh perempuan itu.

Kembali menoleh ke samping, Aryan menemukan Zaskia tampak tertidur pulas. Sepertinya ia tidak bermimpi buruk lagi. Jadi benar yang dikatakan Ustadz Mansyur, jika jin yang mengikuti Zaskia akan benar-benar pergi jika sudah berhubungan suami istri.

Aryan lalu menggeser posisinya mendekati Zaskia.

"Kia?" Ia menyentuh pundak Zaskia yang polos untuk membangunkannya.

"Zaskia?"

Zaskia tiba-tiba berbalik merubah posisinya jadi telentang hanya lenguhan yang terdengar sampai ia membuka mata.

Wajahnya yang jadi mengarah pada Aryan membuat laki-laki itu tersentuh. Tatapannya terpaku pada pahatan indah di wajah Zaskia. Debaran gila kembali hadir. Bibir mungil istrinya mengingatkan Aryan pada kejadian beberapa menit yang lalu. Lagi-lagi ia tak menyangka bisa mencium bibir Zaskia seperti tadi.

"Kia."

"Eeuuhghhh."

"Bangun, sayang."

"Hem." Zaskia menyahut tanpa membuka mata. Hal yang membuat aryan tersenyum lucu.

Baiklah, mungkin Aryan akan membersihkan dirinya terlebih dahulu, baru setelah itu kembali membangunkan.

Sebelum beranjak dari ranjang, ia mengelus lembut kening istrinya. "Kakak sayang banget sama kamu, Kia" Aryan berkata lirih.

Setelah itu, tak ingin syahwatnya kembali naik ke permukaan, lantaran terlalu lama menatap wajah Zaskia, Aryan pun segera turun dari ranjang sambil menepis pikiran kotornya. Dalam keadaan polos, Aryan memungut pakaiannya dan Zaskia satu persatu, lalu lekas membawanya menuju kamar mandi.

Air yang baru saja mengguyur kepalanya berhasil meredamkan syahwat yang hampir mencuat dinginnya air membuat Juniornya ikut menciut bersamaan dengan air yang mengalir di tubuh atletisnya. Ia mulai melafalkan niat bacaan mandi junub. Sebelumnya, Aryan sudah membasuh punyanya dan berwudhu.

Di menit berikutnya Aryan pun selesai. Ia mengambil handuk mengusap kering bagian kepala hingga bagian tubuhnya yang lain. Setelah itu melilitkan handuk tersebut ke pinggangnya.

Sambil melangkah keluar, Aryan mengusap-usap rambut menggunakan handuk kecil milik Zaskia yang tergantung di samping kaca bundar di atas wastafel. Ketika membuka pintu, Aryan dikagetkan dengan kedatangan Zaskia yang berlari kecil dengan raut muka seperti sedang menahan sesuatu. Namun bukan itu yang membuat Aryan kaget hingga membuat matanya terbelalak melainkan keadaan Zaskia yang datang tanpa sehelai benang pun di badannya.

"Astaghfirullah, Kakak ngapain di kamar Zaskia!"

Zaskia memekik sambil menyilangkan kedua tangan di dada ketika menyadari keberadaan Aryan di kamar mandi.

Aryan terpaku hingga ia lupa berkedip. handuk yang menutupi bagian pinggangnya ke bawah tiba-tiba terangkat. Pistol airnya bangun lagi.

"Ya Allah!" Zaskia kembali memekik tatkala sadar jika dirinya begitu polos tanpa penutup apapun.

Aryan segera balik badan sambil mengusap wajahnya yang sudah memerah bak kepiting rebus itu dengan kasar.

Sedangkan Zaskia, perempuan tersebut segera berlari kembali naik ke kasur sambil menutupi dirinya menggunakan selimut. Ia bahkan melupakan rasa nyeri yang masih singgah di area sensitifnya lantaran sudah terlalu malu. Akibat didesak oleh rasa ingin buang air kecil yang sudah sangat di ujung membuat Zaskia tidak menyadari jika ia belum memakai baju. Sama seperti Aryan ketika bangun dari tidurnya, Zaskia juga lupa kalau dia sudah menikah.

Lumayan lama Aryan menenangkan gejolak dalam dirinya sebelum ia benar-benar beranjak dari kamar mandi menghembuskan nafas panjang sekali lagi lewat mulut. Aryan pun berbalik dan membawa langkahnya kembali ke kamar.

"Kia"

Jantung Zaskia seakan ingin meledak. Rasa ingin buang air kecilnya seketika menghilang. Ia meringkuk dengan selimut yang membekuk seluruh badan sampai kepala hingga tidak ada lagi yang terlihat dari dirinya.

"Tolong tinggalin Kia, kak. Kia malu." Ia meringis.

Zaskia sudah ingat jika Aryan adalah suaminya.

"Iya Kia. Oh iya, baju kakak kamu taro dimana?"

"Di lemari bawah, Kakak cek aja disitu."

"Oke" Aryan berjalan canggung menuju lemari pakaian.

Tiba disana, ia segera membuka pintu lemari dan melongok ke tak paling bawah. Namun, tidak ada bajunya di sana. Semua yang ia liat hanya pakaian milik Zaskia yang terlipat dan masih tersusun rapi.

"Dimana, Kia?"

"Dibawah kak."

"Gak ada"

"Cek di pintu satunya kalau gitu."

Aryan melakukan apa yang diperintahkan. Ia membuka pintu lemari satunya dan melihat rak paling bawah, sama seperti tadi. Ia tidak menemukan bajunya di sana. "Enggak ada Kia."

"Masa sih?"

"Ngapain juga Kakak bohong."

Zaskia diam. Tampaknya ia sedang berpikir. "Kakak pakai apa sekarang?"

"Handuk."

"Coba merem dulu."

"Buat apa?"

"Biar Kia ambilin. Tapi Kia gak mau kalau Kakak lihat Kia"

"Kenapa?"

"Pakai nanya! Ya karena malu tau." Zaskia jadi jengkel. Aryan seperti sengaja ingin menggoda zaskia.

"Tapi Kakak kan udah lihat semuanya."

"Kak aryan!"

Aryan nyengir. Baiklah, Demi membuat istri tercintanya nyaman, Aryan akan melakukan apa yang diminta oleh Zaskia.

"Udah."

"Apanya?"

"Tadi nyuruh Kakak pejamin mata."

Zaskia meringis. perlahan Kepalanya menyembul dari balik selimut. sebelum turun, Ia menoleh pada Aryan terlebih dahulu. memastikan laki-laki itu apakah benar sudah melakukan apa yang meminta perintahkan tadi.

Namun bukannya fokus pada wajah Aryan, pandangan Zaskia malah salah fokus ke badan suaminya. Hal tersebut lantas membuat Zaskia kembali menarik selimut menutupi kepalanya.

"Lama banget sih, Kia. Kaki Kakak pegal ini."

"Pakai handuknya kurang tinggi, Kak."

Aryann pun bingung mendengar ucapan itu. Matanya terbuka dan kemudian ia menatap dirinya. "Maksudnya?"

"Pakai handuknya sampai ke dada, perut Kakak kelihatan."

"Terus salahnya di mana?"

"Di pikiran Kia! udah cepetan! ngapain sih tinggal ditarik doang ke atas juga!"

Aryan terkekeh. "Oh jadi kamu salfok ya sama badan Kakak? Kenapa? seksi kan?

"Kak Cepetan!"

"Enggak bisa, Kia. Handuknya kecil. Kalau Kakak naikin ke atas, ntar yang di bawah kelihatan."

Zaskia menghela nafas. keadaan macam apa ini? Sungguh sangat membagongkan.

"Ya udah merem lagi!"

Aryan menghela nafas sembari geleng-geleng kepala, ia kembali memejamkan mata. Zaskia menarik selimut dari kepalanya lalu melihat wajah Aryan.

"Awas ya kalau ngintip."

"Hm."

Zaskia perlahan-lahan turun dari kasur, selimut masih membungkus seluruh tubuhnya hingga bagian kepala. Ketika berjalan rasa nyeri yang tadi ia lupakan akhirnya terasa sedikit menyulitkannya untuk berjalan cepat.

Tiba di samping Aryan, Zaskia membuka lemari dan mencari kesetiap rak yang ada di dalamnya. Benar, tidak ada baju Aryan di sana. Lalu di mana menyimpan pakaian suaminya? "Astaghfirullahaladzim. Kia lupa."

"Kenapa?"

"Baju kakak masih di kamar Zaid."

"Terus gimana?"

Zaskia menghela napas seraya menatap pakaiannya yang kira-kira bisa digunakan sementara oleh aryan.

"Pakai baju Kia dulu ya? Gak mungkin kan jam segini gedor kamarnya Zaid?"

"Memangnya muat?"

"Dicoba dulu. Kia punya satu baju yang ukurannya besar. Mungkin kalau kakak pakai masih ada lebihnya. Bentar, Kia ambil dulu. Jangan ngintip ya kak!"

"Iya"

Zaskia menarik salah satu baju di antara lipatan baju miliknya.

"Bajunya udah kia taro di kasur. Kakak pake kalo Kia udah ke kamar mandi ya." Zaskia lalu membawa baju itu menuju ranjang dan meletakkannya disana.

Aryan menghela naps. Ia memilih pasrah tanpa melayangkan protes.

"Masih lama?"

"Satu jam lagi."

"Kia." Tegur aryan ketika Zaskia mulai menggodanya.

"Ya makanya sabar. Punya Kia masih sakit tau! Jalannya susah gak bisa cepat-cepat." Usai meletakkan baju ke kasur, Zaskia melanjutkan langkah menuju kamar mandi. Dalam perjalan kesana, ia masih memakai selimut sambil membawa baju ganti.

Aryan tertegun mendengar pengakuan zaskia.

"Kia."

"Hem."

"Masih sakit banget ya?"

Zaskia gugup seketika. Ia lantas mempercepat langkah masuk ke kamar mandi.

"Kak udah!" Serunya setelah menutup pintu kamar mandi tanpa menjawab kekhawatiran Aryan.

Aryan menbuka matanya usai mendapat interupsi. Ia menghela bapas pelan sambil menatap ke arah kamar mandi.

"Maafin kakak, Kia." Ucapnya lirih.

Setelah itu, ia berjalan menuju kasur. Sampainya di sana, Aryan menatap baju bergambar princess yang masih dalam keadaan terlipat.

"Serius harus pakai baju ini?" Aryan melirik tak habis pikir.

1
Syti Sarah
Masya Allah bucin bnget sih Aryan 🥰🥰
Ayu Oktaviana
jodohnya kafa msih unyu unyu😁😁😁😂😂😂
syora
dara nih kyak si onty zura 🤣🤣🤣🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wah jodoh nya kafa masih sd
Syti Sarah
kocak juga nih anak nya Azzam 😂😂
Shabrina Darsih
blm Tau aja kia. uda nikah pasti hbs tuh sm aryan
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya nggak papa lah wong yang hamilin kan suami sendiri
nan luxiao
suka banget, dari cerita athar cila, abidzar zuya, azzam aira, sama yang ini selalu seruu banget
Syti Sarah
waah,mmang ya umma zuya absurd nya gak ada lawan.msa anak sndiri di bilang hamil 😂😂
anakkeren
best ,❤️
Anak manis
cakep buat authornya 🥰
just a grandma
seruuu
cutegirl
pokoknya aku sllu menunggu cerita dri author ini
cutegirl
ada ada aja😂
Ayu Oktaviana
selamat untuk kia dan aryan😍😍.. kita tinggal tunggu arshaf nih
Fegajon: kurang lebih begitu 😛
total 3 replies
Syti Sarah
Masya Allah,lengkap sudh kbhgian pasangan ini.slmat ya kia Aryan 🥰🥰
Syti Sarah
ciie yg udh di blas cinta nya sama istri 🥰
Syti Sarah
prsis kyak Abi nya ya aryan ini.tpi klau udh sah,bda bnget sifat nya sama istri nya .jdi syang ,bucin bnget sama istri nya .eeeh,udh mulai brani ya kia😁😁
Syti Sarah: iya btul bnget kak 😊
total 4 replies
Syti Sarah
ciie yg msak untuk pak suami 🤭🤭
Nifatul Masruro Hikari Masaru
udah terlambat kali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!